
Pertarungan Jenderal besar melawan penjaga 3 dan Vasya cukup sengit, bahkan lebih sengit daripada pertarungan raja Hans melawan Xiao, Angga, dan Rakuti di tempat yang tidak jauh dari mereka.
Sling!
Raja Hans melancarkan tebasan energi yang mengandung kegelapan dan darah, tebasan energi itu menggapai penjaga 3 dan Vasya yang hampir membunuh jenderal besar.
"Sialan!" Umpat Vasya dan penjaga 3 sambil melihat raja Hans yang tertawa terbahak-bahak sambil meladeni lawan-lawannya.
Tes..., tes..., tes.
Jenderal besar memegang dadanya yang teramat sakit, darah segar menetes dari mulutnya yang menandakan dia mendapat luka dalam yang cukup parah. Jenderal besar menggertakan gigi, lalu menarik kalung dilehernya hingga putus dan membuangnya.
"Benda tidak berguna, uhuk!" Umpat jenderal besar melempar kalung itu, lalu terbatuk darah.
Kalung yang dilempar jenderal besar tersebut ternyata adalah salah satu senjata kuno milik kerajaan, dikatakan siapapun yang memakai kalung itu akan mendapatkan kekuatan memanipulasi waktu, dimana pengguna dapat menghentikan waktu pada area tertentu dan dapat melihat sedikit ke masa depan, dengan catatan hanya melihat bukan pergi ke masa depan.
"Kalung waktu?" Penjaga 3 menangkap kalung tersebut, dia bertanya-tanya kenapa senjata kuno ini dibuang oleh jenderal besar. Vasya menghampiri penjaga 3 dan meminta kalung itu.
"Sepertinya kalung ini tidak mengakui mu sebagai tuannya..., ckckck, sungguh kasian." Ujar Vasya berdecak mengejek jenderal besar yang terluka parah tersebut.
"Kau..., ugh." Jenderal besar marah, namun jantungnya sakit.
Melihat raut wajah kesakitan jenderal besar membuat penjaga 3 dan Vasya sadar bahwa sang jenderal sudah melewati batasnya, mereka berdua saling pandang dengan senyum penuh arti.
Slap!
Penjaga 3 mengayunkan pedangnya kesamping agar pedangnya bersih dari darah, dia berjalan menghampiri sang jenderal dengan senyum psikopat. Semakin dia berjalan semakin cepat langkah kakinya, hingga akhirnya berlari.
Trang!
Trang!
Trang!
Tebasan demi tebasan penjaga 3 terus ditangkis oleh sang jenderal dengan tombaknya, penjaga 3 semakin lama semakin cepat hingga akhirnya mendaratkan tendangan ke dada setelah memanfaatkan bongkahan yang dia tendang. Dimana bongkahan bangunan itu dihindari oleh sang jenderal, disaat itulah penjaga 3 melancarkan tendangan keras ke dada.
Cl4p! Tombak api yang berasal dari Vasya menembus bahu sang jenderal, penjaga 3 berlari dengan pedang terhunus siap menebasnya.
"Darah itu merah, jenderal!" Teriak penjaga 3, lalu menebas dada sang jenderal.
Tak!
Tombak sang jenderal terpotong menjadi dua bagian, darah segar muncrat dari luka tebasan pedang di dada. "Kakak..., tolong!" Teriak sang jenderal lirih dengan tangan hendak menggapai raja Hans yang disibukkan oleh Xiao, Rakuti, dan Angga.
Hingga akhirnya sang jenderal jatuh dan menghembuskan nafas terakhirnya ditangan penjaga 3 yang dibantu Vasya.
__ADS_1
"Adik!!!" Teriak raja Hans ketika tak sengaja melihat adiknya terbunuh.
Xiao, Rakuti, dan Angga memanfaatkan kelinglungan raja Hans dan melancarkan serangan terbaik mereka.
Bush!
