Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Chapter 35


__ADS_3

Monster jiwa atau binatang jiwa adalah binatang yang berasal dari dunia lain, jika binatang ajaib berasal dari evolusi binatang yang ada di bumi, maka binatang jiwa berasal dari dunia lain yang dipanggil oleh seseorang melalui kontrak darah.


Sebenarnya tidak ada perbedaan diantara binatang ajaib dan binatang jiwa, perbedaan mereka terletak di atribut, dimana binatang ajaib memiliki atribut acak, maka binatang jiwa memiliki atribut turunan.


Misalnya binatang ajaib banteng merah yang beratribut api, bukan berarti saudara atau anak banteng itu juga beratribut api sama seperti banteng merah tersebut. Sedangkan binatang jiwa elang penolak yang memiliki kekuatan menolak apapun, satu ras itu pasti memiliki atau mendapatkan kekuatan yang sama yaitu menolak apapun.


Perbedaan selanjutnya adalah binatang jiwa bisa berbicara layaknya manusia, dan memiliki regenerasi tinggi adalah kekuatan bawaan yang memang menjadi spesialis binatang jiwa.


Binatang jiwa memiliki teknik unik yang disebut teknik penggabungan jiwa, dimana jiwa binatang jiwa tersebut akan bergabung ke dalam jiwa tuannya dan penggabungan itu akan memberikan tuannya kekuatan yang mereka miliki dan kekuatan lainnya.


Ok, lanjut.


Pertarungan antara master Gumay dan Xiao hampir pecah jika saja dewa pedang tidak bertindak dan melerai mereka, dewa pedang juga memberikan saran agar menunggu tiga tahun untuk Derrick atau Xiao mencoba melepas iblis yang bersemayam dalam tubuh Derrick.


"Tapi dewa pedang..,"


"Kubilang tunggu tiga tahun maka tunggu tiga tahun, mengerti?" Sela dewa pedang dengan suara ditekan.


"Kamu.. lupakan saja!" Master Gumay marah, namun dia memilih pergi dengan kesal atas sikap dewa pedang dan Xiao yang membela Derrick.


"Terimakasih dewa pedang yang agung." Xiao membungkuk hormat dan berterimakasih kepada dewa pedang yang agung.


Xiao menatap tajam Lao Aidan yang menjadi lawan Derrick, melihat itu baik Lao Aidan maupun gurunya (Yuanyi) siap untuk kemungkinan terburuk.


"Aku tidak tahu ada konflik apa diantara kalian berdua, tapi kumohon serahkan sedikit darah monster jiwamu kepadaku." Pinta Xiao sembari melempar botol kecil kepada Lao Aidan yang langsung menangkapnya.


Lao Aidan menatap gurunya yang saat itu mengangguk sedikit agar Lao Aidan menuruti keinginan Xiao dan memberikan sedikit darah elang penolaknya.


"Teman, bisakah aku meminta darahmu?" Tanya Lao Aidan dengan lembut sembari mengusap kepala elang jiwanya tersebut dengan lembut.


"Tidak masalah." Balas elang jiwa tersebut menyetujui keinginan Lao Aidan yang ingin mengambil darahnya.


"Terimakasih," Lao Aidan berterimakasih, lalu menusuk sayap elang jiwa tersebut dan menampung darahnya.


Setelah itu Lao Aidan melempar kembali botol itu kepada Xiao, "Kalau boleh tahu untuk apa darah itu?" Tanya Lao Aidan penasaran, begitu juga Yuanyi dan dewa pedang yang memang tidak tahu apa alasan Xiao meminta darah monster jiwa Lao Aidan.

__ADS_1


"Itu bukan urusanmu." Balas Xiao membawa Derrick yang pingsan kembali ke markas skuad Kegelapan.


"Sombong sekali!" Umpat Yuanyi marah dengan sikap Xiao.


"Haha, lupakan saja Yuanyi, kamu bukan lawannya, bahkan adik iparmu ini tidak yakin bisa menang jika bertarung dengannya lagi." Ujar dewa pedang menenangkan kemarahan kakak iparnya tersebut.


"Apa? aku tidak percaya, bagiku kamu yang terkuat." Yuanyi terkejut sesaat, kemudian menyangkal pernyataan dewa pedang tersebut.


Dewa pedang hanya tersenyum kecil, lalu menghilang dibalik kegelapan, kini tinggal Yuanyi dan Lao Aidan yang berada disana.


"Lao apa yang menyebabkan kalian bertarung? Seingatku bocah Derrick hanya berniat mengunjungimu." Tanya Yuanyi kepada Lao Aidan.


"Entahlah guru, dia tiba-tiba kesurupan ketika kami sedang mengobrol tentang masa lalu." Balas Lao Aidan berbohong.


Ok, lanjut.


