Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Benua Eghed 20


__ADS_3

"Ah... lupakan saja." Sangklak tiba-tiba berucap.


"Aku adalah petualang dari kelompok naga Azure, sebuah tim petualang tingkat emas, dan berposisi sebagai petarung." ujar Sangklak memperkenalkan dirinya yang berasal dari kelompok Naga Azure.


Derrick tiba-tiba mengingat sekelompok petualang yang sedang naik daun dan dibicarakan oleh para kesatria sihir karena mampu membunuh ketua bandit gunung yang beroperasi di wilayah selatan kerajaan. Rumornya Kelompok bandit gunung itu terkenal sangat kejam dan juga kuat, terutama pemimpinnya yang dirumorkan setara komandan kesatria sihir.


"Tidak diduga aku bertemu salah satu anggota Naga Azure yang terkenal itu, ini sungguh hari keberuntunganku." ujar Derrick dengan senyum dan menurunkan kewaspadaannya.


"Tidak, aku bukan kelompok Naga Azure yang baru-baru ini dibicarakan, aku kelompok naga Azure yang terbentuk 5 tahun sebelum kelompok mereka mulai dikenal orang." ujar Sangklak yang mengagetkan Derrick yang memang mengetahui bahwa ada sekitar 10 kelompok petualang yang memiliki nama sama, dan semuanya terkenal dan memiliki reputasi.


"Apakah tidak ada aturan yang mengatur nama kelompok di Asosiasi Para Petualang, agar tidak ada nama kelompok yang sama dalam satu era?" ujar Derrick tak habis pikir dengan sistem Asosiasi Para Petualang yang tidak memiliki aturan dalam penamaan sebuah kelompok petualang.


"Saranmu diterima." ujar Sangklak sambil mencatat saran yang Derrick katakan, faktanya Sangklak adalah salah satu petinggi dalam Asosiasi Para Petualang kerajaan Roban.


"Aung!!!" Serigala angin melolong sambil menginjak kepala harimau Es yang sudah terkapar tak berdaya dengan luka tebasan disekujur tubuh, tampaknya serigala angin yang memenangkan pertempuran tersebut.


"Harimau dikalahkan oleh seekor serigala? benarkah? Itu terdengar melawan hukum alam." komentar Derrick heran dengan hasil pertarungan tersebut, pasalnya Derrick memperkirakan serigala yang akan kalah.


"Dalam dunia binatang sihir tidak berlaku hukum alam tersebut, selama memiliki kemampuan dan kekuatan maka kemenangan akan dimiliki."


"Kebetulan serigala itu memiliki kemampuan bertarung yang lebih baik dari harimau tersebut, jadi wajar saja." ujar Sangklak dengan santai, lalu terjun dari atas pohon dan berlari dengan cepat ke arah serigala yang merasa bangga akan kemenangannya tersebut.


Slash!


Tiba-tiba darah segar tumpah dari leher serigala itu ketika Sangklak melewatinya dan melakukan serangan disaat yang bersamaan dan menyasar leher serigala tersebut.


Serigala itu meraung dan menyerang Sangklak dengan kekuatan anginnya yang mampu memotong apapun, bahkan Sangklak juga terkena beberapa angin tajam itu namun tidak terluka sama sekali.


"Cuma ini kemampuanmu?" tanya Sangklak kepada serigala itu, hal itu membuat serigala marah dan berlari menyerang, namun serigala itu tertebas oleh tebasan energi Sangklak dan jatuh tumbang.


"Teman!" teriak Sangklak memanggil Derrick yang yang langsung menoleh menjawab panggilannya.


"Binatang sihir yang mana yang kamu inginkan? serigala atau harimau itu?" tanya Sangklak kepada Derrick yang menonton di atas pohon dengan santai.


"Maksudmu?" tanya Derrick bingung.


"Kamu dan aku datang kesini untuk mereka berdua, jadi daripada kita berebut lebih baik kita bagi saja." ujar Sangklak.


Derrick mengerti keinginan Sangklak yang tidak ingin bertarung untuk memperebutkan binatang sihir, dia lebih memilih berbagi daripada berebut.


"Padahal aku tidak masalah kamu mengambil mereka berdua, tapi karena itu keinginanmu maka berikan aku serigala itu." ucap Derrick memilih Serigala angin yang terkapar dengan kesakitan.


"Baiklah, aku harimau itu." ujar Sangklak dan langsung pergi ke harimau es yang terlihat terluka parah.


Sangklak lalu mengobati harimau itu dengan menuangkan sebotol ramuan yang berwarna merah darah (ramuan penyembuh), dalam sekejap luka-luka harimau itu langsung sembuh dan tertutup, namun harimau itu masih terlihat lemas karena efek ramuan itu hanya menyembuhkan luka bukan mengobati luka sakitnya.

__ADS_1


"Sekarang kamu menjadi milikku." ujar Sangklak setelah memaksa harimau itu untuk menjalin kontrak binatang peliharaan, terlihat harimau kesakitan karena mencoba menyerang Sangklak.


"Percuma saja, kamu sekarang adalah peliharaanku." ujar Sangklak dengan senyum ramah.


Derrick menggeleng melihat tindakan Sangklak yang memaksa harimau itu menjalin kontrak binatang peliharaan, Derrick menusuk serigala yang sekarat itu hingga mati dan inti kristalnya keluar beberapa saat kemudian.


"Jika kamu tidak patuh, maka nasibmu akan sama dengan serigala itu." ujar Sangklak menunjuk mayat serigala yang Derrick bunuh dengan ekspresi wajah psikopat, hal itu membuat harimau itu ketakutan.


