
Ruang pertemuan Penjaga VAR.
"Si banci bodoh itu terbunuh oleh pasukan penjaga pangeran Ranzi, sangat disayangkan." ucap penjaga pertama memberitahu berita terbunuhnya Shelly kepada para penjaga VAR yang hadir dalam pertemuan tertutup mereka.
"Dia terbunuh karena menghadapi ratusan pasukan, anak buahnya sendiri yang mengakhiri hidupnya, pria yang malang, haha." ujar penjaga 7 dengan menampilkan gambar detik-detik Shelly terbunuh melalui proyektor.
"Apa itu? Teknologi baru?" tanya penjaga 9 penasaran dengan proyektor yang menampilkan gambar atau Vidio tentang terbunuhnya Shelly.
"Teknologi ini sudah ada puluhan tahun lalu di dunia bawah, namun ini versi yang dikembangkan." jelas penjaga 7 sambil mematikan proyektor tersebut dan memasukkannya kembali ke cincin dimensinya.
"Dunia bawah?" penjaga 9 bingung dan bertanya-tanya.
"Iya, teknologi ini sering digunakan untuk memperkenalkan suatu produk di dunia bawah, karena mereka sangat sulit bertemu, selain itu untuk menjaga privasi dan keamanan penjual dan calon pembeli." jelas penjaga 7.
Note:
Alat Proyektor itu berbentuk seperti handphone dan pengambilan gambarnya memakai kamera berukuran mini seukuran lalat, energi penggerak kamera atau proyektor itu adalah mana atau batu sihir.
Proyektor itu memproyeksikan gambar layaknya infokus yang sering digunakan ketika sedang rapat, presentasi, dan lain sebagainya.
Ok..., lanjut.
"Jadi apa yang kita lakukan selanjutnya, apakah kita harus membalaskan dendamnya?" tanya penjaga 5 kepada penjaga pertama.
"Itu tidak diperlukan, lakukan rencana awal dan jangan melakukan hal bodoh yang akan menggangu rencana tuan." ucap penjaga pertama sambil memainkan bola hitam ditangannya.
"Lalu bagaimana dengan pembunuhan pangeran Ranzi?" tanya penjaga 3 sambil memainkan pisaunya yang terlihat begitu tajam dan beraura haus darah.
"Tuan Vasya membatalkan misi tersebut, karena pangeran Ranzi bukan ancaman." ujar penjaga pertama.
"Tuan Vasya?" penjaga sepuluh (Deka) bertanya-tanya, karena setahunya orang yang memberikan misi itu bukan Tuan Vasya.
Rumah sakit kerajaan.
Derrick keluar dari rumah sakit setelah 10 hari penuh dirawat akibat pertarungannya melawan Raki ketika mengawal pangeran, dia disambut oleh Raki, Resi, dan juga Jeda di depan rumah sakit.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Resi dengan penuh perhatian kepada Derrick.
"Luka tebasan di dadaku masih terasa sakit, apalagi melihat wajahnya." jawab Derrick sambil menatap tajam Raki yang menampilkan senyum tak bersalah kepadanya.
"Haha, maaf temanku, lagipula aku juga dirawat karena pukulanmu, jadi kita impas." ucap Raki dengan tertawa sambil menunjuk kepalanya yang diperban karena terluka akibat terbentur batu.
"Tubuhku bahkan masih sakit karena pukulanmu, seharusnya aku yang marah karena paling dirugikan." ucap Raki kemudian sambil menunjuk beberapa bagian tubuhnya yang terlihat masih membiru.
__ADS_1
"Itu bahkan tidak terlihat berbekas sama sekali, bagaimana denganku?" protes Derrick sambil menunjukkan tubuhnya yang penuh luka sayat dengan mengangkat bajunya.
"Apa yang kamu lakukan, tutup kembali tubuhmu." Resi terlihat memerah karena malu melihat Derrick mengangkat baju untuk memperlihatkan luka tebasan yang dia terima dari Raki.
