Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Derrick dan Suanyi


__ADS_3

Jenderal Werbel meraung sakit ketika mendapat serangan tiga orang yang bergelar dewa tersebut, dia diambang kematian karena tiga orang itu berniat memotong jantungnya sekaligus tubuhnya.


"Kalian licik, kalian manusia sangat licik, menyerangku saat lengah, kalian sungguh mempermalukan jiwa kesatria." Umpat jenderal Werbel sambil terus menahan agar senjata tiga dewa itu tidak memotongnya.


Jenderal Werbel bahkan memaksakan regenerasi untuk memulihkan jantungnya dan berpikir untuk menyerang balik, namun sayang dua tangannya harus digunakan untuk menahan tusukan tombak dan tebasan pedang dewa cahaya dan dewa ashura.


"Dia sangat kuat, jangan sampai dia meregenerasi tubuhnya." Teriak dewa cahaya dan mengabaikan Sanaka yang jatuh dan mati karena kehilangan jantung akibat kekuatan jenderal Werbel.


"Percuma saja, tindakan yang sia-sia, karena pada akhirnya kamu akan mati iblis!" Ucap Dewa laut ketika melihat tombaknya ingin dibekukan oleh jenderal Werbel, namun gagal karena Dewa laut tidaklah lemah dan tidak akan membiarkan tombaknya hancur begitu saja oleh kekuatan iblis es tersebut.


"Tidak ada licik ataupun adil dalam perang, hasilnya yang dibutuhkan bukan sikap kesatria seorang prajurit." Balas dewa ashura dan memperkuat tebasannya, begitu juga dewa laut dan cahaya yang juga memperkuat serangannya.


"Apa yang kalian lakukan, tolong aku!" Teriak jenderal Werbel kepada para iblis yang hanya menonton.


Hasilnya para iblis langsung berlari membantu, namun pasukan manusia tidak akan membiarkan itu terjadi dan pertempuran jilid kedua pecah.


"Matilah! Iblis!" Teriak 3 dewa itu dan memotong tubuh iblis itu menjadi dua setelah bersusah payah.


"Kurang ajar! Yang mulia kaisar akan membunuh kalian semua, manusia!!!" Teriak Jenderal Werbel sebelum mati.


"Hush, hush, hush, akhirnya selesai juga." Dewa cahaya terengah-engah.


"Kalian berdua bereskan para iblis itu, aku akan membawa jasad iblis ini untuk dijadikan senjata oleh para pembuat senjata ajaib." Ucap dewa cahaya, lalu pergi membawa jasad jenderal Werbel.


"Pria yang malang." Ucap dewa laut ketika melihat jasad Sanaka yang terbunuh dengan jantung yang menghilang menjadi pecahan es.


Dua dewa itu lalu join dalam perang dan membantai ribuan iblis yang langsung mundur dengan panik ketika melihat jenderal mereka terbunuh.


"Bantai mereka semua dan jangan beri ampun para iblis laknat ini!" Teriak dewa ashura yang mengamuk dan membantai ratusan iblis dalam sekali serangan, bahkan para iblis itu tidak pernah berpikir untuk menyatukan kekuatan karena jumlah mereka lebih sedikit dari jumlah manusia.


Pada akhirnya perang itu berakhir dengan kematian Jenderal iblis Werbel yang begitu sombong dan membunuh semua pasukannya sendiri, menariknya dia sebenarnya dapat dikalahkan oleh Sanaka.


Namun karena Sanaka memiliki sedikit kesombongan dalam hatinya, itu membuat Sanaka harus mati terbunuh karena jantungnya yang membeku pecah dan menghilang oleh kekuatan jenderal Werbel yang seharusnya dapat dia kalahkan dengan mudah, sampai-sampai nyawanya ikut hilang karena jantungnya hilang oleh kekuatan jenderal Werbel yang sangat mengerikan.


##

__ADS_1


Enam bulan berlalu.


Ketika kaisar iblis kembali ke benua Naga Hitam, dia dikejutkan oleh keberhasilan pasukan aliansi perbatasan barat yang mampu merebut wilayah tiga kerajaan yang sudah dia taklukkan sebelumnya, bahkan membebaskan jutaan manusia yang dijadikan ternak olehnya.


"Apa yang terjadi? Baru saja ditinggal kalian semua sudah dikalahkan oleh manusia? Memalukan!" Ujar kaisar iblis dengan berapi-api dan marah besar kepada para jenderalnya yang tersisa.


"Paman Han! Paman Han!" Teriaknya memanggil pria tua yang menjadi penasehatnya yang ternyata dipanggil paman Han olehnya.


"Yang mulia!" Salah satu jenderal membuka suara memberi hormat.


"Penasehat terluka parah ketika mencoba menahan pasukan manusia ketika ingin merebut kerajaan Dermaka dari kita." Ujarnya memberitahu keadaan sang penasehat tua yang dipanggil paman Han tersebut.


"Apa!" Kaisar iblis langsung terkejut.


"Lalu dimana Werbel? Apakah dia terlalu lemah melawan seorang pria tua?" Tanya kaisar iblis itu merujuk dewa pedang yang agung, pasalnya dia mengira dewa pedang yang agung masih memimpin pasukan manusia.


