Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Chapter 22


__ADS_3

Dewa pedang menghadang Derrick yang sedang menunggangi Dy dengan pedang yang terhunus dan terlihat begitu tajam, bahkan seseorang dapat mengaca di pedang tersebut. Derrick yang melihat dewa pedang langsung menyelesaikan meditasinya, lalu berdiri sambil berpose memberi hormat dengan tangan di dada.


"Salam hormat dewa pedang yang agung." Kata Derrick memberi hormat kepada dewa pedang yang melirik Dy.


"Dia binatang buas peliharaanmu?" Tanya Dewa pedang sambil menunjuk Dy dengan pedangnya.


Dy yang kesal karena ditodong pedang langsung menyemburkan api hingga menutupi seluruh tubuh dewa pedang sangking besarnya semburan api tersebut.


Sling!


Dalam sekali ayunan pedang semburan api itu langsung terbelah menjadi dua dan energi api tersebut dihisap oleh pedang milik dewa pedang tersebut.


"Apa yang kamu lakukan Dy, cepat minta maaf kepada dewa pedang yang agung." Derrick menegur Dy, namun naga jenis Wester itu tidak mau mendengar dan malah menyemburkan bola angin.


"Apa?" Derrick dibuat terkejut dengan tindakan bodoh Dy yang tidak mau meminta maaf dan malah kembali menyerang sang dewa pedang dengan elemen angin.


Slish!


Dewa pedang menghilang dan muncul di samping leher Dy, lalu menebaskan pedangnya, dilihat dari gerakan itu dewa pedang sepertinya berniat memenggal Dy dalam sekali tebasan.


"Reflek yang bagus." Puji dewa pedang ketika Dy berhasil menghindari tebasannya dengan menjadi kecil, seukuran burung Pipit.


Sementara Derrick yang terjatuh karena perubahan Dy itu diberi pijakan angin oleh Dy, hal itu membuat Derrick mampu berdiri dan berjalan diatas angin.


"Dewa pedang yang agung, tolong maafkan kebodohan peliharaanku ini...., aku berjanji akan mendisiplinkannya agar berlaku sopan kepadamu." Derrick langsung berlutut memohon agar dewa pedang tidak membunuh Dy, hal itu Derrick lakukan karena merasakan bahwa dewa pedang serius ingin membunuh Dy.


Dy yang berubah menjadi kecil itu kembali menyemburkan bola angin, namun dengan cepat ditahan oleh Derrick yang menggunakan sihir penyegel sihir lawan.


"Hentikan Dy!" Teriak Derrick marah kepada Dy yang terus mencari gara-gara dengan dewa pedang.


"Hz." Dy meraung geram, lalu memalingkan muka seperti sedang merajuk, Derrick kembali berlutut memohon agar dewa pedang memaafkan Dy yang telah kurang ajar kepada dewa pedang.

__ADS_1


"Anak ini,"


"Lupakan saja, ajari peliharaanmu itu agar memperbaiki sikapnya." Ujar Dewa pedang sambil berlalu pergi meninggalkan Derrick dan Dy, energi pedang yang ada diatas kepala Dy secara perlahan menghilang ketika Dewa pedang memaafkan Dy.


"Selain itu jangan sekali-kali menunggangi peliharaan di wilayah sekte Naga langit, kamu mengerti?" Dewa pedang melirik Derrick dengan dingin, lalu kembali berjalan meninggalkan area tersebut, Derrick segera menjawab bahwa dia mengerti.


Derrick mengucapkan terimakasih dengan kening yang berkeringat dingin, pasalnya Derrick memang sudah menyadari bahwa ada energi pedang besar yang siap membunuh diatas kepala mereka berdua (Derrick dan Dy). Jadi dapat dikatakan Derrick sebelumnya memohon pengampunan untuk nyawanya sendiri, sekaligus nyawa Dy.


Disisi lain Eira yang menyadari bahwa Derrick yang menunggangi Naga Wester dan dicegat oleh dewa pedang hanya bisa tersenyum dingin, dia cukup kecewa bahwa dewa pedang mengampuni Derrick.


"Dia memang pria yang beruntung, bahkan sangking beruntungnya dia mampu lolos dari kemarahan guru." Kata Eira bergumam.


Dewa pedang secara tiba-tiba dan misterius sudah berada di samping Eira, hal itu membuat Eira terkejut dan buru-buru memberi salah hormat kepada gurunya tersebut.


"Tidak ada guru, aku hanya penasaran darimana orang itu menemukan peliharaan, yaitu seekor naga." Jawab Eira ketika ditanya oleh dewa pedang.


Dewa pedang hanya mengangguk mengerti, lalu berkata bahwa Naga mungkin binatang peliharaan yang sangat berguna dan juga mengerikan, tapi naga bukanlah teman yang terbaik dalam bertarung.


"Ikan koi?" Eira bertanya-tanya kenapa dewa pedang memberinya sebuah ikan koi.


