
Ketika semua orang sibuk karena akan berperang, lebih tepatnya memusnahkan sebuah sekte besar seperti Sekte Naga Awan yang terkenal sebagai sekte terbesar dan terkuat kerajaan Xenium. Derrick dan Xiao Ei malah adu tanding atas permintaan Xiao Ei yang tidak menerima ada pemuda yang lebih berbakat darinya.
Bush!
Sebuah tusukan tombak membuat bolong perisai yang Derrick kecil gunakan, melihat itu Derrick kecil langsung membuang perisai tersebut dan menciptakan perisai energi untuk menahan tusukan tombak susulan Xiao Ei.
"Apakah benar kamu level 99? Kenapa begitu lemah?" Tanya Xiao Ei dengan nada menghina sembari melancarkan tebasan tombak.
Derrick kecil menangkis tebasan tombak itu dengan perisai energinya, lalu melancarkan tebasan ke perut dan berhasil dihindari Xiao Ei dengan mudah.
"Teknik tombak ombak penghancur!" Teriak Xiao Ei melancarkan salah satu teknik bertarungnya.
Tombak Xiao Ei terlihat menciptakan gelombang ombak yang dapat menghancurkan apapun, Derrick kecil memasukkan pedangnya ke sarung dan mulai fokus mengisi energi tenaga dalamnya ke pedang tersebut.
Sling!
Derrick kecil membelah gelombang ombak itu dengan begitu mudah, lalu melancarkan tebasan menyilang. Xiao Ei menusukkan tombaknya ke tanah, lalu menciptakan dinding air yang sangat kuat dan kokoh.
"Aku tidak percaya kamu lebih jenius dariku, sialan!" Teriak Xiao Ei melancarkan serangannya bertubi-tubi.
Derrick kecil menangkis semua tusukan dan tebasan tombak Xiao Ei tersebut, dia sedikit kesusahan bergerak karena setiap kali tombak dilancarkan oleh Xiao Ei maka teknik pengendali air Xiao Ei ikut menyerangnya dengan menciptakan tombak air.
"Pedang kedua: tebasan pusaran air." Derrick kecil melancarkan teknik pedang.
Derrick kecil melakukan putaran hingga 360°, hingga seperti pusaran air dan didukung dengan energi yang dirubah menjadi air oleh Derrick. Xiao Ei menangkis serangan tersebut, namun dia tetap terluka dan harus mundur beberapa langkah.
Xiao Ei melancarkan naga air dengan puluhan tombak yang mengikuti dibelakangnya untuk menyerang Derrick kecil yang bersiap melancarkan pedang ketiga.
Disisi lain.
"Kamu mengajarinya sihir pengendali air?" Tanya Derrick kepada Xiao Lieun dan Eira.
Kebetulan mereka berempat ikut menonton pertandingan kedua putra mereka yang banyak menarik perhatian pasukan sampai-sampai mereka menyempatkan diri untuk menonton dan tidak peduli dengan persiapan perang.
"Iya, kebetulan dia memiliki bakat menguasai teknik sihir air sama sepertiku." Balas Eira dengan tersenyum bangga kepada anaknya yang sangat mahir menggunakan sihir pengendali air.
"Seperti kamu juga mengajari anakmu teknik sihir air." Ujar Xiao Lieun nimbrung dalam percakapan, sementara Suanyi hanya diam menonton pertandingan.
"Tidak, Derrick kecil tidak suka sihir mengendalikan elemen, dia lebih suka teknik sihir berpedang yang tidak terikat dengan elemen apapun dan bebas menggabungkan sihir apapun ke dalam teknik pedangnya." Balas Derrick sembari tersenyum ketika melihat anaknya bersiap melancarkan pedang ketiga.
"Itu berbahaya, aku akan menghentikannya." Xiao Lieun cemas ketika anaknya menggunakan teknik naga air dengan puluhan tombak dibelakangnya, teknik itu dinamakan tombak naga air Xenium.
"Jangan gegabah, kita lihat dulu hasilnya." Cegah Derrick sembari menahan Xiao Lieun dengan menyentuh pundaknya.
__ADS_1
"Jenderal Derrick?" Xiao Lieun bertanya-tanya kenapa Derrick menghentikannya menyelamatkan putra Derrick sendiri dari serangan Xiao Ei.
"Biarkan saja sayang, dia tidak tahu seberapa mengerikan teknik yang Ei kecil ciptakan tersebut." Celetuk Eira.
"Haha, anakmu yang akan kalah, dan mungkin terluka parah." Respon Suanyi tidak senang sembari membalas tatapan tajam Eira kepadanya, dia menganggap ucapan Eira mengatakan bahwa Derrick kecil lebih lemah dari Xiao Ei.
"Kita lihat saja siapa yang akan menangis nanti." Ucap Eira ketus dan diulangi oleh Suanyi dengan nada mengejek.
Melihat kedua istri mereka seperti bermusuhan, Derrick dan Xiao Lieun hanya bisa tersenyum sambil menggerakkan bahu tanda tidak mengerti dan tidak habis pikir dengan persaingan istri mereka.
##
Ketika naga air itu hampir mengenai tubuhnya, Derrick kecil tersenyum dan melakukan teknik pedang ketiganya dan dalam sekejap sudah berada di belakang Xiao Ei yang terkejut dengan kecepatan Derrick kecil.