"Ampuni hamba yang mulia, jenderal besar Werbel terbunuh oleh tiga manusia yang dipanggil dewa laut, dewa cahaya, dan dewa ashura oleh manusia." Ujar jenderal iblis itu kembali, kaisar iblis langsung menunjukkan wajah suram, lalu mencengkram wajah jenderal iblis tersebut.


"Ampuni hamba yang mulia, ampuni hamba," Dengan suara tengkorak yang hancur sang jenderal iblis itu mati seketika oleh kaisar iblis yang sangat marah.


##


Mari kita lihat Derrick yang kini berada di sebuah desa yang terletak di kerajaan Xenium, tepatnya di sebuah desa terpencil dan terabaikan yang bernama desa Pedang kegelapan.


Derrick dapat sampai ke desa ini berkat Suanyi yang membawanya ke desa tersebut, karena Suanyi sendiri mengasingkan dirinya dari dunia pembunuh bayaran dan desa itu menjadi tempat yang menurutnya paling sempurna untuk sembunyi dari dunia pembunuh bayaran atau dunia para pendekar.


Kerajaan Xenium sendiri adalah salah satu aliansi perbatasan barat yang dipimpin kerajaan Galing dalam melawan invasi kaisar iblis yang mampu menguasai setengah benua Naga Hitam.


Jika dilihat dari jalurnya sebenarnya benua Naga Hitam dan benua Eghed sangat dekat jika melalui jalur sisi barat benua Naga Hitam, namun sangat jauh jika melewati jalur sisi timur benua Naga Hitam karena harus melewati 2 benua lainnya, yaitu benua Api dan benua Air.


"Ayah! Ayah! Ayah aku mendapatkan ayam hutan." Teriak Derrick kecil yang sudah tahu Derrick adalah ayahnya, begitu juga Derrick meskipun butuh waktu baginya mencerna informasi bahwa dia memiliki anak dengan seorang pembunuh bayaran.


"Oh, anak ayah memang pintar, sana berikan kepada ibumu biar bisa dimasak." Respon Derrick sambil mengusap kepala sang anak, senyum bahagia dia tunjukkan.


"Baik ayah." Jawab Derrick kecil senang dan berlari ke dapur untuk meminta sang ibu memasak ayam hutan yang dia dapatkan.

__ADS_1


Faktanya desa ini masih memiliki hewan murni yang tidak berevolusi menjadi monster atau binatang ajaib, namun ada sebuah hutan besar yang diberi nama hutan para monster, disana hidup ribuan binatang ajaib yang menjadi tempat paling menakutkan bagi warga desa yang berada disekitar hutan termasuk desa pedang kegelapan tempat Derrick berada sekarang.


"Ayah ayo kita latihan pedang." Ajak Derrick kecil kepada Derrick setelah selesai meminta sang ibu untuk memasak ayam hutan.


"Anakku, hari ini kita tidak akan berlatih pedang, tapi hari ini ayah ingin kamu berlatih menguasai senjata ajaib tulang kaki kanan dan kirimu." Ujar Derrick kepada sang anak.


"Yah, aku hanya ingin berlatih pedang, aku tidak ingin berlatih yang lainnya." Derrick kecil ngambek.


"Derrick, benar apa kata ayahmu, kamu harus segera menguasai senjata tulang kaki kiri dan kanan mu itu, jangan nakal dan ikut kata ayah." Suanyi tiba-tiba keluar dan menasehati sang anak, dia melempar senyum tulus kepada Derrick.


"Aku tidak mau, aku tidak mau, aku hanya ingin berlatih pedang." Derrick kecil menolak berlatih senjata tulang kakinya.


"Derrick, jangan nakal atau ayah akan pergi lagi." Ancam Suanyi dengan melotot, namun Derrick kecil tetap menolak dan pergi keluar rumah dengan menangis.


"Derrick...," Suanyi merasa sedih.


"Apakah aku terlalu berlebihan?" Tanya Suanyi pelan melihat Derrick kecil yang berlari kehutan sambil menangis.


"Haha, tenang saja dia pasti akan mengerti, aku akan membujuknya lagi." Ujar Derrick tertawa, Suanyi cemberut.


"Kamu terlalu memanjakan dirinya." Dengus Suanyi.


Derrick hanya tertawa dan mengajak Suanyi ke kamar dengan menggendongnya, nafsu birahi mereka langsung memberontak.


"Aku lagi masak." Ucap Suanyi malu-malu dengan wajah merona.


"Tak apa, ini tidak lama." Ucap Derrick dengan mencium leher Suanyi.


"Tapi Derrick kecil...," Suanyi ingin mengatakan ada Derrick kecil, namun Derrick besar sudah meraba-raba bagian tubuhnya dan membuat Suanyi semakin birahi.


"Ah.., nackal." Suanyi mendesah ketika Derrick mulai meraba bagian sensitifnya.


"Haha, sepertinya aku akan memiliki anak lagi, kuharap itu seorang putri." Ujar Derrick tertawa.


Pada akhirnya mereka menikmati hubungan intim yang mereka lakukan, hingga tanpa sadar Derrick cr0t di dalam dan membuat rahim Suanyi hangat tersiram benih Derrick yang sangat berkualitas.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2