"Haha, itu akan sembuh dengan sendirinya nanti, kamu hanya harus bersabar sedikit." Raki tertawa canggung.
"Kalian malah adu nasib, kekanak-kanakan sekali kalian berdua." ujar Jeda yang sedari awal diam.
"Kenapa dia ada disini?" tanya Derrick.
Resi menjelaskan bahwa Jeda dan anak-anak lain yang menyerang pangeran Ranzi diampuni oleh raja, dimana raja memberi mereka pilihan dihukum atau memilih menjadi prajurit. Tentu saja semua anak-anak itu memilih menjadi prajurit daripada dihukum, khusus untuk Jeda dia menjadi kesatria sihir atas keinginan komandan Xiao yang melihat potensi Jeda.
"Komandan bodoh itu!" Derrick dan Raki seketika geram dengan keputusan guru mereka merekrut Jeda menjadi anggota baru.
"Haha, mohon kerjasamanya, om sekalian, haha." ujar Jeda dengan tertawa.
"Panggil kami kakak, jika tidak kami akan membuatmu menderita." ucap Derrick dan Raki dengan dingin, Jeda terdiam merasakan aura intimidasi dua orang tersebut.
"Baik kakak!" jawab Jeda cepat dan berjanji tidak akan memanggil dua monster itu om lagi.
Ok..., lanjut.
Derrick saat ini sedang berada di hutan bagian barat kerajaan untuk mencari binatang ajaib agar bisa menerobos tenaga dalam level 81 yang memang membutuhkan inti kristal binatang ajaib, selain berlatih dengan berbagai metode agar tenaga dalamnya terus meningkat sampai siap diterobos.
"Semakin tinggi levelku semakin sulit menerobos, sungguh sial!" gumam Derrick yang baru saja menyerap inti kristal binatang ajaib berusia 79 ribu tahun atau orang-orang benua Eghed menyebut mereka binatang sihir level 7.
"Jika diingat-ingat aku mulai kesulitan naik level semenjak menerobos ke level 51, bahkan semakin naik level semakin sulit." pikir Derrick dengan menopang dagu mengingat-ingat kembali masa-masa ketika dia naik level sampai akhirnya ke level 80.
"Sudahlah, tidak ada gunanya mengingat masa lalu." Derrick kembali mencari binatang sihir (kita sebut saja binatang sihir mengingat Derrick saat ini berada di benua Eghed).
Derrick yang terus mencari binatang sihir di segala penjuru hutan hanya menemukan binatang sihir level 4 kebawah, hal itu membuatnya masuk kedalam hutan lebih dalam lagi.
"Tunggu dulu..., kalau diingat-ingat saat menerobos ke level 61 aku menyerap inti kristal binatang ajaib berumur 60 ribu tahun, menerobos level 71 aku menyerap inti kristal binatang sihir berusia 77 ribu tahun, hm." pikir Derrick berhenti di salah satu pohon besar jauh di kedalaman hutan.
"Mungkinkah aku harus menyerap inti kristal binatang sihir berusia 80 ribu tahun atau diatasnya agar dapat menerobos ke level 81?" Derrick menyimpulkan.
"Apapun itu hanya dapat dibuktikan dengan melakukannya, bukan hanya berteori dan berpikir saja." Derrick kembali memasuki hutan untuk mencari binatang ajaib, kini targetnya binatang ajaib berumur 80 ribu tahun keatas atau level 8, tidak target random lagi.
Di kedalaman hutan.
Harimau es keluar dari sarangnya untuk mencari mangsa, harimau itu adalah harimau yang memiliki atribut es dan kebetulan level 8 atau berusia diatas 80 ribu tahun. Saat mencari mangsa dia kebetulan bertemu dengan serigala angin yang juga mencari mangsa.
