Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Benua Eghed bagian 8


__ADS_3

Derrick sedang jalan santai di desa sambil bersiul ria, dia terlihat begitu santai dan sesekali berbicara kepada warga desa yang kebetulan bertemu dengannya. Derrick menyadari warga desa sepertinya sangat tidak menyukai kepala desa mereka, itu dibuktikan ketika Derrick bertanya tentang kepala desa para warga hanya menunjukkan muka suram dan kebencian.


"Kalau boleh tahu anak ini mau kemana?" tanya pria tua yang sedang duduk di kursi goyang kepada Derrick.


"Aku mau menemui kepala desa untuk menyelesaikan beberapa urusan." jawab Derrick santai, namun raut wajah pria tua itu seketika berubah suram.


"Kakek, kalau boleh tahu dimana rumah kepala desa?" tanya Derrick kembali menanyakan hal yang sama tentang rumah kepala desa hanya sekedar untuk basa-basi.


"Kamu tidak tahu? itu terdengar aneh." balas pria tua itu sekenanya.


"Haha, mau bagaimana lagi kek, aku hanyalah kesatria sihir yang baru bergabung beberapa hari lalu dan ditugaskan untuk melakukan sesuatu di desa ini." balas Derrick sambil tertawa kecil dan menggosok kepala belakangnya.


"Kamu kesatria sihir?" tanya kakek itu sedikit terkejut, Derrick hanya mengangguk membenarkan.


"Jadi kek, dimanakah rumah kepala desa?" tanya Derrick kembali kepada pria tua tersebut.


Pria tua itu sedikit menghela nafas berat, lalu menjelaskan posisi rumah kepala desa yang ternyata ada diujung jalan dekat dengan hutan, rumah kepala desa adalah rumah yang sangat besar dan memiliki penjaga sekitar 20 orang penjaga.


"Oooh begitu, terimakasih kek." Derrick membungkuk sedikit dan berterimakasih, lalu pergi kearah selatan dimana rumah kepala desa berada.


"Nak...," panggil kakek itu lembut, Derrick menoleh dengan senyum ramah dan bertanya ada apa.


"Hati-hatilah kepada orang itu." ujar pria tua itu dengan tulus, Derrick sedikit tertegun mendengar hal tersebut. "Baik kek, aku akan berhati-hati." balas Derrick dengan tersenyum ramah dan lanjut pergi.


Setelah berjalan jauh dan cukup lama Derrick menemukan rumah besar yang berpagar setinggi 10 meter dengan penjagaan dimana-mana, rumah itu tidak salah lagi rumah kepala desa.


"Mereka?" Derrick melihat Varg dan Resi datang sambil memberikan identitas palsu mereka, para penjaga langsung mengizinkan mereka masuk dengan tersenyum ramah seakan menyambut baik.


Ketika Derrick ingin menyusul tiba-tiba sesosok orang yang berjubah putih dengan lambang VAR di belakang bajunya datang menemuinya penjaga, orang itu mengobrol sedikit kepada para penjaga sebelum diizinkan masuk kedalam rumah kepala desa.


"Anggota VAR diterima di rumah kepala desa, menarik." Derrick tersenyum kecil dan segera bersembunyi kembali dan memilih menunggu perkembangan.


Di kediaman kepala desa.


Varg dan Resi disambut baik oleh kepala desa dengan jamuan makan-makan, kepala desa bahkan memberi mereka perlakuan istimewa seakan-akan menyambut seorang raja.


"Dimana baj1ng4n itu?" tanya Varg kepada Resi di sela-sela makan, dia dari tadi jelalatan melihat sekeliling ruang tamu untuk mencari Derrick.


"Jangan pedulikan iblis itu, dia bukan bagian dari kita." balas Resi ketus, dia terlihat sangat membenci Derrick karena kejadian beberapa waktu lalu.


