
Xiao, Raki, dan Derrick segera pulang ke ibukota ketika mendapat kabar bahwa terjadi pemberontakan dimana-mana, pemberontakan itu dipimpin organisasi VAR.
Whosh!
Mereka bertiga tiba-tiba sudah muncul di dalam markas pasukan kegelapan dengan bantuan teknik teleportasi yang Xiao miliki, "Kalian bantu yang lainnya." Melompat dan pergi. Ucap Xiao kepada dua muridnya itu, lalu dia pergi dengan kecepatan tinggi menuju istana kerajaan.
"Aku akan pergi kerumah sakit." Berlari kearah timur. Raki juga pergi dengan kecepatan tinggi, sementara Derrick terdiam beberapa saat sebelum pergi ke arah selatan dimana sejalur dengan markas pasukan elang cahaya, Banteng angin, dan Opoi Mileak berada.
##
Situasi pemberontakan.
Markas pasukan elang cahaya.
Penjaga 10 yang bertugas menangani pasukan elang cahaya kini tertidur setelah semua pasukan elang cahaya tumbang, termasuk sang komandan yang merupakan komandan baru adik dari Yaga Light.
"Jangan sampai aku harus membunuhmu." Ujar penjaga 10 dingin ketika Kiano yang baru datang mengangkat pedangnya dengan tangan bergetar.
Kiano dan beberapa orang lainnya yang sedang menjalankan misi langsung pulang ketika terjadi pemberontakan, diperjalanan pulang mereka membantu pasukan kerajaan yang kesulitan mengatasi pemberontakan di beberapa tempat.
Hasilnya 10 orang bersamanya terbunuh dan hanya menyisakan dirinya seorang diri, ketika sampai di markas Kiano harus menelan pil pahit ketika mendapati markas yang sudah hancur dan pasukan yang kalah telak.
"Aku dapat merasakan mereka masih hidup, tapi aku tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan mereka." Batin Kiano dengan pedang terhunus, namun tangannya gemetaran.
"Kecuali orang itu pergi." Ujarnya menatap takut penjaga 10 yang terbaring tidur di atas genteng bersama dengan komandannya yang sekarat.
Markas pasukan Bioa.
Penjaga 7 yang bertanggung jawab menangani pasukan Bioa terlihat duduk santai diatas atap, sementara pasukan yang dia bawa terus saling serang dengan pasukan kesatria sihir Bioa pimpinan Christine.
"Aku tidak bisa terus seperti ini!" Christine menyerang penjaga 7 yang berada di atap dengan naga air, namun tiga bawahan penjaga 7 menghadang naga air itu dengan naga air juga.
"Kurang ajar!" Christine langsung membunuh tiga orang itu dalam sekejap, lalu menghadapi beberapa prajurit yang nekat menyerangnya.
"Butuh 100 orang kuat atau 1000 prajurit biasa untuk menangani wanita ini, kita tidak memiliki pasukan sebanyak itu, sepertinya aku harus bertindak." Ujar penjaga 7 yang melakukan peregangan otot dan bersiap-siap memasuki pertempuran.
Beberapa detik kemudian penjaga 7 menghilang meninggalkan debu dan melakukan serangan, Christine tidak siap dan hanya bisa menghindar sedikit, hasilnya lehernya tertebas walaupun tidak terlalu bahaya.
"Sudah cukup nona, kami tidak memiliki cukup pasukan untuk bersantai." Ujar penjaga 7 dengan mengelus-elus pedang yang sudah merasakan darah Christine.
"Akhirnya kamu turun juga, keparat!" Christine menyerang dengan bola air berukuran kelereng yang menembak penjaga 7, bola itu sangat kuat dan mampu menembus baja dan meledak.
Penjaga 7 menghindari semua serangan itu, lalu hampir menusuk leher Christine jika saja Christine tidak mundur beberapa langkah. Penjaga 7 dengan sigap menebas ketika gagal menusuk, hasilnya Christine harus kembali tertebas.
Bang!
__ADS_1
Christine berhasil menangkis tebasan susulan, lalu melancarkan tendangan lurus, namun ditangkis dengan mudahnya oleh penjaga 7 yang menebas balik.
Markas pasukan Hantu tanah.
Topeng emas No 3 (Arya) dan Penjaga 4 yang bertanggung jawab menangani pasukan Hantu tanah terlihat babak belur dihajar Semat pitak dan 3 orang kuat disisinya termasuk sang wakil yang dirumorkan setara dengan Semat pitak.
"Kamu menyembunyikan kekuatan asli pasukanmu terlalu dalam, kami benar-benar sial." Ujar penjaga 4 dengan tubuh penuh anak panah.
Semat pitak hanya diam, dia malah langsung menyerang penjaga 4 dengan tanah berduri yang langsung menusuk penjaga 4, beruntung penjaga 4 berhasil bertahan dan diselamatkan oleh elang petir beraura kegelapan.
"Aku akan membalaskan dendam ku kepada kalian, keluarga Pitak!" Teriak Arya, lalu mengeluarkan empat binatang peliharaannya yang juga beraura kegelapan.
Pertarungan ronde kedua tidak bisa dihindari lagi, bahkan penjaga 4 yang terluka parah langsung sembuh oleh ubur-ubur penyembuh salah satu peliharaan Arya yang dikeluarkan sebelumnya.
"Terimakasih, tuan Arya." Penjaga 4 berterimakasih, lalu menangkis tebasan wakil kapten pasukan hantu tanah yang mencoba membunuhnya.
