Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Chapter 11


__ADS_3

Derrick mulai menyajikan makan malam di ruang makan dengan beralaskan daun talas, dan beberapa piring yang memang disediakan oleh pemilik penginapan tersebut untuk mereka.


"Hmz, baunya sangat harum dan membuat orang lapar, apa yang sedang dimasak oleh orang itu?" Tanya wanita misterius dengan mengendus-endus bau makanan yang sangat harum dan membuat lapar.


Wanita itu datang dan duduk di depan nasi putih yang asapnya masih mengepul di udara, dia melihat lauk tumis kangkung, ikan bakar, dan juga telor dadar yang sudah tersaji dengan rapi.


"Ikan bakar?" Tanya wanita itu dengan nada tidak suka.


"Kenapa?" Tanya Derrick yang menyadari ketidaksukaan sang wanita terhadap ikan bakarnya.


"Kalau kamu memang benar suamiku, seharusnya kamu tahu aku tidak suka makan ikan, bukan?" Kata wanita itu cemberut sambil mengambil telur dadar dan menaruhnya di daun talas tempat makannya.


"Haha, kamu percaya aku benar-benar suamimu?" Derrick dengan tertawa kecil.


"Apakah aku bukan istrimu? Apakah kamu membohongiku?" Tanya wanita itu sembari menyuap makanannya ke mulut.


"Lalu apa ini? kangkung?" Tanyanya kembali sambil melihat menusuk-nusuk tumis kangkung dengan garpu.


"Tentu saja aku bukan suamimu, dasar bodoh!" Kata Derrick jujur apa adanya sambil menggigit tumis kangkung.


"Kamu secara tiba-tiba keluar dari benda ini beberapa waktu lalu, menurut pengetahuanku benda ini adalah segel." Ujar Derrick kemudian dengan menunjukkan segel empat penjuru yang dia simpan sebelumnya.


Wanita itu mengangguk-angguk sambil menyantap makanannya, seketika wanita tersebut langsung terkejut melihat kotak segel empat penjuru elemen yang Derrick pegang.


"Bukankah itu milikku? kenapa ada denganmu?" Tanya wanita itu tidak suka dan merebut kotak segel itu dari Derrick.


"Haha, santai saja, jika aku orang jahat kamu sudah pasti kuterkam ketika masih tak berdaya akibat kotak segel itu." ujar Derrick dengan senyum cabul.


Wanita itu sedikit ngeleg mencerna apa yang Derrick katakan, wajahnya tiba-tiba merah merona ketika tahu maksud Derrick. "Dasar pria mesum!" teriaknya sembari menciptakan bola air yang berukuran kepalan tangan dan menghantamkan ke wajah Derrick.


Akibat kejadian itu makanan yang tersaji dengan rapi dan ruang tamu yang terlihat begitu bersih berubah menjadi basah dan berantakan layaknya seperti kapal pecah.


Ok, lanjut.


"Itu juga bersihkan." Tunjuk Derrick ke sudut ruangan yang kini tergenang air.

__ADS_1


"Sudut itu jangan lupa juga dibersihkan dengan sebersih mungkin." Perintah Derrick kepada wanita misterius yang belakang bernama Eira tersebut sembari menunjuk lantai disudut lainnya.


"Baik," Balas Eira menurut dan mulai menyapu lantai yang dimaksud.


Derrick pergi ke halaman belakang penginapan dan nekat menyerap inti monster ikan emas taring es yang berusia 56 ribu tahun, meskipun sistem mencoba menghentikannya.


Ok, skip.


Derrick yang menyerap inti monster ikan emas setengah langkah enam itu akhirnya berhasil menyerapnya, namun tangannya membeku dan begitu sangat dingin akibat memaksakan untuk menyerap.


"Tuan sangat beruntung karena berhasil menyerap inti monster ikan emas taring es berusia 56 ribu tahun, jika lambat sedikit saja tuan akan mati kelelahan." Kata sistem menggema di kepala Derrick yang kehausan dan juga kedinginan tersebut.


Derrick ketika menyerap inti monster tersebut harus melawan rasa dinginnya kekuatan es yang terkandung dalam inti monster ikan emas taring es, selain itu Derrick juga harus berkonsentrasi penuh agar mampu mengontrol energi inti monster agar tidak menyerang dan membekukan jantung atau hatinya.


"Aku sudah bersusah-payah menyerap inti monster berkekuatan es tersebut, each hasilnya tidak mendapatkan apapun." Dengus Derrick kesal sambil meminum segelas air dalam sekali nafas.


"Tentu saja, karena tuan tidak mempelajari teknik sihir es, lagipula inti monster tersebut cukup berguna untuk menambah tenaga dalammu sebanyak 560 energi tenaga dalam, jadi bisa dikatakan itu tidak terlalu sia-sia." Ujar sistem menghibur tuannya yang terlihat kecewa tersebut.


