
Raki berdiri mematung menghadap kearah Jeda dan juga Shelly yang tersenyum kecil penuh penghinaan, Shelly mendekati Raki dan mengelus tubuh Raki dengan elusan lembut layaknya seorang wanita.
"Belum apa-apa kamu sudah terkena sihir ilusiku, haha." ucap Shelly berbisik di telinga Raki dan menggigit telinga Raki.
Sebenarnya Shelly memiliki kemampuan memanipulasi seseorang dan menjebaknya ke dunia ilusi, terlebih seluruh bagian tubuhnya bisa menjadi perantara melakukan sihir ilusi itu sendiri.
Raki sendiri terkena sihir ilusi Shelly karena terlalu fokus melihat gerak-gerik Shelly yang langsung menjebaknya ke dalam dunia ilusi, karena Shelly bukan melakukan gerakan biasa saja melainkan melakukan gerakan menggunakan sihir yang dapat menjebak Raki ke dunia ilusi.
Dunia ilusi.
Raki yang mendengar suara tawa Shelly dan bahkan mengatakan dia terkena ilusi cukup terkejut, "Aku terkena ilusi?" tanya Raki dalam hati dan tetap waspada, namun tiba-tiba dia merasakan telinganya digigit seseorang.
Raki menoleh dan tidak melihat apapun selain Derrick yang bermeditasi, lalu berbalik melihat kearah sebaliknya hasilnya sama Raki hanya melihat Jeda yang terkurung dalam sangkar besi.
"Hei ganteng apa yang harus kulakukan kepada pria tampan ini?" tanya Shelly kepada Jeda sambil menyender di tubuh Raki dengan senderan yang biasa wanita lakukan kepada laki-laki.
Raki sendiri tidak mendengar pertanyaan Shelly kepada Jeda tersebut, karena sudah Shelly batasi apa yang bisa Raki dengar atau tidak selama terkena ilusinya.
"Aku tidak tahu, itu terserah dirimu nonaku yang cantik." ujar Jeda dengan ekspresi senang dipaksakan.
Jeda sebenarnya berharap Raki dan Derrick bisa membunuh Shelly, namun siapa sangka Shelly terlalu kuat dan bahkan membuat Raki tak berkutik dalam sekejap, hal itu harus membuat Jeda mutar otak agar terhindar dari amarah Shelly.
"Hee, kamu memujiku, kamu menyebutku cantik?" Shelly bertanya dengan nada malu-malu, namun menakutkan bagi Jeda.
Bush!!!
Tiba-tiba sebuah energi meledak dalam tubuh Derrick yang menandakan bahwa Derrick berhasil menerobos ke level tenaga dalam 80, Derrick membuka matanya secara perlahan setelah mengontrol gejolak mananya (tenaga dalam).
"Kapasitas mana bocah ini meningkat? fenomena yang unik." batin Shelly terkejut dengan peningkatan mana Derrick meskipun hanya sedikit.
"Selamat datang kembali tampan." sapa Shelly dengan senyuman ramah, Derrick tertegun mendapati situasi yang menurutnya aneh tersebut.
"Siapa kamu?" tanya Derrick heran, lalu tertegun melihat Raki yang berdiri mematung dengan tatapan kosong. Derrick tidak bodoh dia menyadari sesuatu ketika melihat Raki yang berdiri mematung dengan tatapan kosong tersebut, oleh hal itu Derrick langsung mode waspada.
"Aku... temanmu, tampan." Shelly menyentuh dadanya dengan lembut dan menjawab pertanyaan Derrick tersebut.
Shelly menunjukkan senyum ramah sembari mendekati Derrick yang terlihat waspada pada dirinya, Shelly melakukan gerakan tangan menunjuk Derrick seakan mencoba menggapai Derrick.
"Begitu rupanya." Derrick tersenyum kecil ketika menyadari ada sebuah sihir yang mencoba mengganggu pikirannya ketika dia melihat telunjuk Shelly.
"Haha, mudah sekali, dia sama bodohnya dengan temannya yang tampan itu." Shelly tertawa girang karena Derrick berdiri mematung sesaat setelah melihat telunjuknya.
"Meskipun kalian tampan, tapi kalian harus mati." ujar Shelly dengan mengelus tubuh kekar Derrick, lalu bersiap mematahkan leher Derrick.
Bang!
Shelly termuntah darah ketika sebuah tinju mendarat di dadanya dan membuatnya mundur beberapa langkah, sebuah tendangan lurus keatas mengenai wajah Shelly dan membuatnya terlempar dengan wajah yang terbakar dan tercetak pijakan kaki.
"Ahh, sialan!" teriak Shelly memegang wajahnya dan berguling kesakitan, namun dengan gerakan acak dia mengibaskan tangannya.
