Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Benua Eghed 31


__ADS_3

Istana raja beberapa waktu yang lalu.


Ketika terjadi pemberontakan dimana-mana, Kaisar sihir dan para petinggi VAR yang merupakan dalang pemberontakan tersebut langsung bergerak menuju istana raja untuk membunuh raja dan merebut kekuasaan atas kerajaan Roban, sekaligus memenangkan peperangan.


Namun saat mereka masuk di halaman istana tiba-tiba ribuan prajurit dengan 4 jenderal utama bersama jenderal besar mengepung mereka hingga tidak ada celah untuk keluar dari pengepungan.


"Selamat datang tuan Vasya, tuan Angga, tuan Rakuti, dan tuan kaisar sihir, serta tuan topeng emas 1 dan 2. Kami sebagai tuan rumah menyambut kalian." Ujar seseorang dengan nada acuh menyambut mereka, dibelakangnya terlihat lima orang yang datang mendekat.


"Kamu..., Aditya apa yang kamu lakukan disini?" Tanya topeng emas 2 kepada orang itu yang merupakan penjaga 2 dalam VAR.


"Bukankah itu sudah jelas, dia berkhianat." Ujar Kaisar sihir geram.


"Haha, aku terkejut kamu mengkhianatiku Silva De Santana?" Ujar salah satu dari lima orang yang datang, ternyata dia adalah raja Hans sementara empat orang lainnya adalah kepala tiga keluarga utama dan pangeran Schisterma Rema anak angkat raja Hans.


"Hans De Santana, tidak maksudku Leroy Kiriga aku akan membalaskan dendam kakakku dan mengambil alih kekuasaan dari seorang pembunuh sepertimu." Menatap marah. Ujar Kaisar sihir dengan nada penuh kemarahan dan dendam.


"Haha, kamu menyadarinya, huh.., seharusnya aku membunuhmu." Menghela nafas.


"Seperti aku membunuh kakakmu!" Menyerang. Ujar Raja Hans dengan melempar belati beracun, belati itu terhenti tepat di dada kiri kaisar sihir.


"Memang pantas kamu menyandang status kaisar sihir, serang mereka." Raja Hans melambaikan tangan tanda perintah menyerang.


Pertempuran akhirnya dimulai setelah raja Hans memerintahkan semua orang-orangnya menyerang kelompok VAR yang menyusup dalam istana raja (Halaman).


Bang!


Bang!


Bang!


Trang!


Ting!


Pertempuran terjadi dimana-mana, suara senjata beradu, pukulan, dan jeritan terdengar dimana-mana menjadi irama dalam sebuah ironi peperangan.


"Kamu lebih kuat dari saat itu, aku cukup terkesan." Tersenyum. Ujar raja Hans sambil menahan tebasan pedang Rakuti.


"Aku akan membalaskan dendam raja Hans dan membunuhmu, bajingan!" Berteriak. Rakuti mendorong pedangnya, lalu melancarkan tebasan menyilang, sementara raja Hans menangkis semua tebasan itu dan melempar bola api ke perut Rakuti.


Bush!


Rakuti terdorong beberapa langkah akibat serangan itu, lalu menangkis tendangan raja Hans dengan pedangnya.


Sling!


Tebasan Rakuti itu ditahan oleh raja Hans dengan tangan kosong, lalu memukul Rakuti hingga termuntah darah.


"Hiyaa!" Rakuti yang terdorong masih sempat melancarkan tebasan energi, namun raja Hans hanya menahan dan menghancurkan tebasan energi itu dengan santai.


"Elemen api: panah tujuh rupa!" Berteriak. Raja Hans melancarkan serangan 7 panah api yang langsung terpecah menjadi 5 bagian setiap panah api.


Ting! Ting! Ting!


Clep! clep


Rakuti berhasil menangkis beberapa, namun sebagian yang lain berhasil menusuk tubuhnya dan membuat aliran mananya terhenti karena serangan itu dapat menyegel mana lawan.


