
Derrick menuju ke rumahnya dulu, rumah yang menjadi awal dia bereinkarnasi ke dalam tubuh Faisal, rumah yang menjadi kenangan selama Faisal hidup hingga mengakhiri hidupnya karena beratnya tekanan hidup yang dialami.
Ketika melewati wilayah keluarga Lao, Derrick cukup terkejut wilayah itu sudah rata dengan tanah dan terlihat begitu hancur akibat perang yang mungkin terjadi di wilayah keluarga Lao.
"Kamu... Faisal." ucap seseorang yang lewat dengan terkejut melihat Derrick memandang puing-puing wilayah keluarga Lao.
Derrick menoleh melihat orang itu yang diperkirakan seorang perempuan jika dilihat dari suaranya, ketika dia menoleh Derrick mengenali perempuan itu yang tidak lain pacar Lao Aidan.
"Hera...," Derrick memanggilnya, namun Hera kabur menjauh.
Hera berhenti ketika Derrick ada di depannya dan berusaha kabur ke arah samping kanan, namun Derrick sudah lebih dulu menahan Hera dengan memegang pergelangan tangannya.
"Hera tunggu dulu." pinta Derrick.
"Lepaskan aku, tolong! tolong!" Hera berusaha melepaskan diri sambil berteriak minta tolong, Derrick dengan sigap menutup mulut Hera dengan terong yang berasal dari perubahan daun.
"Tunggu dulu, dengarkan aku, ada yang ingin kutanyakan kepadamu." ucap Derrick cepat meminta agar Hera sedikit tenang.
Hera yang ketakutan itu sedikit tenang dan tidak memberontak lagi, Derrick segera mengubah terong itu kembali menjadi daun dan bertanya kepada Hera apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarga Lao dan kenapa wilayah keluarga Lao hancur berkeping-keping seperti habis terjadi pertempuran di sana.
"Kamu tidak datang untuk membunuhku?" tanya Hera ketakutan yang tampak jelas di matanya.
"Kenapa aku ingin membunuhmu?" tanya Derrick sedikit terkejut.
"Bukankah kamu yang meminta agar keluarga Dan untuk menghancurkan keluarga Lao melalui Kaku?" tanya Hera tidak percaya, Derrick menggeleng tidak mengerti dan terkejut disaat yang bersamaan.
"Keluarga Dan menyerang keluarga Lao? bukankah mereka memiliki perjanjian damai?" batin Derrick.
"Kamu tidak terlibat dalam penyerangan keluarga Dan malam itu?" tanya Hera kembali mencoba memastikan.
"Aku bahkan baru tahu sekarang, lalu bagaimana aku terlibat dengan penyerangan itu?" tanya Derrick.
Hera akhirnya bercerita tentang tragedi berdarah dua keluarga besar yang terjadi 10 bulan lalu, dimana keluarga Dan secara mendadak menyerang keluarga Lao dengan pasukan penuh mereka.
Keluarga Lao yang diserang tidak tinggal diam dan melakukan berbagai cara agar mampu bertahan dari gempuran keluarga Dan malam itu.
__ADS_1
Pertempuran itu berakhir dengan kemenangan keluarga Dan setelah Lao Tzu dan Windah istrinya tewas dalam pertempuran, semua anggota keluarga Lao yang masih hidup saat itu melakukan serangan total yang mengakibatkan keluarga Dan mengalami kerugian besar, bahkan tuan tua keluarga Dan (kakek Kaku) tewas setelah kehabisan stamina, dia tewas ditusuk tiga prajurit keluarga Lao ketika berusaha lari dari pertempuran untuk beristirahat.
Tewasnya tuan tua membuat keluarga Dan marah dan melancarkan serangan balik, disaat yang sama bantuan keluarga Dan akhirnya sampai dan bergabung dalam pertempuran, hasil akhir dari pertempuran habis-habisan dua keluarga besar itu adalah musnahkan keluarga Lao yang hanya menyisakan satu anggota keluarga yang masih hidup, yaitu Lao Aidan yang menuntut ilmu di sekte Naga langit.
"Itulah ceritanya, keluarga Lao dimusnahkan oleh keluarga Dan dalam satu malam, yang dikenal malam tragedi dua keluarga, hiks, hiks." tukas Hera sambil menangis sedih.
"Yang tersisa hanya Lao Aidan yang menjadi keturunan terakhir keluarga Lao, sungguh pria yang malang, hiks, hiks." ucap Hera menangis sedih.
"Lalu kenapa sekte pedang langit tidak datang membantu, bukankah sekte pedang langit adalah pendukung keluarga Lao?" tanya Derrick.
"Mereka... mereka tidak bisa membantu karena posisinya terlalu jauh dari kota batu, mereka juga tidak berniat balas dendam karena keluarga Lao sudah hancur, selain itu keluarga Dan mendapat dukungan Sekte langit biru salah satu tiga sekte terbesar benua Naga hitam, jadi menurut mereka tidak sepadan memulai perang dengan sekte langit biru demi keluarga yang sudah hancur." balas Hera dengan menahan tangisnya.
"Sementara keluargaku adalah keluarga kecil yang hanya berisi 4 orang saja, jadi kami tidak bisa membantu dan lebih memilih mundur meninggalkan keluarga Lao berjuang sendirian, hiks, hiks." tambah Hera marah atas ketidakberdayaan mereka dalam membantu keluarga Lao.
