Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Sekte Naga Awan 1


__ADS_3

Penyerangan akhirnya dimulai setelah Derrick memerintahkan pasukannya menyerang dengan cara berteriak lantang dan disambut ribuan pasukannya yang berlari menyerang benteng sekte yang sudah tertutup rapat dan dijaga ribuan murid sekte Naga Awan.


"Serang!"


"Serang!"


"Serang!"


Teriak pasukan Derrick sambil berlari menyerang, mereka disambut ribuan anak panah ataupun panah energi dari murid sekte yang berjaga diatas benteng. Puluhan prajurit terkena anak panah itu, ada yang bertahan sesaat sebelum mati karena terkena panah susulan, ada juga yang beruntung dapat bertahan dan menangkis atau menghindari panah susulan berikutnya secara bertubi-tubi.


Boom!


Bang!


Duar!


Trang! Trang!


Serangan energi, serangan sihir, Ledakan, hantaman, beradu senjata, hingga pukulan menghiasi arena pertempuran ketika murid sekte diperintahkan untuk menyerang langsung prajurit yang berusaha menerobos benteng.


"Bentuk formasi naga awan!" Teriaknya pimpinan sekte yang berada di salah satu tempat tertinggi benteng sekte.


Perlu diketahui benteng sekte mengurung sekte Naga Awan yang sangat luas itu dan hanya memiliki tiga gerbang untuk masuk, yaitu gerbang pertama yang merupakan gerbang paling utama sekte, gerbang kedua yang merupakan jalur menuju kota yang berada dibelakang bukit, dan gerbang ketiga yang menuju hutan terlarang yang berada di Utara yang sedang diserang oleh Xiao Lieun.


Graaaah!


Naga yang terbuat dari energi hasil formasi naga awan yang dibentuk ketua sekte meraung dan memekakkan telinga, lalu naga itu melancarkan Sambaran petir yang menghantam ribuan pasukan yang saling serang.


Tetas..., Duar!


Petir menyambar dan menewaskan ratusan pasukan yang menjadi objek Sambaran tersebut, bahkan beberapa pasukan yang berada sedikit dekat di area ledakan ikut terkena dampaknya.


"Dia bahkan tidak peduli murid-muridnya yang ikut terkena sambaran petir dari naga yang dia buat."


"Apakah dia benar-benar ketua sekte?" Derrick tak habis pikir dengan jalan pikiran ketua sekte yang tidak peduli apapun dalam menyerang.


##


"Kalian semua mundur dari pertempuran!" Teriak ketua sekte kepada murid-murid yang sibuk bertarung.


Jedar!


Wush!


Duar!


Sebelum semua murid sekte berhasil mundur, Sambaran petir, serangan bola api, cakaran angin, dan tornado yang berasal dari naga itu menghantam mereka semua hingga tak sempat melakukan pertahanan.


"Ketua sekte." Salah satu tetua sekte merasa sedih melihat banyak murid mereka yang ikut menjadi korban.


"Jangan pedulikan, lakukan apapun demi mempertahankan sekte." Ujar ketua sekte yang mengerti, namun dia tidak peduli asalkan sekte yang dia pimpin masih dapat bertahan.

__ADS_1


Naga awan itu terus mengeluarkan awan sebagai media serangan petir dan hujan panah sampai-sampai menutupi langit pertempuran dan membuat khawatir semua pasukan aliansi.


"Berikan aku busur." Derrick meminta busur kepada prajurit yang dekat dengannya, prajurit itu secara cepat berlari mencari busur lalu memberikannya kepada Derrick dengan hati-hati.


"Silahkan jenderal!" Ucapnya sembari memberikan busur dengan kedua tangannya.


"Terimakasih."


Derrick mengambil busur itu dengan momentum yang sempurna dan mengintimidasi sampai-sampai pasukan yang menjaganya harus menahan nafas karena takut mengganggu.


Crattt!


Derrick menarik busur, sebuah anak panah dari energi tercipta mengikuti tarikan busur itu hingga membentuk anak panah sempurna dengan mata panah yang terlihat begitu tajam dan mengandung tenaga dalam yang mengerikan.


"Panah penghancur naga." Ucap Derrick yang langsung memberikan nama panahnya mengikuti bentuk target yang merupakan naga awan.


Bush!


Panah melesat menuju target, bukan naga tersebut yang diincar tapi pengendali naga tersebut, dimana untuk menciptakan formasi itu membutuhkan 7 tetua sekte dan ditambah ketua sekte itu sendiri sebagai pilar formasi.


"Apa itu?" Tanya salah satu tetua sekte ketika melihat anak panah melesat menuju mereka.


Anak panah itu langsung berubah menjadi 8 anak panah dan menembus semua tubuh para tetua sekte tersebut, fatalnya anak panah itu menembus tepat di jantung yang menjadi pusat kehidupan manusia selain otak dan hati.


