
"Ayolah... Derrick, hiks, hiks." Menangis tersedu-sedu.
Kiano berusaha menyembuhkan Derrick yang sangat memprihatinkan tersebut dengan teknik penyembuhannya, namun Derrick tetap tak sadarkan diri dengan nafas yang semakin kecil setiap detiknya.
"Derrick..., hiks, hiks."
Kiano terus berusaha untuk menyembuhkan Derrick, namun usahanya dirasa sia-sia karena meskipun semua luka Derrick sembuh tetap saja Derrick diambang kematian karena teknik penyembuhan hanya menutupi luka luar saja bukan luka dalam apalagi tulang Derrick sudah hancur.
"Ghaaa....," Teriak Kiano mengeluarkan semua kemampuannya untuk menyembuhkan Derrick.
Kilas balik.
"Guru kenapa aku harus menguasai teknik medis, bukankah sihir penyembuhan dapat menyembuhkan apapun?" Tanya Kiano dengan polos.
Kiano bertanya sambil menunjuk gurunya dengan jahe naga yang merupakan salah satu bahan herbal yang sangat berguna untuk mencegah racun menyebar ke seluruh tubuh ketika terkena racun, dihadapan Kiano terlihat beberapa bahan herbal lainnya dan juga beberapa alat medis seperti gunting, suntikan, alat cek darah, hingga alat kejut jantung.
"Haha." Guru Kiano tertawa dengan pertanyaan gadis polos tersebut sambil mengelus-elus janggut putihnya.
"Teknik penyembuhan hanya menutupi luka agar pasien tidak banyak kehilangan darah yang akan menyebabkan kematian." Ujar sang guru sambil mengambil jahe naga tersebut dari tangan Kiano.
"Selain itu teknik penyembuhan hanya efektif jika digunakan untuk menyembuhkan luka baru akibat perkelahian, seperti luka tebasan, luka dalam, hingga luka tembakan." Ujar guru Kiano dari akademi awan merah tersebut sambil mengiris-iris jahe tersebut.
"Namun teknik penyembuhan tidak akan berguna jika kamu mendapatkan pasien yang terkena penyakit, seperti kangker, terinfeksi virus atau bakteri, patah tulang, dan lain sebagainya."
"Untuk menyembuhkan penyakit-penyakit itu kamu tidak hanya sekedar butuh teknik penyembuhan, tapi kamu juga membutuhkan keahlian medis dan pengobatan lainnya." Tukas sang guru dengan senyum tulus sambil mengelus muridnya tersebut.
"Oooh begitu, aku mengerti, terimakasih kakek." Kiano mengerti.
Kilas balik selesai.
Kiano yang mengingat masa lalunya itu seketika sadar dengan kesalahannya, dia terlalu fokus untuk menyembuhkan bukan mengobati. Cepat-cepat Kiano mengeluarkan semua alat medis yang ada di cincin penyimpanan miliknya (cincin penyimpanan biasa, tidak menambah mana).
"Aku akan menyelamatkanmu Derrick." Ujar Kiano sambil mengusap air matanya dan mulai memeriksa Derrick, saat itulah dia tahu semua tulang Derrick hancur, meskipun hancurnya tidak separah tangan Derrick yang sudah buntung.
"Ini...," Kiano terkejut, namun dia berusaha tetap tegar dan memperban tubuh Derrick agar tubuhnya tidak bergerak yang akan menyebabkan tulang-tulang itu melukai Derrick dari dalam.
Kiano berniat mempersiapkan ramuan yang bisa memulihkan tulang yang hancur, dimana ramuan itu membutuhkan tanaman herbal Pakis tulang besi, rumput pelebur tulang, apel pembeku darah, rumput api darah, dan serbuk tulang naga level 8. Dimana Kiano akan membuat ramuan pembersih serpihan tulang yang hancur dengan menggunakan rumput pelebur tulang, rumput api darah, dan serbuk tulang naga level 8.
Lalu membuat ramuan pemulih tulang yang membutuhkan Pakis tulang besi, apel pembeku darah, dan serbuk tulang naga level 8. Kiano menyadari bahwa dia tidak memiliki semua bahan itu, hal itu membuatnya frustasi dan segera membawa Derrick kedalam markas elang cahaya (kamarnya) agar aman sebelum bahan-bahannya dia dapatkan.
##
Pemberontakan demi pemberontakan di desa atau kota akhirnya berakhir dengan kemenangan kelompok VAR, namun pemberontakan di ibukota masih berlanjut karena baik raja maupun para pemberontak tidak ada yang mau kalah.
Raki membantu pasukan Hantu Tanah setelah memastikan rumah sakit aman dari para pemberontak dan dikuasai oleh prajurit kerajaan. Raki tidak mengira akan bertemu dengan Arya di markas Hantu Tanah, dia semakin tak menyangka Arya dan penjaga 4 kelompok VAR mampu memporak-porandakan markas Hantu Tanah.
__ADS_1
"Yoo, Raki, hehe." Sapa Arya dengan tertawa kecil, kondisinya sangat memprihatinkan dengan luka-luka disekujur tubuhnya.
"Kenapa kamu mengkhianati kami?" Tanya Raki kepada Arya yang sudah kelelahan tersebut.
"Mengkhianati?" Tanya Arya dengan tatapan tajam menusuk sambil melempar Semat Pitak yang sudah mati menjauh darinya.
"Aku tidak pernah mengkhianati siapapun, karena dari awal aku adalah anggota VAR." Ujar Arya dingin dan menghampiri Raki, jari-jarinya diselimuti api hijau.
