
Derrick saat ini sedang berada di sebuah rumah makan bersama seorang wanita cantik berambut oranye dan sebuah pedang menghiasai pinggang kanannya, rumah makan itu menyediakan lauk ayam, ikan, bebek, hingga binatang sihir sebagai menu masakan mereka.
Ditemani dengan segelas teh Derrick menyantap ayam panggang dan juga binatang sihir jenis kelinci beratribut angin yang merupakan pesanannya.
"Rasanya biasa-biasa saja, kukira ada yang spesial dari masakan yang terbuat dari binatang sihir." gumam Derrick sambil menyantap kelinci angin tersebut.
"Apapun yang dimasak hanya berakhir menjadi makanan, kecuali kamu memakannya secara hidup-hidup." ucap koki yang kebetulan datang membawakan pesanan Derrick.
Derrick juga mendengar gosip yang sedang dibicarakan oleh pengunjung rumah makan, mereka sedang menggosipkan pertarungan yang terjadi di hutan dua hari lalu, dimana Derrick saat itu sedang bertarung dengan Deri dari VAR.
"Sepertinya orang-orang membicarakanmu." ucap wanita itu dengan santai kepada Derrick.
"Hari itu...," Derrick mengingat kembali pertarungannya melawan Deri dua hari lalu.
Pertarungan itu berakhir dengan Deri yang terkena teknik 4 panah badai api yang Derrick miliki, lalu dia jatuh pingsan dan saat terbangun dia sudah berada disebuah kamar yang penuh dengan pedang dan baju wanita yang berserakan dilantai seakan tidak pernah di rapikan.
Pemilik rumah itu adalah seorang wanita yang bernama Hera, dia merupakan seorang petualang sekaligus ketua kelompok Naga Azure yang sedang dibicarakan oleh para kesatria sihir dan wanita yang dia temui saat ini di rumah makan.
"Jadi apa yang kamu inginkan." tanya Derrick kepada Hera setelah mengingat pertarungan dua hari lalu.
Resi yang duduk tidak jauh dari mereka langsung menajamkan pendengarannya untuk mendengarkan apa yang Hera inginkan dari Derrick.
"Haha, keinginanku?" Hera tertawa sambil menggigit ayam panggang nya.
"Aku ingin kamu bergabung dalam kelompok petualang kami, Derrick." ujar Hera mengutarakan keinginannya agar Derrick bergabung dalam kelompoknya.
"Jika kamu bergabung dengan kami, maka kami akan memberimu keuntungan yang sangat banyak, ketenaran, uang, dan juga mungkin dirimu akan semakin kuat di kelompok kami." ujar Hera merayu Derrick yang sibuk mengunyah.
"Bagaimana, Derrick?" tanya Hera dengan ekspresi percaya diri, terlihat jelas Hera sangat yakin Derrick akan bergabung dalam kelompoknya.
"Aku menolak." jawab Derrick tegas dan mengagetkan Hera yang percaya diri akan tawarannya, sementara Resi terlihat senang dari raut wajahnya.
"Kenapa?"
"Karena aku seorang kesatria sihir, kamu harusnya tahu hukuman apa yang menanti kami jika menjadi petualang." ujar Derrick langsung memberitahu jati dirinya sebagai kesatria sihir agar Hera menyerah merekrutnya.
"Ternyata begitu, sangat disayangkan." benar saja Hera langsung menyerah ketika mengetahui Derrick seorang kesatria sihir.
"Kalau begitu bagaimana kita berteman saja?" tanya Hera.
"Bukankah kita sudah berteman? ada-ada saja, haha." Derrick tertawa, Hera juga tertawa menanggapi hal tersebut.
Ok... skip.
Derrick bertemu dengan penempah senjata sihir untuk membuat senjata kaki kirinya dari tulang serigala angin, sementara Resi mengikuti dari belakang dengan mengendap-endap seakan takut ketahuan Derrick.
__ADS_1
"Tuan yakin membuat senjata sihir seperti ini?" tanya sang penempah ketika melihat blueprint (sketsa yang berisi bentuk, data, dan cara pembuatan) senjata sihir yang Derrick berikan, dimana bentuk senjata itu seperti tulang kaki kiri.
Bang!
Derrick tidak menjawab dan malah menendang sebuah perisai yang ada di kanannya hingga hancur.
"Aku tidak memakai mana atau atribut sihirku, kaki ini adalah murni senjata sihir beratribut api." ujar Derrick, lalu memberikan uang sebanyak 10 lembar dengan angka 100 kepada sang penempah.
"Sisanya akan kuberikan ketika pesanan selesai." ucap Derrick, lalu pergi kembali ke markas kesatria sihir kegelapan.
"Baik!" ucap penempah yang terbengong tersebut.
Derrick bertemu dengan Resi yang sedang melihat-lihat senjata, padahal Resi sebenarnya mengikutinya dari markas, ketemu Hera, hingga sekarang saat Derrick berkunjung ketempat penempah senjata sihir.
"Apa yang kamu cari?" tanya Derrick kepada Resi.
"Aku sedang mencari sebuah pedang." jawab Resi dengan gugup.
"Penyihir tipe support atau penyembuh memakai pedang?" tanya Derrick heran, pasalnya dia menduga Resi sedang mencari sebuah tongkat sihir.
"Apa masalahnya? lagipula tidak ada aturan yang melarang kami memakai pedang." ujar Resi dengan marah menutupi rasa gugupnya karena takut ketahuan mengikuti Derrick.
"Haha, tidak ada yang salah, kalau begitu bagaimana jika aku temani." Derrick tertawa canggung, lalu menemani Resi yang sedang memilih senjata.
Ok..., skip.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Xiao yang menjenguk dan ditemani Derrick, Resi, dan juga Jeda si anak baru.