Derrick terbangun di pagi hari dengan kepala pusing akibat pertarungan semalam, ketika dia bangun dia cukup terkejut karena sudah berada di kamarnya padahal seingatnya dia dapat dipastikan terbunuh oleh Lao Aidan.


"Apa yang terjadi?" Tanya Derrick kepada dirinya sendiri sembari berdiri dan membuka tirai jendela.


"Ini?" Derrick terkejut melihat sebuah botol yang berisi darah, lalu ada sebuah surat.


"Darah monster jiwa, jangan tanya darimana aku mendapatkannya." Gumam Derrick membaca surat itu dengan seksama dan terkejut.


Derrick memutuskan mandi dan berniat menemui gurunya sembari meminta izin untuk mencari dua bahan lainnya demi membuat pil jiwa.


"Salam guru." Derrick memberi salam dengan satu kaki berlutut dan tangan di dada.


"Hm," Xiao berdehem pelan menanggapi salam muridnya tersebut.


"Terimakasih guru, karena memberikan darah monster jiwa milik kak Lao." Kata Derrick berterimakasih.


"Selain itu murid mohon undur diri untuk mencari bahan kedua, yaitu rumput jiwa atau buah jiwa naga." Derrick meminta izin untuk mencari bahan lainnya.


Xiao melempar sebuah kertas kepada Derrick yang langsung menangkapnya, kertas itu rupanya adalah daftar lelang yang akan diselenggarakan di perbatasan kota Daun dan kota Sungai, di salah satu daftar tertulis rumput jiwa yang juga menjadi barang yang akan dilelang.

__ADS_1


"Ini..," Derrick terkejut dan bersemangat disaat yang bersamaan.


"Itu adalah pelelangan kota Daun dan Sungai yang memang selalu diselenggarakan lima tahun sekali sebagai bentuk persahabatan dua keluarga lelang terbesar di dua kota tersebut, disana kamu akan mendapatkan rumput jiwa yang dibutuhkan untuk Raki." Ujar Xiao menjelaskan.


"Sebenarnya aku berniat mengikuti lelang tersebut, tapi aku ada sedikit urusan dengan para ketua skuad lainnya, jadi aku percayakan kepadamu." Ujar Xiao kemudian mempercayakan rumput jiwa kepada Derrick.


"Guru tenang saja murid akan mendapatkan rumput itu di pelelangan apapun yang terjadi." Balas Derrick menyanggupi.


Setelah Derrick pergi Xiao yang menunjukkan raut wajah datar dan biasa-biasa saja itu seketika berubah menjadi dingin, "Sekarang waktunya membungkam orang-orang lemah itu." Ujarnya dingin.


Xiao sangat marah karena utusan dari ketua sekte datang menemuinya dan memanggilnya agar datang ke aula pertemuan sekte untuk membahas masalah Derrick yang dirasuki oleh iblis.


Sementara ditempat lain.


Disebuah tempat yang sangat mengerikan dan tanah yang memiliki retakan api dimana-mana, tempat iblis atau mr. M berada dan tinggal.


"Tuan, orang itu diselamatkan oleh gurunya, tuan masih memiliki kesempatan untuk bangkit ke dunia manusia." Kata pelayan tua kepada Mr. M yang memejamkan mata di singgasananya.


"Iya, dengan bantuan Derrick aku akan mendapatkan wadah yang lebih baik, hehe." Mr. M tertawa kecil, lalu menunjukkan senyum sinis.


"Dreams, panggil Zilong dan suruh dia menghadapku secepatnya." Perintah Mr. m dengan suara pelan, pelayan tua yang dipanggil Dreams itu mengangguk dan mulai membuat surat di udara kosong.


Setelah beberapa kalimat tertulis di udara kosong, tiba-tiba udara itu berubah menjadi kelelawar dan segera terbang menuju suatu tempat dan meninggalkan tempat yang suram tersebut.


##


Di suatu tempat di atas gunung dengan pemandangan rumah diatas awan, itu adalah sekte Pedang langit yang menjadi sekte terbesar kedua puluh di benua naga hitam, sekte pedang langit dan sekte Naga langit adalah dua sekte yang saling mendukung satu sama lain.


Seorang pria muda sedang bermeditasi untuk meningkatkan kekuatannya, meskipun terlihat muda dia sebenarnya sudah sepuh dan berusia 100 tahun, dia adalah pemimpin sekte pedang langit, yaitu Dewa pedang Zilong.


"Tuan mengirim surat kepadaku?" Tanya Zilong mengerutkan keningnya melihat sebuah kelelawar datang menghampirinya yang sedang meditasi.


Zilong mengulurkan tangan menerima surat itu, kelelawar itu tiba-tiba berubah menjadi tulisan di udara dan menghilang 5 detik kemudian.


"Tuan memanggilku, apakah ada hal yang mendesak?" Tanya Zilong dan mulai bersiap pergi ke dunia bawah dimana tuannya berada dan bersembunyi.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2