Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Benua Eghed 22


__ADS_3

"Kamu kenal dia?" Melirik. Xiao bertanya kepada Derrick.


"Iya, dia adalah wanita yang membantuku tempo hari di hutan ketika jatuh pingsan karena melawan salah satu anggota VAR." jawab Derrick mengkonfirmasi.


"Tidak!"


"Yang benar adalah aku menolongmu yang hampir mati di hutan binatang sihir." ucap Hera membenarkan pernyataan Derrick tersebut.


Hera duduk di kursi, lalu memberikan surat yang berstempel kerajaan kepada Xiao yang langsung membacanya, Raki dan Derrick juga ikut membaca isi surat tersebut karena penasaran surat apa yang dibawa Hera tersebut.


"Sekarang aku anggota pasukan kegelapan, salam kenal semuanya, haha." ujar Hera sambil memakan makanan ringan yang dia bawa sebelumnya.


"Jadi begitu, selamat datang dalam pasukanku." ujar Xiao menerima Hera, meskipun Derrick dan Raki tidak menyetujui status Hera sebagai anggota pasukan kesatria sihir kegelapan.


Dua puluh hari berlalu dengan cepat dan membosankan, tidak ada misi baru untuk dijalankan, semua anggota pasukan kegelapan disibukkan dengan kesibukan mereka masing-masing, ada yang mengurung diri di dalam kamar, meneliti, membuat senjata, jalan-jalan, atau membuat keonaran dalam markas.


"Arya?" Derrick yang sibuk berlatih terheran dengan kedatangan Arya yang penuh perban di sekujur tubuhnya.


"Arya akhirnya kamu pulang, ada apa dengan penampilanmu, apakah kamu lagi cosplay jadi mumi?" (Menghampiri) tanya Derrick ketika sampai di hadapan Arya.


"Bukankah sudah jelas dia terluka dan diperban?" tanya Hera tak habis pikir dengan Derrick yang mengatakan bahwa Arya sedang cosplay menjadi mumi.


Di rumah sakit.


Xiao dan semua anggota pasukan kegelapan datang menjenguk Varg yang dikabarkan dalam keadaan kritis akibat misi yang dia jalankan, bahkan menurut informasi semua prajurit perbatasan utara terbunuh kecuali 3 orang kesatria sihir termasuk Varg dan Arya yang berhasil selamat melarikan diri.


Pasukan kerajaan Samla yang dipimpin salah satu dari 4 jenderal besar menjadi dalang serangan di perbatasan utara, mereka bahkan berhasil menguasai perbatasan utara.


"Bukankah kalian menjalani misi mengawal suplai makanan ke perbatasan dari perampokan bandit? kenapa menjadi seperti ini?" tanya Xiao yang cukup geram dan marah melihat kondisi Varg yang sangat tragis, kedua tangannya putus, satu matanya hilang, dan juga nafasnya hampir tak ada.


"Aku akan membunuh mereka...," Derrick yang marah pergi setelah berujar, namun Resi menghalangi.


"Minggir." pinta Derrick kepada Resi yang menghalangi, namun Resi menolak minggir dengan cara menggelengkan kepalanya dengan kedua tangan merentang menghalangi pintu keluar.


"Kubilang minggir!" teriak Derrick dengan marah.


"Tenangkan dirimu, mereka adalah pasukan kerajaan tetangga, sekuat apapun dirimu tidak akan pernah menang melawan sebuah pasukan yang dipimpin seorang jenderal." ucap Resi memberanikan diri.


"Aku tidak peduli, menyingkir dari jalanku." Derrick mendorong Resi hingga terjatuh, namun Xiao memukul Derrick hingga terhempas.


"Jernihkan dirimu terlebih dulu, barulah berbicara tentang membalas dendam." ucap Xiao dengan tatapan tajam dan mengintimidasi, Derrick hanya bisa diam tertunduk.


Semua orang yang melihat mereka karena tertarik dengan keributan yang ditimbulkan oleh Derrick langsung membuang muka dan bertindak seperti tidak ada apa-apa ketika dilirik Xiao yang marah.


