Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Chapter 23


__ADS_3

Ujian mendaki gunung Langit itu akhirnya berakhir setelah matahari terbenam dan bersembunyi di balik laut, tercatat sebanyak 30 murid yang berhasil, 123 sekarat, 12 meninggal dunia, dan 304 orang lainnya dipastikan gagal karena kehabisan waktu.


Setelah hari mulai semakin gelap terlihat seseorang pria yang datang dari langit dan menghancurkan batu besar yang menjadi tempat pijakannya, orang itu membawa sabit besar di belakangnya.


"Dia... d-dia master Geri pemimpin skuad rajawali, pasukan terkuat milik sekte Naga langit." Teriak seorang peserta terkejut dengan kedatangan orang tersebut.


Boom!


Sebuah pohon besar di samping kiri murid yang lolos meledak akibat diserang oleh sihir api yang berbentuk bola api, semua murid melihat ke arah penyerang dan mereka dapat melihat seorang perempuan yang memakai topi penyihir datang dengan api ditangan.


"Heh," Dengus perempuan itu sambil jalan santai dengan tatapan kagum semua peserta karena wajahnya yang cantik.


"Dia penyihir cantik, pemimpin skuad Daun api." Seseorang berteriak memberitahu siapa yang datang.


Berturut-turut kemudian satu persatu pemimpin skuad pasukan milik sekte Naga langit datang dengan cara uniknya sendiri-sendiri, kini hanya pemimpin skuad Kegelapan yang belum menampakkan batang hidungnya untuk menyambut 30 murid baru sekte.


"Dari tujuh skuad pasukan yang ada, hanya pemimpin skuad Kegelapan yang belum datang, kah?" Derrick bertanya-tanya dimana pemimpin skuad Kegelapan yang sejak awal tidak muncul, bahkan dia juga tidak muncul ketika Eira menciptakan sensasi dengan bakatnya.


"Tentu saja dia tidak akan datang, karena kakak Xiao adalah seorang pemalas yang kerjaannya hanya mabuk-mabukan setiap harinya." Ujar Raki dengan santai seakan mengenal betul siapa pemimpin skuad Kegelapan tersebut.


"Apa? ada hubungan apa kamu dengan pemimpin skuad Kegelapan itu?" Derrick terkejut, Raki tertawa kecil sambil merangkul Derrick.


"Dia kakakku, tentu saja aku tahu semua hal tentangnya, hehe." Raki memberitahu bahwa dia adalah adik Xiao sang pemimpin skuad Kegelapan.


Pernyataan Raki itu membuat kehebohan diantara murid baru, dalam sekejap Raki menjadi pusat perhatian semua murid baru, hal itu wajar karena pasalnya Xiao sang pemimpin skuad Kegelapan adalah orang yang digadang-gadang hampir setara dengan dewa pedang dalam hal kekuatan, dia juga adalah pemimpin skuad pasukan termuda sepanjang sejarah sekte.


Dimana Xiao menjadi pemimpin sekaligus pendiri skuad Kegelapan saat dia masih berumur 15 tahun, statusnya sangat istimewa karena dia menjadi murid termuda sepanjang sejarah sekte, karena dia berhasil lolos ujian dan menjadi murid sekte Naga Langit saat umurnya kurang-lebih 13 tahun, terlebih faktanya anak yang berumur dibawah 20 tahun tidak berani mengambil resiko mengikuti seleksi menjadi murid sekte Naga langit, hanya Xiao yang berani mengambil resiko tersebut bahkan umurnya belum genap 13 tahun saat itu.


Ok, anjut.


"Oi, Oi, Oi, orang bodoh mana yang bergosip buruk tentangku?" Ujar seorang pria dengan tatapan tajam memecah kerumunan murid baru yang mengelilingi Raki, ditangannya terlihat sebotol bir yang tinggal setengah.

__ADS_1


Pria itu tidak lain adalah Xiao sang murid paling jenius sepanjang sejarah Sekte Naga langit, semua orang segera menyingkir untuk memberinya jalan agar bertemu dengan Raki yang mengaku adiknya.


"Hehe, kakak apa kabarmu?" Tanya Raki dengan tertawa canggung sambil menggaruk kepalanya.


"Siapa kamu? kenapa memanggilku kakak?" Respon Xiao diluar dugaan semua orang, mereka merasa aneh dengan kejadian tersebut.


"Master Xiao, apakah kamu lupa dia adikmu?" Tanya Derrick langsung pada intinya, Xiao menunjukkan ekspresi bingung mendengar ucapan Derrick tersebut.


"Adik? Seingatku, aku tidak memiliki adik?" Xiao mengingat-ingat sesuatu, dia terlihat seperti orang yang benar-benar tidak tahu sesuatu.


Semua murid baru termasuk Derrick menatap tajam Raki yang hanya tertawa canggung sambil mengulas senyum kecut, melihat itu semua orang sadar bahwa Raki berbohong mengenai statusnya dengan Xiao.


