
Seorang prajurit datang dengan tergesa-gesa menuju sebuah tenda besar di tengah-tengah perang besar yang terjadi antara kerajaan Sanggia melawan dewa penyihir.
"Jenderal..., gawat, gawat jenderal." teriak prajurit itu memasuki tenda dimana sang jenderal berada.
Jenderal bintang lima dengan rambut beruban itu tersenyum dan memberikan air minum kepada prajurit itu dengan kekuatan sihirnya, "Minumlah dan tenangkan dirimu terlebih dahulu." ujar sang jenderal tenang lalu duduk di kursinya.
"Gawat jenderal, penyihir itu menggunakan sihir terkuat dan membantai semua prajurit kita, dia bahkan menggunakan sihir meteornya untuk membunuh kita semua." ujar prajurit itu memberi laporan dengan tergesa-gesa, terlihat dia gemetar ketakutan dan terkena serangan mental.
"Kamu tahu apa ini?" tanya jenderal sambil menunjuk pedangnya, prajurit itu heran dan tidak mengerti.
"Ini adalah senjata ajaib, pedang elemen kegelapan yang mampu memotong sihir apapun, karena elemen kegelapan dapat dikatakan dapat menetralisir elemen apapun selama itu sihir bukan senjata biasa." ujar jenderal, prajurit itu tambah heran dengan sang jenderal.
"Tapi jenderal...," prajurit itu terhenti ketika mendengar ledakan keras di arena perang, ketika mereka melihat keluar tenda, mereka melihat kehancuran akibat meteor yang sudah terpecah-pecah akibat serangan para prajurit.
"Jenderal bagaimana ini?" tanya prajurit itu dengan ngeri.
Sang jenderal masuk tenda dan diikuti sang prajurit, jenderal itu memberikan pedangnya kepada prajurit itu. "Pergi dan beritahu raja kami kalah perang, serahkan pedang ini kepada putraku." ucap sang jenderal.
"Tapi...,"
"Ini perintah!" teriak jenderal keras dan menggema di dalam tenda, sang prajurit hanya bisa menangis dan pergi dengan berat hati menggunakan kudanya, seekor kuda ajaib yang memiliki kekuatan angin dan larinya begitu cepat, kuda itu sebenarnya kuda milik jenderal.
Sementara perang terus berlanjut, teriakan kesakitan dan putus asa terdengar dimana-mana diiringi ratapan kesedihan para prajurit yang ketakutan.
"Memang kekuatan seorang iblis, tapi raja akan membalas dendam kami, dendam jutaan rakyat yang kamu bunuh 12 hari lalu dan ratusan ribu prajurit yang kamu bunuh hari ini, raja akan membalaskan dendam kami!!!" teriak jenderal sebelum cahaya yang menyilaukan menghampirinya dan membuat tubuhnya hancur dalam sekejap, cahaya itu adalah cahaya yang dihasilkan meteor yang jatuh di dekat tenda sang jenderal.
Dua hari berlalu.
Sang prajurit sudah sampai di ibukota kerajaan dengan keadaan yang sangat memprihatikan, prajurit itu nyatanya masih tetap terdampak ledakan meteor yang jatuh, namun dia beruntung masih bisa bertahan.
"Pasukan timur kalah, kami kalah...," ucap prajurit itu dengan terbata-bata kepada penjaga gerbang kota sambil memberikan pedang sang jenderal, lalu menghembuskan nafas terakhirnya saat itu juga.
Rapat darurat.
Raja mengadakan rapat darurat dengan para petinggi kerajaan untuk membahas perang antara kerajaannya melawan seorang penyihir gila yang sangat kejam dan membantai jutaan orang tanpa berkedip.
__ADS_1
"Jadi bagaimana keputusannya yang mulia?" tanya seorang petinggi kepada raja tentang keputusan yang akan diambil.
Para petinggi menyarankan beberapa saran, yaitu serangan habis-habisan, membentuk aliansi dengan kerajaan tetang, atau menawarkan kesepakatan kepada sang penyihir kejam tersebut.