Mereka berdua langsung saling serang dan menggemparkan seisi hutan karena pertarungan mereka yang terbilang cukup dahsyat dan masuk kategori bencana alam berjalan.
__ADS_1
Tombak Es dari hentakan kaki harimau es langsung hancur dengan raungan serigala angin yang menciptakan gelombang kejut bertekanan tinggi. Harimau es melancarkan cakar ke leher, namun serigala angin berhasil menghindar dan mencabik-cabik harimau es dengan angin tajam.
Bush! Bush! Bang!
Hutan tempat mereka bertarung kini terlihat sangat rusak, pohon bertumbangan, dan tanah kini membeku karena kekuatan harimau es.
Crash!
"Arg...," Raung harimau kesakitan ketika lehernya dicakar serigala, namun dia membekukan cakar serigala dan menyerang balik.
Disisi lain hutan.
Derrick terus berlari ketempat dimana pertarungan antara harimau es melawan serigala angin, beberapa saat kemudian dia akhirnya sampai di lokasi pertarungan dan menjaga jarak untuk menonton.
"Harimau atribut es melawan serigala atribut angin, tontonan yang menarik." gumam Derrick sambil duduk di salah satu dahan pohon menonton pertarungan tersebut.
"Benar sekali, ini memang menarik." ucap seseorang menimpali.
"Benarkan, haha." Derrick tertawa, orang itu juga tertawa.
Mereka berdua akhirnya sadar ada keanehan setelah tawa mereka berhenti, keanehan itu adalah ternyata ada orang lain selain diri mereka sendiri.
"Siapa kamu?" tanya Derrick dan orang itu secara serentak, mereka berdua menjaga jarak satu sama lain dengan mode siaga.
"Perkenalkan namaku Derrick seorang petualang." jawab Derrick lebih dulu memperkenalkan dirinya dengan nada sopan, namun tetap waspada.
"Aku tidak bisa melihat level tenaga dalamnya?" batin Derrick karena kembali gagal melihat level tenaga dalam orang lain di benua Eghed.
"Hm, jika diingat-ingat aku tidak pernah melihat level tenaga dalam yang dimiliki orang-orang benua ini semenjak aku terdampar di benua ini." batin Derrick kembali dan terus mencoba melihat level lawannya dengan cara melihat aura yang dikeluarkan, namun hasilnya tetap sama.
"Namaku Sangklak, aku juga seorang petualang sama sepertimu." orang itu memperkenalkan dirinya yang bernama Sangklak.
"Mungkinkah orang-orang benua Eghed tidak pernah melatih tenaga dalam mereka? kurasa itu tidak mungkin, kan?" batin Derrick menarik kesimpulan.
"Kalau boleh tahu, saudara petualang saat ini berada tingkat apa?" tanyanya kepada Derrick dengan menampilkan senyum.
"Saudara, halo." Sangklak menyapa Derrick yang melamun, hal itu menyadarkan Derrick dari lamunannya.
"Tingkat? apa itu, aku tidak tahu karena aku baru saja bergabung hari ini." ujar Derrick berkilah dengan alasan baru saja bergabung dalam Asosiasi Para Petualangan kerajaan Roban.
Derrick tentu tahu tentang organisasi para petualang itu, mereka adalah organisasi yang memberikan tugas atau misi kepada para pendekar atau petualang dan tentunya dengan bayaran uang dari orang yang memberikan misi tersebut yang sudah dipotong komisi organisasi.
Namun Derrick tidak mengetahui lebih dalam tentang organisasi itu, karena menurutnya tidak terlalu penting mengetahui apa saja mengenai organisasi tersebut.
__ADS_1
"Baru gabung?" Sangklak terlihat bertanya-tanya dan curiga, dia terlihat seperti seorang wanita yang baru memergoki suaminya selingkuh.
Derrick mengangguk sedikit menanggapi pertanyaan Sangklak yang mulai curiga kepadanya tersebut.