Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Chapter 7


__ADS_3

Derrick yang sedang memancing tiba-tiba diserang dari dua sisi oleh dua orang dengan serangan energi api dan lemparan belati yang sangat cepat membelah udara, dengan sigap Derrick menghindar dan menjauh sejauh-jauhnya.


"Akhirnya kalian keluar juga." Kata Derrick sembari menggunakan keris yang berwarna putih keemasan yang selalu Derrick selipkan di pinggang belakangnya.


Dua orang itu berlari menyerang Derrick dengan tebasan dari atas dan bawah, Derrick menghindari tebasan atas dan menangkis tebasan bawah.


Ting!


Derrick mendorong kerisnya, lalu menangkis tebasan susulan penyerang satunya dan menendang pergelangan tangan yang lain hingga termundur beberapa langkah.


Ting!


Ting!


Ting!


Dalam beberapa gerakan Derrick mampu menusuk salah satu penyerang dan menebas penyerang yang lain, lalu menghempaskan mereka dengan telapak angin.


"Teknik pedang langit: tebasan tiga raja." Teriak dua orang itu menyerang dengan teknik sekte pedang langit.


Serangan itu berbentuk tiga orang dari tiga sisi yang berbeda dan menyerang Derrick dari tiga sisi yang membentuk segitiga tersebut, karena mereka ada dua Derrick serasa diserang 6 orang sekaligus.


"Perisai angin!" Teriak Derrick menciptakan perisai angin, namun tebasan itu mampu menghancurkan perisai angin tersebut dan memaksa Derrick sedikit menghindar dan terluka.


Cr0t! Derrick menghindar salah satu penyerang dan menangkap tangannya, lalu menusuk bagian lehernya hingga penyerang itu mati.


Sling!


Pohon besar dibelakang Derrick tumbang terpotong akibat tebasan energi lawannya yang masih tersisa, lalu Derrick dengan sigap menyerang balik.


Ting!


Ting!


Cr0t!


Dalam beberapa gerakan Derrick mampu menusuk dada penyerang itu, lalu menendangnya hingga tercebur ke dalam sungai, darah menyebar dengan cepat di seluruh sungai.


Bush!


"Apa itu?" Derrick kaget penyerang yang sekarat itu langsung diterkam oleh sesosok makhluk yang berwarna kuning keemasan.


Monster itu berputar mengelilingi sungai seakan mencari mangsa lagi, namun tidak sedetikpun monster itu melirik kail pancing yang berbentuk ikan umpan. Derrick merasa bingung, namun dia jelas menyadari bahwa posisinya diketahui musuh-musuhnya.


"Aku harus cepat, tapi bagaimana caranya?" Tanya Derrick kepada dirinya sendiri sambil melihat bayangan ikan besar yang berputar-putar di sungai.

__ADS_1


"Aku punya ide," Derrick seketika memiliki ide ketika melihat jasad salah satu penyerang yang terbunuh oleh tusukan keris dilehernya.


Ok, lanjut.


Disisi lain keluarga Lao yang mendapatkan informasi keberadaan Derrick langsung berpencar mencari Derrick, karena prajurit yang menyampaikan pesan dari murid sekte pedang langit tidak mengatakan sungai yang mana.


"Keberadaan Faisal secepat ini diketahui oleh orang-orang klan Lao?" Garbus terlihat gelisah.


"Apa peduliku, haha." Tuan tua tertawa sambil menepuk bahu Garbus, lalu pergi meninggalkan Garbus sendirian di halaman rumah keluarga Dan.


"Kenapa ayah bisa tertawa, jika si Faisal tertangkap anak bandel itu akan menyeret keluarga kita demi menyelamatkan Faisal." Garbus protes karena sang Ayah yang acuh tak acuh dan tertawa lepas.


Ok, lanjut.


Umpan yang Derrick lemparkan langsung disambar oleh ikan emas taring es tersebut, Derrick berusaha sekuat tenaga menarik ikan emas tersebut ke daratan dan membunuhnya demi menyelesaikan misi.


"Ikan yang sangat besar, masbro." Ucap Derrick lirih kepada dirinya sendiri sambil menggulung dan mengulur benang pancing sembari menghisap rokok yang terbuat dari daun yang dia ubah dengan teknik sihirnya.


Ikan itu melompat dan langsung menyemburkan air yang berubah menjadi es, Derrick dengan sigap menghindar dan menarik joran sekuat mungkin, lalu mengulurnya agar tidak putus oleh perlawan ikan emas tersebut.


Sressss!!!


Suara benang pancing yang terus diulur agar tali pancing tidak putus menjadi latar belakang ketegangan pertarungan, setelah beberapa saat mengulur Derrick langsung menggulung benang kembali.


"Kamu ingin menyeretku ke sungai, itu tidak mungkin terjadi, dasar ikan tidak pernah sekolah." Dengus Derrick sambil menarik ulur gulungan benang.


"Api pembakaran!" Untuk kesekian kalinya Derrick mengcounter benang yang diubah menjadi Es oleh sang ikan dengan teknik api pembakaran.


"Menyerah saja ikan bodoh!" Teriak Derrick menarik joran dalam satu hentakan, hingga ikan mas itu tertarik keluar sungai.