Christine yang terluka parah akibat cakaran dan juga ledakan itu tersenyum, "Seperti yang kamu lihat." ucapnya dengan lirih.
"Orang itu memiliki binatang sihir yang mampu memadatkan udara yang akan meledak jika dia inginkan atau kita sentuh, jadi hati-hatilah ketika kamu menghadapi orang itu nanti." ucap Christine memberikan informasi tentang kekuatan no 3, Xiao mengangguk mengerti.
Setelah berbasa-basi Xiao akhirnya pergi dari rumah sakit.
"Apakah Arya juga memiliki binatang sihir seperti milik orang itu?" celetuk Derrick bertanya asal.
"Binatang sihir? menurutku dua orang itu tidak memakai binatang sihir, karena binatang sihir tidak mungkin bisa keluar dari buku sihir atau tinggal di buku sihir." komentar Resi dan membuat Xiao dan Derrick terkejut karena tidak kepikiran.
"Kamu benar, binatang sihir yang menjadi peliharaan akan tinggal ditempat yang dipilih tuannya, dan akan langsung muncul jika dipanggil." ujar Xiao.
"Tapi Arya dan no 3 itu mengeluarkan binatang sihirnya dari sebuah buku sihir, itu terlihat aneh." lanjut Xiao berpikir.
"Selain itu bukankah setiap orang hanya mampu memelihara dua binatang sihir, jika lebih maka orang itu akan terbebani oleh kontrak binatang peliharaan." komentar Resi kembali mengingat sihir kontrak tuan dan binatang peliharaan.
Kontrak binatang peliharaan akan terus menyerap mana tuannya sebanyak 10% setiap harinya dan memakai 20% mana jika melakukan pemanggilan, maka tak heran semakin banyak binatang sihir yang diikat kontrak maka penggunanya akan semakin terbebani karena mana miliknya terus diserap binatang sihir tersebut.
__ADS_1
Saat sedang berpikir mereka akhirnya sampai di markas secara tidak sadar.
"Dimana dua orang itu?" tanya Xiao kepada Raki yang sedang bersantai menonton tv atau menonton drama.
"Varg dan Arya sedang menjalankan misi menumpas sekelompok perampok yang terus merampok suplai makanan yang dikirim kerajaan kepada prajurit di perbatasan utara." jawab Raki apa adanya.
Xiao duduk, lalu menghidupkan rokoknya dengan api yang berasal dari kekuatan Derrick.
"Kalian tidak ada kegiatan atau sesuatu yang ingin kalian kerjakan?" tanyanya kepada anggota pasukannya.
"Tidak ada, aku tidak tahu mau melakukan apa." ujar Derrick menanggapi dan mengambil rokok Xiao, lalu mulai merokok.
"Komandan apakah boleh aku pergi?" tanya Jeda dengan mata berbinar.
"Tentu saja, hari ini tidak ada misi yang harus kita jalankan, nikmati waktu luang yang jarang terjadi ini." ujar Xiao mengizinkan Jeda pergi melakukan apapun yang dia inginkan.
"Terimakasih." Jeda berterimakasih dan pergi dari ruang utama markas.
"Akhirnya aku bisa melanjutkan proyek yang om Derrick berikan." suara Jeda berucap terdengar sayup-sayup ditelinga.
"Kakak, panggil aku kakak, dasar bodoh!" protes Derrick tidak terima dipanggil om oleh Jeda.
"Proyek apa yang kamu berikan kepada adik Jeda?" tanya Resi kepada Derrick, dia terlihat penasaran dengan proyek tersebut.
"Tidak ada, hanya sebuah proyek merakit besi." ucap Derrick santai.
"Merakit besi?" Resi bertanya-tanya dengan memiringkan kepala ke kiri menatap Derrick yang terlihat acuh.
Resi akhirnya pergi untuk belajar pengobatan di kamarnya karena Derrick dan Xiao mengobrol, sementara dirinya disingkirkan dari obrolan itu atau tidak ada kesempatan untuk nimbrung dalam obrolan.
"Kamu mau kemana?" tanya Xiao.
"Belajar pengobatan dan meracik ramuan obat, bersama kalian hanya membuatku bosan." jawab Resi kasar tanpa menoleh sama sekali.
Xiao dan Derrick melanjutkan obrolan mereka, sementara Raki terus menonton TV dan sesekali tertawa karena acara TV yang memang acara komedian.
Tiba-tiba lampu penerangan mati dan membuat ruang utama markas menjadi gelap, namun itu nyatanya tidak memengaruhi Raki yang masih menonton.
"Mati lampu? apakah mananya habis?" Xiao bertanya-tanya, lalu mengalirkan mana ke delapan lampu penerangan yang padam tersebut.
Dalam sekejap rungan itu kembali terang karena baru diisi mana, "Dengan ini lampu ini tidak akan padam selama setahun penuh." ujar Xiao santai setelah menggunakan hampir 40% mana miliknya.
"Bwah!!!" Hera mengagetkan semua orang dalam ruangan itu, sampai-sampai Xiao tersedak asap rokoknya, Raki tak sengaja membelah TV yang dia tonton dengan pedang, sementara Derrick terjungkal kebelakang karena posisinya saat itu memang rebahan di punggung kursi dan kursinya sedikit terangkat kebelakang.
"Haha, kalian terkejut, haha." Hera tertawa sambil memegang perutnya, sementara tiga orang itu menatap tajam.
__ADS_1
"Siapa kamu?" tanya tiga orang itu secara bersamaan, bahkan Derrick juga ikut bertanya karena lupa sesaat.
"Hera?" Derrick akhirnya sadar siapa orang yang mengagetkan mereka, membuat Xiao dan Raki berbalik menatapnya meminta penjelasan siapa Hera.