Derrick hanya bisa menghela nafas berat, dia tidak pernah menyangka keluarga Lao akan hancur dalam satu malam akibat serangan mendadak keluarga Dan.
"Kamu mau kemana?" tanya Hera ketika Derrick berjalan pergi kearah keluarga Dan berada.
"Bertemu dengan teman lama." balas Derrick jujur apa adanya, namun itu membuat Hera marah meskipun dia tidak menunjukkan kemarahannya itu.
Derrick yang pergi itu berpas-pasan dengan Lao Aidan yang menggunakan tudung kepala yang menutupi wajahnya, dua orang itu sama-sama terkejut.
"Faisal!" ucap Lao Aidan spontan dan terkejut melihat wajah Derrick.
"Kamu!" Derrick terkejut, namun dia kembali rileks karena Derrick sudah tidak lagi menghormati Lao Aidan semenjak kejadian dimana dia kerasukan iblis.
"Aku bukan Faisal, orang yang kamu kenal sudah mati, orang di hadapanmu sekarang adalah Derrick, ingat itu." ujar Derrick kemudian memperingati Lao Aidan agar tidak memanggilnya Faisal lagi.
"Lakukan saja sesukamu, permisi." balas Lao Aidan datar dan pergi melewati Derrick yang hanya bisa berdiri terpaku.
"Kamu tidak ingin membunuhku lagi?" tanya Derrick penasaran.
"Apakah kamu membunuh Lawanto dengan sengaja?" bukan membalas Lao Aidan malah balik bertanya dengan menoleh menatap Derrick dengan tatapan tajam dan mengintimidasi, Derrick dibuat berkeringat dingin dengan tatapan tajam Lao Aidan tersebut.
"Aku tidak sengaja membunuhnya saat itu, dia...,"
__ADS_1
"Begitukah? aku mengerti." sela Lao Aidan dan pergi menuju Hera yang menatap tajam penuh kemarahan kepada Derrick, Hera terkejut Lao Aidan mengatakan hal tersebut dan membiarkan Derrick pergi.
"Kenapa kamu tidak membunuh bajing4an itu?" tanya Hera kebingungan dan masih menunjukkan ekspresi marah.
"Itu bukan urusanmu!" ucap Lao Aidan dingin dan melewati Hera yang bersimpuh di tanah, Lao Aidan bahkan tidak repot-repot melihat apalagi membantu Hera yang bersimpuh di tanah tersebut.
Derrick sendiri sudah pergi dari area tersebut, dia memang tidak takut kepada Lao Aidan, namun dia sadar diri bahwa kekuatannya saat ini jauh dibawah Lao Aidan. Menurut Derrick Lao Aidan bisa saja membunuhnya secara cepat dan instan jika mau.
"Tatapan itu... tatapan yang sama yang guru miliki, bahkan lebih mirip tatapan dewa pedang yang agung, sebuah tatapan yang mengintimidasi dan mengerikan." batin Derrick mengingat ketika dia dihadang oleh Dewa pedang yang agung saat terbang disekitar sekte bersama Dy saat ujian terakhir sekte, Derrick berlari semakin cepat menjauhi Lao Aidan ketika mengingat hal tersebut.
Ok..., lanjut.
Derrick bertemu dengan Kaku yang sedang berlatih beladiri di halaman rumahnya, tanpa basa-basi Derrick langsung menghampirinya dengan melancarkan tendangan keras.
Bang!
Kaku menangkis tendangan itu dengan kedua tangannya, lalu menyerang balik menciptakan tombak tanah yang menghantam Derrick dari bawah, Derrick menghindar dengan mundur sedikit kebelakang.
"Faisal?" Kaku yang hendak menyerang menghentikan niatnya itu setelah tahu siapa lawannya.
"Faisal sudah mati, yang ada dihadapanmu ini adalah Ran Derrick." ucap Derrick dengan tersenyum.
"Apa yang membuatmu kembali?" tanya Kaku dengan ketus, dia masih kesal dengan Derrick satu tahun lalu.
"Aku minta maaf atas apa yang kulakukan hari itu, aku benar-benar tidak punya pilihan pada saat itu." ucap Derrick meminta maaf dengan tulus kepada Kaku yang marah.
"Huh... kamu tahu apa yang lebih menyakitkan daripada cinta?" tanya Kaku setelah menghela nafas.
"Kebencian?" Derrick tidak mengerti, namun dia masih tetap menebaknya untuk menghormati Kaku.
"Salah..," ucap Kaku menggeleng, "Yang paling menyakitkan daripada cinta adalah rasa kasihan, karena rasa kasihan hanya membuat orang merasa direndahkan sekalipun tujuannya baik." ucap Kaku.
"Itulah yang kurasakan, rasa kasihanmu itu membuatku sangat membencimu..., Derrick!" ucap Kaku dengan nada berat mengandung kemarahan.
Derrick tidak menyangka Kaku akan sangat membencinya dan merasa direndahkan akibat tindakannya dulu, padahal dia tidak pernah terbesit atau memiliki niatan untuk merendahkan kaku saat itu.
__ADS_1