
Derrick yang kebetulan berada disekitar pertarungan antara Gaal Van dan dewa Evo segera keluar untuk memeriksa keadaan, Derrick mendekati Gaal Van karena hanya Gaal Van yang masih memiliki kesempatan untuk hidup sementara dewa Evo sudah mati.
"Pertarungan dua pendekar ranah surgawi memang menakjubkan." Gumam Derrick sembari melihat sekelilingnya, dimana sudah hancur total tak berbentuk akibat pertarungan dua pendekar ranah surgawi tersebut.
"Tolong aku..., aku adalah raja Galing." Ucap Gaal Van tiba-tiba sambil memegang tangan Derrick dan membuat terkejut, lalu ia pingsan kembali.
"Raja Galing?" Derrick berpikir setelah mengetahui sedikit identitas Gaal Van yang mengaku raja Galing.
"Bukankah kerajaan Galing adalah ketua aliansi manusia melawan iblis?" Derrick akhirnya mengingatnya.
"Aku harus menyelamatkannya." Derrick tanpa pikir panjang membawa Gaal Van pergi untuk mendapatkan pertolongan pertama, Derrick tidak menyadari bahwa batu sihir jatuh dari genggaman Gaal Van.
##
Setelah Gaal Van sembuh, dia segera mengucapkan terimakasih kepada Derrick sekaligus menanyakan tentang batu sihir. Derrick tentu saja tidak tahu, mendengar itu Gaal Van beranggapan bahwa batu sihir jatuh di suatu tempat dan memerintahkan prajuritnya mencari batu sihir itu.
"Derrick bagaimana jika kamu menjadi jenderal pasukan aliansi kami?" Tawar Gaal Van karena tahu Derrick memiliki tenaga dalam level 100.
"Terimakasih atas tawarannya, tapi aku tidak berminat menjadi jenderal." Derrick menolak begitu saja.
"Kenapa? Apakah kamu tidak mau membantu ras manusia melawan iblis?" Gaal Van sedikit tidak senang dengan penolakan Derrick, namun dia berusaha tetap tenang.
"Karena aku ingin melatih anakku dulu, baru setelah itu aku akan ikut perang tanpa merasa khawatir." Jawab Derrick.
"Kalau begitu kamu ajak saja keluargamu ke dalam ibukota aliansi." Ucap Gaal Van enteng.
"Tidak bisa, karena selain melatih anakku, aku juga berniat menerobos ranah surgawi, maaf yang mulia." Derrick kembali menolak.
"Setelah aku menerobos ranah surgawi, aku akan segera ikut perang, lagipula tubuh yang dikuasai kaisar iblis adalah kakakku sendiri." Ucap Derrick dengan menahan kemarahan, Gaal Van terkejut bahwa tubuh yang dikuasai kaisar iblis adalah kakak Derrick.
"Siapa sangka tubuh yang dihuni kaisar iblis adalah kakakmu, sekarang aku paham kenapa kamu ingin menerobos ranah surgawi." Gaal Van mengerti.
Kilas balik selesai.
##
__ADS_1
Seorang prajurit tiba-tiba menghadap Derrick yang saat itu masih mengenang tiga tahun lalu ketika bertemu Gaal Van, prajurit itu memberi hormat dengan menangkupkan kedua tangannya di dada.
"Lapor jenderal Derrick, yang mulia raja Gaal Van mengirim surat." Prajurit itu memberikan surat dengan kedua tangannya, Derrick menerima surat itu dan membacanya secara seksama.
"Baru dua hari mengumumkan bahwa tidak ada tempat bagi organisasi, sekte, dan perkumpulan di wilayah aliansi jika menolak membantu aliansi."
"Dia langsung menurunkan perintah pemusnahan berbagai organisasi tersebut." Derrick tersenyum membaca surat tersebut.
Surat tersebut ternyata surat perintah menyerang sekte Naga Awan yang berada tidak jauh dari hutan terlarang kerajaan Xenium tempat Derrick dan pengawalnya beristirahat saat ini.
"Yaa, itu wajar karena berbagai organisasi ini sudah kurang ajar dan tidak mematuhi perintah aliansi." Derrick maklum.
Dua hari kemudian.
Grak!
Grak!
Grak!
Ribuan prajurit berzirah muncul dari kejauhan, mereka adalah pasukan aliansi dari pangkalan perang kerajaan Xenium yang diutus untuk membantu Derrick dalam menyerang dan memusnahkan sekte Naga Awan.
Tiga orang yang diperkirakan jenderal pasukan datang menghadap Derrick, lalu memberikan salam hormat prajurit sebagai tanda hormat mereka kepada Derrick yang merupakan salah satu 7 jenderal besar pasukan aliansi.
"Lama tidak bertemu, Derrick." Ucap Eira dengan nada datar, tampaknya dia masih kecewa dengan Derrick yang tidak pernah kembali untuk menemuinya.
"Eira... lama tidak bertemu." Respon Derrick juga, ada rasa sakit dihatinya ketika melihat Eira yang berbicara dengan nada datar dan terkesan ketus tersebut.
"Salam jenderal Derrick, perkenalkan aku Xiao Lieun jenderal pasukan aliansi dari kerajaan Galing, sekaligus suami Eira." Ucap Xiao memperkenalkan dirinya dengan senyum mengembang dan terlihat bahagia.