Ketika toples dibuka ikan koi itu segera keluar dengan gelembung air yang berfungsi agar ikan itu masih dapat bernafas dan bergerak bebas layaknya di sungai atau kolam, ikan koi itu mengelilingi Eira yang terlihat planga plongo.


"Teteskan darahmu ke dahinya dan mulailah membuat kontrak tuan dan budak." Perintah Dewa pedang dengan datar, Eira cepat-cepat melakukan apa yang gurunya perintahkan tersebut.


Ketika kontrak tuan dan budak terjalin, tiba-tiba terdengar suara ledakan teredam dari tubuh Eira sebanyak tiga kali berturut-turut, hal itu menandakan bahwa tenaga dalam Eira naik level, bahkan sebanyak tiga level sekaligus.


"Aku naik level, sekarang aku berada di level 40, haha." Eira sangat senang mendapatkan peningkatan tenaga dalamnya. "Terimakasih guru." Ucap Eira berterimakasih kepada dewa pedang yang telah memberinya roh air (ikan koi) hingga membuatnya menerobos level sebanyak tiga level.


Note:


Roh air adalah sebuah makhluk yang diberkati energi alam dalam jumlah besar dan melimpah dengan kekuatan mengendalikan elemen air, tentunya roh itu berasal dari energi alam yang berevolusi dan melahirkan sebuah makhluk yang disebut roh. Sejauh ini hanya ada tujuh roh yang terlahir ke dunia, diantaranya adalah roh elemen tanah, roh elemen api, roh elemen angin, roh elemen petir, roh elemen air (mengambil bentuk ikan Koi), roh elemen kayu, dan terakhir roh elemen cahaya.

__ADS_1


"Dengan adanya roh air, aku tidak perlu khawatir jika menghadapi Derrick yang memiliki naga." Gumam Eira dengan senang dan tidak sabar membalas kekalahan dari Derrick sebelumnya.


Eira sepertinya tidak dapat melupakan kekalahan yang dia alami ketika bertarung dengan Derrick sebelumnya, dia merasa Derrick mengalahkannya karena saat itu dia belum siap dan terlalu meremehkan Derrick.


Ok, lanjut.


Derrick adalah peserta yang pertama kali mencapai puncak atau mencapai gerbang sekte Naga langit, lalu disusul seorang pemuda yang beraura suram dengan pedang di pinggangnya.


"Hah, ternyata ada yang lebih cepat dariku." Ucapnya menghela nafas sambil menarik topi capingnya, lalu melepaskan topi caping tersebut dan melemparnya ke udara. Pria itu menunjukkan senyum bersahabat kepada Derrick, sangat berbeda dari penampilan suram sebelumnya.


"Halo teman, perkenalkan namaku Raki Syahrizki, kamu bisa memanggilku Raki." Ujarnya memperkenalkan diri kepada Derrick yang menanggapi dengan senyum kecil saja.


"Namamu siapa teman?" Tanya Raki sok asik kepada Derrick yang bersifat kalem dan pendiam.


"Ah, aku Derrick, salam kenal." Balas Derrick sembari mendorong Raki agar menjauh darinya, bagaimana tidak wajah Raki begitu dekat dengan wajahnya.


"Oh, Derrick, nama yang bagus." Respons Raki sambil menjabat tangan Derrick yang sebenarnya tidak berniat berjabat tangan.


"Kuharap kita menjadi teman baik." Ucapnya dengan mengumbar senyum.


"Kuharap kita tidak bertemu lagi." Balas Derrick yang risih dengan keberadaan Raki yang caper dan sok asik tersebut, Raki malah tertawa mendengar hal itu dan merangkul Derrick layaknya merangkul teman karib.


Derrick yang risih dengan keberadaan Raki berniat memberinya pelajaran, namun niat itu dia urungkan karena tidak ada alasan apapun untuk memulai keributan dengan Raki, terlebih Derrick seakan melihat Raki sebagai temannya dulu (Dunia sebelumnya), dimana teman Derrick tersebut memiliki sifat hampir sama dengan Raki, bahkan mungkin lebih dari Raki.


"Huh, tidak ada salahnya memulai pertemanan." Gumam Derrick dalam hati setelah menghela nafas berat.


Mereka berdua menunggu para peserta lain sekalian menunggu ujian itu selesai beberapa jam lagi, Raki yang ceria itu terus saja melempar beberapa pertanyaan kepada Derrick yang lebih pendiam.


"Kakak," Derrick mencoba menyapa Lao Aidan yang datang setelah Raki, namun Lao Aidan malah bersikap cuek dan duduk di tempat yang jauh dari tempat Derrick dan Raki duduk.


Derrick hanya bisa menghela nafas berat melihat sifat Lao Aidan yang cuek dan memiliki tatapan tajam setajam elang tersebut, namun beberapa orang (Murid penjaga gerbang) menyadari bahwa ada luka yang sangat dalam dari sosok Lao Aidan yang terlihat tegar dan sangar tersebut.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2