Saat hampir menggapai raja Hans mereka dibuat terhempas oleh aura yang raja Hans keluarkan, "Aku... akan membunuh kalian, semua!!!" Teriaknya marah, aura dalam tubuhnya semakin kuat membuat siapapun tidak dapat mendekat.
"Akan kubunuh kalian semua!" Teriaknya kembali sambil tangan keatas menciptakan bola api yang sangat besar, bola api tersebut terus bertambah setiap detiknya.
"Ghiaaa...," Raung raja Hans marah.
Elemen kayu milik Angga hancur berkeping-keping ketika berusaha mendekati raja Hans, melihat hal itu semua orang terlihat sedikit cemas termasuk para pendukung raja Hans sendiri yang dimana hanya kepala keluarga Pitak yang cukup kuat yang masih hidup, sementara yang lainnya sudah terbunuh termasuk jenderal besar dan anak angkat raja Hans.
Sementara pihak kaisar sihir sendiri juga sudah banyak mati termasuk topeng emas 1 yang terbunuh oleh jenderal besar, dan anak kaisar sihir yang terbunuh oleh seorang prajurit yang berhasil menikamnya saat lengah dan fokus meladeni dua orang jendral ditambah anak angkat raja Hans (Rama).
"Semua mundur dan menjauh!" Teriak kaisar sihir memerintahkan semua pasukannya mundur dari arena pertarungan.
Sontak semua pasukan mundur termasuk pasukan raja Hans sendiri, namun sayang saat itu juga ledakan besar terjadi karena bola api milik raja Hans sudah siap dan langsung dilepaskan saat itu juga.
Booom!
Area sejauh 100 meter hancur menjadi abu akibat serangan tersebut, semua orang terbunuh termasuk anak-anak yang tak berdosa dan para warga yang bersembunyi untuk menyelamatkan diri. 30 detik kemudian ledakan energi api itu mereda, hasilnya terlihat cukup mengerikan.
Semua orang mati kecuali beberapa prajurit yang mampu bertahan dengan melapisi tubuh dengan mana, meskipun selamat mereka tetap terluka bakar disekujur tubuh.
"Hahaha, kalian semua akan mati, haha." Raja Hans tertawa jahat, lalu berniat menyerang kembali ketika melihat masih ada beberapa yang bertahan.
Crap!
Tiba-tiba seluruh tubuhnya dihalangi oleh tanah, lalu saat ingin menghancurkan tanah yang menghalangi pergerakannya tiba-tiba kayu dengan kepala naga mengunci tangan dan tubuhnya layaknya ular yang melilit mangsanya.
"Lepaskan, lepaskan aku." Teriak raja Hans marah dan berniat menghancurkan penghalang gerakan tubuhnya itu, namun dia terlalu lelah untuk itu.
"Xiao! Penggal iblis itu!" Teriak raja Hans membangun Xiao dari lamunan kesedihannya.
"Kakak...,"
"Cepat!" Potong kaisar sihir karena menyadari raja Hans menggunakan sihir untuk melepaskan diri, beruntung topeng emas 1, Vasya, dan penjaga 3 menghalangi sihir kegelapan dalam bentuk bola itu dengan penghalang yang terbuat dari mana mereka masing-masing.
"Cepat!" Teriak penjaga 3 yang berusaha keras agar mananya tidak hancur oleh kuatnya sihir raja Hans.
Posisi raja Hans yang kelelahan karena terlalu memaksakan diri, memutuskan menggunakan sihir untuk menghancurkan tanah yang menghalangi tubuhnya dan kayu yang mengunci pergerakan tangannya, namun sial bagi raja Hans karena sihirnya berusaha dihentikan oleh Penjaga 3 dan kawan-kawan.
"Ghiyaaaaa!!!" Xiao berdiri dan mengambil pedangnya, lalu berlari dengan pedang yang siap menebas.
