Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Chapter 26


__ADS_3

Derrick yang sibuk jalan-jalan di pasar sambil membeli makanan yang menurutnya enak tidak menyadari bahwa ada dua orang yang mengawasinya dari jauh, dua orang itu tersenyum kecil lalu pergi dengan diam-diam dan tidak disadari siapapun.


"Misi terverifikasi, membunuh monster banteng merah langkah 8 keatas, hadiah 100 poin misi." Sistem tiba-tiba memberikan misi baru kepada Derrick yang sedang menikmati sate kambing.


"Misi baru? tumben sekali misinya sedikit menantang." Derrick sedikit terkejut mendapatkan misi baru dari sistem yang terdengar sangat menantang, hal itu wajar karena Derrick satu tahun belakangan tidak diberikan misi yang menantang sama sekali, dia hanya diberi misi kecil-kecilan seperti berlari 2 km atau push up 1000 kali oleh sistem dan misi-misi tersebut memiliki hubungan dengan latihan yang diberikan master Xiao.


"Ah mengenai misi, aku jadi penasaran berapa jumlah poin misiku saat ini.., hm, sistem cek status." Derrick mengecek perkembangan tubuhnya.


'Ting'


Nama: Ran Derrick.


Umur: 21 tahun.


Poin misi: 500 poin.


Level tenaga dalam: 50 dari 100 level.


Stamina tempur: 80 dari 100 level.


Kekuatan tempur: 75 dari 100 level.


Reflek: 80 dari 100 level.


Kecepatan: 60 dari 100 level.


Misi: Membunuh monster banteng merah langkah 8 keatas.


Hadiah: 100 poin misi.


Misi spesial: mengambil pedang tingkat dewa.


Hadiah: 10 k poin misi.


Derrick berdehem kecil membaca statistik perkembangannya yang luar biasa, dia menyadari stamina, kekuatan, reflek, dan kecepatan yang dia dapatkan ini pasti berhubungan dengan latihan yang diberikan oleh Xiao, terlebih itu diperkuat dengan tubuhnya six pack dan lebih berotot setelah satu tahun berlatih.


"Selanjutnya."


'Ting' Muncul informasi baru yang bertulis sebagai berikut:


Waktu misi: 1 bulan dari sekarang.


Gagal: Mati


Waktu misi spesial: tersisa 20 bulan dari sekarang.


Gagal: Mati


Derrick menghela nafas berat membaca hukuman yang dia terima jika gagal menjalankan misi, "Apakah tidak ada hukuman lain selain mati?" Tanya Derrick kepada sistem.

__ADS_1


Sistem tidak menjawabnya sama sekali, sistem seakan menghilang setiap kali ditanya mengenai hukuman oleh Derrick.


"Daftar." Derrick membuka antarmuka yang hanya dia saja yang dapat melihatnya.


"Prutfff," Derrick menyemburkan kopi panasnya ketika membaca harga untuk menaikkan level, hal itu tentu memancing perhatian orang lain.


"Kopinya terlalu pahit, hehe." Derrick tersenyum canggung, semua orang kembali melanjutkan aktivitas mereka.


"Si4alan, menaikkan satu level saja aku membutuhkan 1000 poin misi, itu naik 10 kali lipat dari harga sebelumnya." Derrick mengumpat dalam hati, Derrick sedikit khawatir dengan harga kekuatan dewa elemen.


Dengan tangan gemetaran Derrick mengklik kekuatan dewa elemen di pojok, lalu muncul notifikasi chat yang berisi 9 kekuatan dewa elemen yang dua diantaranya sudah terbeli (kekuatan dewa angin dan dewa api).


"Hufff, syukurlah tidak naik." Derrick menghela nafas lega karena harga kekuatan dewa elemen masih 10 k poin misi dan tidak berubah sama sekali seperti harga menaikkan level.


Derrick membeli sebuah kain berwarna merah yang berukuran 1, 5 meter x 1 meter sebagai persiapan untuk melawan banteng merah dan menyelesaikan tugas dari misi tersebut.


"Aku yakin banteng itu ada disekitar sini." Gumam Derrick sambil memakan satenya kembali dan tidak terlalu pusing dengan misi membunuh banteng merah, karena Derrick yakin banteng itu pasti ada disekitar wilayah sekte Naga langit, lebih tepatnya disekitar wilayah gunung Langit.


Perlu diketahui di kaki gunung Langit terdapat sekitar 100 lebih desa yang mengelilingi gunung itu, desa-desa itu adalah desa yang sudah lama berdiri di lereng gunung Langit jauh sebelum sekte Naga langit berdiri dan menjadikan gunung Langit sebagai markas mereka setelah menang perang melawan para dewa yang mereka sebut dewa palsu atau manusia yang lupa diri bahwa mereka adalah manusia yang diberkati kekuatan bukan dewa.


Ok, lanjut.


Derrick sedang berada di hutan desa Manggis untuk mencari monster banteng merah, sekalian kembali ke sekte yang berada di bagian lereng gunung berikutnya, kata kasarnya Derrick tidak balik ke sekte menggunakan jalan utama, melainkan menerobos hutan.


"Hm," Derrick terdiam dan tersenyum sambil melihat keatas pohon.


Diatas pohon terlihat seseorang yang berpakaian serba hitam seperti assassin sedang melihatnya dengan tatapan tajam, lalu ada 6 assassin lainnya yang juga sudah berada di pohon-pohon sekitarnya, Derrick terkepung oleh tujuh assassin.