"Xiao apa yang kamu lakukan ditengah-tengah murid baru, kesini dan tunjukkan wibawamu sebagai bagian dari kami." ujar Elena pimpinan skuad Daun api dengan marah dan kesal kepada Xiao.


Xiao hanya tersenyum kecil, lalu menghilang dalam sekejap dan sudah duduk di salah satu batang pohon yang tergeletak roboh efek dari kedatangan enam pemimpin skuad dengan cara menghancurkan demi terlihat heboh dan keren.


"Pohon yang malang, sudah dihancurkan oleh orang gila, kini harus menjadi tempat tidurku." Ujar Xiao santai sambil berbaring di batang pohon tersebut dengan tangan menopang pipi, lalu mulai memejamkan mata.


"Kau," Seorang wanita cantik dengan setelan baju yang di dominasi warna putih terlihat tersindir dan kesal akibat ucapan Xiao tersebut, wanita itu bernama Anita pemimpin skuad Kelinci Utara.


Semua orang langsung memperhatikan dan mendengar arahan dari master Geri tersebut, dimana master Geri mengatakan bahwa mereka (murid baru) akan memiliki dua nasib, yaitu menjadi murid luar sekte atau terpilih menjadi murid dalam sekte (tergabung di salah satu dari 7 skuad yang ada, jika beruntung menjadi murid pribadi pemimpin skuad tersebut).


"Kamu segera pilih murid yang kamu inginkan untuk bergabung dalam skuadmu, tentunya jika dia mau bergabung dengan skuad milikmu itu." Master Gery menunjuk Xiao yang menguap.


"Hoaaam, tidak ada satupun dari mereka yang menarik perhatianku, karena mereka semua terlihat sangat lemah." Ucap Xiao menggaruk perutnya dengan tatapan mata sayu karena mengantuk.


Para murid baru terkejut mendengarnya, namun mereka tidak bisa apa-apa selain menerima ucapan Xiao tersebut, namun tidak bagi Derrick yang tertarik dengan Xiao dan berniat menantangnya.


"Benarkah?" Tanya Derrick dan Raki hampir bersamaan.


Sontak tindakan dua orang itu menarik perhatian semua orang, termasuk perhatian Xiao yang memejamkan mata berusaha untuk tidur. Xiao menunjukkan senyum kecil, sebuah senyum yang terlihat seperti sebuah seringai jahat.

__ADS_1


"Hee, apakah kalian tidak menerimanya?" Tanya Xiao dengan mengeluarkan auranya yang berwarna hitam pekat.


Semua orang dibuat tertekan dengan aura Xiao tersebut, bahkan ada beberapa murid baru yang jatuh pingsan akibat begitu kuat dan mengerikannya aura yang dimiliki Xiao sang pemimpin skuad Kegelapan, bahkan 6 pemimpin skuad lainnya terlihat kesusahan menahan aura tersebut.


"Jika kalian tidak setuju, kalian bisa menantang ku dan buktikan bahwa pernyataan ku sebuah kesalahan." Ucap Xiao dengan acuh, namun sebuah belati hampir mengenai pipinya.


Belati itu dilempar oleh Raki, sontak saja semua orang dibuat berkeringat dingin melihat tindakan nekad Raki yang berani melempar master Xiao dengan sebuah belati.


"Hee," Xiao menatap tajam Raki yang menampakkan senyum tipis seakan meremehkannya.


Sling!


Sebuah tebasan energi yang berwarna hitam pekat dari jari tangan Xiao meluncur kearah Raki yang langsung menyambutnya dengan sebilah pedang, lalu membuang tebasan itu ke samping.


Slash! Krooo, buk!


Sebanyak lima pohon yang terkena buangan tebasan energi itu terpotong dan langsung roboh, terlihat bekas potongan yang begitu rapi.


"Menarik, hiya!" Raki berlari sambil melancarkan tebasan kepada Xiao yang terbaring di batang pohon.


Xiao menghilang ketika tebasan Raki hampir mengenainya, hasilnya Raki malah menebas dan memotong dua batang pohon yang menjadi tempat berbaring Xiao sebelumnya.


"Yaampun, Yaampun, kamu merusak tempat tidurku." Xiao menusuk telinganya dengan jari kelingking, lalu meniupnya seakan mencoba membersihkan kotoran telinga di jari kelingkingnya tersebut.


Sling! Sling!


Dua tebasan energi menyilang dari Raki memotong dahan pohon tempat Xiao jongkok sebelumnya, dilihat dari warna tebasan energi itu sepertinya Raki memiliki elemen identik yang sama dengan Xiao.


"Kamu sepertinya memiliki elemen identik kegelapan sama sepertiku, benar bukan?" Tanya Xiao yang sudah ada dibelakang Raki sambil menodong lehernya.


"Jangan melupakanku!" Derrick melancarkan tebasan energi dengan kerisnya, Xiao menahan serangan itu dengan jari telunjuknya, sementara Raki yang terbebas segera mendekati Derrick.

__ADS_1


"Menarik, dua lawan satu." Ucap Xiao dengan senyum psikopat.


Bersambung.


__ADS_2