"Kamu sama lemahnya seperti dulu, kali ini aku akan memastikan kematianmu!" Melempar tombak api. Ujar raja Hans kepada Rakuti yang berusaha berdiri dan melawan balik.

__ADS_1


Bang!


Tiba-tiba muncul Angga yang langsung menendang tombak itu agar meleset dari Rakuti yang sudah tak berdaya, lalu melancarkan duri kayu kearah raja Hans yang menghancurkan duri itu dengan bola api berukuran besar.


Bang!


Tempat Rakuti berada langsung hancur berkeping-keping oleh bola api yang terlalu kuat tersebut, beruntung Rakuti dibawa menjauh oleh Angga.


Ting!


Ting!


Ting!


Raja Hans menyerang dengan tinju yang berlapis api dan petir, sementara Rakuti dan Angga hanya bisa bertahan dan sesekali menyerang balik dengan pedang mereka.


"Naga kayu air!"


Angga menciptakan naga kayu yang berselimut air menyerang raja Hans, raja Hans menciptakan dinding api yang langsung menjadikan naga kayu itu abu dalam sekejap.


Slash!


Raja Hans menghindari tebasan Angga, namun tertebas oleh Rakuti yang berada di sisi kanannya.


Bang!


Raja Hans terpental akibat tendangan dua orang tersebut disaat yang bersamaan, lalu dua orang itu melancarkan tebasan energi bersamaan.


"Badai api!" Raja Hans menciptakan badai api untuk menangkis dua tebasan energi tersebut, lalu menghindar kesamping kiri ketika sebuah pedang yang dilempar Rakuti menuju kearahnya.


Slash! Rakuti melakukan teleportasi ke pedangnya, lalu menebas raja Hans yang tak menduga hal tersebut.


Cr0t! Rakuti dan Angga langsung menusuk raja Hans.


"Ugh..., aku akan membunuh kalian!" Muntah darah. Raja Hans menciptakan badai api yang sangat besar dan kuat, Rakuti menyentuh Angga dan melakukan teleportasi ke tempat yang jauh.


"Tombak penghancur dunia!" Menyerang.


Raja Hans melancarkan tombak api yang sangat panas membakar dan menghancurkan apapun yang dilaluinya, Rakuti dan Angga menghindar menjauh dan tidak berniat menangkis tombak api tersebut.


Bush! Boom!


Ledakan besar dari tombak api itu membunuh ratusan prajurit yang berperang, melihat itu Rakuti dan Angga bergidik ngeri.


"Kekuatan penghancur yang mengerikan!" Ucap Rakuti ketika melihat dampak serangan tersebut yang menghancurkan dinding benteng yang melindungi istana.


"Jangan berpikir untuk menangkis serangan orang ini." Ucap Angga, Rakuti mengangguk kecil.


Raja Hans menciptakan panah api dan melakukan serangan sembarang arah, hal itu membuat arena pertempuran dipenuhi api yang membakar.


Disisi lain.


Kaisar sihir terus dipojokkan oleh jenderal besar, hal itu terjadi karena kaisar sihir adalah penyihir murni sementara jenderal besar pendekar murni.


Ting!


Ting!


Ting!

__ADS_1


Jenderal besar melakukan sembilan tusukan tombak hingga membuat perisai mana Kaisar sihir hancur, lalu tombak itu menusuk sang kaisar sihir.


"Jangan lari!" Teriak Jenderal mengejar kaisar sihir yang menjauh sambil melancarkan serangan elemen petir.


Serangan kaisar sihir sukses menghancurkan beberapa bangunan, namun tidak cukup menumbangkan jenderal besar yang terus menghindar dan menangkis semua serangan tersebut.


Ting!


Ting!


Ting!


Beberapa kali serangan jenderal besar membuat kaisar sihir terluka parah dengan beberapa luka tusukan dan tebasan tombak meskipun kaisar sihir berusaha menangkisnya dengan belati.


