Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Chapter 27


__ADS_3

Bang!


Bang!


Slash!


Derrick dan Raki terlibat pertarungan yang sangat sengit untuk kesekian kalinya melawan Xiao yang merupakan guru mereka sendiri.


Tempat pertarungan terjadi sudah terlihat berantakan akibat efek pertarungan tiga orang tersebut yang sangat brutal.


"Bagus, setidaknya kalian lebih baik dari sebelumnya, dan lebih bijaksana dalam menyerang maupun bertahan." Puji Xiao dengan tersenyum ramah kepada dua muridnya tersebut setelah selesai berlatih tanding.


Derrick dengan susah payah duduk bersila dan mengucapkan terimakasih atas pujian gurunya itu, lalu meminum pil penyembuh luka yang selalu dia beli di toko sistem, Derrick tidak lupa juga memberi Raki pil yang sama.


"Terimakasih," Raki berterimakasih sembari menelan pil itu, lalu bersila dan menfokuskan diri untuk memulihkan tubuh dan energi tenaga dalamnya.


"Aku selalu penasaran darimana anak laknat ini mendapatkan pil Iodine, selain itu bukankah aku terlihat sedikit terluka karena mereka?" Batin Xiao yang penasaran darimana Derrick mendapatkan pil penyembuh luka tersebut, selain itu dia terlihat kesal karena hanya Raki yang diberikan pil Iodine sementara dia tidak pernah diberikan sama sekali.


Bush! Bush! Bush!


Terjadi ledakan teredam dari tubuh Raki yang menandakan tenaga dalam Raki naik level satu tingkat, Raki yang duduk bersila itu terlihat senang karena naik tingkat.


"Akhirnya tenaga dalamku level 50 sama denganmu Derrick." Ucap Raki senang sembari menampakkan senyum sombong kepada Derrick yang masih mentok di level 50 selama tiga bulan lamanya.


"Jika aku mau, aku sudah jauh meninggalkan mu, hanya saja aku tidak enak dengan perasaanmu jika levelmu tertinggal jauh dariku, jadi jangan sombong, haha." Ujar Derrick dengan santai.


"Haha, terus saja membual." Raki tertawa mengejek.


Tentu saja Raki tahu kendala yang Derrick alami untuk menerobos ke level 51 adalah kesulitan mendapatkan binatang ajaib yang beratribut angin, sampai-sampai Derrick nekat menyerap inti monster raja hutan (Harimau yang Derrick segel di kotak empat penjuru elemen) yang memiliki tiga atribut, yaitu Air, tanah, dan Kayu.


"Seandainya guru Xiao mengizinkanku menyerap inti raja hutan, kamu tidak akan bisa tertawa seperti ini." Kata Derrick dengan kesal.


Xiao yang beristirahat di salah satu batang pohon yang terpotong hanya tersenyum kecil melihat perdebatan dua muridnya itu, di kejauhan terlihat seseorang murid sekte mendekati mereka dengan membawa sebuah gulungan.


"Terimakasih." Xiao berterimakasih.


Xiao mengangguk-angguk kepala membaca misi yang dikirim oleh ketua sekte kepadanya itu, lalu tersenyum kecil dan memanggil Derrick dan Raki.


"Ada apa guru?" Tanya Derrick ketika sampai dihadapan Xiao.


"Kalian berdua selesaikan misi ini." Ucap Xiao acuh melempar gulungan misi yang langsung ditangkap oleh Raki.


"Ini," Raki terkejut Xiao memberi mereka misi untuk menaklukkan monster banteng yang berumur 100 ribu tahun.

__ADS_1


Hal itu wajar karena gurunya itu selalu memberikan misi kepada senior mereka jika mendapatkan misi baru dari Sekte, sementara mereka berdua (Derrick dan Raki) hanya diberikan misi kalau tidak mencuci pakaian semua anggota skuad Kegelapan, mereka disuruh masak, atau membeli persediaan bahan makanan untuk skuad Kegelapan setiap bulannya.


"Kenapa? kalian tidak sanggup?" Tanya Xiao sambil menatap dua muridnya, dimana Raki terlihat terkejut, sementara Derrick terlihat senang dengan mata berbinar seperti menemukan harta Karun.


"Sanggup, tentu saja kami sanggup guru, kami akan menyelesaikan misi ini secepat yang kami bisa." Balas Derrick cepat sambil merampas gulungan misi tersebut.


"Huh, banteng itu belum tentu beratribut angin, tapi kenapa kamu seperti orang kesetanan yang maruk inti monster." Xiao menghela nafas, dia menduga Derrick terlalu bersemangat karena berharap banteng itu beratribut angin.


"Itu.., tidak tahu jika belum dicoba, benarkan temanku?" Balas Derrick merangkul Raki yang mengangguk setuju.


"Baiklah kalau begitu kuserahkan kepada kalian berdua." Ujar Xiao dengan senyum bangga.


"Oh iya, jangan menodai skuad Kegelapan karena kegagalan kalian, intinya misi selesai atau kalian mati, jangan sampai aku yang harus membunuh kalian karena mempermalukan skuad Kegelapan."


"Mengerti?" Xiao berujar memperingati dan mengeluarkan auranya.


Derrick dan Raki berkeringat dingin mendengar ancaman dari gurunya tersebut, pasalnya setiap kata Xiao menggunakan tenaga dalamnya untuk mengintimidasi Derrick dan Raki.


