
Ujian kesatria sihir kerajaan akhirnya dimulai dengan kemunculan seseorang yang memakai baju hitam dan beberapa motif kuning keemasan di beberapa bagian baju, orang itu memakai jubah yang berlambang elang emas yang mencengkram kegelapan. Setelah kemunculan orang tersebut muncul enam orang lainnya yang memakai jubah berbeda-beda, salah satunya Xiao gurunya Derrick yang memakai jubah bermotif dua pedang sama seperti jubah Raki.
"Waw, para komandan kesatria sihir yang akan langsung mengawasi ujian masuk kesatria sihir kali ini, benar-benar langkah." ujar seseorang diantara para peserta ujian kesatria sihir kerajaan.
"Bukankah itu komandan Pasukan elang cahaya, dia benar-benar menakjubkan." ujar seorang gadis melihat orang yang memimpin para komandan lainnya untuk memasuki tempat seleksi dilaksanakan.
Kehadiran tujuh orang itu sontak membuat kehebohan dan menjadi perbincangan diantara para peserta seleksi Kesatria sihir kerajaan yang hadir.
"Siapa mereka?" tanya Derrick kepada Kiano.
"Mereka adalah para komandan pasukan kesatria sihir kerajaan Roban, dikatakan salah satu dari mereka mampu membunuh seratus orang lebih dalam sekejap." balas Kiano memberitahu siapa mereka.
"Mengejutkan sekali, mereka yang akan mengawasi seleksi kali ini, padahal ujian sebelum-sebelumnya hanya wakil komandan yang menjadi pengawas seleksi kesatria sihir." ucap Kiano menghela nafas.
"Haha, apakah mereka benar sehebat itu?" tanya Derrick sambil tertawa, lalu berhenti ketika menyadari salah satu dari tujuh komandan yang hadir adalah gurunya sendiri, yaitu Xiao.
"Pantas saja dia tidak kembali ke sekte, ternyata dia menjadi komandan pasukan kegelapan di kerajaan Roban ini, tidak kusangka om-om serius itu Maruk jabatan, hm" batin Derrick sambil mendengus kesal melihat Xiao.
"Itu komandan Pasukan elang cahaya, komandan Yaga Light, dia merupakan anggota tiga keluarga utama kerajaan yaitu keluarga Light." jelas Kiano sambil menunjuk orang yang memakai jubah berlambang elang cahaya yang mencengkram kegelapan, yang ternyata komandan pasukan elang cahaya.
"Rumornya dia memiliki atribut sihir cahaya, dan diakui oleh buku cahaya dunia yang merupakan pusaka warisan keluarga Light." tambah Kiano.
"Buku cahaya dunia?" Derrick bingung.
"Buku sihir seperti milikku, namun buku itu adalah buku sihir warisan leluhur mereka, jadi Light Yaga akan menjadi pewaris buku itu dan semua teknik sihir yang tertulis dalam buku tersebut." Kiano menjelaskan lebih dalam tentang buku cahaya dunia yang merupakan pusaka klan Light, meskipun terdengar sulit dimengerti oleh Derrick.
"Lalu yang memakai topi aneh itu adalah komandan pasukan Hantu tanah, komandan Semat Pitak, dia berasal dari salah satu tiga keluarga kerajaan, yaitu keluarga Pitak dan dia adalah kakak sepupuku yang licik dan menjijikkan." jelas Kiano dengan wajah tidak bersahabat.
__ADS_1
"Meskipun dia disebut jenius keluarga Pitak, tapi dia tidak mendapatkan pengakuan gulungan masa depan yang merupakan pusaka keluarga Pitak." ucap Kiano merendahkan Semat pitak.
"Dan yang mendapatkan pengakuan pusaka gulungan masa depan itu adalah kamu?" tanya Derrick, Kiano hanya menunjukkan senyum kecil dan kebanggaan.
Saat ingin menjelaskan komandan selanjutnya, Yaga Light membuka pembicaraan sebelum ujian seleksi Kesatria sihir kerajaan dimulai, hal itu tentu membuat Kiano mengurungkan niatnya untuk memperkenalkan komandan selanjutnya kepada Derrick.
"Hm..., kalian pasti bertanya-tanya kenapa para kapten yang mengawasi ujian kali ini, padahal biasanya hanya wakil kapten?" ucap Yaga bertanya kepada para peserta seleksi yang memang penasaran.
"Itu karena kami akan memperkenalkan pasukan baru, yaitu pasukan pasukan kegelapan yang dipimpin oleh komandan Xiao, dia orangnya." ujar Yaga dengan semangat menjawab sendiri pertanyaan yang dia lontarkan, lalu menunjuk Xiao yang duduk santai sambil ngopi dan merokok.
Sontak saja semua orang menoleh melihat Xiao yang dinilai minim akhlak tersebut, mereka semua tampak meremehkan Xiao dan bahkan ada yang berbisik-bisik menjelekkan Xiao sang komandan pasukan kegelapan.
"Sejak kapan guru merokok dan bersikap santai seperti itu?" tanya Derrick dalam hati dengan berkeringat dingin, karena dia seakan tidak mengenal gurunya yang serius dalam berbagai hal, itu membuat sedikit takut.
