SERPIHAN HATI LIANTI

SERPIHAN HATI LIANTI
DUA ORANG JAGOAN MAMA


__ADS_3

Jet pribadi milik keluarga admaja sudah mendarat dengan selamat di bandara sultan hasanuddin pukul 4:45 waktu indonesia bagian timur, " Tuan besar, tuan muda, anda sudah bisa turun sekarang..silahkan " ucap pramugara yang menghampiri irvan dan ayahnya.


" Terimakasih mbak " ucap irvan, sembari berdiri di samping ayahnya yang sudah lebih dulu berdiri


" Ayo nak.." ucap tuan admaja


" Oiya, apa kamu sudah telpon mamamu dan minta kirim sopir untuk jemput kita? " tambah tuan admaja sambil menuruni tangga pesawat


" Sudah kok pa, malah mungkin sudah nungguin kita dari tadi " jawab irvan lalu menjejeri langkah ayahnya


" Ayah...tunggu " kemudian menghentikan langkahnya sambil membuka jaket yang di kenakannya dan di pakaikan pada tuan admaja, " Papa terlihat lebih tampan kalau pake jaket ini " ucap irvan sambil tersenyum lalu melanjutkan langkahnya


" Anak nakal.." tuan admaja membetulkan jaket yang kini menutupi tubuh tuanya ia ikut tersenyum lalu kembali melangkah menyusul irvan, matanya yang tiba tiba berembun karena terharu dengan perhatian putra kesayangannya itu di usapnya dengan penuh rasa bahagia. merasa sangat bersyukur di karunia putra yang begitu menyayangi orang tuanya


Bapak dan anak itu kemudian berjalan keluar bandara dan di sambut oleh sopir pribadi, " Tuan besar, tuan muda..selamat datang kembali di tanah air


" Terimakasih pak.." jawab mereka kompak


" Oiya maaf ya pak, kami agak telat tadi pesawatnya sempat muter muter dulu karena cuaca " ucap irvan pada sopir yang tergopoh gopoh menghampiri mereka


" Belum lama kok tuan..hehehe " jawab pak sopir becanda


Setelah koper koper di masukkan ke dalam bagasi dan mereka bertiga sudah duduk di dalam mobil, mobil pun melaju meninggalkan bandara menuju kediaman keluarga admaja


 ----------------------


Langit mulai menampakkan warna cerahnya bersama datangnya udara pagi yang begitu sejuk. di salah satu rumah megah di kawasan perumahan elit, " selamat pagi ma..pa.." irvan menghampiri ke dua orang tuanya di ruang makan


" Pagi nak..wah sudah rapi aja nih " ucap pak admaja


mama irvan menghentikan sejenak aktivitasnya membuat roti bakar, " Loh van, ngak istirahat dulu? kan baru nyampe, entar kecapean kamu nak? " mama irvan nampak khawatir melihat anaknya sudah siap dengan seragam putih abu abunya


" Ngak kok ma, semalam kan tidur juga di pesawat..lagian irvan sudah ketinggalan pelajaran dua minggu ini " ucap irvan sambil mengunyah roti buatan mamanya


" Iya mah, irvan benar..semalam itu kami banyak tidur, penerbangan seharusnya 6jam jadinya 12jam karena harus masuk singapur dulu sebelum ke indonesia " kata pak admaja panjang lebar pada istrinya


" Jadi, papa juga hari ini ke kantor? " tanya mama irvan pada suaminya


" Nanti agak siangan kok baru papa ke kantor..ada meeting sekitar jam dua gitu, memang kenapa mah? " pak admaja balik bertanya

__ADS_1


" Ngak apa apa sih pah, cuma kangen aja abis di tinggal ke luar negri sama dua orang jagoan mama ini "ucap mama irvan lalu tertawa


" Udah ahh, kangen kangennannya entar malam aja..irvan mau berangkat sekolah dulu, takutnya macet.." ucap irvan setelah menghabiskan roti di piringnya


Irvan pun meninggalkan ruang makan dan berjalan ke garasi, setelah berpamitan pada kedua orang tuanya


 


Kurang lebih tiga puluh menit menyusuri jalan raya kini irvan sudah memarkirkan motor gede kesayangannya di pelataran parkir SMA 75, namun tidak langsung masuk kelas. ia berdiri sudah berdiri di depan kantin dan terlihat menghubungi seseorang, " Hallo bro..sudah nyampek sekolah belom ? " ucapnya saat panggilan teleponnya sudah tersambung


" Wih, dua minggu ngilang..dari mana aja mas bro..kok ngak ada kabar? " jawab seseorang di telepon itu


" Nanti aja ceritanya, sekarang kita ketemuan di kantin..buruan ya entar keburu bell masuk nih " potong irvan tidak mau berlama lama, sebelum panggilan telepon di putus sepihak olenya