"B-baik guru." Balas Derrick dan Raki bersamaan.


Ok, lanjut.


Derrick yang memakai setelan pakaian yang di dominasi warna putih, dengan keris di pinggang berjalan menuju gerbang sekte dengan ditatap puluhan murid baru yang terkesima dengan ketampanan dan kegagahan Derrick.


Raki yang berada disamping Derrick terlihat seperti seorang pengawal saja, hal itu terjadi karena Raki memakai setelan yang di dominasi warna hitam, dua pedang di pinggang kiri, lalu sebuah syal berwarna merah dilehernya.


"Untuk apa menyapa mereka? itu adalah perbuatan yang sia-sia." Balas Derrick acuh sembari terus menuju gerbang.


Lalu tiba-tiba seorang gadis muda muncul di depannya, tentu tabrakan tidak dapat dihindari sampai-sampai gadis muda itu terdorong beberapa langkah dan jatuh.


"Adududu, sakit sekali." Keluh gadis itu berusaha berdiri dan hendak marah kepada orang yang menabraknya.


"Kamu punya ma.., Derrick?" gadis itu ternyata Eira murid pribadi Dewa pedang yang memang mengenal Derrick.


"Eira, kenapa kamu menghalangi jalanku." Tanya Derrick dengan suara pelan, faktanya Derrick juga terkejut bahwa wanita yang menyerupai penyihir itu adalah Eira, gadis lugu dan kasar yang dia selamatkan setahun lalu.


"Apa katamu? jelas-jelas kamu yang menghalangi jalanku." Protes Eira tidak terima dengan pernyataan Derrick.


"Gadis cantik jelas-jelas kamu yang menghalangi jalan kami, cantik-cantik tapi blo'on." Ujar Raki tidak senang.


"Kalian..," Eira tak bisa berkata-kata, karena memang benar dia yang salah karena tidak memperhatikan jalan dan sibuk membaca buku sihirnya.


Eira yang mengenakan gaun berwarna putih kekuningan, topi penyihir yang berwarna ungu dengan motif bintang-bintang kecil, rambut hijau panjang sebahu, pupil mata yang berwarna hijau, dan membawa sebuah buku tebal berwarna ungu dengan sampul bergambar bintang layaknya buku penyihir itu langsung pergi dengan perasaan kesal dan marah.

__ADS_1


"Dasar wanita." Dengus Raki.


"Jika sifatmu seperti ini terus, kamu akan kesulitan mendapatkan jodoh." Kata Derrick dengan senyum kecil.


Lao Aidan yang baru muncul di pintu gerbang setelah menyelesaikan misi melewati Derrick begitu saja seperti tidak pernah mengenal Derrick sama sekali.


"Siapa dia, kenapa keberadaannya sangat mengintimidasi?" Tanya Raki dalam hati sambil menoleh melihat Lao Aidan yang sedang menuju suatu tempat.


"Kakak..," panggil Derrick setelah menggertakan giginya mempersiapkan mental.


Lao Aidan berhenti tanpa menoleh ketika Derrick memanggilnya.


"Kakak aku,"


"Apa kabarmu Faisal? apakah kamu baik-baik saja?" Sela Lao Aidan dengan suara pelan yang tidak bernada, hal itu membuat orang-orang tidak tahu Lao Aidan sedang marah, sedih, atau senang saat ini.


"Aku baik kak, aku.., aku ingin minta ma..,"


"Baguslah."


"Aku sudah memaafkanmu sejak lama meskipun itu sangat berat." Sela Lao Aidan kembali dan tidak memberikan kesempatan untuk Derrick berbicara, lalu Lao Aidan melanjutkan langkahnya.


"Kakak.., maaf karena aku membunuh Lao Lawanto, aku sangat menyesalinya." Gumam Derrick dalam hati menatap punggung Lao Aidan yang semakin menjauh.


Plak!


"Kamu tidak pernah bilang memiliki kakak sehebat dia." Ucap Raki menepuk bahu Derrick, dia terlihat benar-benar tertekan dengan keberadaan Lao Aidan yang mengintimidasi.


"Ayo..," Ajak Derrick melanjutkan perjalanan keluar sekte.


Setelah Derrick menyerahkan beberapa dokumen yang diperlukan seperti kartun tanda pengenal, kepentingan kenapa keluar sekte, dan gulungan misi kepada penjaga gerbang, mereka baru diizinkan keluar sekte.


Derrick menggigit jarinya hingga berdarah, lalu mengibas kesamping hingga darah itu berceceran, "Sihir pemanggil." Teriak Derrick menggunakan sihir pemanggilan.


Bush!!!


Dy muncul tepat dihadapannya dengan meraung keras, Derrick langsung melompat menaiki Dy, "Naik!" ajak Derrick sembari meminum pil Iodine untuk menyembuhkan luka gigitannya yang terasa perih.


Raki yang terbengong dan tercengang bahwa Derrick memiliki peliharaan seekor naga langsung sadar ketika diajak naik, "Baik, terimakasih." Ujar Raki berterimakasih sembari menaiki naga jenis Wester tersebut.


Segera mereka terbang meninggalkan sekte menuju sebuah desa yang bernama desa Puan bagian dari wilayah sekte Naga langit, sebuah desa yang berada di kaki gunung paling ujung dan terpinggirkan, dimana banteng itu berada dan mengamuk menyusahkan warga desa.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2