"Kenapa kamu menuduhku seakan-akan orang jahat yang suka membunuh binatang?" ujar Derrick protes, Sangklak tertawa ngakak.


"Baiklah teman, kita berpisah disini, kuharap kita akan bertemu lain waktu." ujar Sangklak pergi dengan harimau es mengikuti dari belakang.


Derrick mulai bermeditasi untuk menyerap inti kristal serigala angin tersebut setelah Sangklak sudah pergi jauh dan tidak terlihat lagi.


"Hiya!!!" teriak Derrick setelah beberapa jam bermeditasi dan terus melakukan terobosan hingga akhirnya berhasil menerobos, aura tenaga dalamnya semakin kuat dari sebelumnya.


"Akhirnya aku menerobos penghalang sialan itu, haha!" Derrick sangat senang karena berhasil menerobos setelah semua usaha yang dia lakukan.


Bush!


Derrick mengayunkan tangannya kedepan menciptakan pusaran angin yang sangat mengerikan dan melayangkan pohon-pohon yang bertumbangan akibat pertarungan harimau es dan serigala angin beberapa waktu lalu, lalu pohon itu tercabik-cabik akibat angin itu hancur meledak.


"Haha, kekuatan anginku semakin kuat dari sebelumnya." Derrick tertawa, lalu terbang setinggi 10 meter.


Boom!


"Haha, kekuatan apiku juga semakin kuat." Derrick tertawa senang, namun sebuah panah menusuk bahunya.


"Siapa disana?" teriak Derrick menahan sakit dan mencabut panah tersebut, lalu mencari orang yang memanahnya.


"Sepertinya kamu sangat senang sekali saudara." ujar seseorang keluar dari balik batu yang juga sempat terbakar api, terlihat jubahnya masih terbakar sebelum apinya dimatikan dengan beberapa pukulan.


"Kenapa kamu memanahku?" tanya Derrick tidak senang kepada orang tersebut.


"Pertanyaannya kenapa kamu mengganggu tidurku?" orang itu balik tanya kepada Derrick sambil bersandar di sebuah pohon yang terlihat hangus terbakar.


"Lambang itu?" Derrick tak sengaja melihat lambang milik organisasi VAR di jubah pria tersebut.


"10 Tinju api!" Derrick tanpa basa-basi menyerang dengan tinju api secara beruntun sebanyak 10 kali.


Orang itu menghindari semua tinju api tersebut dan berlari menjauh dari Derrick, lalu melancarkan panah yang diperkuat angin.


"Apa hubunganmu dengan VAR?" tanya Derrick menghindari panah tersebut, lalu menghindari panah susulan lainnya dan melancarkan tebasan angin tajam menggunakan tangannya.


Sling!

__ADS_1


Sling!


Sling!


Orang itu dengan mudah menghindari angin tajam itu dan melancarkan panah angin yang berbentuk ular yang terus berbelok-belok seperti ular yang sedang berlari.


"Aku bagian dari VAR, meskipun bukan bagian penting tapi setidaknya aku cukup berguna bagi mereka." jawab orang itu sambil memanah Derrick, lalu kembali sembunyi di belakang pohon.


"Sial!" Derrick menghindari panah ular itu, namun tetap saja dia terkena panah.


Klap!


Panah susulan langsung menembus tubuh Derrick, beruntung panah itu tidak mengenai organ vitalnya.


"Namaku Deri, ingat itu!" ujar Deri melancarkan panah angin yang sangat tajam dan cepat, Derrick menangkis panah itu dengan perisai angin.


Krak! Trak! tas!


Perisai itu retak dan hancur, beruntung Derrick sudah menghindar sejauh mungkin dan terus diburu panah-panah Deri. Beruntung Derrick dilindungi pohon-pohon besar di dalam hutan.


"Tinju banteng api!" teriak Derrick menyerang balik dengan tinju api yang membentuk banteng dan menghancurkan apapun yang dilaluinya.


Bush!


Tinju banteng itu berbenturan dengan panah angin dari Deri yang begitu kuat dan mampu menahan tinju banteng tersebut.


"Manamu sangat banyak, tapi kemenangan tidak ditentukan oleh seberapa banyak mana yang dimiliki." ujar Deri melancarkan panah angin dengan 10% mananya.


Bush!


Panah itu melaju dengan cepat menuju Derrick yang langsung menyambutnya dengan panah angin juga, namun bedanya Derrick tidak memakai busur.


"Bodoh!" gumam Deri.


Bush! Klep! Derrick kembali terluka akibat panah Deri.


Panah itu menghancurkan panah Derrick karena panah Deri memiliki anak panah asli, sementara panah Derrick adalah panah yang murni terbuat dari angin.


"Selamat tinggal!" ujar Deri melancarkan panah angin yang sangat mengerikan dan mampu menumbangkan pohon yang dilintasinya.


Derrick menghilang dan muncul tepat di arah barat sejauh 2 meter dari posisi sebelumnya dengan luka parah akibat panah angin Deri tersebut sempat mengenainya, lalu menangkupkan dua tangannya yang satu dilapisi angin dan satu dilapisi api.


"Matilah!" teriak Derrick menyerang.


Seketika 4 panah api yang diperkuat angin menyerbu Deri yang terkejut dan tidak sempat merespons.

__ADS_1


Bang! Bush!


Dalam sekejap empat panah itu mengenai Deri, lalu meledak menjadi tornado api yang mengangkat apapun disekitarnya, terdengar suara orang kesakitan di dalam tornado tersebut, disaat yang krusial tersebut Derrick jatuh pingsan.


__ADS_2