
Harga rumput jiwa semakin naik dari waktu ke waktu, tampaknya semua orang sangat menginginkan rumput jiwa tersebut, bahkan tak tanggung-tanggung harganya sudah mencapai 1 kertas berlian.
"1 kertas berlian 10 kertas emas." ujar VIP no 2 menaikkan harga.
"4 kertas berlian." ujar Rensan menembak harga.
VIP no 2 menoleh melihat Rensan yang menunjukkan senyum sombong dan bangga terhadapnya, VIP no 2 hanya bisa menggertakan gigi dan melepas rumput jiwa tersebut.
"Tuan tenang saja kita akan merebutnya nanti." ujar pengawal disamping kirinya dengan senyum licik.
"Dasar miskin." dengus Rensan memprovokasi VIP no 2.
"4 kertas berlian kali pertama." pembawa acara lelang mulai menghitung.
Hingga hitungan ketiga tidak ada lagi yang menawar harga lelang, bahkan Derrick yang sangat membutuhkan rumput jiwa itu tidak menawar lelang samas sekali dan itu membuat Eira kebingungan.
"Kamu... tidak berminat menawar?" tanya Eira penasaran kenapa Derrick tidak menawar lelang rumput jiwa tersebut.
Derrick hanya tersenyum kecil, "Sudah kubilang guru menyuruhku mendapatkannya dengan cara apapun itu." ucap Derrick penuh arti, Eira seketika sadar setelah berpikir sesaat.
"Jangan bilang... kamu berniat merampasnya?" tanya Eira kepada Derrick yang hanya dibalas dengan sebuah senyuman, Derrick tidak menyangkal atau membenarkan pertanyaan Eira tersebut.
Lelang terakhir adalah sebuah buku jurus tapak suci penghancur gunung, salah satu kitab jurus yang dimiliki oleh dewa tenaga dalam yang hidup jutaan tahun lalu, dikatakan jurus ini mampu menghancurkan dunia jika di dapatkan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.
Dewa tenaga dalam sendiri adalah orang pertama yang memperkenalkan level energi tenaga dalam kepada orang-orang yang hidup satu zaman dengannya, dia juga orang yang pertama menggunakan inti monster untuk meningkatkan kapasitas energi tenaga dalam, dia juga orang yang pertama yang mengkategorikan monster sesuai dengan umurnya, dimana monster berumur 10 ribu tahun termasuk kategori langkah satu, dan monster berumur 20 ribu tahun termasuk langkah dua, dan seterusnya, hingga monster yang berevolusi menjadi roh ketika melewati usia 100 ribu tahun.
Padahal kekuatan para monster itu tidak tergantung umur, tapi tergantung seberapa banyak energi yang dimiliki dan seberapa mahir monster itu menggunakan kekuatannya.
Selain itu Dewa tenaga dalam juga yang bertanggung jawab kenapa monster dari dunia lain disebut monster jiwa, padahal baik monster dari dunia lain maupun monster hasil evolusi binatang yang ada di dunia sebenarnya tidak terlalu banyak perbedaan.
Ok..., lanjut.
"Kenapa kalian melelangnya jika jurus itu dapat menghancurkan dunia jika didapatkan oleh orang yang tak bertanggung jawab." dengus Derrick heran dengan jalan pikiran rumah lelang.
"Mereka hanya bertugas melelang apapun yang ingin dilelang oleh seseorang, jadi kamu tidak boleh menyalahkan mereka salahkan saja orang yang melelang buku itu." ucap Eira kepada Derrick.
"Selain itu keaslian buku itu belum diuji, bisa saja itu palsu, karena sejauh ini tidak ada orang yang cukup bodoh melelang harta Karun yang sangat berharga tersebut." tambah Eira mengemukakan pendapatnya mengenai bulu jurus tapak suci penghancur gunung yang katanya jurus yang dibuat oleh dewa tenaga dalam.
Karena buku jurus itu dibuka dengan harga 100 kertas berlian yang sangat mahal, maka buku itu di dapat oleh Rensan yang memang tidak tanggung-tanggung menawar harga hingga 1000 kertas berlian dan mengalahkan peserta lelang VIP no 1, 2, 4, 5, dan VIP no 6 yang semuanya berasal dari sekte-sekte besar, bahkan lebih besar dari sekte pedang langit itu sendiri.
"Darimana sekte pedang langit mendapatkan uang sebanyak itu?" tanya VIP no 1 kepada bawahannya yang memang bertanggung jawab dalam keuangan sekte mereka.
"Saya tidak tahu tuan muda, tapi menurut rumor dewa pedang Zilong ketua sekte pedang langit mendapat dukungan dari sebuah organisasi yang masih misterius." balas bawahan itu.
Pelelangan itu akhirnya berakhir setelah buku jurus tapak suci penghancur gunung di dapatkan oleh Rensan, tentunya semua orang pasti akan mengincar Rensan.
Boom!
Trang!
__ADS_1
Trang!
Bang!
"Jadi ini alasan kenapa rumah lelang ini berada ditengah hutan dan jauh dari pemukiman warga." gumam Derrick dengan tersenyum semangat.
Baru saja menjauh beberapa meter dari rumah lelang KibaSanqi, Derrick dan Eira mendengar beberapa suara pertarungan disekitar mereka, letak rumah lelang yang berada di tengah hutan seakan memang di desain seperti itu untuk mengantisipasi jika terjadi perebutan dan pertarungan antar pendekar.
Ting!
Derrick melancarkan tebasan energi yang langsung ditangkis oleh pengawal Rensan yang bernama Geri.
"Kenapa terburu-buru sekali tuan muda Rensan?" tanya Derrick dengan mengumbar senyum.
