
"Bagaimana dengan teknik merubah benda?" Tanya Suanyi ketika mengingat Derrick memiliki teknik merubah batu, tanah, daun, dan lain sebagainya menjadi senjata.
"Maksudmu sihir perubah bentuk dan sifat? Seperti ini?" Derrick berpikir dan bertanya sambil merubah batu kerikil menjadi sebuah pedang, lalu mengubah daun menjadi roti dan memakannya.
"Uwek!" Rasanya seperti makan daun!" Umpat Derrick ketika memakan roti dari daun tersebut.
"Iya, menurutku itu teknik pendukung." Suanyi mengangguk membenarkan.
"Sayangnya itu bukan teknik, tapi kelebihan pemilik..., maksudku kelebihanku, itu seperti atribut sihir pada binatang ajaib." Jelas Derrick apa adanya.
Suanyi mengangguk mengerti pasalnya dia sudah malang melintang di benua Eghed dan sedikit tahu bahwa orang-orang benua Eghed memiliki metode untuk membangkitkan atribut sihir, metode itu disebut ritual kebangkitan.
"Mendengar perkataanmu tentang atribut sihir, aku penasaran apa atribut sihir Derrick kecil jika dibangkitkan?" Suanyi bertanya-tanya, mendengar itu Derrick sedikit tertarik dan juga penasaran dengan atribut Derrick kecil ketika dibangkitkan.
"Apakah kita perlu melakukan ritual kebangkitan untuk Brans?" Tanya Derrick kepada Suanyi.
"Kurasa itu tidak perlu, lagipula melakukan ritual itu butuh usaha, tenaga, dan kekuatan yang tidak sedikit dan kita belum siap untuk itu." Ucap Suanyi melarang Derrick melakukan ritual kebangkitan untuk Derrick kecil.
"Ah iya, aku melupakan hal itu, haha." Derrick tertawa canggung karena melupakan apa saja yang diperlukan untuk melakukan ritual kebangkitan.
11 tahun kemudian.
Derrick kecil kini sudah berumur 15 tahun dan menjadi pemuda yang sangat tampan, kuat, dan berkharisma, serta menjadi kebanggaan desa Pedang kegelapan karena keahlian berpedangnya yang sangat hebat dan memiliki level tenaga dalam yang sudah level 50 diusia semuda itu.
Bahkan Derrick kecil sudah sering ditawar oleh kepala desa kegelapan untuk mengikuti pendidikan sebagai pasukan kerajaan, karena kepala desa memiliki sahabat karib yang menjadi jenderal kerajaan Xenium.
Derrick kecil yang bercita-cita menjadi Petualang tentu menolak tawaran kepala desa tersebut.
"Hari ini umurku tepat 15 tahun, dengan ini aku bisa bergabung dan menjadi Petualang." Ucap Derrick kecil dengan bersemangat kepada Suanyi yang sibuk menyulam syal.
"Ibu apakah aku akan menjadi Petualang hebat?" Tanya Derrick kecil kepada ibunya, Suanyi tersenyum kecil.
"Tentu, kamu akan menjadi Petualang terhebat karena kamu adalah putra kami." Ujar Suanyi dengan bangga.
Bush!
Bush!
Bang!
Bush!
Booom!
Terjadi ledakan besar di belakang rumah mereka, ledakan itu berasal dari tempat Derrick yang bersemedi untuk menerobos ke ranah surgawi setelah 9 tahun tertahan di tenaga dalam level 100.
Ledakan itu menghasilkan fluktuasi udara dan fenomena alam yang hampir dapat dikatakan sebagai bencana, karena terjadi tornado, gempa bumi, Sambaran petir dimana-mana, hingga ledakan energi yang sangat mengerikan.
"Ibu baik-baik saja?" Tanya Derrick kecil sambil melindungi sang ibu dengan energi berbentuk sayap burung rajawali.
__ADS_1
Sayap itu terbuat dari energi tenaga dalam Derrick kecil yang memang mahir memanipulasi energi tenaga dalam hingga menjadi beberapa bentuk termasuk bentuk sayap burung.
"Ibu baik-baik saja nak, tapi ayahmu." Ucap Suanyi khawatir kepada Derrick yang kini terjebak dalam tornado petir yang terjadi karena fenomena alam hasil dari Derrick yang menerobos ke ranah Surgawi.
"Ibu tenang saja, ayah pasti akan baik-baik saja." Ujar Derrick kecil yakin dengan kemampuan ayahnya.
Bush!
Beberapa menit kemudian tornado petir itu hilang dalam sekejap, terlihat Derrick yang menggenggam dan membuka tangannya seperti meremas sesuatu.
"Inikah rasanya memasuki ranah surgawi?" Tanya Derrick dalam hati.
"Ayah kamu baik-baik saja?" Tanya Derrick kecil mendekat.
"Dengan ini aku bisa membunuh iblis sialan itu dan menyelamatkan kakak Lao." Gumam Derrick dan tidak mendengar pertanyaan anaknya tersebut.
Perlu diketahui semenjak sistem diambil oleh kaisar iblis, Derrick kehilangan segalanya termasuk semua teknik yang dia pelajari di sekte Naga langit.