__ADS_1
Derrick terdorong jauh karena kibasan itu mengandung hempasan angin yang cukup kuat, Shelly dengan kesakitan berdiri dan mengibaskan kipasnya dengan tumpuan di pinggir kipas.
Sling!
Kibasan itu menciptakan angin tajam dan memotong apapun dan bahkan melukai Raki yang berdiri mematung, Derrick berniat mengevakuasi Raki namun Shelly sudah ada disamping dan menyerang Derrick dengan niat memotong.
Bush!
Derrick menyerang balik dengan tinjunya, namun kibasan memotong kipas milik Shelly kembali membuatnya terhempas dan bahkan terluka.
"Kuat sekali." gumam Derrick melihat tinjunya terluka akibat kipas Shelly.
"Kamu membuatku marah, maka lawanlah temanmu ini, keparat!" teriak Shelly membuka buku sihirnya ke halaman selanjutnya dan mengipasi wajah Raki dengan lembut dari atas kebawah.
"Sihir ilusi: musuh dan kawan!" gumam Shelly membaca tulisan yang berjudul musuh dan kawan di lembaran buku sihir miliknya tersebut.
Di dunia ilusi.
Raki tiba-tiba merasakan tubuhnya terkena tebasan dan mengeluarkan banyak darah akibat luka tebasan yang tiba-tiba muncul setelahnya, namun tidak ada yang menyerangnya dan hal itu membuat Raki sedikit geram dan melihat kesana-kemari mencari Shelly, lalu tiba-tiba dia melihat sosok Shelly yang berada di dekat dimana Derrick bermeditasi.
"Tebasan bayangan senja!" teriak Raki menyerang dengan tebasan energi.
Shelly menangkis dengan kipas dan berdiri diam seperti mencoba menjelaskan sesuatu kepada Raki, namun Raki sudah berlari mendekat dengan melancarkan tebasan energi.
Dunia asli.
"Percuma saja, dia tidak akan mendengar apapun yang kamu katakan, dia akan membunuhmu, haha." Shelly tertawa melihat Derrick mencoba menjelaskan kepada Raki yang terus menyerangnya.
"Bajingan sialan!" Derrick marah dan melancarkan tinju api kepada Shelly, namun tinju api itu dipotong oleh Raki yang langsung berlari menebasnya.
Treng!
Mau tidak mau Derrick menangkis pedang Raki dengan kerisnya, Raki melancarkan tebasan dengan tangan kirinya dan Derrick mundur dan melakukan tendangan ke kepala.
Bang!
Raki menangkis dan melancarkan tebasan ke perut, "Tebasan harimau penakluk gunung lima benua!" Raki menyerang dengan tebasan energi yang seperti harimau, Derrick yang mundur menahan tebasan itu dengan tendangan apinya.
Bang! Bush!
Derrick terlempar akibat menahan tebasan energi Raki tersebut, belum sempat merespons Raki sudah menyerang dengan tebasan ke leher.
"Hampir saja," gumam Derrick yang berhasil menghindar sedikit, lalu mundur menjauh dengan memotong beberapa pohon dengan sihir anginnya.
"Mau lari kemana banci sialan!" teriak Raki dan mengejar sembari menebas batang pohon yang menghadang.
Sementara itu.
Disaat Raki dan Derrick bertarung dengan ganas dan cepat, Shelly berniat pergi karena tidak mau berurusan dengan prajurit penjaga pangeran yang akan tertarik akibat pertarungan Raki dan Derrick. Selain itu dia harus mengobati luka yang berbentuk telapak kaki di wajahnya yang tercipta karena panasnya api di kaki Derrick.
__ADS_1
"Yaampun dia membuat wajah cantikku hancur, aku akan membunuhnya lain kali." rutuk Shelly dan mendekat ke kurungan Jeda, "Ayo pergi ganteng." ajak Shelly dengan senyum dan membuka kurungan, namun siapa sangka Jeda berteriak.
"Tolong, disini ada penjahat yang menyuruh kami menyerang kalian!" teriak Jeda dengan sekuat tenaga dan mengejutkan semua prajurit, meskipun Jeda tidak tahu apa yang dia teriakkan dimengerti atau ditanggapi prajurit kerajaan (Penjaga Pangeran Ranzi).
"Apa yang kamu lakukan, sialan!" umpat Shelly mencekik Jeda dengan ganas dan kejam.
"Tolong, dia ada disini, penjahat itu ada disini!" teriak Jeda tak peduli cekikan Shelly semakin kuat dan bahkan hampir mematahkan lehernya.
"Sialan...," Shelly berniat mematahkan leher Jeda, namun sebuah panah membuatnya menarik tangannya.
Dengan tatapan dingin dan niat membunuh Shelly memandang sekitar, dimana bermunculan prajurit berseragam lengkap mengepungnya dan terdengar beberapa langkah kaki yang menyusul.