Ikan mas itu begitu liar dan melompat-lompat menuju sungai, namun Derrick segera menusuk bagian dahi ikan itu hingga tiga kali tusukan.


"Akhirnya selesai, huh." Derrick lega sambil mengelap keringat di keningnya dengan punggung tangan.


Tiba-tiba tiga orang muncul disamping kiri, kanan, dan depan Derrick sambil menebas, beruntung Derrick menghindar dengan cara melompat mundur sambil melepas bubuk mesiu.


Booom!


"Ah!"


Teriak tiga penyerang itu bersamaan ketika Derrick memercikkan api (Teknik api pembakaran) ke bubuk mesiu yang menyelimuti tiga penyerang tersebut yang mengakibatkan ledakan yang langsung membakar mereka.


"Sialan," ucap salah satu penyerang yang keluar dari asap ledakan dengan luka bakar disekujur tubuh, dia menatap Derrick penuh kebencian.


"Kalian yang menyerang, tapi kalian tidak terima diserang balik, kalian memang memiliki standar ganda." Kata Derrick acuh dan tidak takut sama sekali melihat mayat seperti itu.

__ADS_1


Derrick sebagai seorang tentara nasional Indonesia tentu saja sangat familiar dengan kondisi kematian yang seperti itu, Derrick di kehidupan sebelumnya juga banyak menembak dan meledakkan musuh-musuhnya.


Beberapa lemparan belati dengan diselimuti energi tenaga dalam sebagai penambah kekuatan, ketajaman, dan kecepatan belati melesat menuju Derrick.


Ting! Ting! Ting!


Derrick menangkis beberapa belati itu, lalu sembunyi dibalik ikan mas yang sudah terbunuh dan merobek perut ikan mas tersebut.


Derrick mengubah darah ikan itu menjadi minyak tanah beberapa liter, karena teknik perubah bentuk memiliki aturannya sendiri dimana makanan bisa didapatkan dengan merubah tumbuhan, sementara senjata (pedang, pistol, atau bubuk mesiu) di dapat dari merubah batu, besi, atau tanah, dan berbagai minyak bisa di dapat dengan merubah darah.


Maka tak heran Derrick merobek perut ikan tersebut demi mendapatkan darah yang bisa diubah menjadi minyak tanah.


"Sihir kabut." Derrick menggunakan sihir kabut (salah satu 10 sihir ciptaan Faisal).


Derrick segera lari setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, karena Derrick merasakan orang yang kuat sedang menuju ke arah pertarungannya. Derrick menduga para penyerang ditugaskan hanya untuk menahannya selama mungkin hingga orang itu datang.


"Apa yang terjadi?" Tanya salah satu penyerang ketika banyak asap yang bermunculan di berbagai tempat.


Asap di berbagai tempat itu adalah kerjaan dari Derrick, dimana Derrick menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar untuk membakar hutan dan menciptakan asap setebal dan sebanyak mungkin.


"Selamat tinggal sekte pedang langit, selamat tinggal kota batu." ucap Derrick sambil tersenyum licik dan melempar balon yang berisi minyak tanah di sisi hutan yang terdapat banyak rumput ilalang mati, lalu memanahnya dengan panah api ketika sudah cukup jauh.


Bush!


Tempat itu langsung terbakar karena ilalang yang begitu mudah terbakar, kebakaran itu semakin meluas dan besar hingga menimbulkan begitu banyak asap.


Lao Tzu datang ketempat dimana Derrick memancing dengan menutup mulut dan hidungnya agar terlindungi dari asap yang diakibatkan oleh kebakaran.


"Siapa yang membakar hutan ini?" Tanya Lao Tzu kesal sambil menahan nafasnya.


Tiga hari kemudian.


Derrick sudah sampai di kota Daun setelah berbagai usaha yang dia lalui, kota daun sendiri adalah sebuah kota yang menjadi wilayah terluar kekuasaan sekte Naga Langit yang merupakan salah satu 7 sekte teratas benua Naga hitam.


Kota Daun adalah kota yang sangat besar dan menjadi pusat perdagangan antar kerajaan di wilayah selatan benua Naga hitam, para pedagang dari berbagai negara sering datang dan singgah di kota ini sebelum mereka melanjutkan perjalanan.


Kota ini juga dikenal sebagai kota para pendosa, karena di kota ini begitu banyak penjahat, gangster, perampok, hingga bandit gunung yang terkenal dengan kebengisan mereka.


Derrick memandang tajam sebuah tugu selamat datang yang sudah hancur dan tak berbentuk lagi, kerusakan itu terlihat sudah sangat lama dan tidak pernah diperbaiki.


"Selamat datang di kota pendosa." Derrick membaca tugu selamat datang tersebut, ada senyum tipis di bibirnya.


Derrick kembali merasakan bagaimana perasaan hidup yang terancam ditengah-tengah masyarakat ketika menginjakkan kaki di kota Daun tersebut, sebuah rasa yang telah lama hilang semenjak dia bereinkarnasi.


"Aku menikmatinya." Kata Derrick dengan senyum percaya diri memantapkan kaki memasuki desa para pendosa.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2