Saat itu Derrick hanya punya level tenaga dalam, kekuatan tempur, kecepatan, vitalitas, dan stamina yang tidak terpengaruh dengan sistem yang dirampas, serta teknik perubah bentuk dan sifat yang ternyata atribut bawaan Derrick, sementara kekuatan dewa hilang saat itu juga, dan semua teknik yang Derrick kuasai secara bertahap juga hilang seiring kondisi Derrick yang sekarat akibat tragedi tersebut.
Jadi secara singkatnya saat ini Derrick tidak menguasai teknik apapun, yang Derrick punya hanya tenaga dalam ranah surgawi dan kekuatan atribut perubah bentuk dan sifat, serta menguasai teknik penggabungan karena Derrick kembali mempelajari teknik itu untuk menggabungkan senjata tulang kepada kedua kaki Derrick kecil yang hancur.
"Ayah baik-baik saja?" Tanya Derrick kecil kembali karena Derrick yang melamun dan tidak menjawab.
"Ayah baik-baik saja, Derrick apakah kamu sudah menguasai semua yang ayah ajarkan kepadamu?" Balas Derrick dan bertanya tentang 4 teknik pendukung yang dia ajarkan kepada Derrick kecil.
"Baguslah, dengan ini ayah dan ibu bisa pergi meninggalkan dirimu sendiri." Ucap Derrick senang.
"Apa, apa maksud ayah? ayah dan ibu memangnya mau kemana?" Derrick kecil terkejut dan bertanya-tanya.
"Ibu? Ibu dan ayah mau kemana, kenapa kalian akan meninggalkan Derrick?" Tanya Derrick kecil kenapa Suanyi yang hanya tersenyum kecil.
"Kamu akan mengetahuinya nanti, sekarang mari kita aduh tanding untuk yang terakhir kalinya." Ujar Derrick sambil meregangkan tubuhnya.
"Tapi ayah, jawab dulu pertanyaan Derrick ayah dan ibu mau kemana, kenapa meninggalkan Derrick? selain itu apakah adik Hesti juga ditinggal?" Tanya Derrick kecil kembali.
"Jangan banyak bicara!" Derrick menyerang dengan sekali lambaian tangan.
Gelombang kejut langsung menghantam Derrick kecil yang langsung menangkis gelombang kejut itu dengan sayap energi.
Bang!
"Kamu selain berbakat berpedang, kamu juga berbakat memanipulasi tenaga dalam, anakku benar-benar jenius." Ucap Derrick bangga dan menciptakan tombak dari pemadatan udara.
"Mari kita mulai!" Derrick menyerang.
"Tunggu dulu, ayah!" Derrick kecil meminta menunggu, namun dia terhempas oleh pukulan Derrick dalam sekejap, beruntung dia menciptakan perisai energi meskipun hancur dalam sekali pukul.
"Kamu terlalu kasar kepada putra kita." Ujar Suanyi khawatir.
__ADS_1
"Istriku tenang saja, aku tidak akan berlebihan." Balas Derrick dan menghilang, lalu muncul di depan Derrick kecil yang terlihat memuntahkan darah.
Bang!
Tanah hancur membentuk kawah kecil dalam sekali tusukan tongkat, sementara Derrick kecil sudah menjauh dan menyerang balik dengan tebasan energi.
Slash!
Slash!
Slash!
"Apa tidak mempan?" Derrick kecil terkejut tebasan energinya tidak berefek sama sekali kepada Derrick.
"Api pembakaran!" Derrick kecil mengusap pedangnya dan menggunakan teknik api pembakaran, hasilnya pedang Derrick berselimut api yang membara.
"Aku akan serius ayah!" Derrick kecil melakukan teleportasi, lalu menebas Derrick dari belakang.
"Kamu sepertinya sudah mahir menggunakan senjata tulang kaki kirimu ya." Ucap Derrick tersenyum sambil menangkis tebasan tersebut.
Tang!
Tang!
Tang!
Mereka aduh senjata dan terlihat sangat seimbang, karena Derrick tidak terlalu serius dan menahan diri melawan sang anak yang terlihat begitu serius.
Tang!
Pedang Derrick kecil terhempas, lalu Derrick memukul perut sang anak dengan cepat, Derrick kecil menciptakan perisai energi yang berbentuk sayap burung untuk menahan pukulan itu.
Bang!!!
Perisai itu hancur berkeping-keping, sementara Derrick kecil terhempas dan memuntahkan seteguk darah segar.
"Kenapa? Kenapa perisai energiku hancur?" Tanya Derrick kecil sambil menahan sakit akibat pukulan itu.
"Karena ranah Surgawi selain membuat kita memiliki tenaga dalam tanpa batas, ranah surgawi juga membuat tenaga dalam kita memiliki sifat anti sihir."
"Jadi selama perisaimu itu sihir atau terbuat dari tenaga dalam, maka itu akan percuma saja, kata sederhananya itu seperti kamu tidak berperisai sama sekali."
Jelas Derrick kepada sang anak sebelum pingsan akibat pukulannya yang terlalu kuat dan sangat kejam.
"Sepertinya aku berlebihan, hehe." Derrick tertawa kecil.
"Kamu tidak hanya berlebihan, tapi sangat berlebihan kepada Derrick kecil." Omel Suanyi sambil membawa Derrick kecil untuk diobati di gubuk mereka.
Bersambung...
__ADS_1