
Dua bulan kemudian.
Derrick baru saja menyelesaikan misi yang dia ambil di menara misi sekte, kali ini Derrick menjalankan misi sendirian karena Raki sedang pergi mengelana untuk berlatih dan menambah kemampuan berpedangnya bersama Xiao.
"Kapten Yuanyi memanggilku kembali untuk mengikuti Turnamen Murid antar Sekte?" gumam Derrick membaca surat dari burung sihir pembawa pesan yang bersegel Skuad Kegelapan.
Faktanya Yuanyi berhasil mengontrol semua anggota skuad Kegelapan agar mau tunduk dan mengakuinya menjadi kapten skuad setelah bersusah payah, tentunya keberhasilan itu juga ada campur tangan Xiao sang mantan kapten skuad yang diturunkan menjadi anggota skuad biasa.
"Wanita gila itu kenapa tiba-tiba peduli kepadaku?" tanya Derrick kepada dirinya sendiri.
Hal itu wajar pasalnya Yuanyi selalu menunjukkan ketidaksukaan terhadap Derrick semenjak menjadi kapten skuad Kegelapan, tak jarang Yuanyi selalu memberikan misi berat yang seharusnya diambil oleh murid yang sangat berpengalaman, bahkan suatu ketika Yuanyi sangat berniat untuk membunuhnya.
"Apapun itu aku tidak peduli, yang terpenting aku bisa bertemu dengan Eira." gumam Derrick dengan senyum mengembang di bibirnya.
Derrick segera mengambil inti monster serigala api berusia 50 ribu tahun yang selalu mengganggu warga desa sampai-sampai warga desa melalui kepala desa meminta bantuan sekte Naga langit untuk menumpas sekawanan serigala tersebut, terutama pemimpin mereka yaitu serigala berusia 50 ribu tahun yang beratribut api.
Disebuah halaman luas dengan berbagai bunga menghiasai halaman dan pinggir pagar, rumah sederhana terlihat begitu indah dipandang karena kehadiran bunga-bunga tersebut.
Lao Aidan datang melalui jalan yang membelah bunga tersebut dan berlutut memberi hormat kepada seorang wanita paruh baya yang sibuk menyiram bunga di sekitar jalan menuju rumahnya.
"Guru memanggilku?" tanya Lao Aidan setelah sampai dihadapan Yuanyi yang saat itu sedang menyiram bunga, Yuanyi memberikan selembar surat kepada Lao Aidan yang langsung membacanya.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Yuanyi beberapa saat kemudian.
"Guru ingin aku membunuh Derrick?" tanya Lao Aidan setelah membaca lembar kertas tersebut yang berisi 9 perwakilan sekte Naga langit dalam Turnamen Murid antar Sekte, dimana ada dirinya dan juga Derrick.
"Tidak membunuhnya, tapi tak sengaja membunuhnya." sergah Yuanyi dengan senyum mengembang di bibirnya sembari asik menyirami bunga.
"Para ketua menginginkan agar Derrick segera mati hanya saja kehadiran Xiao membuat mereka tidak bisa melakukan apapun, meskipun Xiao saat ini sedang mengelana jauh."
"Karena akan sangat merepotkan jika Xiao kembali dan mengetahui Derrick terbunuh tanpa sebab, tapi itu berbeda jika Derrick mati secara tak sengaja di turnamen itu maka tidak ada alasan bagi Xiao meminta pertanggung jawaban." ujar Yuanyi dan meletak cereknya karena sudah selesai menyirami semua bunga yang ada dihalaman rumahnya.
Lao Aidan mengikuti dan duduk di kursi kosong yang ada di sebelah Yuanyi dan dipisahkan meja yang ada teko air dan beberapa gelas, Yuanyi mengisi gelas dengan air untuk Lao Aidan.
__ADS_1
"Jadi para tetua merancang agar bagaimanapun caranya Derrick harus mati di turnamen tersebut, salah satunya rencananya kami memilihmu untuk membunuh Derrick entah bagaimana caranya, yang terpenting Derrick harus mati secara tak sengaja olehmu atau orang yang kamu utus." ucap Yuanyi sambil meminum segelas air dan berhenti berbicara sesaat.
"Jadi, bagaimana pendapatmu?" tanya Yuanyi kepada Lao Aidan yang menatap kosong halaman luas kediaman gurunya.
Dalam pandangannya Aidan melihat Derrick sedang meringkuk di sudut gang sambil terus dipukul, ditendang, dan dicaci maki oleh beberapa orang yang salah satunya adalah adiknya Lao Lawanto.
Derrick yang dibully itu tiba-tiba melawan dan suasananya seketika berubah menjadi sebuah bukit yang hancur akibat sebuah pertarungan hebat, dimana Derrick sedang berdiri dengan mata kebencian dan disekitarnya terdapat mayat orang-orang yang telah membullynya, salah satunya Lao Lawanto yang terkena tembakan di dahi.
"Seharusnya aku membunuhmu seperti aku membunuh adikmu!" ucap Derrick sambil memandang Lao Aidan dengan senyum jahat dan mengerikan.
"Jadi, bagaimana pendapatmu?" Lao Aidan yang terpaku itu tersadar ketika mendengar suara gurunya yang menanyakan pendapatnya mengenai rencana para tetua sekte.
"Aku bisa membunuhnya, tapi Eira... guru tahu bagaimana hubungan mereka berdua, kan?." ucap Lao Aidan ragu-ragu, dia masih tidak dapat melupakan halusinasi yang terjadi kepadanya beberapa saat lalu.
"Haaah, pakai otakmu." dengus Yuanyi marah sambil menunjuk otaknya yang menandakan bahwa Lao Aidan harus berpikir.