"Ya, halo semuanya aku Xiao komandan pasukan kegelapan yang beru dibentuk beberapa hari lalu, aku akan memilih kalian jika menarik." ucap Xiao dengan santai dan wajah konyol kepada semua orang.
"Apa katamu?" tanya Xiao yang dalam sekejap sudah ada disamping salah satu peserta, hal itu membuat semua orang terkejut.
"Dia cepat sekali, inikah kekuatan keluarga inti kerajaan?" gumam semua komandan dalam hati melihat adegan tersebut.
Keluarga inti kerajaan adalah keturunan langsung dari raja, sementara keluarga utama adalah keturunan bangsawan kerajaan yang diakui oleh raja sebagai keluarga utama kerajaan, mereka bisa saja dicabut dari status keluarga utama kerajaan jika raja mau.
"Aku tidak mengatakan apapun." balas peserta itu terbata-bata dan berkeringat dingin, dia tidak pernah menyangka Xiao sangat menakutkan.
"Komandan apaan, dia hanya orang bodoh dan idiot yang kebetulan diangkat menjadi komandan pasukan yang baru dibentuk, apa yang kaisar sihir pikirkan?" ujar Xiao dengan santainya, namun tidak bagi peserta tersebut dan dua orang yang berada di samping kanan dan kirinya.
"Benarkan?" tanya Xiao melirik dua orang yang berada di samping kiri dan kanan peserta tersebut dengan ramah, namun terlihat menakutkan.
__ADS_1
"Benar!" jawab dua orang itu terbata-bata dan ketakutan.
"Hahaha, aku penasaran sekuat apa kamu berani mengatakan itu? haha." Xiao tertawa terbahak-bahak sambil merangkul peserta tersebut seperti merangkul teman lama.
"Maaf, ampuni hamba tuan!" peserta itu langsung berlutut dan meminta maaf.
"Apakah kamu bisa melakukan seperti ini?" tanya Xiao sambil mengangkat tangannya ke langit dan sebuah naga yang terbuat dari elemen kegelapan muncul dan membuat semua orang ngeri.
"Inikah kekuatan pangeran kedua?" tanya komandan Opoi Mileak yang bernama Hanza yang memakai jubah berlambang api diatas lotus, orang yang sama melihat konflik Raki, Derrick, dan Kiano sebelumnya.
"Saya rasa ini hanya sebagian kecil kekuatan milik pangeran kedua, dia benar-benar calon kaisar sihir yang paling menjanjikan." balas Christine Bioa (seorang wanita) yang merupakan komandan pasukan Bioa, Christine sendiri adalah anggota salah satu tiga keluarga utama kerajaan yaitu keluarga Bioa.
Kaisar sihir sendiri adalah pemimpin Departemen kesatria sihir dan merupakan kesatria sihir terkuat dalam kerajaan Roban dan siapapun bisa menjadi kaisar sihir selama dia memiliki kemampuan, Departemen kesatria sihir sendiri adalah pasukan khusus dan terkuat milik kerajaan Roban.
"Tidak, hamba tidak bisa tuan!" balas peserta itu dengan terbata-bata dan bibir gemetaran karena ketakutan.
"Hooh, kamu bahkan kencing di celana hanya sedikit kekuatanku, tapi berani-beraninya kamu mengatakan hal itu? bukankah itu perilaku yang konyol?" tanya Xiao sinis sambil melihat peserta tersebut yang terkencing di celana, orang tersebut ternyata adalah Abra Pitak.
Semua orang yang dekat dengan Abra menjauh sedikit demi sedikit karena mencium bau Pesing dari Abra yang terkencing di celana tersebut.
"Orang itu benar-benar bodoh, apakah dia memang anggota utama keluarga Pitak?" tanya Kiano dalam hati sambil menutup wajahnya, seakan-akan dia yang merasa malu akibat perbuatan Abra.
"Aku akan membunuh pecundang itu!" batin Semat Pitak geram dengan kelakuan Abra yang ketakutan hanya digertak sedikit oleh Xiao, bahkan sampai terkencing di celana.
"Seleksi ini tetap memiliki aturan yang sama, kalian harus menunjukkan semua kekuatan yang kalian miliki dalam ujian, saat diakhir nama kalian akan dipanggil satu-persatu, jika salah satu dari kami mengangkat tangan maka kalian akan menjadi bagian dari pasukan tersebut, jika lebih dari satu komandan yang mengangkat tangan maka kalian berhak memilih pasukan mana yang ingin kalian masuki, dan jika tidak ada komandan yang mengangkat tangan kalian dinyatakan gagal dan berkesempatan menjadi prajurit kerajaan di ujian Prajurit kerajaan yang akan digelar 2 bulan kemudian." ujar Christine menjelaskan dengan suara lembutnya yang bisa di dengar oleh semua orang.
"Kalian mengerti?" tanya Hanza dengan lantang dan menggelegar.
__ADS_1
Semua peserta berteriak 'Mengerti' secara bersamaan, dengan itu ujian seleksi Kesatria sihir dimulai dengan dua orang maju terlebih dahulu untuk aduh tanding.