Tidak berselang lama arya pun sudah duduk di depan irvan, " Apa kabar mas bro? kapan baliknya? mau kasih ole ole ya? " ucap arya bercanda


" Apaan, kayak cewek aja nagih ole ole..tau ahh " irvan balik bercanda


" Serius nih ar, lia gimana? " tanya irvan serius


" Mau jawaban jujur atau boongan ? " jawab arya dengan ekspresi yang sulit di mengerti


" Hmm lianti, sudah ngiklasin kamu sama luna..kata dia mau fokus belajar dan ngak mau tau lagi soal kamu mas bro " arya menarik nafas panjang


" Apa? ngak.. ngak mungkin ar, pasti kamu becanda kan? " irvan tampak gelisah


" Van..aku serius, lianti sendiri yang ngomong gitu ke aku " ucap arya pelan


" Dia juga sudah beberapa kali ketemuan sama luna " tambah arya


" Hah? ngapain mereka bertemu? " irvan terlihat begitu panik mendengar ucapan arya


" Entahlah, lianti juga ngak kasi tau soal itu..dia cuma bilang beberapa kali di ajak ketemuan sama luna.. " ucap arya


" Sialan si luna itu, ngapain pake acara ngajak lia ketemuan gitu. pantesan lia ngak ngehubungin aku selama ini, ternyata otaknya udah di cekokin kebohongan.." omel irvan, mengeluarkan kekesalannya


" Drikkk...drikkk...drikkk " bel masuk berbunyi nyaring dan menggema di setiap sudut SMA 75, menandakan kalau jam pelajaran pertama akan di mulai


" Ya udah, kamu masuk dulu aja..entar jam istirahat kita ketemu disini lagi..aku ada rapat osis dan ngak masuk belajar " arya mencoba menenangkan irvan

__ADS_1


" iya deh kalau gitu..tapi entar kamu ajak lia juga sekalian ya ar.. aku bermaksud ngomong dan jelasin semuanya ke lia. dan kali ini aku minta tolong bantuin aku ..biar lia percaya " dengan nada gusar irvan berkata pada arya sebelum mereka berdua berjalan berlawanan arah di koridor sekolah, irvan menuju kelas dan arya menuju ruang rapat osis


Irvan berjalan terburu buru memasuki ruang kelas, " Pagi pak.." ucap irvan pada guru yang masuk lebih cepat dari biasanya dan terus berjalan ke bangkunya


" Loh kenapa kamu duduk disini ? " irvan sedikit syok melihat luna menempati bangku di sebelahnya


" Van..kamu kemana aja sih dua minggu ini? kok ngak bisa di hubungi mulu? " tanya luna tak sabar


irvan tak menjawab cuma memberi isyarat pada luna dengan menunjuk ke arah pak guru yang siap siap mengajar, lalu menempelkan jari telunjuk di bibirnya


" Van.., kangen tau.." luna dengan nada pelan seolah berbisik pada irvan


Irvan yang mendengar ucapan luna begitu risih namun berusaha tetap cuek, seolah olah ia tak mendengar apa apa dan mencoba fokus


Jam istirahat pun tiba, irvan yang tak sabaran dan sejak tadi sudah gelisah tiba tiba bersemangat mengingat akan bertemu lianti dan arya. ia bergegas keluar kelas menuju kantin


" Van tunggu, aku ikut.." suara luna membuyarkan semangat irvan


" Maaf lun, aku lagi ada urusan " irvan langsung berlari


" Irvan..tunggu.." teriak luna kesal, karena sikap irvan yang tidak peduli


Sesampainya di kantin, " lia mana ar? " tanya irvan yang ngos ngosan, nafas nya tidak beraturan karena berlari


" Astaga, habis lari maraton mas bro? duduk dulu lalu atur nafas " arya dengan ciri khas bercandanya


" lianti mana? kok ngak ikut kamu ke sini ? " irvan yang tak sabaran terus bertanya, sembari menghempaskan pantatnya ke bangku


" Kata lia, ada ulangan jam berikutnya dan harus belajar " arya menyampaikan apa yang lianti katakan padanya


" Hmm lia sudah benar benar ngak mau ketemu aku ya ar? " irvan tampak sedih


" Yah positif thingking aja, mungkin memang benar di kelasnya entar ada ulangan " ucap arya mencoba menghibur


" Gini aja..kamu baiknya samperin lianti ke rumahnya, kan lebih enak ngobrolnya " tambah arya lagi


" Baiklah kalau gitu, aku akan coba datang ke rumahnya " irvan tak lagi bicara, tubuhnya seakan lemas tak bertenaga


 

__ADS_1


__ADS_2