
"Dimana aku?" tanya Derrick sambil mengerjap-erjapkan mata melihat sekeliling.
Derrick mendapati dia berada di sebuah ruang yang terbuat dari kayu dan berbaring diatas kasur dengan perban di dadanya, dalam sekilas Derrick tahu dia berada di sebuah kamar.
Derrick segera duduk di pinggir kamar sambil memicit-micit kepalanya yang pusing dan mengingat kembali apa yang terjadi kepadanya.
Dalam ingatannya, Derrick diserang oleh Lao Aidan dan tiga orang pengawalnya dan Derrick diambang kematian karena jantungnya ditusuk oleh dua orang pengawal, lalu diperparah oleh tusukan Lao Aidan yang menusuk tepat di tengah-tengah jantungnya hingga Derrick merasakan rasa yang teramat sakit.
Derrick yang sekarat mencoba bertahan dengan menggunakan teknik penyembuhan kepada dirinya sendiri, namun tiba-tiba dia diselimuti elemen kegelapan dan terteleport di sebuah hutan misterius.
Setelah terteleport seseorang menjejal Derrick dengan pil Regenerasi Phoenix hingga membuatnya sangat tersiksa, Derrick bisa saja mati menjadi abu jika orang misterius itu tidak membantunya untuk mengontrol energi panas membakar yang berasal dari pil tersebut.
"Jika kamu ingin balas dendam kepadanya, saranku jangan terburu-buru, kamu harus mempersiapkan diri terlebih dahulu, setidaknya energi tenaga dalammu harus level 100 sebelum pergi menuntut balas dendam..., itu hanya saran saja, keputusan tetap ada di tanganmu." ucap orang misterius itu sebelum menghilang menjadi bayang-bayang yang berterbangan.
Derrick yang setengah sadar itu hanya bisa mendengar perkataan orang misterius itu, ketika mencoba berbicara Derrick jatuh tak sadarkan diri.
"Setelah itu aku tidak ingat apapun lagi selain kegelapan karena tak sadarkan diri." ucap Derrick bergumam mengingat-ingat kembali tragedy pembunuhan itu.
Tap.
Tap.
Tap.
Suara langkah kaki yang mendekat ke kamarnya membuat Derrick terkejut dan tertarik kembali ke dunia nyata, Derrick menoleh ke arah pintu menunggu siapa yang datang.
Kriek!
Suara pintu di dorong dan terlihat seorang wanita yang memakai baju penyihir masuk sambil membawa nampan makanan, dia terkejut beberapa saat ketika melihat Derrick yang menatapnya.
"Tuan sudah sadar?" tanya wanita itu lembut sambil menunjukkan senyum kepada Derrick dan meletakkan nampan di meja samping tempat tidur.
"Apakah masih ada yang sakit?" tanya wanita itu kemudian.
"Tidak ada, hanya kepalaku sedikit pusing." jawab Derrick sekenanya.
"Kamu siapa?" tanya Derrick kemudian kepada wanita tersebut.
__ADS_1
Wanita itu memperkenalkan dirinya bernama Kiano seorang penyihir tipe support spesialis penyembuhan karena dia memang belajar ilmu kedokteran di akademi sembari belajar sihir tipe support atau sihir penyerangan dasar.
Dari Kiano juga Derrick mengetahui dia terteleport ke benua Eghed (Naga Wester) lebih tepatnya kota Roban, dan tak sadarkan diri selama hampir 10 hari semenjak di temukan oleh para petualang di hutan barat kota.
"Begitu rupanya... (apakah ini ulah guru atau Raki)." ucap Derrick sembari menghela nafas pelan dan membatin dalam hati.
Kata dalam kurung menandakan Derrick sedang membatin, ok :).
"Apakah kamu pemilik item sihir ini?" tanya Kiano sambil menunjukkan sebuah botol yang diperkirakan botol pil.
"Itu...," Derrick mengambil botol itu dan mencium baunya, "Pil regenerasi Phoenix?" batin Derrick dalam hati.
Derrick sangat familiar dengan pil regenerasi Phoenix karena sebelumnya Derrick memiliki 6 pil tersebut yang dia beli dari sistem, jika ditambah pil milik master Fu yang dia konsumsi saat di rumah Kaku maka Derrick setidaknya sudah memiliki 7 pil tersebut, jadi wajar Derrick familiar dengan pil regenerasi Phoenix.
"Bisa dikatakan begitu, kenapa?" tanya Derrick penasaran.
"Benarkah? dimana kamu membelinya? atau jangan-jangan kamu yang membuat ramuan sihir penyembuh ini?" tanya Kiano antusias kepada Derrick, tampaknya dia sangat tertarik dengan pil Regenerasi Phoenix.
Derrick yang berasal dari dunia militer tentu dapat menilai bahwa Kiano tidak tahu bahwa itu adalah botol pil, terlebih Kiano mengatakan bahwa ramuan sihir penyembuh bukan pil.
"Aku mendapatkannya dari seorang pengelana yang kutemui di jalan, orang itu mengatakan bahwa dia berasal dari benua... Timur." ucap Derrick berbohong.