"Si4alan, kenapa aku diincar oleh para assassin goblok ini?" Itulah umpatan dalam hati Derrick saat ini.


Assassin yang ada di depan Derrick meraba sakunya dan melempar satu lembar kertas kepada Derrick, "Ini," Derrick yang melihat dan membaca selembar kertas itu terkejut bahwa kepalanya dihargai 15 kertas berlian.


Ting!


"Seseorang ingin kamu mati." Ucap Assassin itu menyerang dan ditangkis oleh Derrick dan langsung menjauh menjaga jarak.


Bus!


Derrick menghindar kesamping ketika salah satu assassin menebasnya, lalu berniat menyerang balik, namun urung karena assassin yang lainnya melancarkan tebasan energi.


Ting!


Derrick menangkis tusukan ke jantung salah satu assassin, lalu menyebarkan bubuk mesiu dan booom (meledak).


"Dia menghindarinya?" Gumam Derrick sambil menangkis serangan assassin yang lainnya, lalu menggunakan sihir kabut.


Sling!


Enam tebasan energi langsung membela kabut itu dan mengincar Derrick yang langsung melindungi dirinya dengan perisai angin.

__ADS_1


"Seribu keris pembunuh." Derrick menciptakan ribuan keris yang terbuat dari angin (teknik belati angin), lalu menyerang tujuh assassin itu.


Ting! Ting! Ting!


Enam assassin menangkis keris angin yang Derrick gunakan, lalu melancarkan gerakan formasi acak yang membingungkan.


Slash!


"Ahhh..," Derrick yang terlalu fokus dengan assassin yang berlari dengan formasi untuk mendekatinya tidak menyadari bahwa jumlah assassin yang menyerangnya adalah tujuh assassin, dan assassin yang menghilang itu kini telak menebas Derrick dan langsung menusuknya.


Cl3p!


Derrick termuntah tertusuk pedang, Derrick beruntung tusukan itu tidak mengenai jantungnya.


Dor!


Derrick melepaskan tembakan ke kening assassin itu, namun dihindari dan Derrick ditendang hingga terhempas jauh, lalu diserang dengan tebasan energi dari tujuh assassin disaat yang bersamaan.


"Selamat tinggal, Derrick." Teriak Assassin yang diperkirakan ketua tujuh assassin itu dengan dingin dan berbalik pergi, padahal tebasan energi mereka belum membunuh Derrick, bahkan belum sampai kepada Derrick, mereka sepertinya sangat yakin Derrick akan terbunuh dengan tujuh tebasan energi mereka.


Krek!


Disaat-saat terakhir Derrick menghancurkan kalung pemberian Xiao yang ternyata jimat teleportasi, dan Derrick terteleport entah kemana sedetik setelah kalung itu Derrick hancurkan.


"Apa?" Assassin itu terkejut dengan kartu As yang Derrick miliki, kartu As itulah yang menjadi penyelamat Derrick dari kematian.


"Bagaimana ini kapten?" Tanya salah satu bawahannya.


"Kita tunggu dia keluar dari sekte Naga langit lagi, jika dalam dua bulan dia tidak keluar sekte, maka kita akan berkunjung." Balas sang kapten Assassin itu dingin sembari menyimpan pedangnya di sarung yang terletak di punggungnya.


"Ini.., tapi kapten." Bawahan itu mau protes, namun sang kapten sudah pergi meninggalkan mereka.


"Bagaimana ini, apakah kita akan memasuki sekte Naga langit untuk menyelesaikan misi ini?" Tanya assassin itu kepada rekan-rekannya.


"Entahlah, berdoa saja target keluar dari sekte Naga langit apapun alasannya." Ucap salah satu dari mereka dan segera menyusul sang kapten.


Ketakutan mereka itu wajar karena dari sekian banyak assassin yang mengambil misi membunuh Derrick, mereka semua langsung mengurungkan niat ketika tahu Derrick menjadi murid sekte Naga langit, bahkan menjadi murid pribadi salah satu pimpinan skuad pasukan sekte Naga langit, yaitu skuad Kegelapan pimpinan Xiao.


Disisi lain Derrick ternyata terteleport di ruang latihan pribadi master Xiao.


"Apa yang terjadi kepadamu?" Tanya master Xiao acuh dan tidak menyelesaikan meditasinya, apalagi memeriksa Derrick yang terluka parah.


"Tolong aku dulu, sebelum bertanya, b4ng5at!" Umpat Derrick dalam hati sambil menutupi lukanya agar tidak banyak mengeluarkan darah.


"Tidak ada guru, aku hanya mengalami pembullyan beberapa assassin." Balas Derrick kesal dengan sifat orang yang mengangkatnya menjadi murid pribadi itu.


"Oh begitu rupanya, kamu bisa pergi." Respon Xiao acuh, lalu mengambil sebuah kertas dan pena dengan teknik hisapnya , lalu mengucapkan beberapa kata mantra sambil menulis di kertas tersebut.


Setelah selesai dengan ritualnya Xiao melempar kertas itu kepada Derrick yang langsung menangkap dan menyimpannya, btw kertas itu adalah jimat teleportasi baru untuk Derrick yang sudah menggunakan jimat teleportasi sebelumnya.

__ADS_1


"Terimakasih, guru." Derrick berterimakasih sambil menangkupkan kedua tangan, lalu pergi dengan langkah tertatih-tatih dari ruang latihan pribadi master Xiao tersebut.


Bersambung.


__ADS_2