Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Chapter 24


__ADS_3

Pertarungan dua vs satu akhirnya terjadi, Xiao terlihat begitu santai menghadapi serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Derrick dan juga Raki, namun dimata semua orang Xiao terlihat kesulitan menghadapi Derrick dan Raki yang terlihat sangat mendominasi pertarungan.


Derrick melancarkan tusukan ke dada, namun ditangkis oleh Xiao, Raki dari arah belakang melancarkan tebasan menyilang. Xiao berhasil menghindar dan menangkis tebasan susulan Raki, lalu menangkis tebasan Derrick dari arah samping.


Ting! Ting! Ting!


Pertarungan tiga orang itu semakin intens, Derrick dan Raki terlihat berusaha keras untuk menyerang Xiao yang bertahan.


"Elemen angin: badai penghancur!" Derrick menggunakan elemen anginnya, sementara Raki terus melancarkan tebasan demi tebasan.


Bush!


Badai angin Derrick hanya mengenai udara kosong dan juga debu yang Xiao tinggalkan.


Sementara Xiao sendiri menghilang dari tatapan semua orang. "Yang satu murni pengguna pedang, sementara yang lainnya pengguna Degger semi penyihir." ucap Xiao yang ternyata sudah berada diatas salah satu pohon, dia terlihat duduk dengan santai seakan tidak menganggap keberadaan orang lain disekitarnya.


"Satu, dua, tiga, sepuluh, api, air, sihir kabut!" Derrick mengucapkan mantra untuk membuat sihir kabut.


Jika kalian lupa dari 10 keterampilan ciptaan Faisal, Derrick hanya menguasai keterampilan perubah bentuk dan sifat, keterampilan sihir api pembakaran, dan keterampilan sihir penyegel sihir lawan yang sudah mencapai level tanpa laparan atau mantra, sementara yang lainnya masih menggunakan laparan mantra.


"Kabut?" Xiao terlihat meremehkan keterampilan tipe sihir pendukung, yaitu sihir kabut yang Derrick gunakan, sementara Derrick kembali mengucapkan mantra dan gerakan segel tangan untuk mengaktifkan keterampilan kesadaran ilahi.


"Hei teman, apa yang kamu lakukan, aku tidak bisa melihat apapun karena kabut ini, dasar bodoh!" Protes Raki yang tidak bisa melihat apapun akibat kabut Derrick.


Ting!


Raki menangkis tusukan dari Xiao yang sudah ada disampingnya, lalu menjauh dari posisinya.


"Reflek yang bagus." Batin Xiao memuji gerakan reflek Raki yang sangat tinggi, bahkan dia dapat merasakan Raki sudah bergerak sebelum dia menyerang.


"Lalu bagaimana dengan ini." Ucap Xiao sambil mengangkat jarinya hingga sejajar dengan hidung, jari itu terlihat dialiri energi tenaga dalam.


Ting!


Xiao menangkis serangan tiba-tiba Derrick dari arah samping, lalu melancarkan tebasan energi dari bawah keatas.


"Ahhh," Derrick tertebas oleh jari Xiao, bahkan dia dibuat terdorong beberapa langkah akibat tebasan energi tersebut.


"Apa yang terjadi?" Tanya Raki mendengar jeritan Derrick yang kesakitan, lalu 'Boom' terdengar ledakan dahsyat dari arah teriakan itu berasal.


Ledakan itu berasal dari bubuk mesiu yang Derrick lepaskan bersamaan dengan tebasan jari Xiao yang membuatnya terluka cukup parah.


"Aku meremehkan mereka." Ucap Xiao dengan nafas yang tersengal-sengal dan jantung yang berdetak kencang, efek dari ketakutan yang dia rasakan akibat serangan Derrick sebelumnya.


Ting!


Ting!

__ADS_1


Ting!


Raki menangkis puluhan tebasan energi yang dilancarkan Xiao dari jarak jauh di dalam kabut, "Sial, aku tidak bisa melihat apapun karena kabut sialan ini." Umpat Raki sambil menangkis semua serangan tebasan energi Xiao, dan berusaha keluar dari kabut.


"Reflek yang sangat tinggi." Puji Xiao dengan terus melancarkan tebasan energi dari jarinya, lalu menciptakan sihir spasial untuk memindahkan serangan Derrick dari arah sampingnya.


"Ah," Raki terkena tembakan Derrick yang dipindahkan oleh Xiao kearahnya.


"Kenapa pria itu yang terkena tembakan ku?Apakah aku salah sasaran?" Derrick bertanya-tanya dan tidak terburu-buru untuk melepaskan tembakan susulan.


Xiao terus melancarkan tebasan energi kepada Raki yang sudah terluka tembak, sementara Derrick sendiri ragu untuk melepaskan tembakan karena merasa ada sesuatu atau teknik tertentu yang bisa memindahkan atau bahkan membuat ilusi.


"Kenapa dia tidak terkena ilusi?" Derrick menyadari bahwa Xiao tidak terkena ilusi, karena menurut catatan Faisal teknik kabut dapat menciptakan ilusi.


Kabut yang Derrick buat akhirnya menghilang dengan sendirinya setelah 30 menit berlalu, terlihat Raki yang kelelahan dan beberapa bagian pakaiannya yang robek dan berdarah akibat tebasan energi Xiao.


"Teman, jangan pernah lagi menggunakan sihir kabut." Ucap Raki dengan nafas kelelahan dan tatapan memohon kepada Derrick yang hanya menampakkan seulas senyum canggung.


"Masih mau dilanjutkan?" Tanya Xiao yang sudah ada di salah satu dahan pohon dengan santai dan menguap.


