Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Benua Eghed bagian 2


__ADS_3

Derrick yang sedang tertidur pulas tidak menyadari bahwa ada sebuah bola air yang terbang mendekatinya, bola air itu berputar di atas kepala Derrick beberapa saat, lalu jatuh menghantam muka Derrick.


Derrick yang tertidur pulas itu seketika bangun karena disiram air, matanya melotot karena dipaksa bangun.


"Selamat pagi, hehe." sapa Kiano dengan senyum kecil di luar kamar Derrick.


"Hm." Derrick hanya mendengus, lalu lanjut tidur setelah mengeringkan tubuhnya yang basa dengan elemen api.


"Bangun, seleksi kesatria sihir kerajaan akan dimulai." teriak Kiano sambil melancarkan sihir air yang cukup besar sampai-sampai kamar Derrick dipenuhi genangan air.


"Apa? kenapa tidak membangunkan tadi?" Derrick seketika bangun dan segera bersiap untuk mengikuti seleksi kesatria sihir kerajaan.


Derrick yang sudah siap kini berada di halaman rumah menemui Kiano yang memang sudah siap sedari tadi, "Rokok?" tawar Kiano sambil menghisap rokok dan menyodorkan sebungkus rokok kepada Derrick yang baru sampai.


"Aku tidak merokok." tolak Derrick.


"Begitu... kalau begitu ayo kita pergi." respons Kiano datar dan jalan menuju arena tempat seleksi yang berada sekitar 100 meter dari rumahnya.


"Bagaimana dengan kondisi ayahmu?" tanya Derrick yang mengingat ayah Kiano yang sekarat akibat serangan binatang sihir langkah 5.


"Kondisi ayah semakin membaik akibat ramuan regenerasi tersebut meskipun tidak meregenerasi tangannya, terimakasih atas resepnya Derrick." balas Kiano dengan senyum dan menghembuskan asap rokoknya ke depan.


"Tidak di duga pil regenerasi Phoenix dapat menjadi ramuan, aku penasaran ramuan itu memiliki kualitas yang sama dengan pil regenerasi Phoenix atau tidak?" batin Derrick terkejut bahwa pil bisa diubah menjadi ramuan.


"Kamu yakin akan ikut seleksi?" tanya Derrick tentang Kiano yang memilih ikut seleksi daripada menjaga ayahnya yang sedang sakit.


"Tidak semua obat berbentuk obat, terkadang ada obat yang berbentuk kebanggaan." balas Kiano acuh sambil menghisap rokoknya, lalu menghembuskannya ke udara.


"Kebanggaan?" gumam Derrick, lalu tersenyum karena sikap tegar milik Kiano tersebut.


Mereka berdua akhirnya sampai di tempat pendaftaran seleksi kesatria sihir kerajaan untuk mengambil nomor seleksi, Kiano tanpa basa-basi datang ke hadapan resepsionis yang dijaga tiga orang pria tersebut sambil menunjukkan sebuah kartu yang dihiasi berlian dan bertulis Pitak dari sakunya.


"Silahkan masuk nona, hehe." resepsionis seketika ramah dan mengizinkan mereka masuk melewati jalur belakang dan tidak memperdulikan tatapan peserta lain yang merasa dicurangi.


"Hoy, ayo!" teriak Kiano mengagetkan semua orang termasuk Derrick yang langsung berlari menghampiri.


Note:


Perlu diketahui benua Eghed memiliki dua jenis ahli beladiri atau pendekar, dimana yang pertama adalah kesatria yang sangat sedikit menggunakan mana, karena mereka lebih fokus beladiri daripada aduh sihir, kesatria biasanya ahli senjata, tangan kosong, dan ilmu beladiri.


Kesatria memiliki 4 tipe, yaitu kesatria tipe penyerang, kesatria tipe bertahan, kesatria tipe penyerang bertahan, dan kesatria tipe semi-penyihir.

__ADS_1


Yang kedua penyihir yang sangat membutuhkan mana yang sangat melimpah, hal itu karena para penyihir sangat mengandalkan mana dalam bertarung melawan musuhnya atau membantu rekan setimnya.


Penyihir memiliki 3 tipe, yaitu penyihir tipe serangan, penyihir tipe bertahan (support), penyihir semi-kesatria, dan sihir gabungan dari tiga tipe tersebut.


Ok..., lanjut.


Ketika sampai di arena ujian seleksi Derrick dan Kiano berkeliling arena tersebut hanya untuk mengisi waktu luang sebelum acara dimulai.


Sling!


Saat sedang jalan-jalan menikmati dekorasi kuno tempat seleksi yang seperti stadion sepakbola itu, Derrick dikejutkan dengan tebasan energi yang beraura kegelapan dari seseorang.


"Sihir angin: dinding angin penakluk!" teriak Kiano menciptakan sihir angin untuk melindungi Derrick yang saat itu bengong beberapa detik melihat serangan itu.


Sleap!


Kiano membalik buku sihir miliknya yang melayang dihadapannya tersebut, lalu mengarahkan tangan kepada si penyerang.


"Sihir api: bola api lima bintang!" teriak Kiano menyerang, tiba-tiba bola api muncul dan menyerang.


Si penyerang misterius membelah bola api itu, namun bola api itu pecah menjadi lima bintang yang langsung menyerang si penyerang dari berbagai arah.


