
Hari ketiga.
Derrick saat ini sedang memberi makan Naga Wester yang dia dapatkan dari wanita misterius, makanan yang Derrick berikan adalah inti monster ular yang beratribut angin setelah tak sengaja mengingat bahwa dia memiliki naga Wester ketika sedang menuju ke puncak gunung Langit.
"Lalu apa selanjutnya?" Tanya Derrick bingung sambil memandang Naga yang sudah menyerap inti monster, namun tidak menunjukkan tanda-tanda akan terjadi sesuatu.
Naga itu hanya menatap Derrick dengan tatapan berharap, Derrick yang bingung akhirnya ngeh ketika memperhatikan naga yang menatapnya dengan tatapan harap tersebut.
"Apakah kurang?" tanya Derrick, Naga itu mengangguk membenarkan dengan tatapan harap.
Derrick mengelus-elus kepala naga yang memiliki ukuran sebesar ayam kampung di rumahnya dulu itu (dunia sebelumnya) dengan lembut sambil menunjukkan senyum ramah.
"Yah... sudah habis, tapi aku akan memberimu jika ada lagi, bagaimana?" Tawar Derrick membujuk sang Naga yang berwarna hitam dengan motif merah di beberapa bagian tubuhnya itu.
Naga kecil itu tertunduk sedih mendengar hal tersebut, Derrick merasa serba salah karenanya.
"Aku lupa belum mencoba teknik itu." Derrick mengingat teknik sihir pemindahan kekuatan, salah satu sihir unik ciptaan Faisal yang belum pernah dia praktekkan.
Derrick memiliki pemikiran yang mengejutkan, dia berpikir apa yang akan terjadi jika dia menggunakan teknik itu kepada Naga Wester tersebut, mungkin saja sang naga akan puas dan tidak menunjukkan tatapan memelas lagi.
"Gunung, sungai, air, danau, anjing, babi, monyet..., teknik sihir angin, pindahkan!" ujar Derrick mengucapkan mantra teknik sihir pemindahan kekuatan dengan diiringi segel tangan yang cukup rumit, lalu diakhir dengan menyentuh dahi sang naga.
Cling!
Sebuah aura berwarna hijau angin seakan tersalurkan ke seluruh tubuh naga tersebut, lalu tiba-tiba naga itu diselimuti angin yang menghempaskan apapun.
Kejadian itu berlanjut hingga sang naga terlihat mampu mengendalikan angin dan membuat angin yang menyelimuti tubuhnya seakan menghilang.
Sang naga kecil itu tentunya mampu mengendalikan elemen angin, karena sebelumnya dia memang menguasai elemen angin dan mata ilusi, jadi apa yang Derrick lakukan hanyalah hal yang sia-sia.
"Kenapa tidak terjadi apa-apa?" Tanya Derrick heran, lalu mencoba mengendalikan angin dan hasilnya Derrick masih mampu menggunakan elemen angin padahal menurut keterangan Faisal jika kekuatannya pindah maka pemberi kekuatan tidak dapat lagi menggunakan kekuatan tersebut, kecuali Pemberi kekuatan melatih kekuatan tersebut kembali, atau yang menerima kekuatan tersebut meminjamkan kekuatan tersebut kepada pemberi kekuatan.
"Apakah teknik itu gagal?" Derrick menarik kesimpulan.
Karena merasa bingung Derrick akhirnya memeriksa sistem. "Sistem status." perintah Derrick mengecek sistem.
'Ting'
Nama: Ran Derrick.
Umur: 20 tahun.
Poin misi: 10 k poin.
__ADS_1
Tenaga dalam: 32 dari 100 level.
Stamina: 50 dari 100 level.
Kekuatan: 35 dari 100 level.
Vitalitas/reflek: 46 dari 100 level.
Kecepatan: 40 dari 100 level.
Misi: Belum ada.
Misi spesial: mengambil pedang tingkat Dewa.
Hadiah: 10 K poin misi.
Tidak ada banyak perubahan statistik kekuatan Derrick dari sistem, kecuali jumlah poin misi yang bertambah sebanyak 10k poin misi karena menyelesaikan tugas berburu monster beratribut angin dan beberapa peningkatan lainnya.
"Daftar!" Derrick membuka toko dan segera membeli kekuatan dewa api.
"Tuan yakin?" Gelembung chat sistem muncul menanyakan, Derrick langsung mengklik yakin.
"Pembelian berhasil, penerapan kekuatan dewa api dimulai dalam hitungan 3,2,1." Derrick yang tersenyum santai seketika merasa tubuhnya terbakar, dia merasa seperti di bakar dari dalam.
"Argh, kenapa aku merasa terbakar?" Derrick mencoba menahan rasa sakit akibat terbakar, dia merasa tubuhnya seperti di panggang bara api yang begitu panas.
"Ah!!! panas sekali, sialan!" Teriak Derrick berguling-guling mencoba menghentikan rasa sakit tubuhnya yang terbakar, baik terbakar dari luar maupun terbakar dari dalam.
Derrick berteriak sekuat tenaganya hingga menimbulkan ledakan di sekitarnya layaknya film kolosal, Derrick yang kesakitan karena tubuhnya yang terbakar itu akhirnya berangsur-angsur mereda setelah 10 menit berlalu.