"Salam jenderal Xiao, dia...," Respon Derrick membalas jabatan tangan Xiao, lalu menunjukkan gestur tubuh bertanya tentang siapa pemuda yang ada bersama mereka dan terlihat berstatus jenderal muda.
"Ouh, perkenalkan dia Xiao Ei seorang jenius muda aliansi karena sudah memiliki tenaga dalam level 89 di usia 12 tahun, dia adalah putra kami berdua." Balas Eira dengan tersenyum ceria kepada Xiao, mereka berdua terlihat seperti pasangan sejati.
"Salam paman, aku banyak mendengar dari ibu bahwa paman adalah pendekar jenius dan sangat kuat, sebelumnya aku tidak percaya tapi melihat paman sekarang sepertinya ibu tidak berbohong." Ucap Xiao Ei dengan sopan dan membuat Xiao dan Eira terkejut, hal itu terjadi karena Xiao Ei termasuk pemuda yang sombong dan sangat merendahkan orang lain yang lebih rendah darinya.
__ADS_1
"Haha, Eira temanku sepertinya kamu memiliki anak yang jenius dan berbakat, membuat iri saja." Derrick tertawa dan terkesan dengan sopan santun yang Xiao Ei tunjukkan.
"Anak kita juga tidak kalah jenius dari dia." Celetuk Suanyi tidak senang karena keberadaan Eira beserta anaknya yang begitu jenius, dia merasa dikalahkan oleh mantan Derrick dalam melahirkan anak jenius.
"Hm," Eira berdehem pelan mendengar celetukan Suanyi, mereka berdua langsung saling tatap-tatapan.
"Ouh, jadi lupa... perkenalkan dia adalah istriku Suanyi." Derrick memperkenalkan Suanyi kepada keluarga Eira.
Keluarga Eira mengangguk mengerti sembari menunjukkan senyum terbaik mereka, karena bagaimana Suanyi adalah istri seorang jenderal besar pasukan aliansi.
"Dan perkenalkan aku Derrick anak mereka berdua, aku sering dipanggil Derrick kecil karena namaku dan ayahku sama, jadi maklumi aja ya." Tiba-tiba Derrick kecil memeluk Derrick dan Suanyi, lalu berucap sambil menunjukkan aura tenaga dalamnya level 99 yang mengejutkan semua orang termasuk Derrick yang baru tahu anaknya begitu jenius, pasalnya Derrick hanya tahu anaknya itu tenaga dalam level 50.
"Derrick, kenapa kamu ada disini?"
"Selain itu kamu level 99?" Tanya Derrick terkejut melihat bahwa yang memeluknya benar anaknya, Derrick kecil memakai pakaian prajurit yang menandakan bahwa dia menyamar sebelumnya.
"Haha, aku kesini karena adik ingin bertemu dengan ayah dan ibu." Ucap Derrick kecil sambil tersenyum ceria, lalu seorang tenaga medis wanita datang memeluk Suanyi.
"Ibuuuu, jangan tinggalkan Nana, hiks, hiks." Nana yang berusia 12 tahun itu segera memeluk Suanyi dengan tangis yang memekakkan telinga.
"Nana, jangan menangis, ibu tidak meninggalkan Nana, tapi ibu dan ayah pergi berperang melawan iblis untuk Nana bisa hidup damai tanpa ancaman iblis, sekaligus menyelamatkan paman Lao." Ucap Suanyi menenangkan putri kecilnya tersebut sembari menepuk punggungnya.
"Hiks, hiks, t-tapi Nana tidak ingin ibu pergi meninggalkan Nana, hiks, hiks." Nana berucap sambil menangis, Eira dan keluarganya segera pamit undur diri karena tidak enak mengganggu keluarga Derrick.
"Sayang, aku pergi dulu untuk membahas strategi penyerangan sekte Naga Awan bersama jenderal Xiao dan Eira." Derrick berucap dan pergi, Suanyi hanya bisa mengangguk sembari menenangkan Nana yang masih menangis dalam pelukannya.
##
Derrick, Xiao, dan Eira kini terlihat sedang membahas strategi perang untuk menaklukkan sekte Naga Awan yang merupakan sekte terbesar kerajaan Xenium sekaligus sekte yang paling menentang raja Xenium yang memilih bergabung dalam aliansi 8 kerajaan pimpinan kerajaan Galing.
"Jenderal Xiao kamu serang dari Utara, jenderal Eira kamu serang dari arah barat, sementara aku akan memimpin pasukan untuk menyerang gerbang utama mereka dan menghancurkannya." Ucap Derrick akhirnya setelah berbagai perdebatan dan pendapat dalam menentukan strategi perang.
"Baik jenderal!" Jawab suami-istri tersebut mematuhi perintah Derrick meskipun mereka keberatan, karena bagaimanapun Derrick adalah jenderal besar aliansi.
"Jaga diri kalian masing-masing, aku tidak ingin kehilangan saudara lagi." Ucap Derrick kepada dua orang yang hendak pergi itu, Derrick sudah menganggap Eira saudaranya karena tidak bisa menjadikan Eira istrinya.
__ADS_1
"Baik jenderal." Jawab Eira dan diikuti Xiao, lalu melanjutkan langkah mereka untuk mengatur pasukan.
Bersambung.