Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Chapter 10


__ADS_3

Setelah pelelangan berakhir Derrick langsung pergi dari rumah lelang tersebut setelah memberi hormat dan mengucapkan terimakasih kembali kepada Dewa pedang yang agung.


"Dewa pedang yang agung?" Tanya Derrick dalam hati kepada dirinya sendiri.


Derrick nongkrong di angkringan pinggir jalan dekat pasar untuk mencari beberapa informasi tentang kota Daun, terutama informasi tentang dewa pedang yang agung.


"Permisi pak, apakah bapak mengenal dewa pedang yang agung?" Tanya Derrick sambil menyesap kopi dan melirik kakek-kakek yang menjadi lawan bicaranya.


Lawan bicara Derrick adalah seorang kakek pemilik angkringan, alasan Derrick menggali informasi melalui kakek tersebut karena pria tua itu sudah lama di kota daun, lebih tepatnya pria tua tersebut sudah 56 tahun hidup di kota Daun yang terkenal sebagai kota para penjahat dan pendosa.


"Dewa pedang yang agung? hmz." Kakek tua yang diketahui bernama Rendi itu seakan mengingat-ingat sesuatu.


"Mohon maaf bak, kakek sendiri tidak tahu siapa dan darimana dewa pedang yang agung berasal, tapi menurut rumornya dewa pedang yang agung adalah keturunan bangsawan dari kerajaan Galing." Kata kakek itu yang memang sedikit tahu tentang dewa pedang yang agung.


"Anak muda kuberitahu suatu hal, dewa pedang yang agung itu sebenarnya sudah berusia 300 tahun lebih, umurnya bahkan lebih tua dariku, menurut rumor dia sudah mencapai ranah surgawi dan mendapatkan keabadian." Tiba-tiba kakek itu berujar memberikan fakta bahwa dewa pedang yang agung sebenarnya sudah berusia ratusan tahun dan lebih tua darinya.


Derrick terkejut mendengar hal tersebut, dia sebenarnya tahu bahwa ada rumor yang menyebutkan siapapun pendekar yang memasuki ranah surgawi akan hidup abadi.


"Anak muda aku akan menceritakan sebuah kisah yang mungkin harus kamu dengar walaupun hanya sekali saja." Ujar pria tua itu kepada Derrick dengan serius dan duduk dihadapan Derrick.


Derrick yang penasaran tentang cerita itu hanya mengangguk setuju mendengar cerita yang akan diceritakan pria tua bernama Rendi tersebut.


"Itu dimulai sekitar 300 tahun lalu, sebelum sekte Naga Langit menjadi satu-satunya penguasa kota Daun dan sembilan kota lainnya di wilayah ini, ada sebuah tempat di gunung tertinggi yang dihuni oleh para dewa." Kata kakek tua tersebut memulai ceritanya setelah duduk dengan posisi ternyamannya di hadapan Derrick.


"Para dewa tersebut dikenal suka membantai umat manusia dan menganggap manusia sebagai makhluk yang sangat lemah, dimata para dewa manusia hanyalah makhluk rendahan yang hanya ditakdirkan sebagai budak mereka, dan hanya bisa menurut apapun yang dewa inginkan meskipun yang dewa inginkan adalah menyiksa mereka sekalipun."


"Bahkan empat kerajaan manusia yang berdiri di wilayah ini semuanya tunduk dan patuh terhadap perintah para dewa yang sangat merugikan bagi manusia tersebut, hanya sekte Naga Langit yang saat itu menjadi satu-satunya sekte dari ras manusia yang berani menentang para dewa."


"Sekte Naga Langit bahkan mengatakan mereka (Para dewa) bukanlah dewa yang menciptakan dunia dan seisinya, bagi sekte Naga Langit mereka (para dewa) adalah manusia yang diberkati kekuatan super dari sang pencipta, namun karena kesombongan mereka, para dewa melupakan hakikat mereka sebagai manusia yang diberkati kekuatan super dan mengaku sebagai pencipta alam semesta."


"Kesombongan mereka semakin menjadi-jadi ketika manusia biasa yang takut atau sangat mengagumi mereka mengakui bahwa mereka adalah dewa yang menciptakan alam semesta." Kata kakek tua itu menceritakan tentang Para dewa yang berkonflik dengan sekte Naga Langit.

__ADS_1


Konflik antara para dewa dan sekte Naga Langit tak dapat dihindarkan, itu terbukti mereka terus berperang selama berabad-abad lamanya, hingga 300 tahun lalu muncul seorang pemuda yang sekarang dikenal sebagai Dewa pedang yang agung ditengah-tengah konflik Para Dewa dan Sekte Naga langit saat itu.


Dewa pedang yang masih muda saat itu dengan kekuatan yang dia miliki sebagai master pedang membantai semua dewa dengan membabi buta dan tak kenal ampun, siapapun dia bunuh selama berada di medan perang dan berstatus dewa atau keturunan dewa.


Pembantaian itu akhirnya berakhir ketika semua dewa tewas di pedangnya dan Sekte Naga Langit menjadi penguasa gunung tertinggi tersebut dan perlahan menjadi satu-satunya penguasa di wilayah yang saat ini dikenal sebagai wilayah sekte Naga Langit.