Bush!
Naga air itu menghancurkan apapun hingga menciptakan kawah dengan puluhan tombak air yang menghiasinya, sebelum tombak air itu mencair.
Tes!
Tes!
Tes!
Pedang Derrick kecil penuh dengan darah segar, darah itu tidak lain darah dari Xiao Ei yang kini kehilangan satu tangannya. Melihat itu Xiao Lieun dan Eira berteriak cemas dengan kondisi anak mereka tersebut dan segera turun menghampiri.
Plak!
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Derrick marah sembari menampar anaknya tersebut dengan sekuat tenaga hingga terhempas beberapa langkah.
"Sayang kenapa kamu memukul Derrick kecil, dia hanya tidak sengaja." Bela Suanyi sambil memeluk Derrick kecil yang terlihat syok karena membuat lawan tandingnya kehilangan satu lengan.
"Warisan dewa air dari ibu kesulitan menyembuhkan luka tebasannya?" Pikir Xiao Ei tak percaya.
"Ibu, ayah, paman, dan tante tenang saja, karena tanganku akan kembali normal seperti semula karena ibu telah memberiku warisan dewa air." Ujar Xiao Ei menenangkan semua orang.
"Kamu benar, tapi seperti Derrick kecil sudah diajari teknik penyegel sihir dari ayahnya, sebuah teknik sihir yang bisa membunuhmu jika terkena organ vital seperti jantung dan otak atau bahkan leher." Respon Eira memberitahu.
"Kamu memberinya warisan keluargamu?" Tanya Derrick memastikan, Derrick pernah diberitahu Eira bahwa tubuhnya yang seperti air itu karena warisan keluarganya.
Eira mengangguk membenarkan.
"Begitukah, baguslah." Derrick bisa tenang dan kemarahannya mulai mereda, namun dia harus memberikan Derrick kecil beberapa nasehat nanti.
__ADS_1
"Derrick kecil kamu jangan melakukan hal itu lagi ketika latih tanding." Ucap Derrick kepada anaknya tersebut, Derrick kecil mengangguk mengerti.
##
Pasukan Derrick mulai bergerak menyerang sekte Naga Awan yang berada di sebuah bukit di tengah-tengah hutan biasa dan berdekatan dengan hutan terlarang kerajaan Xenium.
"Tanganmu belum pulih?" Tanya Eira dengan sedih ketika melihat tangan Xiao Ei masih belum pulih.
"Entahlah ibu, mungkinkah warisan dewa air tidak sanggup melawan teknik sihir penyegel milik paman Derrick?" respon Xiao Ei yang mulai cemas.
"Tidak, ibu dulu pernah terluka oleh teknik sihir orang itu, tapi sekitar 30 menit lukanya menghilang dengan sendirinya." Balas Eira, Xiao Ei berpikir sedikit.
"Paman Derrick memang luar biasa, aku sangat mengaguminya." Ujar Xiao Ei menghela nafas panjang dan mulai mengagumi Derrick dari lubuk hatinya.
Mereka akhirnya sampai di bagian barat sekte Naga Awan sesuai strategi yang Derrick arahkan kepadanya, diposisi lain Xiao Lieun sudah berada di bagian Utara sekte dan hanya menunggu perintah dari Derrick yang kini berhadapan dengan ketua sekte Naga Awan.
"Salam saudaraku, ada apa gerangan kalian mendatangi sekte kecilku dengan ribuan pasukan?" Tanya ketua Sekte sopan kepada Derrick yang duduk diatas kuda.
"Lancang!"
"Tunjukkan rasa hormatmu kepada jenderal Derrick." Teriak kapten Taico marah karena ketua sekte tidak menunjukkan rasa hormat kepada Derrick sedikitpun.
"Ouh, ternyata saudara ini seorang jenderal."
"Kenapa kau datang ke sekte ku dengan ribuan pasukanmu? apakah kamu ingin menindas kami?" Respon ketua sekte tidak sopan, melihat itu kapten Taico marah dan bersiap menyerang, namun dihentikan oleh Derrick dengan kode tangan.
"Langsung saja."
"Menyerah dan bubarkan sekte mu ini atau mati?" Tanya Derrick langsung pada intinya.
"Beraninya kamu tidak sopan dengan ketua sekte, apakah kamu ingin mati?" Teriak marah salah satu tetua sekte yang hadir menyambut Derrick dan pasukannya.
Bang!
Tetua itu langsung menyerang dengan telapak tangannya yang dialiri api, namun kapten Taico segera menyambut dengan telapak tangannya yang hanya energi tenaga dalam biasa.
"Cuih, kamu memang memiliki beberapa kemampuan." Tetua tersebut berucap sembari meludah darah kesampingkannya dengan kasar.
"Tenaga dalamnya satu level dibawah, tapi dia membuatku seperti ini sementara dia biasa-biasa saja." Gumam tetua itu dalam hati sedikit terkejut.
"Menyerah atau mati?" Tanya Derrick kembali, ketua sekte tersenyum.
"Membantai kalian!!!" Ucapnya dingin menusuk tulang.
__ADS_1
"Baiklah!" Derrick berbalik ke dalam pasukannya, ketua sekte juga berbalik masuk ke dalam tembok sektenya untuk menyambut serangan Derrick dan pasukannya beberapa saat lagi.
Bersambung.