
Sementara itu.
Xiao menghadiri rapat ketua sekte untuk membahas tentang Derrick lebih lanjut, dalam rapat itu dihadiri 10 anggota dewan, ketua sekte, 7 pemimpin pasukan termasuk Xiao, semua guru inti setiap pasukan, dan juga dewa pedang yang agung sebagai pimpinan tertinggi sekte sekaligus ketua dewan sekte, serta Lao Aidan sebagai saksi dimana Derrick benar-benar dirasuki iblis.
"Baik, akan kulakukan sesuai instruksi para ketua sekalian." ucap Xiao dengan menggertakan gigi kepada 10 orang dewan sekte, dia harus dicopot dari jabatannya sebagai pimpinan Skuad Kegelapan.
"Tapi akan kupastian siapapun yang berani menyentuh muridku akan mati!" ucap Xiao dingin sambil mengeluarkan auranya yang sangat mengintimidasi.
Semua orang menunjukkan berbagai respons, ada yang ketakutan, ada yang biasa saja, ada yang marah, dan ada juga yang sangat menikmati kemarahan Xiao.
"Baiklah, kamu bisa pergi." ujar dewa pedang yang agung sebagai ketua dewan sekte mengusir Xiao dari ruang rapat.
Xiao memberikan salam hormat kepada para dewan sekte, ketua sekte, lalu pergi dengan langkah berat yang penuh dengan kemarahan, kemarahan Xiao dapat dirasakan oleh semua orang yang hadir termasuk Yuanyi yang sekarang berstatus pimpinan Skuad Kegelapan menggantikan Xiao yang dicopot karena membangkang.
"Aku akan membunuh mereka semua, akan kubunuh mereka semua." gumam Xiao yang hanya dia yang mendengarnya dengan penuh kemarahan.
Rapat itu dibubarkan setelah Yuanyi resmi dilantik menjadi pimpinan Skuad Kegelapan menggantikan Xiao yang dinilai membangkang kepada para dewan sekte, dan desakan para pimpinan Skuad lainnya dan juga para guru inti sekte yang menginginkan agar Xiao dicopot dari jabatannya sebagai pimpinan Skuad Kegelapan.
Seseorang menabrak Lao Aidan yang saat itu ingin keluar dari ruang rapat karena sudah selesai, "Apakah kamu akan membiarkan mereka membunuh adikmu itu?" tanya si penabrak ditelinga Lao Aidan.
Lao Aidan langsung mencari siapa orang itu, namun orang itu sudah pergi jauh dan menghilang dalam kerumunan orang-orang yang hendak keluar meninggalkan ruang rapat.
"Apa-apaan itu, siapa juga yang peduli dengan b4jingan itu." ucap Lao Aidan dengan perasaan campur aduk, dia sepertinya ragu-ragu akan perasaannya sendiri.
"Ada apa?" tanya Yuanyi tiba-tiba sudah ada disamping Lao Aidan.
"Tidak ada guru, selamat karena telah menjadi kapten skuad Kegelapan." jawab Lao Aidan sekaligus mengucapkan selamat atas dilantiknya Yuanyi menjadi kapten skuad Kegelapan.
"Hm, kamu bisa mengucapkan selamat setelah aku diakui oleh anggota skuad Kegelapan, terlalu cepat mengucapkan selamat sekarang." ujar Yuanyi.
Xiao sedang menjenguk Raki yang masih terbaring lemah di rumah sakit skuad Kegelapan, tidak ada tanda-tanda Raki akan sembuh atau siuman.
Tiba-tiba dewa pedang datang menjenguk Raki sambil memberikan Xiao sebotol bir, "Maaf aku tidak bisa membantumu." ujar dewa pedang meminta maaf kepada Xiao atas apa yang terjadi di ruang rapat sekte.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan, lagipula mereka semua memang sejak awal menentangku membentuk skuad dan menjadi kaptennya, ini bukan salahmu." ucap Xiao dengan senyum kepada dewa pedang yang agung sambil menenggak bir itu dari botolnya secara langsung.
"Jadi... apakah kamu datang hanya ingin meminta maaf saja?" tanya Xiao kepada dewa pedang.
Sikap Xiao yang biasa-biasa saja dan tidak sungkan kepada dewa pedang membuat semua orang yang kebetulan lewat bangsal Raki terkejut dan kagum disaat yang bersamaan.
__ADS_1
"Haha, Xiao berhati-hatilah karena mereka pasti akan mengirim pembunuh untuk membunuh muridmu itu." ucap dewa pedang dengan tertawa, lalu meminum birnya dan berlalu pergi.
"Apakah itu termasuk dirimu?" tanya Xiao dengan pelan.
"Entahlah." balas dewa pedang dengan menampakkan senyum kepada Xiao, lalu menghilang dalam sekejap.
Derrick mengambil rumput jiwa dan juga beberapa harta Karun milik kelompok Rensan maupun kelompok Deska, lalu sisanya dia berikan kepada Eira.
"Kamu yakin tidak berminat dengan kitab tapak suci penghancur gunung?" tanya Eira memastikan bahwa Derrick benar-benar tidak berminat dengan kitab tapak suci penghancur gunung yang katanya kitab jurus ciptaan dewa tenaga dalam.
"Tidak! aku terlalu banyak menguasai keterampilan, baik keterampilan bertarung, semi-sihir, sihir, ataupun senjata..., jika aku mempelajari kitab itu aku tidak yakin masih tetap waras." ucap Derrick apa adanya.