"Hal baiknya aku mendapatkan resep membuat ramuan itu, jika kamu mau aku bisa memberikannya asalkan kamu memenuhi dua syaratku." ucap Derrick dengan senyum lebar.
"Benarkah? kalau begitu apa syaratnya?" tanya Kiano antusias kembali dengan mata murni yang menandakan dia sangat tertarik dengan pil regenerasi Phoenix.
"Syarat pertama kamu harus menjawab semua pertanyaan dariku, dan syarat kedua kamu harus melayaniku di ranjang." ucap Derrick memberitahu syaratnya dengan tersenyum.
Kiano terkejut mendengarnya, dia terkejut karena syarat kedua Derrick yang berarti dia harus menyerahkan keperawanannya kepada Derrick orang yang dia selamatkan, hal itu tentu membuatnya keberatan.
"Kenapa kamu keberatan?" tanya Derrick dengan senyum.
"Tidak! aku menyanggupinya... (demi ayah akan kulakukan apapun)." Kiano menyanggupi syarat Derrick.
"Haha, aku hanya bercanda." Derrick tertawa dan segera menulis resep membuat pil regenerasi Phoenix.
Dua Minggu berlalu.
__ADS_1
Derrick saat ini sudah terbiasa dengan suasana baru di kota Roban, sebuah kota yang sangat jauh dari kota Daun dimana sekte Naga langit berada.
"Mana milikmu sangat berlimpah, aku curiga kamu sepertinya salah satu kesatria penyihir yang sangat hebat dari kerajaan." ucap Kiano yang datang sambil membawa minuman dingin (bir).
Derrick tersenyum kepada Kiano, "Sudah kukatakan aku tidak minum bir atau sejenisnya." ucap Derrick sambil duduk di kursi yang memang sudah disediakan di halaman latihan tersebut.
"Haha, ini untukku bukan untukmu." Kiano tertawa dan minum segelas bir, lalu melirik Derrick dengan lirikan menantang.
"Bagaimana caramu memiliki mana sebanyak itu di tubuhmu?" tanya Kiano kemudian.
"Aku terus berlatih untuk memperluas kapasitas lautan mana milikku dengan cara unik yang disebut penerobosan level." jawab Derrick sekenanya.
Faktanya benua Eghed tidak mengenal level tenaga dalam (mana), apalagi cara menaikkan level tenaga dalam, mereka hanya tahu berlatih dan terus berlatih tanpa menyadari bahwa kapasitas mana mereka akan terus naik seiring perkembangan latihan mereka yang terus menguras mana.
Jadi dapat disimpulkan benua Eghed tidak mengenal apa itu level, mereka hanya tahu berusaha melawan meskipun lawannya terlihat sangat kuat dan memiliki mana yang berlimpah.
Meskipun begitu mereka memiliki cara yang sama untuk meningkatkan kapasitas mana secara instan, yaitu dengan menyerap inti monster atau mereka menyebutnya binatang sihir, menyerap energi alam, dan menguras mana (bersemedi) mereka terus menerus untuk meningkatkan kapasitas mana mereka.
"Aku juga sering menyerap inti binatang sihir level 2 keatas, jadi wajar saja aku memilih mana yang melimpah." ucap Derrick berbohong ketika menyadari Kiano ingin bertanya, hasilnya Kiano yang ingin bertanya tersebut mengurungkan niatnya.
Perbedaan lainnya terletak di level binatang sihir, jika benua Naga Hitam mengkategorikan level monster sesuai umur mereka dari 10 ribu tahun kategori langkah 1, 20 ribu tahun kategori langkah 2, dan seterusnya. Berbeda dengan benua Eghed yang mengkategorikan level monster atau binatang sihir sesuai dengan mana yang dimiliki, dimana binatang sihir yang memiliki mana lebih dari 1000 poin termasuk binatang sihir level 1, 2000 poin level 2, 4000 poin level 3, 8000 poin level 4, 16000 poin level 5, dan seterusnya.
Persamaan antara dua benua ini mengenai binatang sihir hanya terletak pada evolusinya, dimana monster atau binatang sihir yang berumur 100 ribu tahun disebut Binatang roh.
Perbedaan selanjutnya adalah jika benua Naga Hitam meracik berbagai bahan herbal menjadi pil (padat), berbeda dengan benua Eghed yang meracik bahan herbal menjadi ramuan (cair).
Ok..., lanjut.
"Apakah kamu benar-benar akan mengikuti seleksi kesatria sihir kerajaan?" tanya Kiano memastikan niat Derrick.
"Tentu saja." balas Derrick dengan senyum mengembang.
"Bajing4an Lao, tunggu aku... saat tenaga dalamku level 100 aku akan datang dan mencabut nyawamu." batin Derrick dengan penuh tekad dan semangat juang, lalu Derrick kembali berlatih beladiri.
Ok... saatnya petualangan Derrick di benua Eghed akan dimulai dengan berbagai perubahan tentang beberapa hal. Mampukah Derrick berkembang dan menaklukkan benua Eghed yang dikenal benua terkejam dan terkuat di antara 6 benua yang ada di dunia?.
Jika penasaran, maka ikuti terus ceritanya dengan cara subrek.
__ADS_1
Terimakasih, salam Eghed wkwkwkw :)