"Kirim surat kepada 30 kerajaan sekitar untuk membahas aliansi, kita tidak sanggup menghadapi penyihir gila itu seorang diri." raja memutuskan untuk membentuk aliansi, terlebih sudah menjadi rahasia umum bahwa sang penyihir adalah buronan berat setiap kerajaan, karena sang penyihir juga membantai rakyat kerajaan tetangga, jika dihitung penyihir itu sudah membunuh hampir 60% penduduk benua Eghed.
Tiga hari berlalu dengan cepat, sang penyihir tidak melakukan apapun dan hanya tidur di kediamannya yang ada ditengah-tengah medan perang, namun meskipun begitu para prajuritnya sudah memasuki pemukiman warga dan membantai semua warga baik desa, kota, bahkan provinsi yang mereka jangkau.
30 hari berlalu, 4 raja terakhir yang diundang akhirnya datang setelah 30 hari dan 30 malam di perjalanan, bahkan hampir ratusan prajurit pengawalnya tewas karena tidak istirahat di kereta kuda yang sedang berjalan, atau tidak kebagian jatah makan, atau bahkan jatuh dan terinjak kereta kuda yang terus melaju tanpa istirahat kecuali hanya untuk mengganti kuda yang mati karena kelelahan di kota terdekat.
"Kalian sudah tahu bahwa penyihir sialan itu ada dikerajaanku, kalian juga seharusnya...," raja terdiam ketika ada teriakan raja lainnya yang meminta agar masuk ke dalam inti permasalahan kenapa mereka diundang untuk datang.
"Aku ingin kita membentuk aliansi untuk membunuh iblis itu." ujar raja langsung intinya sesuai permintaan sang raja lainnya atau tamu undangannya.
"Aliansi...,"
Para raja itu berbisik-bisik satu sama lain seperti meminta pendapat.
"Kita akhirnya ego dan permusuhan kita satu sama lain sementara waktu demi kelangsungan hidup umat manusia di benua Eghed ini, kumohon." raja Sanggia memohon kepada raja lainnya untuk menerima usulannya dan melupakan ego dan permusuhan sementara waktu.
"Terlebih nyatanya dia bukan hanya penyihir, tapi juga petarung yang tangguh, tidak ada satupun yang bisa menjadi lawannya, kamu harusnya tahu itu, kan?" komentar yang lainnya.
"Penyihir gila itu bukanlah manusia, dia adalah tuhan yang turun kedunia dan mengamuk." ujar raja kerajaan Hari dengan ketakutan, dia terlihat gemetar dengan sorot mata yang sangat ketakutan.
Bang! Raja hati terhempas akibat tinju yang dilancarkan raja kerajaan Baha, sangking kuatnya tinju itu tubuh raja hati mampu menghancurkan dinding.
"Tuhan? jangan bercanda!"
"Ketakutan boleh, tapi jangan bodoh sampai-sampai memfitnah orang lain sebagai tuhan!" ujarnya lalu duduk kembali, raja hati yang ketakutan terlihat marah.
"Apakah kamu bisa membunuhnya? apakah kamu bisa, sialan!" teriak raja hati sambil menunjuk hidung raja Baha.
"Penyihir itu jelas bukan tuhan, dia hanyalah manusia biasa sama seperti kita, bedanya dia dipuja orang-orang atau pengikutnya sebagai dewa penyihir, tapi kita menyebutnya penyihir gila." ujar raja Sanggia dengan santai dan duduk sambil menatap tajam satu-persatu tamu undangannya.
"Dia bukan dewa, dia tu...,"
__ADS_1
Sebelum raja hati menyelesaikan kalimatnya kepalanya sudah terpenggal dan jatuh menggelinding di lantai dengan darah yang berceceran.
"Kita tidak membutuhkan manusia yang sesat sepertinya." ujar raja Hans dari kerajaan kuda besi, dia adalah raja terkuat dan sangat ditakuti kerajaan lainnya, meskipun kerajaan yang dia pimpin adalah kerajaan kecil dengan penduduk sekitar 300 ribu orang tetap saja dia ditakuti karena kekuatannya.
"Jadi apa rencanamu yang mulia, aku tidak yakin kamu mengundang kami begitu saja tanpa persiapan sama sekali." ujarnya bertanya kepada raja Sanggia dengan tatapan tajam setajam pedang.