"Penerapan berhasil, selamat tuan atas keberhasilannya." Muncul gelembung chat di otak Derrick.
Derrick baru benar-benar pulih dari rasa panas seperti dibakar itu setelah mendapatkan notifikasi dari sistem bahwa penerapan berhasil, namun tubuhnya masih terbakar api walaupun tidak membara seperti sebelumnya, Derrick yang masih menggigil akibat kejadian itu mencoba mengendalikan api ditubuhnya tersebut dan berhasil.
"Oh iya sistem, kenapa kekuatan dewa angin dan apiku tidak seperti kekuatan dewa air milik Eira?" Derrick bertanya-tanya ketika mengingat bagaimana tubuh Eira yang sepenuhnya terdiri dari air, bahkan dia membutuhkan teknik khusus hanya untuk melukai Eira.
"Dia mendapatkan kekuatan dewa air dari warisan leluhurnya yang langsung berlevel tinggi, sementara tuan mendapatkan kekuatan dewa angin dan api dari tahap pertama, artinya tuan harus berusaha sendiri hingga mencapai level yang sama dengannya." Balas sistem setelah terdiam beberapa saat lamanya.
"Begitukah?" Tanya Derrick sembari menghampiri Naga kecilnya yang sibuk mengejar kupu-kupu padahal tuannya (Derrick) kesakitan akibat penerapan kekuatan dewa api sebelumnya.
"Akan kucoba lagi."
"Gunung, sungai, air, danau, anjing, babi, monyet..., teknik sihir api, pindahkan!" Derrick kembali menggunakan teknik pemindahan kekuatan, tampaknya Derrick masih penasaran dengan teknik ciptaan Faisal tersebut.
__ADS_1
Setelah mantra selesai Naga itu langsung diselimuti api yang membara, naga kecil itu tentunya merasa kesakitan terbakar, namun dia tidak seperti Derrick yang berguling-guling dan mengamuk tak jelas, naga kecil itu terlihat sekuat tenaga menahan panasnya api yang membakar.
Bush!!!
Setelah berusaha begitu keras naga itu akhirnya mampu melewati ujian tersebut dan menguasai kekuatan api, dia juga terlihat lebih dewasa dari naga sebelumnya yang polos dan imut.
"Berhasilkah?" Tanya Derrick sambil mencoba menggunakan kekuatan api, namun dia tidak dapat lagi menggunakan kekuatan elemen api yang menandakan teknik pemindahan kekuatan itu sukses.
"Ternyata begini hasilnya, benar-benar teknik sihir yang unik dan merugikan." Komentar Derrick yang senang dan juga sedih karena kehilangan kekuatan dewa api seharga 10k poin misi.
"Tapi, tidak buruk juga kehilangan kekuatan api asalkan peliharaan bodoh ini menjadi lebih kuat dari sebelumnya." Ujar Derrick sembari mengelus-elus kepala naga tersebut dan dibalas semburan api kepada wajah Derrick.
"Jangan nakal!" Tegur Derrick sembari menghindari semburan bola api dari naga tersebut, naga itu mengerti dan menurut dengan perintah Derrick tersebut.
"Kamu mengerti apa yang kukatakan?" Tanya Derrick penuh harap, naga itu mengangguk membenarkan.
"Benarkah? haha, kamu sudah dewasa rupanya, haha." Derrick senang dan mengelus lembut naga itu.
"Karena kamu hewan peliharaanku, maka kamu kuberi nama Dy."
"Kamu suka?" Tanya Derrick memberi nama naga tersebut, naga mengeluskan kepalanya kepada tangan Derrick seakan setuju.
"Kuanggap kamu setuju." respon Derrick dengan senyum senang.
Derrick berniat melanjutkan pendakian menuju puncak gunung dan lolos menjadi murid Sekte Naga langit, lalu mengambil pedang tingkat dewa milik sekte untuk menyelesaikan misinya.
"Ini," Derrick dibuat terkejut dengan Dy yang membesar dan meminta agar Derrick menaiki tubuhnya.
Derrick dengan ragu menaiki naga jenis Wester tersebut, baru saja naik Derrick langsung diajak terbang menuju puncak gunung sesuai dengan keinginan Derrick.
"Apa itu, naga?" Tanya seseorang kaget melihat naga yang terbang diatas langit dan menuju puncak gunung Langit.
"Naga?"
"Ada naga, kenapa ada naga disini?"
"Kenapa ada naga di tempat ini?"
"Sepertinya naga itu membawa seseorang."
Itulah kasak-kusuk para peserta yang tak sengaja melihat Dy yang terbang membawa Derrick menuju puncak untuk menyelesaikan ujian seleksi murid Sekte Naga langit.
Kehadiran Dy menarik perhatian semua guru sekte, bahkan dewa pedang yang menonton ujian bersama muridnya (Eira) juga dibuat terkejut dengan kehadiran naga dalam ujian. Sampai-sampai dewa pedang curiga bahwa naga itu adalah binatang buas yang tersesat dan mencari jalan keluar wilayah gunung Langit.
__ADS_1
"Akan kupastian sendiri." Gumam dewa pedang sembari berlalu pergi untuk menyapa Derrick dan Dy secara langsung.
Bersambung.