
Kota Benteng Pusat adalah kota suci aliansi 8 kerajaan, kota Benteng Pusat adalah sebuah kota yang menjadi pusat aliansi yang dibentuk oleh kerajaan Galing bersama dengan 7 kerajaan aliansinya. Kota suci ini berdiri di wilayah kerajaan Cekarang yang diapit 4 kerajaan aliansi yaitu kerajaan Kano, Galing, Xingluo, dan kerajaan Emaskar. Aliansi 8 kerajaan sendiri dibentuk untuk melawan ras iblis yang dibawa oleh kaisar iblis yang bersemayam di tubuh Lao Aidan.
Lokasi perang berada di perbatasan barat benua Eghed yang dikuasai oleh 3 kerajaan, yaitu kerajaan Galing, kerajaan Xenium, dan kerajaan Kano. Tiga kerajaan itulah yang menjadi benteng aliansi melawan ras iblis pimpinan kaisar Lenghuo, selama tiga kerajaan itu masih berdiri kokoh maka iblis tidak akan bisa masuk lebih jauh.
Karena hal itulah kota Suci aliansi berdiri di kerajaan Cekarang yang berada ditengah-tengah 4 kerajaan aliansi lainnya, hal itu dilakukan agar pusat aliansi tidak mudah diserang oleh ras iblis.
##
Kota Benteng Pusat
Markas besar kesatria aliansi terus disibukkan dengan perang demi perang melawan iblis yang terus terjadi di perbatasan barat, perang itu banyak memakan korban jiwa bagi kedua pihak.
Berbagai strategi telah mereka lakukan untuk mengakhiri perang yang berlanjut dan sangat merugikan mereka semenjak kaisar iblis muncul dan turun tangan sendiri ke dalam medan perang.
"Kaisar iblis yang mengendurkan gempuran mereka kepada kita ternyata memang benar sedang menyiapkan strategi."
"Mereka ternyata fokus untuk menghancurkan pasokan binatang ajaib agar para prajurit dan kesatria kita tidak bisa menerobos atau naik level, selain itu mereka juga menyusupkan beberapa iblis untuk membuat kekacauan di dalam aliansi."
Ujar kapten pasukan pengintai yang ditugaskan untuk mengintai dan mengawasi gerak-gerik kaisar iblis dan pasukannya.
"Hm, ternyata dugaan paman Leng memang benar, mereka memang menyiapkan strategi ketika beberapa bulan lalu serangan mereka tidak seagresif seperti biasanya." Gumam Gaal Van yang kini telah resmi menjadi raja Galing sekaligus pimpinan aliansi.
Paman Leng adalah salah satu jenderal kerajaan Galing yang kini berstatus sebagai salah satu dari 3 penjaga Gaal Van karena kekuatannya sangat dibutuhkan dan efektif dalam melawan kaisar iblis.
Terpilihnya Gaal Van menjadi pimpinan aliansi dikarenakan 3 tahun lalu Gaal Van berhasil menerobos ke ranah surgawi dan membuat 3 dewa (dewa laut, dewa cahaya, dan dewa ashura) malu karena kalah dengan anak muda dalam berlatih tenaga dalam, buktinya mereka hingga sekarang masih level 100 dan belum bisa menerobos ke ranah Surgawi.
__ADS_1
"Paman dewa cahaya bagaimana menurutmu mengantisipasi strategi kaisar iblis ini?" Tanya Gaal Van kepada dewa cahaya yang kini lebih banyak di kota suci, karena dia akan ikut perang jika ada jenderal iblis yang turun tangan, itu juga berlaku kepada Gaal Van dan 3 penjaganya yang akan ikut perang jika raja iblis turun tangan sendiri.
"Mengenai masalah ini paman tidak bisa berkomentar banyak, tapi menurut paman kita harus menggagalkan rencana kaisar iblis untuk menghancurkan binatang ajaib agar aliansi ini tidak memiliki penerus lemah di masa depan."
"Lalu mengenai iblis yang disusupkan untuk mengacaukan kita dari dalam saya rasa berbagai organisasi terutama sekte bisa menjadi opsi untuk memburu dan membunuh para iblis yang menyusup itu." Ujar dewa cahaya berpendapat, semua orang mengangguk mengerti.
"Hm, bagaimana menurutmu paman Leng?" Gaal Van balik bertanya kepada paman Leng yang sibuk bermeditasi.
"Apa yang dikatakan dewa cahaya memang benar dan sangat bagus, tapi masalahnya ada beberapa kelompok yang tidak mau bekerjasama, selain itu mereka ada kemungkinan bekerjasama dengan iblis untuk menghancurkan kita di masa depan." Paman Leng berkomentar dengan mata yang masih memejam.
"Yang mulia hamba sarankan untuk membubarkan semua organisasi yang tidak mau bekerjasama, hal itu dilakukan agar tidak ada duri di dalam daging." Ucap paman Leng akhirnya.