__ADS_1
Melihat itu raja Hans melancarkan semburan energi kegelapan dan haus darah, namun dihindari oleh Xiao dengan mudah.
"Sialan!" Umpat raja Hans cemas sembari berusaha melepaskan diri.
"Asyura teknik: Semburan seribu jarum Asyura pembunuh!"
Raja Hans menyemburkan bola energi yang langsung pecah menjadi 100 jarum, namun Xiao menebas semua jarum itu dengan pedangnya dan dalam sekejap berada dihadapan raja Hans yang kaget.
"Sialan!"
Clash!
Saat itu juga pedang Xiao memenggal kepala raja Hans yang mengumpat tersebut, raja Hans meraung kesakitan, pedang Xiao nyangkut dileher beberapa saat sebelum benar-benar tertebas dan kepala raja Hans terpenggal dan jatuh.
"Sial, sial, sialan kalian semuaaaaa!" Teriak raja Hans sebelum tubuhnya kembali normal seperti manusia biasa, begitu juga kepalanya dan saat itulah raja Hans benar-benar mati. Dalam catatan kepala raja Hans yang terpenggal itu bertahan selama hampir 8 detik sebelum mati.
"Heehah, heeehah...," Xiao tersengal-sengal, lalu beberapa saat kemudian jatuh pingsan.
"Pangeran!" Rakuti segera teleport ketempat Xiao dan menggapai tubuh Xiao sebelum jatuh.
"Haaa, kakak... aku telah..., uhuk!" Kaisar sihir bergumam bahagia.
"Jangan paksakan dirimu yang mulia!" Angga menghampiri Kaisar sihir yang terluka parah dan segera mengobatinya.
"Percuma saja Angga, uhuk, uhuk..., aku sudah mencapai batas...,"
"Jangan banyak bicara dulu yang mulia!" Sela Angga dengan berlinang air mata, dia tahu betul bahwa Kaisar sihir tidak tertolong karena terlalu banyak kehabisan darah, ditambah luka dalamnya terlalu parah dan sulit disembuhkan, namun dia menolak menyerah.
"Hehe, kamu lebih tahu kondisi ku dari diriku sendiri." Ucap Kaisar sihir lirih dengan senyum mengambang di bibirnya.
"Jaga... adik... kami...," Ucap kaisar sihir sebelum menghembuskan nafas terakhirnya dengan senyum bahagia, sebuah senyum tulus tanpa beban.
"Yang mulia!!!" Angga menangis sejadi-jadinya.
Begitu juga semua orang yang ada disana terutama pasukan VAR, sementara pasukan raja Hans yang selamat dari serangan raja Hans itu sudah tak berniat melanjutkan pertarungan dan malah bersedih atas terbunuhnya raja mereka.
Vasya memalingkan muka dengan tangis di wajahnya, dia berjalan menuju ketempat pertempuran terdekat dimana tempat itu adalah area perang.
Ketika sampai dia dengan lantang berteriak bahwa perang sudah berakhir, Raja Hans telah terbunuh, dan kerajaan Roban kini sudah berada dalam penguasaan mereka. Dia juga mengumumkan siapapun yang terus melawan maka akan dibunuh, sementara yang menyerah akan diberi perlindungan.
##
Topeng perak yang berada di ruang harta kerajaan tersenyum penuh kemenangan ketika melihat sebuah bola sebesar mata sapi mengambang di udara, sementara disekitarnya terlihat puluhan senjata pusaka mulai dari tameng, pedang, tombak, panah, hingga ribuan berlian dan keping emas yang berserakan.
"Aku menemukanmu..., hehe." Ucapnya dengan tertawa licik.
__ADS_1
Ya..., dari awal si topeng perak memang mengincar bola itu, karena posisinya yang berada dalam ruang harta istana membuatnya kesulitan, hingga akhirnya dia mendapatkan ide untuk bergabung dengan Organisasi VAR.
Bersyambung....