"Semenjak saat itu pemuda itu dijuluki dewa pedang yang agung, pembantai para dewa, pembawa cahaya harapan, dan juga dijuluki sebagai iblis berdarah dingin." Tukas pria tua mengakhiri ceritanya tentang kisah heroik dewa pedang yang agung ketika sekte naga langit dan para dewa penguasa berkonflik di masa lalu.


"Begitukah? aku mengerti." Respon Derrick menanggapi cerita sang kakek.


"Anak muda bagaimana menurutmu? apakah benar dewa itu ada ataukah hanya cerita dongeng di masa lalu?" Tanya kakek tua itu tiba-tiba.


"Bukankah paman sudah melihatnya?"


"Maksudku para dewa yang dibantai itu?" Derrick heran dengan pertanyaan konyol kakek tua pemilik angkringan.


"Mereka jelas hanya manusia biasa, dewa yang kumaksud adalah dewa yang ada dalam cerita nenek moyang kita." Jelas Kakek tua itu menekankan maksud pertanyaannya kepada Derrick.


Ok, lanjut.


Setelah puas berkeliling mencari informasi sekaligus mencari bahan obat untuk wanita misterius, Derrick kini sudah sampai di penginapannya.


"Kyaa!" Seseorang wanita tiba-tiba menyerang Derrick menggunakan pisau dapur ketika Derrick memasuki ruang kamar penginapan miliknya.


Bug!


Derrick menghindar menyamping, lalu menangkap tangan dan membanting penyerang tersebut kelantai dalam satu kali hentakan, lalu melepaskan sebuah tinju menuju wajah.


"Ah!" Teriak wanita lirih kesakitan, tinju Derrick terhenti tepat di depannya.


"Kamu?" Derrick mengenali wanita yang menyerangnya itu, karena wanita itu adalah wanita misterius dalam kotak segel empat penjuru elemen.

__ADS_1


"Kenapa kamu menyerangku?" Tanya Derrick sambil mengulurkan tangan membantu sang wanita berdiri, namun wanita itu mengambil kembali pisau dapur dan bersikap waspada kepada Derrick dengan menjaga jarak.


"Siapa kamu?" Tanya wanita itu berat dan penuh kewaspadaan yang dapat dilihat dari nada suaranya.


"Aku suamimu, bukankah semalam kita," ucap Derrick dengan menggantung sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Apa? kamu suamiku?" Tanya wanita itu sedikit mengendur dan menurunkan kewaspadaannya.


"Bukankah aku belum nikah, kenapa tiba-tiba sudah bersuami, bahkan melakukan hal itu malam tadi?" Tanya wanita itu kepada dirinya sendiri dengan pipi yang merona merah.


"Ah, wanita yang polos sekali." Gumam Derrick tercengang dan tak habis pikir bahwa wanita yang berani mengambil resiko dengan menyegel dirinya sendiri dalam segel empat penjuru elemen ternyata wanita yang begitu polos.


"Padahal aku hanya menggodanya." Derrick kembali bergumam.


"Kamu mau kemana?" Tanya wanita itu melihat Derrick pergi.


"Masak, aku sudah lapar, sementara istriku tidak becus memasak makanan." Jawab Derrick ketus dan berlalu pergi memasuki dapur dan mulai memasak.


Derrick berniat memasak tumis kangkung, telur dadar, dan ikan panggang sebagai lauk makan malam mereka, karena kebetulan bahannya sudah ada ditangannya meskipun terlihat berbeda sedikit dari dunia tempatnya dulu sebelum bereinkarnasi.


"Aku tidak pernah mengira dunia ini tidak jauh berbeda dari duniaku dulu, perbedaannya hanya terletak di dunia ini yang memiliki monster atau binatang ajaib dan juga dunia ini mayoritas diisi para pendekar atau penyihir." Gumam Derrick sambil menggoreng telur ayam.


Derrick yang sebelumnya mencari beberapa informasi di pasar menyimpulkan bahwa dunia barunya ternyata tidak jauh berbeda dari dunianya dulu, dunia barunya hanya memiliki perbedaan di beberapa hal yang ajaib dan juga tidak ada teknologi sama sekali, secara singkat dunianya dulu tidak memiliki beberapa hal ajaib, seperti item sihir, monster atau binatang ajaib, ilmu sihir, dan juga beberapa tanaman herbal, namun dunianya dulu sangat unggul di bidang teknologi.


Dapat disimpulkan jika dunianya dulu sangat unggul dalam teknologi, maka dunia Derrick sekarang sangat unggul di bidang sihir dan juga kekuatan super.


"Aku semakin penasaran dengan dunia baruku ini." Ujar Derrick kepada dirinya sendiri dengan senyum kecil.


Chess!


Derrick menyiram air ke dalam minyak goreng yang diketahui berasal dari perusahaan keluarga Wijayanto, Derrick sebenarnya penasaran darimana keluarga Wijayanto mengetahui minyak goreng dan membuatnya, padahal tidak ada satupun pohon sawit di dunia tersebut.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2