
Penjaga 9 dan si topeng perak menghadapi pasukan kesatria sihir Banteng angin dan pasukan kesatria sihir Opoi mileak yang hendak menuju ke istana raja. Pertempuran dua kubu tersebut mengakibatkan banyak kerusakan bangunan dan juga fasilitas umum.
"Apa yang dilakukan penjaga 5 dan 6? Apakah mereka kalah?" Penjaga 9 bertanya-tanya apa yang dilakukan penjaga 5 dan 6 yang bertanggung jawab untuk menangani dua pasukan kesatria sihir yang mereka hadapi tersebut.
Pertempuran itu diinterupsi oleh 4 pasukan yang datang dari 4 arah, mereka adalah pasukan bantuan yang dikirim orang-orang organisasi VAR.
"Sepertinya ini waktuku bergerak." Gumam si topeng perak dengan tersenyum kecil melihat pasukan bantuan.
Si topeng perak membunuh beberapa prajurit yang menyerangnya, lalu pergi ke istana raja secara diam-diam.
"Kuserahkan kepada kalian." Ucap berbisik topeng perak pergi meninggalkan pertempuran dengan tersenyum kecil.
"Orang itu...," Penjaga 9 hendak menyusul topeng perak yang tiba-tiba lari dari pertempuran dan menuju istana raja, namun komandan Banteng angin menghalanginya.
Istana raja.
Terlihat organisasi VAR mendominasi pertempuran setelah kedatangan pasukan bantuan dari wilayah-wilayah yang telah mereka kuasai.
"Kalian sudah kalah! Menyerahlah!" Teriak Rakuti kepada raja Hans, jenderal besar, dan 3 ketua klan utama.
Kondisi mereka semua terlihat sudah penuh dengan luka-luka, baik luka tebasan, luka sihir, tembakan, atau bahkan luka lebam akibat serangan senjata tumpul. Pasukan istana yang tadinya mengepung kini dikepung oleh pasukan pemberontak yang datang membantu, hal itu membuat pihak istana yang dipimpin raja Hans geram.
"Ternyata begitu, alasanmu selalu meminta menangani desa-desa yang telah kehilangan pemimpin karena dibunuh oleh VAR, kamu menggunakan kekuasaanmu untuk menyusupkan orang-orang kamu agar menguasai beberapa tempat, aku sungguh tertipu." Ucap raja Hans dengan nada marah dan menyesal.
Setiap kali para pejabat atau kepala desa terbunuh oleh organisasi VAR, kaisar sihir selalu meminta agar dia yang menangani hal tersebut. Raja Hans sangat menyesal karena tidak curiga sedikitpun kepada sang kaisar sihir, seandainya dia sedikit curiga maka semua ini tidak akan terjadi.
"Sudah aku bilang kakak, kita harus membunuhnya, tapi kakak tidak mau mendengarku." Ujar jenderal besar menyalahkan raja Hans.
Pertempuran masih terdengar disekitar mereka, satu persatu pasukan raja Hans tumbang, namun raja Hans hanya menunduk memikirkan sesuatu.
"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya kepala keluarga Pitak Kepada raja Hans, kondisi kepala keluarga Pitak sangat memprihatikan, dimana dia kehilangan mata kanannya karena bertarung melawan Vasya.
Bang!
Tiba-tiba sesosok tubuh yang penuh dengan darah dan tertancap 6 pedang terlempar kearah mereka, tubuh itu tidak lain adalah tubuh penjaga 2 yang berkhianat. Topeng emas 1 dengan santai terbang dan berdiri di sisi kaisar sihir setelah melempar tubuh penjaga 2 yang berkhianat.
"Itulah ganjarannya karena mengkhianati kami." Ujar topeng emas 1 dengan dingin, namun nafasnya terdengar tak beraturan yang menandakan bahwa dia cukup kerepotan oleh penjaga 2.
"Bagaimana? apakah kamu menolak menyerah?" Tanya kaisar sihir kepada raja Hans.
Raja Hans menatap tajam Kaisar sihir, silau kebencian terpancar di bola matanya yang berwarna merah, melihat itu kaisar sihir terkejut dan langsung menyerang raja Hans dengan tebasan energi.
Sling! Tebasan energi yang tercipta dari ayunan jari tangan itu mengandung aura mana yang sangat pekat.
"Sudah terlambat, kalian akan mati." Ujar raja Hans dengan tersenyum kemenangan, lalu menangkis serangan energi kaisar sihir dengan santai.
"Kakak yakin menggunakan itu?" Tanya jenderal besar yang juga sama terkejut dengan keputusan kakaknya tersebut.