Cl3p!


Raki sudah ada dibelakang Xiao dan menusukkan pedangnya, Xiao yang terkejut memuntahkan seteguk darah segar dan menatap tajam Raki yang telah menusuknya.


"Kamu kalah, master!" Ucap Raki dengan tersenyum bangga karena mampu mengalahkan Xiao sang jenius terbaik sepanjang sejarah sekte, btw Xiao saat ini sudah berumur 27 tahun (artinya sudah 14 tahun dia berada dan menjadi bagian dari sekte Naga langit).


"Dia belum kalah, dasar naif." Ujar Geri dengan santai dan menghela nafas berat.


Semua murid baru menatap bingung master Geri sang pemimpin skuad rajawali yang merupakan skuad terbaik dan terkuat milik sekte Naga langit. Benar saja setelah ucapan itu terlontar, Xiao yang tertusuk menghilang menjadi bayangan (seperti tinta hitam yang tumpah).


Bang!


Raki terhempas akibat tendangan Xiao yang begitu keras dan dilakukan sepenuh hati, bahkan sampai-sampai Raki tidak dapat lagi menggerakkan tubuhnya.


"Bagaimana denganmu?" Tanya Xiao dengan menampakkan senyum ramah dan lembutnya kepada Derrick.


"Dia memang seorang monster." Batin Derrick dengan terus waspada, takut-takut Xiao akan menyerangnya dari arah yang tak terduga.


Sling!


Xiao melancarkan tebasan energi yang sangat besar dan juga mengerikan, Derrick menciptakan perisai angin hingga 10 lapis untuk menghentikan tebasan energi tersebut.


"Sudah kuduga, perisai anginku tidak mampu menahannya." Derrick melompat menghindar kesamping, tebasan energi itu hanya melewatinya.


Ting!


Derrick menangkis jari Xiao yang sangat keras dan tajam, bahkan keras dan ketajamannya mungkin melebih sebuah belati. Xiao terus menyerang Derrick, lalu menghantar Derrick terhempas dengan tendangannya.

__ADS_1


Boom!


Derrick kembali membuat ledakan, namun sayang Xiao sudah sadar dan menghilang dari hadapan semua orang, lalu muncul disamping Derrick yang sibuk mengucapkan mantra dan gerakan segel tangan, Xiao melancarkan pukulan di dada Derrick dengan 10% kekuatannya.


Derrick menangkis pukulan itu dengan mudah, karena sihir sama dengan aktif (Kita sebut saja sihir kesetaraan di chapter berikutnya), faktanya Derrick melaparkan mantra untuk mengaktifkan sihir sama dengan. Dimana dengan sihir ini Derrick mampu menyamai kekuatan, kecepatan, dan juga ketahanan tubuh lawannya, tentunya dengan syarat Derrick harus menyentuh tubuh lawannya itu agar sihir itu aktif.


Cr0t!


Setelah menangkis Derrick berhasil menusuk Xiao, namun kembali lagi Xiao berubah menjadi bayangan, dan sudah berada jauh dari Derrick yang memamerkan auranya.


"Apa? kenapa kekuatan bocah ini tiba-tiba melonjak drastis?" Master Geri terkejut dengan perubahan kekuatan Derrick yang melonjak drastis.


Hal itu juga disadari oleh para pemimpin skuad yang lainnya, bahkan dewa pedang yang menonton dari layar (seperti tv) juga menyadari perubahan itu.


"Bocah ini," Gumam Dewa pedang terkejut dengan perubahan kekuatan Derrick yang melonjak drastis.


"Guru, ada apa dengan pria itu?" Tanya Eira penasaran, karena gurunya itu seakan menyembunyikan sesuatu darinya ketika melihat Derrick.


Setelah puas memamerkan kekuatannya di hadapan semua orang, Derrick menyerang Xiao dengan membabi buta, bahkan Derrick menciptakan badai yang berkali-kali lipat lebih kuat dari sebelumnya.


Ting! Ting! Ting!


Pertarungan mereka layaknya pertarungan dua orang pendekar tingkat tinggi, Derrick sesekali melancarkan serangan elemen angin.


"Elemen angin: panah dewa angin!" Derrick menyerang dengan elemen angin, namun Xiao menghilang dan muncul tepat disamping Derrick.


Derrick menangkis dan melancarkan tebasan energi yang dipotong oleh Xiao.


"Haha, kamu memang kuat, aku sangat terhibur!" Ucap Xiao sangat senang sembari mengeluarkan pedang miliknya, tampaknya Xiao sangat serius kali ini.


Slash!


Ditengah perjalanan Xiao menghilang dan muncul tepat di depan Derrick sembari melancarkan tebasan, namun tebasan itu ditangkis oleh keris Derrick.


Ting! Ting! Clep!


Setelah beberapa kali beradu serang, Derrick kembali berhasil menusuk Xiao, sementara Xiao kembali menjadi bayangan dan muncul dibelakang Derrick dengan pedang yang menusuk Derrick.


Ting!


Tusukan itu ditangkis, namun Xiao mengantar Derrick terhempas dengan tendangannya kuatnya, Xiao menghilang dan muncul tepat di samping Derrick, lalu menyikut Derrick.


Bang!


Xiao keluar dari debu yang menutupi tubuh Derrick, setelah kabut debu menghilang terlihatlah Derrick yang sudah tak sadarkan diri, kekuatannya kembali normal seperti sebelumnya.


"Aku mengangkat mereka berdua menjadi murid pribadiku." Ucap Xiao berlalu pergi dari hadapan semua orang dengan langkah gontai, dan terlihat sangat kelelahan dan kehabisan energi tenaga dalam.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2