Rapat tertutup.

__ADS_1


Raja, jenderal besar, kaisar sihir, dan semua komandan kesatria sihir kecuali Xiao dan Bioa Christine melakukan rapat tertutup ketika mendengar kabar tentang penyerangan pasukan kerajaan Samla yang dipimpin seorang jenderal terhadap perbatasan utara.


"Biarkan saja pangeran kedua tidak datang, mari kita mulai rapatnya." ucap raja membuka pembicaraan setelah menunggu kedatangan Xiao hampir setengah jam, namun belum kunjung datang menghadiri rapat.


"Selama bertahun-tahun kita tidak pernah terlibat konflik dengan kerajaan tetangga, tapi sekarang kerajaan Samla salah satu dari 7 kerajaan tetangga tiba-tiba melakukan penyerangan terhadap perbatasan utara." ujar jenderal besar membuka pembahasan rapat kali ini.


"Bagaimana pendapat kalian?" tanyanya kepada kaisar sihir dan 5 komandan sihir yang hadir dengan senyum menyeringai di bibirnya.


"Ini jelas pernyataan perang kepada kita." pendapat Semat Pitak komandan pasukan Hantu tanah.


"Itu belum dipastikan, mungkin saja mereka tidak mewakili kerajaan Samla." pendapat Cengkeh sang komandan baru pasukan kesatria sihir Opoi Mileak dengan nada unik dan terkesan sombong.


"Maksudku, mungkin mereka para pemberontak kerajaan Samla yang berusaha mengadu domba kita." tambahnya kemudian.


Semua orang saling pandang satu sama lain menanggapi pendapat tersebut yang dinilai cukup masuk akal.


"Mereka jelas-jelas melakukan serangan kepada kita atas perintah raja Samla, terlebih hubungan kita dengan mereka kurang baik belakangan ini." ujar jenderal besar menanggapi.


"Jenderal...,"


Perdebatan demi perdebatan terjadi antara mereka, ada yang berpendapat kerajaan Samla mengobarkan peperangan dengan mereka, ada juga yang berpendapat itu adalah adu domba.


"Yang mulia berikan keputusanmu dalam menanggapi hal ini." pinta kaisar sihir kepada raja dan menghentikan perdebatan yang masih berlanjut.


"Sedari awal kamu hanya diam, sekarang kamu meminta keputusan yang mulia, benar-benar tidak memiliki sopan santun kepada yang mulia raja." ucap jenderal besar tidak senang kepada kaisar sihir.


"Apa katamu?" jenderal mengeluarkan auranya, kaisar sihir juga melakukan hal yang sama.


"Sudah cukup!" teriak raja menghentikan dua orang tersebut.


"Kamu kirimkan pasukan dan kepung perbatasan utara, dan kamu kirim perwakilan kepada raja Samla dan mempertanyakan apa maksudnya dengan menyerbu perbatasan utara." ujar raja memerintahkan kepada jenderal besar dan juga kaisar sihir.


"Mengerti yang mulia!" jawab dua orang itu patuh, lalu rapat akhirnya dibubarkan setelah raja pergi dari ruang rapat.


Jenderal besar juga pergi setelah memberikan tatapan tajam kepada kaisar sihir dan juga para komandan yang ada diruang rapat tersebut.


"Seperti biasanya, dia tidak suka dengan kita." ujar Cengkeh dengan terkekeh, semua komandan setuju mengenai pendapat tersebut.


"Kamu pergi dan tanyakan mengenai masalah ini kepada raja Samla, pergilah hari ini juga." perintah kaisar sihir kepada Cengkeh, lalu pergi.


"Baik, laksanakan." Cengkeh menerima misi tersebut dengan tersenyum licik.


##


"Kakak kenapa kita tidak bunuh saja kaisar sihir bodoh itu?" tanya jenderal besar kepada raja Hans.

__ADS_1


"Itu tidak bisa, dia terlalu kuat, membunuhnya membutuhkan banyak tenaga dan juga prajurit." ucap raja Hans.