"Kenapa kamu bergabung dalam VAR, kenapa?" Tanya Raki juga menghampiri Arya, mereka berdua berhenti dengan jarak dua langkah.
"Karena VAR akan mengubah kerajaan yang busuk ini." Balas Arya dengan tersenyum.
"VAR akan membuat kerajaan ini menjadi lebih baik, dimana rakyat akan mendapatkan keadilan, keamanan, dan juga kehidupan yang lebih baik daripada dipimpin raja Hans yang busuk itu." Tambah Arya.
"Apakah harus dengan cara memberontak dan mengambil alih kekuasaan?" Tanya Raki kemudian.
"Orang kota sepertimu tidak akan mengerti bagaimana penderitaan rakyat karena pajak yang sangat tinggi, mendapatkan diskriminasi, dan tidak mendapatkan keadilan..., kamu tidak akan mengerti." Tukas Arya sambil menggeleng kepala.
"Jika itu demi keadilan, kenapa kamu membuat Varg menjadi seperti itu, kenapa kamu membuatnya menjadi orang cacat?" Tanya Raki dengan penuh emosi.
"Perubahan membutuhkan pengorbanan, jika tidak ada pengorbanan maka perubahan hanyalah omong kosong." Balas Arya.
"Begitukah? Kalau begitu aku akan membunuhmu demi perubahan." Ujar Raki pada akhirnya.
"Kamu tidak akan mengerti, Raki!" Teriak Arya.
Bang!
Trang!
Bang!
Tash!
"Cakar serigala neraka!" Arya menyerang dengan cakar energi berbentuk serigala, Raki membelah cakar itu dengan sekali tebasan dan menyerang balik dengan tebasan energi.
Sling!
Tebasan energi itu ditahan oleh gajah (binatang ajaib dalam buku Arya), lalu ular api meliuk-liuk dan melilit Raki.
Sling, sling!
Raki melancarkan tebasan energi dan menghindari lilitan ular tersebut, lalu berlari menyerang Arya sembari melancarkan tebasan energi kembali. Sementara gajah terus berlari kearah Raki, namun sayang Raki terlalu cepat untuk dia kejar.
Raki menebas Arya yang menahan tebasan itu dengan cakarnya, lalu ular api menyemburkan api kepada mereka berdua yang membuat mereka menjauh.
__ADS_1
Sling!
Raki melancarkan tebasan energi kepada Arya yang bersembunyi di balik pohon, lalu lari mendekat dan menebas beberapa pohon dimana Arya sembunyi.
Bang!
Arya melempar batang pohon, lalu memukul wajah Raki hingga terhempas.
Trang!
Raki menangkis cakar Arya, namun gajah yang sedari tadi mengejar mereka yang terus bertarung kesana-kemari langsung melakukan tandukan.
Bugh!
"Gajah ini begitu gigih!" Ujar Raki.
Raki menahan serudukan gajah itu hingga terdorong beberapa langkah, ular api tiba-tiba muncul di belakang dan menyabet Raki dengan ekornya secara telak.
Saat ular dan gajah itu berniat menyerang lagi mereka berdua dihadang oleh pasukan hantu tanah yang mulai pulih, salah satu dari mereka bahkan berstatus kapten.
"Matilah, Raki!" Arya menyerang dengan tusukan ke jantung, Raki menghindar sedikit dan menusuk balik.
Cr0t!
Clep!
"Hush, hush, hush." Nafas Raki ngos-ngosan sambil menahan sakit di bahu kirinya yang ditusuk oleh Arya, darah segar menetes membasahi wajahnya.
"Ugh...," Lirih Arya dengan darah segar yang berasal dari lehernya menetes membasahi wajah Raki.
Arya diambang kematian karena lehernya tertusuk pedang Raki, penjaga 4 yang sekarat terkejut Raki memojokkan Arya hingga seperti itu dan berusaha menolong.
"Tuan Arya." Lirihnya berusaha membantu, namun apa daya dia bahkan tidak mampu menggerakkan tubuhnya.
"Hush, hush, hush." Raki memperdalam tusukannya, namun Arya menahan tusukan itu dengan kedua tangannya.
"Bunuh dia dan balaskan dendam kami." Ucap kapten pasukan hantu tanah tersebut sambil menahan gajah yang terus mencoba membantu Arya.
Sebenarnya kapten tersebut cukup terkejut Arya tiba-tiba menyerang Raki yang dipojokkan oleh dua binatangnya, dia memuji Raki yang mampu menyerang balik dengan serangan telak di leher.
"Bunuh dia, teman!" Teriak 10 pasukan yang lainnya mengikuti sang kapten, mereka bahu membahu menghalangi gajah dan ular tersebut agar tidak membantu Arya.
Raki yang memiliki keraguan mengingat bahwa Arya adalah bagian dari pasukan kegelapan, akhirnya menguatkan tekadnya dan menggerakkan pedangnya ke samping, lalu berniat memenggal Arya yang sudah setengah terpenggal tersebut.
"Hiyaaaaa!!!!" Teriak Raki dengan kuat menepis keraguan dalam dirinya.
__ADS_1
Arya akhirnya terbunuh di pedang Raki, sementara Raki sendiri jatuh pingsan karena terlalu lelah dan mentalnya sudah tak sanggup menahan kesadarannya lagi.
Disisi lain dua binatang ajaib milik Arya dengan sendirinya menghilang ketika tuan mereka mati, sementara penjaga 4 juga sudah mati kehabisan darah saat berusaha membantu Arya.