"Naga petir penghuni langit!" Menyerang.


Kaisar sihir menyerang jenderal besar yang menuju kearahnya, kaisar sihir menyerang dengan naga petir yang langsung beradu dengan tombak jenderal besar.


"Hiya!!!" Tombak jenderal besar membelah naga petir itu lalu menusuk jantung kaisar sihir yang sudah tak berdaya.


"Kurang ajar... uwek!" Kaisar sihir termuntah darah.


"Seorang pendekar menyerang seorang penyihir, kamu tidak memiliki malu." Ujar topeng emas 1 yang disibukkan dengan kepala keluarga Bioa.


"Fokus saja dengan urusanmu!" Ucap jenderal besar dingin kepada topeng emas 1 yang sedang menahan pukulan air yang dilancarkan kepala keluarga Bioa.


"Ayah!" Valdi yang dibuat tak berdaya oleh Rama hanya bisa menangis tanpa bisa melakukan apapun untuk menolong kaisar sihir.


"Sekarang matilah!" jenderal besar hendak memenggal kaisar sihir, namun sebuah pedang menghentikannya.


Jenderal besar melihat kearah asal pedang tersebut dilempar, dia melihat ratusan pasukan datang membantu, pasukan itu dipimpin oleh penjaga 3 yang sudah menyelesaikan tugasnya menyerang markas Elang angin.


Trang!


Jenderal besar sedikit terkejut, namun dia kembali mencoba memenggal kaisar sihir, namun sayang kaisar sihir menangkis tebasan tombak itu, lalu memukul perut kanan jenderal besar hingga terlempar bahkan baju perang jenderal besar hancur akibat pukulan berlapis petir tersebut.


"Bola naga petir!" Kaisar sihir menyerang.


Naga petir muncul di depan kaisar sihir lalu menyemburkan serangan petir dari mulutnya dan menghancurkan apapun.


Terlihat jenderal besar terkena serangan itu secara telak, namun beberapa saat berlalu jenderal besar terlihat baik-baik saja karena menciptakan dinding tanah dan memperkuatnya dengan mana.


"Heee, serangan yang mengerikan." Tersenyum kecil. Ujar jenderal besar sambil mengayunkan tombaknya, disaat itulah raja Hans mengamuk dan melakukan serangan panah api sembarang arah.


"Kakak?" jenderal besar terkejut kakaknya tersebut dipojokkan oleh Rakuti dan Angga, padahal raja Hans seorang pendekar yang kuat sekaligus penyihir yang setara dengan kaisar sihir.


Saat jenderal besar berniat membantu dan mengabaikan kaisar sihir, disaat itulah penjaga 3 menyerangnya.


"Mau kemana jenderal?" Tanya penjaga 3 dengan tersenyum sumringah.


Mereka mundur menjaga jarak setelah beradu senjata, mau tidak mau jenderal besar harus meladeni penjaga 3 yang disupport oleh kaisar sihir.


Bush! Bang! Seseorang datang dengan momentum yang sangat menakjubkan.


Orang itu adalah kepala keluarga Light, dia datang dengan membawa seorang kapten pasukan pemberontak VAR dengan cara mencengkram kepalanya.


"Apakah aku boleh bergabung?" Tanya kepala keluarga Light itu sambil membuang kapten yang sudah tak bernyawa itu tepat di depan penjaga 3 dan kaisar sihir. Hal itu dia lakukan sebagai bentuk penghinaan kepada kaisar sihir dan penjaga 3 yang menjadi lawannya dan jenderal besar.


Kondisi perang semakin kacau, banyak kerusakan dimana-mana, ditambah beberapa bangunan terbakar akibat amukan raja Hans, kedua pasukan terlihat seimbang, pemenang masih belum terlihat.

__ADS_1


Nantikan kelanjutannya...


__ADS_2