"Ternyata kamu yang memerintah mereka agar menyerang kami, dasar bajingan!" umpat seorang prajurit.
"Memangnya kenapa, sampah seperti kalian harusnya terhormat mati ditangan bawahanku seorang penjaga 8 VAR." ujar Shelly dingin, namun masih terlihat feminim atau banci.
"Teman-teman kepung dan bunuh keparat jadi-jadian itu, hiya!!!" teriak prajurit itu dan berlari menyerang.
Sekitar 40 orang menyerang dengan pedangnya, namun dengan mudah dilawan oleh Shelly dan bahkan mampu membunuh beberapa, namun beberapa kali Shelly harus terkena sihir atau serangan jarak jauh para prajurit, terlebih Shelly condong mendalami ilmu sihir daripada ilmu beladiri dan hal itu membuatnya mudah diserang dari jarak dekat atau sulit bergerak karena takut kelelahan.
Jeda terlihat senang karena teriakannya di dengar oleh prajurit kerajaan yang sebenarnya datang karena penasaran dengan teriakan Jeda.
"Sekuat apapun seseorang tidak akan bisa mengalahkan banyaknya musuh," gumam Jeda dengan senyum sinis melihat pertarungan Shelly yang sebenarnya di dominasi oleh Shelly bahkan Shelly terkesan membantai para prajurit.
"Mana milikmu mungkin banyak, namun seorang penyihir pasti mudah kelelahan akibat kehabisan energi stamina, jadi ini masalah waktu saja sebelum kamu mati, brengsek!" Jeda bersemangat dan menciptakan sebuah tombak hitam dengan petir kuning menyambar-yambar.
Jeda mengingat kisah yang pernah diceritakan oleh ayahnya dulu ketika umurnya masih 6 tahun, atau tepatnya 5 tahun yang lalu sebelum dia diculik Shelly si wanita jadi-jadian.
Ayahnya berkisah bahwa 300 tahun yang lalu hidup seorang penyihir yang sangat kuat dan menguasai 15 elemen sihir dengan 1000 lebih mantra yang dia kuasai, dirumorkan dia pernah membantai sebanyak 100 ribu prajurit dalam perang dan semakin menggila dengan melakukan pembantaian dimana-mana, bahkan pernah dia menghancurkan satu kerajaan dengan sihir 10 meteor dan membunuh hampir 10 juta orang.
Meskipun begitu pada akhirnya Penyihir itu terbunuh karena dikeroyok oleh 100 ribu prajurit berzirah lengkap, dengan 10 komandan dan 3 jenderal, pengepungan itu terjadi setelah seluruh pengikut penyihir itu terbunuh semua dan menyisakan penyihir itu seorang setelah perang terus-menerus.
Penyihir itu terbunuh dengan ribuan anak panah menancap di tubuhnya, hal itu bisa terjadi karena penyihir itu kehabisan stamina setelah berhasil membunuh setidaknya 76% prajurit musuh ditambah 10 komandan ikut dia musnahkan.
Setelah terbunuhnya sang penyihir jahat tersebut, 3 jenderal menciptakan tiga kekaisaran besar yang kini dikenal 3 kaisar penguasa benua Eghed.
Ok..., lanjut.
Pertarungan Shelly melawan ratusan prajurit semakin intens, "Merepotkan!" teriak Shelly dan menciptakan pusaran angin petir yang sangat besar.
Para prajurit itu melapisi tubuhnya dengan mana untuk bertahan, namun meskipun begitu mereka tetap terkena dan terluka bakar parah akibat pusaran angin petir yang sangat kuat dan mengerikan tersebut.
Prajurit lainnya berdatangan dan langsung membantu, hal itu membuat Shelly sedikit kesulitan dan mencoba kabur terlebih dia merasakan ada sosok kuat yang mendekat, Shelly bahkan menggunakan seluruh kekuatan terbaiknya untuk menjebak orang dalam ilusi dan membunuh sisanya dengan serangan sihir kuatnya, lalu berniat kabur.
"Sihir api dan angin: penghancur sembilan gunung!" sihir kuat Shelly mampu meratakan hutan itu sejauh 2 km dan menghancurkan apapun, namun siapa sangka beberapa prajurit masih hidup dan berdiri menyerangnya setelah semuanya.
"Sial!" Shelly berniat menyerang lagi, namun staminanya habis dan hal itu membuat sihirnya sulit diciptakan.
****!!!
__ADS_1
Tiga panah api menghantam jantung, leher, dan matanya, lalu sebuah tombak menusuk dan menembus tubuhnya dengan tusukan yang sangat mematikan sampai-sampai seluruh daging di dadanya hancur karena tombak itu mengandung petir kuat.
"Ah... sialan, bocah laknat!" teriak Shelly dengan melototi Jeda yang tersenyum jahat dan puas, beberapa detik kemudian Shelly menutup mata dan mati.