"Ya, itu memang sulit." komentar jenderal besar menanggapi.


##


Kaisar sihir saat ini sedang berada di suatu ruang rahasia yang berada di ruang kerjanya sebagai kaisar sihir, dihadapannya terlihat seseorang yang memakai jubah VAR.


"Kenapa kamu menghentikan pembunuhan terhadap pangeran Ranzi, Vasya?" tanya kaisar sihir kepada orang tersebut.


"Aku datang kesini atas perintah tuan Angga untuk mengundangmu dalam rapat darurat VAR, tapi kamu malah membahas masalah pangeran Ranzi." ujar Vasya menanggapi pertanyaan penuh emosi dari kaisar sihir.


"Lupakan membunuh pangeran Ranzi, dia bukan ancaman dan juga dia tidak bersalah atas dosa si brengsek itu." ucapnya kemudian dengan entengnya.


"Kenapa? jika dia dibiarkan hidup, maka dia berpotensi menjadi ancaman dimasa depan." sangkal kaisar sihir, Vasya tertawa terbahak-bahak, lalu menghilang dalam kegelapan.


"Jika itu masalahnya lakukan saja sesukamu, tapi jangan pernah menyuruh anggota VAR, itu akan menggangu tujuan tuan Angga." ucap Vasya menggema dalam ruangan tersebut.


##


Brak!


Pintu ruang kerja kaisar sihir ditendang hingga hancur oleh Xiao yang menunjukkan ekspresi marah, kaisar sihir yang sedang berpikir bagaimana cara membunuh pangeran Ranzi tanpa bantuan VAR dibuat terkejut dengan tindakan Xiao tersebut.


"Kakak, izinkan aku menangani perbatasan utara." pinta Xiao tanpa basa-basi kepada kaisar sihir, karena sebelumnya dia melihat ribuan pasukan ibukota bergerak menuju perbatasan, ditambah pasukan perbatasan timur dan barat juga diberitakan bergerak menuju perbatasan utara.


"Minta saja kepada saudara kakak kandungmu itu." ucap kaisar sihir tanpa menoleh melihat Xiao dan sibuk mengerjakan dan menandatangani berkas-berkas.


"Raja menyuruhku meminta kepadamu jika ingin ikut dalam perang, jadi aku datang kesini." ucap Xiao.


"Ini tidak seperti dirimu adik, dulu tanpa meminta pendapat kami kamu melakukan apapun sesukamu, kamu sangat berbeda setelah bertahun-tahun." ucap kaisar sihir.


"Lupakan itu kakak, berikan aku izin menuju perbatasan utara." Xiao tidak sabaran, kaisar sihir menyetujui dan memberikan surat misi khusus karena ini menyangkut dua kerajaan.


"Terimakasih." Xiao mengambil surat misi tersebut dan pergi dari ruang kaisar sihir.


Beberapa saat kemudian kepala misi yang mengurus semua misi yang masuk dan selesai dalam departemen kesatria sihir datang menghadap.


"Yang mulia seorang warga desa dari desa yang berada dekat perbatasan ibukota dan hutan binatang ajaib mengatakan bahwa dia menemukan sebuah tempat rahasia yang diduga markas organisasi VAR."


"Apa yang harus kita lakukan? apakah kita harus mengirimkan kesatria sihir atau pasukan?"


Kaisar sihir terkejut mendengar pemaparan kepala misi tersebut, dia tidak pernah mengira markas VAR ditemukan oleh warga biasa.


"Kenapa kamu bingung? kirim saja misi ini kepada pasukan kesatria sihir yang menurutmu pantas untuk memastikan terlebih dahulu informasi tersebut, jika memang itu markas VAR, barulah datang kepadaku untuk membahas mengirim pasukan, dasar bodoh!" ucap kaisar sihir dengan nada marah, bukan marah karena kepala misi blunder, tapi marah karena markas organisasi VAR ditemukan.

__ADS_1


"B-baik yang mulia...," kepala misi ketakutan dan segera pergi dari hadapan kaisar sihir yang sedang marah besar tersebut.


__ADS_2