Raja Sanggia menunjukkan senyum menyeringai menanggapi pertanyaan raja Hans dari kerajaan kuda besi tersebut, dia memang memiliki rencana untuk membunuh si penyihir gila.
"Rencanaku simpel, buat dua pasukan yang terdiri dari kesatria terbaik setiap kerajaan, pasukan pertama bertugas membunuh semua pengikut penyihir gila tersebut, lalu pasukan kedua atau pasukan utama baru boleh menyerang jika semua pengikut penyihir gila itu terbunuh." ujar raja Sanggia dengan yakin, semua raja saling pandang satu sama lain menanggapi rencana raja Sanggia tersebut.
"Itu percuma saja, sebanyak apapun prajurit yang kita kirim tidak akan berpengaruh sama sekali, dia adalah penyihir hebat yang bahkan tidak memiliki batasan mana." ujar raja Baha berkomentar.
"Haha, dia memang penyihir hebat tanpa batasan mana dan penyihir tanpa laparan (buku sihir), tapi bukan berarti sihir yang dia ciptakan akan terbentuk begitu saja, setiap sihir butuh waktu untuk terbentuk, semakin kuat sihir yang digunakan semakin lama juga waktu yang diperlukan untuk terbentuk." balas raja Sanggia dengan senyum misterius kepada semua raja yang hadir.
"Jadi maksudmu, kita harus menghentikan penyihir itu ketika mencoba menciptakan sihir kuat dengan memanfaatkan celah waktu sihir itu terbentuk." tanya salah seorang raja menarik kesimpulan.
"Itu percuma saja, selain penyihir hebat, dia juga petarung yang hebat, terlebih dia memiliki mana tanpa batas." ucapnya kemudian dengan menggeleng kepala tanpa daya.
"Meskipun mana miliknya tanpa batas, tapi stamina miliknya terbatas, aku tidak percaya dia tidak kelelahan jika melawan 100 ribu prajurit utama kita." ucap raja Sanggia dengan yakin.
"Kuncinya adalah kita tidak boleh membiarkan penyihir itu menggunakan sihir kuat untuk membantai prajurit utama kita, kita harus memaksakannya bertarung dan tidak memberinya kesempatan menggunakan sihir kuat, terutama menggunakan sihir 10 meteor yang dia gunakan untuk membantai rakyat kerajaan Gerta beberapa waktu lalu." ujar raja Sanggia sambil melirik raja kerajaan Gerta yang bergetar mendengar kalimat terakhir yang raja Sanggia ucapkan.
Kerajaan Gerta adalah kerajaan terbesar di benua Eghed dengan penduduk hampir 200 juta jiwa, namun 10 juta rakyatnya dibantai oleh penyihir gila dan 100 ribu kesatria yang dia kirim untuk membunuh penyihir kurang ajar dan kejam itu juga ikut dibantai begitu saja, raja Gerta sangat marah namun ketakutan disaat yang sama.
"Aku bersedia beraliansi, aku akan mengirim 1 juta prajurit terbaikku untukmu dalam menangani bajingan laknat itu, aku sendiri yang akan memimpin prajuritku." ucap raja Gerta dengan menggertakan gigi, namun sorot matanya penuh tekad.
"Aku juga akan ikut aliansi ini, aku akan mengirim 20 ribu prajurit terbaikku dan aku sendiri yang akan memimpinnya." ujar Hans juga bergabung.
Melihat dua raja terakhir yang datang dalam menghadiri undangan raja Sanggia, raja yang terlebih dulu datang satu persatu menyatakan diri untuk ikut bergabung.
"Baiklah, aliansi ini resmi dibentuk, kita akan berperang satu bulan kemudian." ucap raja Sanggia dengan senyum.
"Kirimkan surat pernyataan perang kepada penyihir gila itu, aku percaya dia akan menerimanya demi kesombongan yang dia miliki." perintah raja Sanggia kepada bawahannya yang sedari awal berdiri dibalik pintu ruang rapat.
Rapat itu berakhir dengan terbentuknya aliansi 30 kerajaan yang akan berperang dengan penyihir gila yang membantai jutaan manusia tanpa alasan yang jelas.
__ADS_1