"Baik guru, akan kulakukan serapi mungkin." ujar Lao Aidan menunduk menahan kemarahan, lalu membungkuk hormat dan pamit undur diri.
Ketika sudah agak jauh dari rumah gurunya, Aidan membakar lembaran daftar nama perwakilan sekte tersebut dan tersenyum menyeringai.
Raung burung rajawali yang terbuat dari energi dan berputar diatas langit, lalu meluncur turun ke Derrick yang saat itu sedang jalan kembali ke sekte.
"Raki?" tanya Derrick ketika melihat burung rajawali yang terbuat dari sihir elemen kegelapan itu.
Faktanya meskipun bentuknya hampir sama dengan burung rajawali biasa, namun Derrick bisa melihat aura kegelapan di sekitar tubuh burung itu dan ketika menyentuhnya Derrick tidak merasakan ada kehidupan, jadi wajar Derrick mengetahui bahwa burung itu terbuat dari elemen kegelapan dan Derrick hanya tahu dua orang yang menguasai elemen kegelapan, yaitu Xiao gurunya dan juga Raki temannya.
Burung itu segera hancur menjadi beberapa paragraf tulisan dan hampir menyerupai cerpen, dimana inti tulisan itu adalah Xiao dan Raki saat ini berada di benua Naga Wester atau orang-orang disana menyebutnya Benua Eghed, dan menariknya orang-orang disana menyebut benua naga hitam sebagai Benua Timur, sementara tiga benua lainnya adalah Benua barat, benua selatan, dan benua Utara.
"Jadi mereka berencana untuk menetap dan tidak kembali ke Sekte? sepertinya mereka menemukan tempat yang menarik, haha." gumam Derrick tersenyum senang, lalu tertawa ketika membaca bagian akhir dimana Raki memutuskan untuk tidak kembali ke sekte dan malah mengajaknya agar datang dan menetap bersama di benua Eghed.
"Aku akan menyusul setelah menyelesaikan beberapa urusan, sampai jumpa." gumam Derrick sambil menulis di udara kosong, setelah selesai Derrick meniup udara itu hingga membentuk burung elang yang langsung terbang menuju ke arah barat, dimana benua Naga Wester atau benua Eghed berada.
Derrick membutuhkan dua hari perjalanan untuk sampai, namun ketika sampai di sekte Derrick terkejut dia diserang oleh Lao Aidan dengan tiga orang lainnya yang diperkirakan senior mereka karena terlihat sudah sedikit tua dan diperkirakan usia mereka 30-an tahun.
__ADS_1
"Sepertinya kamu bersungguh-sungguh untuk membunuhku kali ini, kakak." ucap Derrick santai.
"Dulu aku ragu karena masih menyayangimu, namun sekarang aku sudah memutuskannya Faisal, kamu harus pergi dari dunia ini." ucap Lao Aidan dengan menyerang.
Tang!
Derrick menangkis dan menembak Lao Aidan, namun salah satu pengawal Lao Aidan bergerak dan menghentikannya dan dua orang lainnya menusuk tepat di jantung Derrick.
"Tiga orang dengan tenaga dalam level 90 keatas, bahkan salah satunya sudah level 99 mengeroyok seseorang yang hanya tenaga dalam level 70, benar-benar pengecut." ucap Derrick lirih sambil memandang tajam Lao Aidan yang dimaksud, karena Lao Aidan memiliki tenaga dalam level 99.
"Haha, aku memang pengecut Faisal, bahkan aku tidak bisa mengekspresikan semua hal yang kurasakan saat ini, tapi yang pasti aku sangat menyayangimu lebih dari apapun." ucap Lao Aidan sambil menusuk jantung Derrick dengan pedangnya.
Derrick termuntah darah, sesuatu energi hitam mengalir ke pedang Lao Aidan dan Derrick tersenyum jahat.
"Aku sudah menunggumu keluar, iblis!" ucap Lao Aidan dingin dan melancarkan tebasan untuk memenggal kepala Derrick, aura hitam tiba-tiba keluar dan memasuki salah satu pengawal Lao Aidan.
"Kenapa kamu berhenti? apakah kamu masih menyayanginya? haha." ucap pengawal itu yang kini bisa kita sebut iblis, karena pengawal itu dirasuki iblis yang berasal dari tubuh Derrick.
"Aku tidak peduli padanya, hanya saja aku tidak sepengecut itu sampai-sampai memenggal orang yang sudah dipastikan mati." ucap Lao Aidan dingin sambil mengarahkan tangannya ke depan iblis tersebut hingga iblis itu terkurung penjara petir.
"Haha, apapun itu aku akan mengambil tubuhmu!" ucap iblis itu dan menyerang, Lao Aidan dan dua orang pengawalnya juga menyerang dan pertempuran tiga orang itu akhirnya terjadi.
Bang!
Bang!
Whuush!
Bang!
Pertarungan empat orang itu menggemparkan seisi sekte, bahkan dewa pedang yang bersemedi langsung terbangun dan melihat arah tempat pertarungan dengan tatapan dingin.
"Iblis?" gumam dewa pedang lirih, lalu bergerak menuju tempat kejadian, begitu juga orang-orang sekte yang penasaran.
__ADS_1
Sementara Derrick yang sekarat terus berusaha tetap sadar sembari melakukan teknik penyembuhan kepada jantungnya yang diperkirakan hancur akibat tusukan kelompok Lao Aidan.
"Sial, apakah aku mati... disini?" umpat Derrick lirih, namun tiba-tiba muncul sebuah energi hitam yang merambat hingga menyelimuti seluruh tubuhnya.