14 orang yang hadir langsung terdiam mendengar saran Paman Leng, dimana artinya mereka harus menghancurkan sekte, organisasi, dan perkumpulan yang menolak membantu aliansi dalam melawan ras iblis.
"Itu mustahil, dari semua organisasi yang ada dalam wilayah aliansi kita, baik sekte, organisasi, hingga perkumpulan semuanya menolak membantu kita dan mereka tidak peduli sama sekali dengan ancaman kita."
"Mereka semua cepat atau lembat akan menjadi musuh, lebih baik cepat ditangani atau kita semua akan hancur." Tanggap raja Xenium.
"Iya, apa yang raja Xenium katakan memang benar, bahkan beberapa sekte dalam kerajaanku sudah ada yang berani mengkudeta ku dengan alasan aku terlalu pro kepada kerajaan Kano yang dulu berstatus musuh bebuyutan kami." Ujar raja Cekarang sambil melirik raja kerajaan Kano yang merupakan kerajaan terbesar kedua setelah kerajaan Galing.
"Ternyata orang-orang kerajaan mu juga tidak puas dengan perdamaian kita, nasib kita tidak jauh berbeda." Tanggap raja Kano sambil menghela nafas, pasalnya beberapa organisasi terutama sekte dalam kerajaannya juga melakukan kudeta kepadanya.
"Meskipun begitu, menurutku memusnahkan mereka semua banyak merugikan daripada menguntungkan kita." Ucap raja Kano kemudian.
"Iya, kita kesampingkan dulu menjadikan mereka musuh, memusnahkan mereka saja terutama memusnahkan sekte-sekte akan membuat kita bisa kekurangan kesatria yang memiliki ilmu tinggi karena sekte adalah pusat ilmu beladiri ataupun master tenaga dalam." Tanggap raja Cekarang kembali.
__ADS_1
"Banyak anak-anak yang menjadi kuat karena bergabung dan menjadi murid sekte, dengan memusnahkan mereka sama saja memusnahkan pusat kekuatan generasi kita." tambahnya.
Mendengar hal itu membuat semua orang hanya bisa menghela nafas berat, lalu kembali berpikir keras bagaimana caranya mengantisipasi iblis yang menyusup ke wilayah aliansi.
"Bagaimana begini saja, kita musnahkan organisasi yang menolak membantu kita memburu iblis penyusup, sementara organisasi yang mau bekerjasama akan dijamin keamanannya." Ujar paman Leng kembali memberikan pendapatnya.
Semua orang saling tatap satu sama lain dan mereka menggeleng kepala yang menandakan mereka menolak usul tersebut.
"Aku pernah mendengar kerajaan Xenium memiliki perkumpulan para petualang, perkumpulan ini menerima misi untuk menangani berbagai hal baik memburu binatang ajaib, mencari bahan herbal, memusnahkan gerombolan penjahat, dan berbagai misi lainnya sesuai permintaan masyarakat yang dinilai masuk akal dan dapat diterima oleh para petualang." Ujar Gaal Van membuka suara setelah sebelumnya menyimak saja.
"Ouh, hm, kerajaan kami memang memiliki perkumpulan petualang, tapi apa hubungannya dengan pembahasan ini?" Tanya raja Xenium heran dan bertanya-tanya.
"Bagaimana kita mengadopsi organisasi para petualang di kerajaan Xenium untuk menggerakkan para petarung dan master tenaga dalam yang bukan prajurit kerajaan, tentunya dengan bayaran yang setimpal."
"Lalu kita musnahkan semua organisasi yang berpotensi membahayakan aliansi, dan tentunya dengan alasan yang bisa diterima oleh organisasi lainnya agar tidak menimbulkan kegaduhan."
"Bagaimana menurut kalian?" Tanya Gaal Van kepada semua orang termasuk 7 raja kerajaan aliansi yang hadir dalam rapat tersebut.
Semua raja kembali saling pandang, mereka menggeleng kepala yang menandakan mereka tidak setuju.
"Mengadopsi organisasi para petualang memang bisa diterima, tapi memusnahkan sebuah organisasi sangat beresiko membuat kegaduhan meskipun alasan yang kita gunakan untuk memusnahkan organisasi itu memang masuk akal dan bisa diterima oleh organisasi lainnya." Ujar raja Kano memberikan pendapatnya dan disetujui raja lainnya dengan cara menganggukkan kepala mereka.
"Tapi meskipun begitu, keputusan tetap ditangan pimpinan, kami akan menerima apapun keputusan yang akan pimpinan ambil nantinya." Tukas raja Kano mengakhiri pendapatnya.
"Baiklah, keputusanku adalah mengadopsi organisasi para petualang dari kerajaan Xenium dan semua raja berhak menggerakkan pasukan aliansi untuk menangani sekte yang memberontak secepat mungkin." Ujar Gaal Van akhirnya memutuskan, semua orang tidak bisa protes kembali dan hanya bisa menerima keputusan tersebut.
__ADS_1
"Kami mengikuti instruksi pimpinan aliansi." Ucap mereka semua secara serentak, Gaal Van tersenyum senang.
Bersambung...