"Kita sudah sejauh ini, aku tidak akan membiarkan rencana kita hancur hanya karena beberapa pengganggu." Ujar raja Hans yang mulai menunjukkan taring.
"Lindungi aku, proses ini cukup memakan waktu." Pinta raja Hans kemudian, jenderal besar mengangguk dan menyambut kaisar sihir, Rakuti, Angga, Vasya, dan juga topeng emas 1, serta penjaga 3 yang sudah menyerang untuk menghentikan raja Hans.
Bush!
Bang!
Bang!
__ADS_1
Bang!
Bush!
Terjadi pertarungan yang sangat sengit antara mereka, dimana jenderal besar menahan Rakuti, Angga, dan Vasya yang mencoba menyerang raja Hans. Sementara 3 kepala keluarga utama dan 2 jenderal yang tersisa menahan yang lainnya.
##
"Heehaaaa, heeehaaaaa!" Nafas Xiao tersengal-sengal, Xiao menancapkan pedangnya tepat di jantung penjaga 1 yang sudah kehabisan mana karena terus menerus menggunakan atribut sihirnya yang memang membutuhkan banyak mana.
"Menyerahlah, mana milikmu sudah habis." Ujar Xiao sambil menekan pedangnya agar membunuh penjaga 1 yang masih bertahan dengan segenap kemampuannya.
Penjaga 1 tersenyum kecil, lalu berteriak mengeluarkan semua kemampuannya untuk mencabut pedang Xiao dan membelokkannya ke samping.
"Mana mungkin aku menyerah, bodo!" Teriak penjaga 1 dan mundur dengan cepat kebelakang menghindari tebasan Xiao yang menyasar perut.
"Keras kepala sekali!" Ujar Xiao dengan nafas tersengal-sengal, tampaknya dia sudah terlalu lelah untuk bergerak.
Penjaga 1 membelah menjadi dua, lalu kloningan dirinya itu menyatu kembali dan hasilnya luka-luka penjaga 1 sembuh total seakan tidak pernah terluka sama sekali, penjaga 1 bahkan terlihat tidak pernah lelah sedikitpun.
"Sial, kekuatan apa yang kamu miliki, brengsek!" Ucap Xiao frustrasi dengan kemampuan penjaga 1 tersebut.
"Kemampuan ini tidak sehebat dengan kemampuan milikmu itu." Balas penjaga 1 merujuk kekuatan Xiao yang bisa muncul dengan baik-baik saja padahal sudah dipastikan terbunuh.
"Ah... lupakan, meskipun kamu baik-baik saja, dan bahkan stamina milikmu juga pulih sepenuhnya, itu tidak akan berguna karena mana milikmu sudah habis." Ujar Xiao.
Xiao memang frustrasi dengan kemampuan penjaga 1 yang cukup unik dan mengerikan, dimana penjaga 1 bisa sembuh total, bahkan energi staminanya kembali pulih hanya dengan membelah diri dan menyatu kembali. Namun tetap saja mana yang digunakan tidak akan puluh dengan cepat, dia diuntungkan dalam hal mana.
"Meskipun staminaku pulih sepenuhnya, tapi manaku habis karena terlalu banyak menggunakan sihir atribut." Gumam penjaga 1 dalam hati.
Xiao mengalirkan mana ke pedangnya dan mulai memfokuskan diri, gerakan tubuhnya terlihat seperti kuda-kuda seorang pendekar yang ingin menebas sesuatu. Orang dapat merasakan ketajaman pedang Xiao meskipun masih di dalam sarung, penjaga 1 sedikit berkeringat dingin.
"Aku menyerah!" Teriak penjaga 1 sekencang mungkin.
"Kamu menyerah?" Tanya Xiao yang sedikit terkejut.
"Pergilah pangeran kedua, aku menyerah." Ujar penjaga 1 duduk di puing-puing bangunan yang hancur sambil menyilang tangan.
"Dasar pengecut!" Hina Xiao, lalu pergi ke istana raja secepatnya meninggalkan penjaga 1 yang sudah menyerah, bahkan tidak ada hasrat untuk bertarung lagi.
"Kuharap kalian baik-baik saja." Ucap penjaga 1 menatap punggung Xiao yang semakin menjauh.
##
Bang!
Bang!
Bang!
Pertarungan antara kaisar sihir yang dibantu Rakuti dan Angga melawan raja Hans dalam mode Asyura begitu sengit, sementara penjaga 3 dan Vasya melawan jenderal besar yang menjadi satu-satunya pendukung raja Hans yang masih hidup.
Bang!
Tusukan raja Hans ditangkis oleh Rakuti, lalu raja Hans ditendang oleh Angga hingga terlempar dan diakhiri dengan naga petir kaisar sihir yang menciptakan kawah.