Trang!


Berbeda dari tujuh tetua yang memilih sihir bertahan untuk menangkis anak panah energi tersebut, ketua sekte lebih memilih menangkis dan hasilnya pedangnya patah dan ketua sekte sendiri terdorong beberapa langkah akibat anak panah tersebut.


"Mencoba menahan serangan energi ranah surgawi dengan energi? Kalian terlalu percaya diri." Ujar Derrick tersenyum kecil.


"Hidup jenderal!"


"Hidup jenderal!"


Teriak pasukan Derrick senang ketika tujuh tetua mati dalam sekali serang dan membuat naga awan runtuh karena formasi naga awan yang tidak lagi ditopang tujuh tetua sekte yang terbunuh.


Trang!


Dalam sekejap ketua sekte berada tepat didepan Derrick dan menebas, namun kapten Taico yang merupakan pengawal yang dikirim Gaal Van langsung menangkis tebasan itu dan membuat mereka berdua mundur beberapa langkah, namun kapten Taico ditahan oleh Derrick agar tidak mundur terlalu jauh.


"Ugh... terimakasih jenderal!" Kapten Taico berterimakasih.


"Aku akan membunuhmu, sialan!" Teriak ketua sekte melancarkan tebasan energi yang mengandung petir, salah satu pengawal menangkis tebasan itu dengan pedangnya dan didukung oleh tiga pengawal lainnya.


Trang!


Slash!


Bang!


Dalam sekejap 4 pengawal ditambah kapten Taico langsung melawan ketua sekte yang begitu beringas, sementara Derrick memerhatikan dari samping. Jika kalian bertanya prajurit lainnya, mereka juga menonton dari samping karena takut mengenai sesama mereka jika ikut nimbrung dalam pertarungan 6 orang tersebut.

__ADS_1


"Kenapa kalian diam saja?"


"Gabungkan kekuatan kalian dan bantu mereka dengan memberikan kekuatan itu." Ucap Derrick kepada pasukannya, mendengar itu mereka sontak menggabungkan kekuatan dan segera mengalirinya kepada 5 orang yang menjadi lawan ketua sekte.


Trang!


Trang!


Bang!


Ketua sekte terus menangkis dan menyerang balik dengan pedang dan berbagai tekniknya, namun pada akhirnya dia ditendang terhempas oleh salah satu pengawal yang mendapat buff dari rekan-rekannya.


"Ketua!" Beberapa murid yang melihat ketua mereka mencoba membantu, namun sayang mereka dihentikan pasukan Derrick yang menjadi lawan mereka.


"Kalian mau kemana? Urusan kita belum selesai." Ucap mereka menghentikan murid-murid itu untuk membantu ketua sekte.


"Domain petir!" Ketua sekte menciptakan domain untuk mengurung mereka semua, lalu Sambaran petir bertubi-tubi menghantam semua orang.


Trang!


Kapten Taico meliuk-liuk menghindari semua sambaran itu dan berhasil mendaratkan serangan meskipun ditangkis oleh ketua sekte.


"Serangan lemah mu ini tidak akan melukaiku." Teriak ketua sekte dan membalas tekanan kapten Taico.


"Satu lawan satu mungkin tidak dapat melukaimu, tapi.."


****!


Belum selesai kapten Taico berucap tiga pengawal lainnya langsung menusuk tubuh ketua sekte hingga memuntahkan seteguk darah dan diambang Kematian, lalu dihantam tinju hingga terhempas.


Bang!


"Ugh..., hosh, hosh!" Ketua sekte memuntahkan seteguk darah beberapa kali lagi sambil nafas tersengal-sengal.


"Kurang..,"


Belum sempat mengumpat, dua tebasan dari kapten Taico dan salah satu pengawal membuatnya terdiam dan tercengang.


"Tidak mungkin, aku tidak mungkin dibunuh oleh mereka yang levelnya bahkan tidak mendekati 80." Ucap ketua sekte lirih sebelum dia mati terbawa emosi dan menyerang Derrick membabi buta tanpa persiapan sama sekali.


"Hiya!!!"


Slash!


Ketua sekte yang mati tersebut dapat bertahan beberapa saat dan melancarkan serangan pamungkasnya yang berupa petir besar yang menghancurkan apapun dari telunjuknya, sebuah serang yang berawa dari bola petir berukuran raksasa dan meluncurkan menyerang ke depannya sesuai arah telunjuk sang ketua sekte.


"Jenderal!" Teriak semua pasukan Derrick cemas karena serangan itu menargetkan Derrick, mereka cemas pasalnya selain serangan itu mengerikan, serangan itu juga memiliki cakupan area yang cukup besar dan begitu cepat.


"Hee, mengerikan!" Derrick tahu dia tidak bisa menghindar dalam sekejap, dia hanya bisa tersenyum kecil, sebuah senyuman tertahan dengan kening berkeringat dingin.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2