Derrick bahkan beberapa kali merasa bersalah kepada masa lalunya yang seorang penembak jitu, karena semenjak mempelajari teknik belati angin Derrick tidak pernah sekalipun memaksimalkan pistol atau teknik ciptaan Faisal yang dia kuasai.
"Terlalu banyak keterampilan hanya membuatmu kebingungan, hal itu sangat berbahaya ketika bertarung." ucap Derrick sambil menyimpan kerisnya.
"Begitukah." respons Eira dengan tertawa kecil.
"Kalau begitu aku akan menyimpannya." Eira menyimpan semua barang rampasan tersebut kedalam cincin penyimpanan miliknya.
"Kamu akan mempelajarinya?" tanya Derrick penasaran.
Ok..., lanjut.
Derrick memutuskan untuk menetap di kota perbatasan beberapa hari lagi untuk mencari informasi keberadaan buah jiwa naga, sementara Eira memutuskan kembali ke sekte.
Derrick saat ini berada di bar terbesar kota perbatasan karena mendapatkan informasi dari dokter yang memang ahli membuat pil atau tanaman herbal yang mengatakan bahwa orang-orang Mata Langit mungkin tahu informasi buah jiwa naga.
Btw tidak ada perbedaan antara Dokter, ahli pil, dan ahli tanaman herbal, mereka semua disebut dokter, mungkin yang membedakan diantara mereka adalah ilmu mereka dalam bidang pengobatan, dimana orang yang memang menguasai ketiganya disebut dokter, orang yang ahli membuat pil saja disebut ahli pil, orang yang ahli tanaman herbal saja disebut ahli tanaman herbal.
Ok..., lanjut.
"Mata langit adalah sebuah organisasi misterius yang mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai kerajaan, sekte, klan, keluarga besar, bahkan organisasi sebesar Bakacauan tidak luput dari mereka." gumam Derrick mengingat kata Dokter atau ahli tanaman herbal yang menyarankannya untuk menggali informasi dengan menyewa organisasi Mata Langit.
"Selama kamu memiliki uang, maka apapun yang ingin kamu ketahui akan kamu dapatkan dari mereka." tukas Derrick sambil minum bir dan memperhatikan sekelilingnya.
Seseorang tiba-tiba duduk dihadapannya, orang itu memakai baju serba hitam dengan penutup kepala yang menutupi wajahnya, Derrick tidak dapat melihat wajahnya sama sekali akibat tudung kepala tersebut.
"Dokter Ren'ar, benarkan?" tanya orang itu masih tertunduk dan tidak menatap wajah Derrick.
__ADS_1
Derrick seketika ingat kode yang diberikan oleh dokter yang menyarankannya untuk menyewa organisasi Mata Langit, "Bukan dokter, hanya ahli medis gabut yang kebetulan di panggil dokter." ucap Derrick dengan santai.
Orang itu tersenyum dibalik tudungnya, lalu mengajak Derrick agar mengikutinya memasuki sebuah kamar di bar itu dan keluar dari bar lewat pintu belakang.
"Jadi apa hubunganmu dengan pak tua itu?" tanya orang itu yang ternyata seorang perempuan yang sangat cantik dengan rambut hitam panjangnya.
"Jadi dia perempuan? aku tertipu." batin Derrick.
Derrick tidak pernah menyangka dibalik suara berat dan terdengar seperti suara bapak-bapak itu ternyata suara buatan seorang perempuan muda, "Aku kebetulan bertemu dengannya ketika sedang mencari informasi buah jiwa naga." balas Derrick jujur apa adanya.
"Buah jiwa naga?" tanya perempuan itu dengan tersenyum, lalu tiba-tiba menyerang Derrick dengan tusukan belati dileher.
"Apa maksudmu?" tanya Derrick menghindar dan menjauh, perempuan itu menusuk Derrick kembali.
Ting!
Derrick menangkis dan menyerang balik, perempuan itu melancarkan tendangan menyamping, namun ditangkis oleh Derrick.
"Bagus, haha." ucap perempuan itu dengan tertawa dan menarik kembali tendangan kakinya.
"Kenapa kamu menyerangku?" tanya Derrick dengan waspada.
"Tidak ada alasan khusus, aku hanya mengetesmu saja." balas perempuan itu dan lanjut melangkah menuju suatu tempat.
"Haaa, apa-apaan itu, dasar bodoh!" respons Derrick tidak terima, namun masih mengikuti langkah perempuan itu.
"Siapa namamu?" tanya perempuan itu sambil bersiul.
"Derrick, kamu?" balas Derrick dan bertanya balik.
"Aku no 37, salam kenal Derrick." balas perempuan yang menyebut dirinya no 37.
Ketika Derrick lengah perempuan itu kembali menyerang dengan menendang dada Derrick hingga membuat Derrick termundur beberapa langkah akibat tendangan itu.
Ting!
Tusukan belati no 37 melayang di udara seperti menusuk udara kosong, "Elemen angin?" ucap no 37 dengan santai dan menangkis tinju api Derrick.
"Apa maksudmu, jhalang!" teriak Derrick marah.
__ADS_1
"Bagus, kamu penuh kewaspadaan, itu modal dasar untuk mendapatkan buah jiwa naga." ujar no 37 dengan acuh dan melanjutkan perjalanan menuju suatu tempat kembali, lagi-lagi Derrick mengikuti walaupun sedang marah kepada no 37.