"Ini... suara ini?" Derrick bergumam, lalu tersenyum senang ketika menyadari siapa penyerang tersebut.


"Raki... haha, apakah itu kau Raki?" tanya Derrick dengan tertawa renyah, Raki menampakkan dirinya dengan senyum mengembang di sudut bibirnya.


Raki memakai baju serba hitam dengan jubah berwarna abu-abu dengan lambang dua pedang yang beraura hitam saling tebas membentuk silang.


"Haha," mereka berdua tertawa lepas menyambut pertemuan mereka seperti menyambut sahabat yang telah bertahun-tahun terpisah.


"Penyihir dua elemen? benar-benar langkah, sepertinya calon anggota baru kesatria sihir kerajaan tahun ini cukup menjanjikan." gumam seseorang yang memakai baju serba merah dengan jubah yang berlambang bunga api yang terbang diatas lotus yang berwarna kuning keemasan.


Note:


Kenapa Kiano memakai buku sihir?


Buku itu berfungsi menyimpan semua sihir milik penggunanya dan memberikan penggunanya mana tambahan sebanyak 10 ribu mana tambahan untuk buku sihir umum/biasa, dan 30 ribu mana tambahan untuk buku sihir bangsawan. Selain itu apapun sihir yang tertulis dan tersimpan dalam buku itu akan mempermudah penggunanya mengaktifkan sihir tanpa membaca mantra, dia hanya cukup membuka halaman sihir yang ingin diaktifkan dan meneriakkan nama sihir tersebut.


Dapat dikatakan penggunaan buku sihir itu mirip-mirip seperti orang yang menguasai sihir tanpa laparan di benua naga hitam, namun bedanya buku sihir hanya perlu menulis sihir di buku tersebut dan memahami konsep sihir tersebut, sementara sihir tanpa laparan harus benar-benar menguasai sihir tersebut luar dalam dan memiliki pemahaman akan sihir yang sangat tinggi.


Hanya penyihir yang memiliki buku sihir karena mereka memang membutuhkan banyak mana dan banyak sihir, sementara kesatria, atau penyihir semi-kesatria tidak memiliki buku tersebut karena mereka malas membawa buku sihir setiap bertarung, mereka lebih memilih memakai cincin penyimpanan yang mampu memberikan mana tambahan seperti buku sihir tersebut.

__ADS_1


Setiap orang hanya bisa memiliki satu buku atau cincin penyimpanan+mana, karena lebih dari itu maka akan menyebabkan seseorang bisa over mana yang akan berakibat fatal hingga kematian.


Ok..., lanjut.


"Bagaimana kabar sekte?" tanya Raki sambil berbisik kepada Derrick.


"Sekte baik-baik saja saat aku pergi, aku tidak tahu setelah itu." balas Derrick santai.


"Hm, begitu rupanya." Raki tersenyum dan melirik Kiano yang ada disamping Derrick.


"Perkenalkan dia adalah temanku seorang penyihir, namanya Kiano Pitak." Derrick mengerti dan memperkenalkan Kiano kepada Raki.


"Pitak? apakah kamu salah satu anggota keluarga Pitak?" tanya Raki kepada Kiano.


"Benar, aku bagian dari keluarga Pitak." balas Kiano dengan bangga dan sedikit sombong di nada suaranya.


"Lebih tepatnya keturunan bawah keluarga Pitak... benarkan kakak?" ucap seseorang pria tiba-tiba dan menghampiri tiga orang tersebut dengan wajah congkaknya.


Sontak saja Derrick, Raki, dan Kiano menoleh dan melihat pria yang berpenampilan norak tersebut.


"Kau...," Kiano marah dan bersiap menyerang.


"Hei, tunggu, tunggu, kak Kiano dari keluarga bawah, kamu tidak boleh menyerangku atau para tetua akan menghukummu, haha." ucap pria tersebut dengan takut-takut, lalu tersenyum merendahkan.


"Pergilah dari hadapanku Abra!" usir Kiano dengan dingin, tampak jelas Kiano sangat membenci pria yang bernama Abra tersebut.


"Demi tanah, kamu tidak bisa mengusirku begitu saja kakak..., atau aku akan melukaimu dengan kekuatan maha dahsyat...,"


Sebelum Abra menyelesaikan kalimatnya, Kiano sudah mengirim Abra menjauh dengan kekuatan angin sampai-sampai terhempas dan meretakkan dinding.


"Demi tanah...," Abra pingsan seketika.


"Kamu mendapatkan gadis yang kasar teman, kusarankan jangan dekat-dekat dengannya." bisik Raki ditelinga Derrick.


"Kamu benar teman, kukira sebelumnya dia hanya penyihir tipe support, tapi siapa sangka dia singa betina yang meng...," Derrick menghentikan bisikannya ketika Kiano meliriknya dengan tatapan tajam menusuk ulu hati.


"Haha, seleksi ksatria sihir akan segera dimulai, semangat temanku, aku pergi dulu." Raki tertawa dan segera pergi setelah mengucapkan beberapa kata.


"Teman tunggu...," Derrick berniat mengejar Raki yang pergi dengan setengah berlari, namun bahunya tiba-tiba di pegang oleh seseorang dengan kasar.


"Hehe, seleksi sebentar lagi dimulai, ayo kita pergi." ucap Derrick dengan wajah takut kepada Kiano yang memegang bahunya.

__ADS_1


__ADS_2