"Hahaha, lemah!" Raja Hans ternyata masih hidup dan terlihat baik-baik saja.
__ADS_1
"Ketahanan tubuhnya sangat mengerikan." Ujar 3 orang itu bersamaan, tiba-tiba dalam sekejap raja Hans sudah di samping Kaisar sihir dan melancarkan tusukan dengan tangannya.
Cr0t!
"Ugh...," Kaisar sihir menciptakan perisai energi untuk melindungi diri, namun siapa sangka dapat ditembus oleh raja Hans.
"Yang mulia!" Teriak Rakuti dan Angga bersamaan, mereka berdua dengan sigap menyerang raja Hans untuk menyelamatkan kaisar sihir.
Whush!
Bang! Baaang! Bang!!!
Rakuti dan Angga berhasil menyelamatkan kaisar sihir, namun mereka bertiga terhempas oleh kibasan raja Hans yang begitu kuat, bahkan mereka bertiga terlihat memuntahkan seteguk darah.
"Matilah!" Teriak raja Hans menyerang dengan kibasan yang menciptakan tebasan angin tajam.
Sling!
Slash!
Ribuan prajurit yang bertempur terpotong menjadi dua akibat serangan itu, hanya beberapa saja yang bertahan karena memiliki sedikit kemampuan. Sementara kaisar sihir, Rakuti, dan Angga diselamatkan oleh Xiao yang baru saja sampai.
"Xiao?" Kaisar sihir terkejut Xiao berada disini, padahal dia secara khusus memerintahkan penjaga 1 untuk menghalangi Xiao.
"Kakak siapa orang itu, apakah dia pemimpin VAR?" Tanya Xiao dengan nada berat menahan kemarahan, sementara Rakuti dan Angga langsung menyerang raja Hans dan mempercayakan Kaisar sihir kepada Xiao sang pengeran kedua.
Xiao tidak dapat mengenali raja Hans, karena wajahnya yang sudah berubah menjadi wajah aslinya. Wajah raja Hans terlihat seperti iblis dengan dua tanduk besar di kepalanya, hal itu terjadi karena raja Hans memasuki mode Asyura.
"Dia adalah raja Hans, tidak dia adalah pembunuh kakak Hans dan mengambil alih peran kakak Hans dengan merubah wajah dan penampilannya sama persis seperti kakak..., uhuk, uhuk!" Jawab Kaisar sihir terbatuk darah.
Xiao tercengang mendengar jawaban itu, dia berdiri mematung tidak percaya, "Apa maksud nya kakak, apakah aku salah dengar?" Ujar Xiao dengan bibir bergetar dan nada yang terbata-bata tidak percaya.
"Kamu tidak salah dengar, kakak Hans telah mati dibunuh bajingan itu, namanya adalah Leroy Kiriga, uhuk, uhuk!"
"Organisasi VAR aku bentuk untuk membunuhnya dan mengambil kembali alih kekuasaan milik keluarga kita." Tukas kaisar sihir.
Bang! Bang! Rakuti dan Angga terhempas dan membentur Vasya yang sedang bertarung melawan jenderal besar bersama penjaga 3, hasilnya penjaga 3 harus melawan jenderal besar sendirian.
"Haha, kalian terlalu lemah untuk melawanku!" Raja Hans tertawa, lalu bersiap membantu adiknya (jenderal besar), namun fokusnya teralihkan dengan keberadaan Xiao.
"Hei bocah, apakah kakak bodohmu itu sudah memberitahumu bahwa kakak tersayang mu sudah mati olehku?" Tanya raja Hans kepada Xiao dengan nada merendahkan.
Xiao hanya tertunduk marah, aura miliknya keluar dan sangat pekat penuh dengan aura kematian, merasakan hal itu raja Hans tersenyum senang.
"Sepertinya ada orang yang bisa membuatku bersemangat, hehe." Raja Hans tertawa kecil dan bergairah untuk bertarung.
"Jika belum akan kuberitahu, kakakmu si raja Hans telah kubunuh, aku memenggal kepalanya dan kujadi...,"
Bush!
Tiba-tiba aura besar menghentikan raja Hans, aura itu berasal dari Xiao yang marah.
"Aku akan membunuhmu... iblis!" Ucap Xiao dengan berteriak marah, raja Hans tertawa terbahak-bahak dan terlihat menikmati. Dalam sekejap mereka berdua menghilang.
Bang!
Benturan keras mereka berdua menciptakan gelombang kejut yang menghempaskan beberapa benda, dan bahkan mampu mengirim prajurit yang berdekatan dengan mereka terhempas menjauh.
__ADS_1