Sementara untuk tiga pasukan yang lainnya terlihat sudah mencapai puncak, bahkan salah satu dari mereka yaitu pasukan Banteng angin sudah memenangkan peperangan dengan terbunuhnya penjaga 5 oleh sniper Derrick.
"Terimakasih, karena telah membantu kami." Ujar komandan pasukan Banteng angin berterimakasih kepada Derrick karena telah membantunya.
"Tidak masalah!" Jawab Derrick santai dengan sniper di bahu.
"Dia masih muda tapi kekuatannya sangat mengerikan, aku tidak boleh menyinggungnya." batin komandan itu dalam hati.
Alasan komandan itu takut adalah Derrick membunuh penjaga 5 yang sulit dia hadapi dengan satu serangan, yaitu tembakan sniper.
Dor!
Shush!!!
Peluru itu melesat tajam dan langsung menembus kepala penjaga 6 yang mengakibatkan penjaga itu langsung terbunuh dengan cara yang sama yang dialami penjaga 5.
Melihat penjaga 6 mati semua pasukan yang dia bawah langsung kocar-kacir meninggalkan pertempuran, hal itu sama dengan yang dilakukan pasukan pimpinan penjaga 5 yang juga kocar-kacir setelah penjaga 5 terbunuh.
Sementara pasukan Elang angin terlihat hancur oleh serangan VAR pimpinan penjaga 3, bahkan pasukan itu hancur tanpa bantuan penjaga 3 yang sangat santai menonton di atap gedung.
"Hm...," Penjaga 3 mendengus dan tatapan mata tajam melihat istana yang terlihat mengeluarkan banyak asap.
"Sepertinya Tuan Vasya, Angga, Rakuti, dan kaisar sihir mendapat kesulitan di istana raja." Gumamnya, lalu mengajak semua anak buahnya menuju istana setelah prajurit terakhir pasukan Elang angin dikalahkan.
##
Penjaga pertama yang duduk santai di salah satu atap rumah yang sejalur menuju istana kedatangan Xiao yang terburu-buru menuju istana.
"Yoo, pangeran kedua kamu lama sekali." Sapa penjaga pertama dengan senyum, Xiao yang waspada itu seketika muncul di depan penjaga pertama dan menebas.
__ADS_1
"Menyingkir!" Berteriak. Xiao yang menebas penjaga pertama itu dibuat terkejut dengan pedangnya yang ditahan dua jari oleh penjaga pertama.
"Tidak bisa, kami para penjaga diperintahkan untuk menahan para kesatria sihir terutama komandan kesatria sihir seperti dirimu, pangeran kedua." Ucap penjaga pertama santai.
"Kalau begitu aku akan membunuhmu!" Xiao melancarkan tebasan energi empat kali secara beruntun, namun serangan itu hanya ditangkis dengan mudah.
Hasilnya bangunan-bangunan disekitar mereka yang malah terpotong karena penjaga pertama menangkis dan membelokkan serangan Xiao ke sembarang arah.
Ting!
Tebasan Xiao kembali ditahan oleh dua jari, Xiao malah terhempas akibat tendangan penjaga pertama.
"Kakak tunggu aku, aku akan membereskan orang ini terlebih dulu." Batin Xiao dan mulai serius dengan mengeluarkan pedang keduanya.
"Pedang ilusi? Ternyata memang benar kamu pemegangnya, hm." Penjaga pertama menghela nafas.
Sling!
Sling!
Dua tebasan menyilang yang Xiao lancarkan dapat ditahan dengan mudah oleh penjaga pertama, namun tubuhnya tetap terbesar dengan dua tebasan silang.
"Inikah kekuatan pedang ilusi?" Batin penjaga pertama sambil menangkis tebasan Xiao, lagi-lagi tubuhnya terkena tebasan.
"Aku menahan serangannya, tapi tetap tertebas, ini merepotkan." Batin penjaga pertama yang memilih menghindari serangan selanjutnya.
Sling!
Penjaga pertama menahan tebasan yang mengarah ke matanya, namun kembali dia tertebas hingga matanya picek dan mengalami kebutaan.
"Matilah! Tebasan naga iblis!" Xiao melancarkan tebasan energi yang sangat kuat dan membelah gedung-gedung yang sejalur sebelum mengenai penjaga pertama.
Bang!
Tiba-tiba kepala Xiao ditendang oleh Penjaga pertama dari kedua sisi hingga hancur.
"Itu tidak akan membunuhmu, kan... pangeran kedua?" Tanya penjaga pertama samping kiri Xiao, penjaga pertama samping kanannya kembali menyatu dalam tubuh penjaga pertama dan membuat luka-lukanya sembuh total.
"Atributku adalah kembar regenerasi, aku bisa menciptakan kembaranku dan semua lukaku akan sembuh jika kami menyatu, saat kembali terpisah kami tetap baik-baik saja." Ujar penjaga pertama dan kembarannya kembali muncul setelah semua luka sembuh atau beregenerasi.
Sementara tubuh Xiao tiba-tiba menghilang dan muncul di salah satu bangunan dengan keadaan utuh seakan tidak pernah terbunuh sama sekali.
"Kekuatanmu cukup unik." Ujar Xiao dengan tatapan tajam menusuk memandang rendah dua penjaga pertama tersebut.
Pertarungan dua monster akan terjadi, siapa yang akan memenangkan pertarungan? Apakah Xiao ataukah penjaga pertama?
__ADS_1
Nantikan kelanjutannya.