Hingga pesta jamuan itu berakhir Derrick tidak menampakkan dirinya, hal itu membuat Varg dan Resi merasa aneh dan mereka berdua memberanikan diri untuk bertanya kepada kepala desa.

__ADS_1


"Tidak ada orang lain selain kalian berdua, istirahatlah karena besok kalian akan memulai penyelidikan bukan?" balas kepala desa dengan santai, lalu menyuruh dua orang itu istirahat.


"Ini masih sore, jadi kami ingin mencari rekan kami itu." balas Resi dan beranjak pergi, namun tiba-tiba seekor serigala menerkamnya dalam sekejap.


"Sial apa ini?" tanya Resi yang tergigit serigala hingga tidak dapat memberontak lagi, sementara Varg sendiri sudah ditodong pedang oleh topeng perak.


"Tuan no 3...," kepala desa dan pengawalnya segera berlutut dan memberi hormat kepada orang tersebut yang ternyata no 3.


"Kau... anggota VAR." Resi terkejut.


"Jangan terlalu kasar hitam, putih." ujar no 3 kepada dua serigalanya yang menerkam dan mengunci pergerakan Resi.


"Kekuatan ini, kamu... Arya." ucap Varg menganalisa kekuatan dua serigala yang no 3 gunakan untuk mengunci pergerakan Resi.


"Arya?" Resi tentu terkejut dan tidak percaya bahwa anggota baru pasukan kegelapan adalah salah satu anggota VAR.


"Arya? aku tidak mengenal sampah itu." balas no 3 menyangkal.


"Kamu memang Arya, aku hadir dan menonton seleksi Kesatria sihir itu dan aku melihat dengan jelas kekuatanmu yang mampu memanggil binatang buas dari buku sihir, bahkan binatang buas itu adalah binatang yang sama dengan dua serigala milikmu itu, kamu tidak bisa menghindar lagi pengkhianat!" ujar Varg dengan berapi-api dan marah, namun no 3 hanya tertawa terbahak-bahak dan melambaikan tangannya yang seketika muncul topeng perak.


"Haha, sepertinya orang sepertimu hanya percaya dengan wujud, bukan omong kosong belaka." ujar no 3 tertawa dan memasang topeng perak itu kepada Varg, "Kamu adalah pendiri VAR, bawahan memberi hormat." ujarnya dengan berlutut.


Mendapatkan perlakuan seperti itu membuat Varg terkejut, Resi yang sedih semakin sedih karena mengetahui bahwa Varg adalah pendiri VAR.


"Dasar bodoh, aku bukan pendiri VAR, dia menfitnahku, dia menfitnahku." sangkal Varg dan tidak habis pikir bahwa Resi begitu polos dan mudah percaya.


"Haha, apakah kamu masih percaya aku si sampah yang bernama Arya tersebut? padahal kamu tahu kekuatan seseorang dengan orang lain ada yang sama." tanya no 3 sinis.


"Meskipun begitu, aku tetap percaya kamu adalah Arya, karena kekuatan memanggil binatang buas adalah kekuatan langkah dan bahkan baru muncul dan digunakan olehmu, Arya." Varg tetap ngotot bahwa no 3 adalah Arya, namun Resi sedikit percaya bahwa Arya dan no 3 adalah orang yang sama.


"Haha, baiklah aku hargai pendapatmu sampah." balas no 3 tertawa dan sedetik kemudian melotot tajam tepat di wajah Varg yang membalas dengan meludah.


Bang! no 3 yang marah langsung menampar Varg hingga terhempas.


Sekali tamparan Varg terlempar jauh dan menghancurkan dinding, lalu jatuh pingsan. "Penjara dua sampah ini, khusus untuk sampah itu kalian boleh menyiksanya namun jangan sekali-kali berbuat aneh kepada wanitaku." perintah no 3, para pengawal segera melaksanakan perintah.