"Yaa, itu tidak buruk juga." Dengus Derrick dan keluar penginapan untuk mencari udara segar.


"Kamu sudah duduk, kenapa bertanya?" Dengus Eira tidak senang.


"Hehe," Derrick hanya tertawa canggung sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sebelumnya perkenalkan namaku Derrick. dadi kota Batu." Derrick memperkenalkan dirinya sembari mengulurkan tangan meminta salaman.


"Ran Eira." Jawab Eira cepat, singkat, dan padat.


"Kalau boleh tahu apa isi kotak yang kamu pegang itu, kamu terlihat seperti sangat takut kehilangannya." Tanya Derrick basa-basi ketika melihat Eira memegang kotak misterius.


"Kotak ini berisi warisan klan ku yang sangat diincar oleh semua klan dan sekte besar yang ada di benua Naga hitam ini, karena menurut rumor warisan ini akan membuat pemiliknya mencapai ranah surgawi dalam waktu yang begitu sangat cepat dan diluar logika dunia pendekar." Jawab Eira apa adanya dan terkesan sangat polos.


"Tapi menurutku benda ini hanyalah benda kuno yang membawa petaka bagi klan, akibat melindungi benda ini klan kami dibantai dan hanya menyisakan beberapa anggota klan yang terpencar dimana-mana." Eira sedih ketika mengingat pembantaian yang dialami klannya.


"Maaf," Derrick spontan meminta maaf karena membuat Eira bersedih.

__ADS_1


"Lagipula jika rumor itu memang benar, lalu kenapa sampai saat ini tidak ada seorangpun dari klan kami yang mewarisi kotak bodoh ini mencapai ranah surgawi." Tanya Eira dengan sendu, ada kemarahan di mata Eira ketika matanya menatap kotak tersebut.


"Bukankah ini sebuah lelucon!" Teriak Eira sambil membanting kotak itu hingga membuat kotak itu terbuka dan isinya terlempar keluar yang ternyata hanya sebuah cincin penyimpanan.


"Kalau begitu kenapa tidak kamu buang saja cincin ini atau beri saja kepadaku?" Ucap Derrick memungut cincin tersebut dan melukai jarinya untuk mengalirkan darah agar cincin itu resmi miliknya.


Crissst!


Darah Derrick yang mengalir ke kotak terbakar dalam sekejap, bahkan Derrick terkena serangan balik yang membuatnya terlempar jauh dan memuntahkan seteguk darah segar.


"Apa yang terjadi?" Tanya Derrick heran sambil memegang dadanya yang kesakitan akibat serangan balik tersebut.


"Tuan sepertinya cincin itu sudah diatur oleh pemiliknya agar hanya mengizinkan keturunannya saja yang mewarisi cincin tersebut, sementara orang luar tidak diperkenankan untuk mewarisi cincin tersebut." Ujar sistem memberitahu analisisnya tentang cincin tersebut kepada Derrick yang menahan sakit.


Eira jalan dengan gontai menuju cincin tersebut dan mengambilnya dengan tatapan penuh kemarahan dan juga kebencian yang sangat dalam kepada cincin tersebut.


"Warisan yang katanya mampu membuat orang pewarisnya mencapai level surgawi ternyata sebuah cincin usang yang tidak berguna?" Kata Eira dengan marah hingga tubuhnya bergetar.


"Inikah warisan yang kalian pertahankan mati-matian?" tTnya Eira sambil memandang langit malam yang berbintang.


"Dasar leluhur, bodoh!" Umpat Eira sambil melempar cincin itu dengan sekuat tenaga ke arah barat.


Eira yang marah besar itu teringat apa yang ayahnya ucapkan dulu ketika menyerahkan kotak warisan itu kepadanya, dalam ingatannya tersebut ayahnya pernah bilang mungkin saja kotak itu bukan berisi warisan, jika itu terjadi berarti warisan klan ada di anggota klan lain yang terpencar di seluruh dunia.


"Mungkinkah warisan yang kubawa adalah warisan palsu?" Tanya Eira yang mulai sedikit tenang.


Eira langsung tersenyum senang, karena setidaknya dia tahu bahwa warisan itu kemungkinan memang benar adanya, tapi dia juga marah karena usaha keluarganya ternyata hanya melindungi warisan klan yang palsu.


"Apakah dia sudah gila, karena terlalu marah?" Derrick heran dengan Eira yang senyum-senyum sendiri layaknya orang gila.


"Apa katamu?" Tanya Eira dengan nada mengancam.


Derrick langsung terdiam dan berusaha pergi dari tempat tersebut agar terhindar dari kemarahan Eira yang sudah bersiap menyerangnya dengan bola air yang terlihat begitu menakutkan.


"Maaf!!!" Teriak Derrick meminta maaf sambil menghindar kesana-kemari agar tidak terkena sihir bola air Eira tersebut.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2