"Ternyata kalian, kebetulan sekali aku ingin memberi kalian berdua pelajaran." ucap Rensan lalu mengangguk kepada dua pengawalnya.
Dua pengawal Rensan mengangguk, mereka langsung menyerang Derrick dengan tebasan energi, namun ditahan oleh perisai air Eira yang baru sampai.
"Terimakasih, Eira." ucap Derrick berlari menyerang Rensan, dia pengawal berniat membantu Rensan namun Eira menghalangi mereka berdua.
"Urus saja wanita jhalang itu, biar bocah ini aku yang tangani!" teriak Rensan menangkis tebasan Derrick, lalu melancarkan tebasan kearah bahu kiri.
Ting!
Ting!
Ting!
"Senjatamu cukup unik, elemen api: semburan bola api!" ujar Rensan menggunakan teknik elemen api, namun dibelah oleh Derrick.
Rensan melancarkan tusukan ke perut, namun ditahan oleh perisai angin dan Derrick melancarkan tendangan dengan kaki kanannya.
Bang!
Rensan menangkis tendangan itu, lalu melancarkan tebasan dileher dan dilanjutkan tebasan dari atas kebawah secara horizontal.
"Belati angin: tusukan penghancur!" Derrick menusuk, namun Rensan menahan lengan Derrick dan mensejajarkan mata mereka berdua.
Cling!
"Ah...," Derrick terkena serangan mental dan membuat kepalanya mengalami rasa sakit yang teramat sakit.
Slash!
Rensan menebas Derrick, beruntung Derrick berhasil mundur dan melepaskan bubuk mesiu dalam jumlah banyak, "Ledak!" teriak Derrick dengan memercikkan api ditangannya.
Booom!
Tubuh Rensan terkena ledakan dari bubuk mesiu tersebut, Rensan keluar dari kepulan asap ledakan itu dengan keadaan terluka parah.
__ADS_1
"Uhuk, uhuk, sialan!" Rensan termuntah darah beberapa kali, namun dia membuat Derrick yang menyerangnya terjatuh hanya menatap matanya.
"Matilah!" teriak Rensan melancarkan tusukan yang terarah ke leher, namun tubuh Derrick dilindungi oleh perisai air Eira disaat-saat terakhir.
Bush!
"Ahhhh!!!" Rensan terlempar oleh serangan bola air yang meledak di depannya dan mendorongnya sejauh mungkin.
"Apa yang kalian lakukan sialan!" teriak Rensan kepada dua pengawalnya.
"Maafkan kami tuan muda, dia terlalu kuat dan tidak dapat ditebas." ujar salah satu pengawal sambil membantu Rensan berdiri.
"Apa?" Rensan tentu saja terkejut dua pengawalnya kesulitan melawan Eira.
"Dia memiliki kekuatan dewa air yang tidak dapat disentuh dengan teknik biasa atau senjata biasa, untuk mengalahkannya kita membutuhkan teknik atau senjata khusus." ujar salah satu pengawal memberitahu kesulitan mereka menghadapi Eira.
"Kekuatan dewa air? uhuk, uhuk." Rensan termuntah darah dan membuat khawatir dua pengawalnya, meskipun mereka berdua juga sama mengkhawatirkan seperti Rensan.
"Apa yang telah kamu lakukan kepada Derrick?" tanya Eira dingin sambil mengeluarkan pedangnya yang merupakan pemberian dewa pedang yang agung.
"Itu... pedang pembantai dewa." gumam salah satu pengawal terkejut.
"Ternyata kamu memang murid dewa pedang yang agung, kami ceroboh." tambahnya dengan penyesalan.
"Kamu... sekte Naga langit dan sekte pedang langit bukankah saling mendukung, tapi kenapa kamu menyerang kami?" ujar Rensan tidak terima.
"Kedua sekte memang berhubungan baik, tapi bukan berarti kamu bisa menggodaku seenaknya." ujar Eira dingin dan berlari menyerang.
"Berhenti!" teriak Rensan menghentikan Eira yang menyerang.
"Jika kamu membunuhku, maka orang itu akan terjebak di dunia ilusi untuk selamanya." ucap Rensan mengancam.
"Hanya aku yang bisa menyembuhkannya." ucap Rensan yakin.
"Benarkah?" tanya Derrick yang sadar dari pingsannya, hal itu membuat Rensan dan dua pengawalnya terdiam dan terkejut Derrick dapat lolos dari dunia ilusi.
"Bagaimana bisa?" tanya Rensan tidak percaya.
"Kekuatan ilusi adalah mengganggu jiwa seseorang, artinya selama jiwaku lebih kuat maka kekuatan ilusimu sangat mudah dipatahkan." ujar Derrick.
"Kekuatan jiwa lemah sepertimu berniat menjebakku dalam ilusi, jangan bercanda, haha." ujar Derrick dengan tertawa dan menyerang balik.
Dalam beberapa gerakan ketiga orang itu terluka parah akibat serangan Derrick dan diambang kematian, mereka tentunya sangat mudah dikalahkan karena memang sudah mengalami luka parah sebelumnya.
"Guru... tolong...," ucap Rensan lirih sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
"Ternyata sangat menyenangkan menghajar seseorang hingga mati, hehe." ucap Derrick sambil melihat mayat ketiga orang yang dia bunuh dengan tangan kosong.
Eira tidak pernah menduga Derrick begitu brutal ketika menghajar seseorang, sangking brutalnya Derrick menghajar mereka hingga mati.
__ADS_1
"Ayo!" ajak Derrick setelah selesai mengambil ketiga cincin penyimpanan milik ketiga orang yang berasal dari Sekte pedang langit tersebut.
Sementara pertarungan ditempat lain masih terdengar, namun lebih sedikit dari sebelumnya yang menandakan mereka sudah mencapai akhir pertarungan.