"Lepaskan aku, lepaskan aku, kamu tahu siapa kami, kami adalah kesat...," Resi yang memberontak dan minta dilepaskan itu langsung dibuat pingsan akibat pukulan di punggung leher yang dilakukan salah satu pengawal, no 3 dan kepala desa segera memasuki ruang rapat untuk membahas sesuatu.


Sementara Derrick sendiri terkejut dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi di dalam rumah ketika mendengar ledakan yang cukup keras akibat pukulan no 3 kepada Varg, dia berusaha melihat sedikit dengan naik lebih tinggi untuk melihat ke dalam pagar setinggi 10 meter tersebut.


Trang!

__ADS_1


Seseorang tiba-tiba ada dibelakang dan melancarkan tebasan, beruntung Derrick memiliki reflek yang tinggi dan sempat menangkis tebasan mematikan tersebut, lalu menjauh sedikit dan berdiri di salah satu dahan pohon.


"Tanganku seperti terbakar, ini sangat sakit." gumam Derrick menahan sakit karena tidak siap menangkis tebasan itu dan membuat energi tenaga dalamnya tidak cukup kuat untuk melindungi tangannya dari tebasan lawan.


"Berani-beraninya kamu menyelidiki rumah tuan no 3, kamu benar-benar cari mati." ujar seseorang tanpa berwujud.


"Siapa kamu, tunjukkan wajahmu jika berani." ujar Derrick memprovokasi lawannya tersebut, namun sebuah tebasan disamping membuat Derrick terancam.


Slash! serangan tebasan itu hanya mengenai angin karena Derrick menghindar.


"Itu sangat berbahaya." Derrick kembali menghindar, lalu menangkis tusukan dari arah belakang.


Bang!


Derrick langsung melancarkan tendangan berselimut api ke lawannya tersebut hingga terhempas, lawan Derrick itu terbatuk-batuk dan mulai menampakkan dirinya, sebelum kembali menghilang.


"Dia bisa menghilang, apakah kekuatannya adalah manusia transparan?" batin Derrick dan menangkis serangan tebasan angin, namun tubuhnya tertebas ketika menghindari serangan itu.


Tang!


Tang


Bang!


Mereka bertarung dengan sangat sengit, dimana Derrick harus bersusah payah melawan karena tidak dapat melihat dan mengetahui posisi lawannya, beruntung Derrick memiliki reflek yang tinggi.


"Aku sangat membenci orang yang memiliki reflek tinggi sepertimu, bajingan! uhuk, uhuk." ujar lawan Derrick yang terluka parah karena beberapa kali terkena pukulan Derrick.


"Aku sangat menikmati pertarungan tangan kosong ini, haha." Derrick tidak menanggapi dan malah menikmati setiap pukulan dan tendangan yang di daratkan di tubuh musuhnya tersebut.


"Sekarang matilah!" ujar Derrick dengan dingin dan menatap rendah lawannya itu, lalu melancarkan tinju kedepannya.


Bush!


Tinju angin yang diselimuti api itu seketika menghantam tubuh lawannya tersebut hingga memuntahkan seteguk darah dan menghancurkan area tersebut hingga menimbulkan ledakan yang cukup kuat.


"Arg, sialan...," umpat lawan Derrick tersebut sebelum pingsan tak sadarkan diri, Derrick sendiri pergi sejauh mungkin agar tidak menarik perhatian dan membuatnya kerepotan karena bagaimanapun dia telah membunuh seseorang yang diduga bawahan kepala desa tersebut.


"Uhuk...," Derrick berhenti di dahan pohon dan memuntahkan darah, lalu mengobati luka-luka tebasan yang ada di tubuhnya untuk menghilangkan jejak.


Setelah selesai memuntahkan darah dan mengobati semua luka-lukanya, Derrick melanjutkan pelariannya, terlebih dia mendengar beberapa langkah kaki yang seakan menyusulnya.

__ADS_1


Sekian terimakasih.


__ADS_2