
"Pedang kedua: pedang pelindung!" Teriak Lao Aidan menanggapi serangan tebasan energi Derrick.
Tiba-tiba muncul sebuah pedang yang terbuat dari angin dan menangkis tebasan Derrick tersebut. Derrick melancarkan beberapa tebasan susulan sambil berlari mendekat, namun pedang itu menangkis semuanya.
Trang!!!
Derrick melancarkan tebasan dari samping, namun Lao Aidan menangkisnya dengan pedang angin tersebut yang tiba-tiba ada ditangan Lao Aidan.
"Elemen tanah: dinding tanah." Lao Aidan menciptakan dinding tanah dengan hentakan kakinya, lalu mundur dan melancarkan tebasan yang diselimuti petir.
"Perisai angin!" Derrick menciptakan perisai angin, lalu melancarkan tebasan api dan angin secara menyilang.
Tebasan itu ditangkis dengan mudah oleh Lao Aidan yang langsung melempar pedang cahayanya kearah Derrick.
"Elemen api: naga api!" Lao Aidan menyemburkan naga api dari mulutnya menyusul pedang cahayanya.
Derrick menangkis pedang cahaya itu, lalu menahan semburan api dengan tangan kosong yang sebenarnya sudah dilapisi teknik sihir penyegel sihir.
"Tornado penghancur!" Lao Aidan menyerang dengan menciptakan angin tornado, lalu berlari menyerang Derrick.
Pertarungan mereka berakhir ketika Lao Aidan berhasil membuat Derrick kehilangan kerisnya, lalu menendang Derrick terhempas jauh beberapa meter kebelakang dan berhenti ketika berbenturan dengan pohon.
"Kakak... uhuk, aku minta maaf atas kematian Lao Lawanto, itu tidak disengaja." Jelas Derrick sambil memegang dadanya yang sakit.
"Aku sudah memaafkanmu, tapi kamu membuatku marah!"
"Jadi matilah!" Teriak Lao Aidan menyerang dengan melancarkan tebasan energi kepada Derrick.
Derrick menghindar dan menciptakan keris dari angin, "Teknik belati angin: tebasan angin!" teriak Derrick menyerang balik Lao Aidan.
Bang!
Lao Aidan menghindar dan memukul wajah Derrick dengan tinju yang dilapisi tiga elemen yaitu Api, angin, dan petir.
Clep!
Tubuh Derrick tertembus pedang cahaya Lao Aidan, lalu ditebas pedang kedua Lao Aidan yang berkekuatan pelindung.
"Pedang ketiga: pedang pemotong." Tidak cukup sampai disitu Lao Aidan memanggil pedang ketiga yang berkekuatan memotong apapun.
Sling!
Lao Aidan melancarkan tebasan energi dengan pedang tersebut, lalu memotong perisai angin Derrick dan memotong tangan kiri Derrick.
"Ahhhh!" teriak Derrick kesakitan ketika tangan kirinya terpotong.
"Derrick, matilah untukku!" Teriak Lao Aidan mengayunkan pedangnya menebas Derrick yang berada 3 meter darinya.
Sling!
__ADS_1
Serangan tebasan itu dihentikan oleh Derrick dengan tangan kosong, Lao Aidan terkejut melihat Derrick mampu menahan tebasannya.
"Hehe," Derrick tertawa kecil, lalu membuang pedang Lao Aidan ke samping agar tidak mengenai tubuhnya.
"Haaa."
"Karena terlalu banyak menguasai teknik, kamu kebingungan mau menggunakan teknik yang mana untuk bertarung melawan sampah ini." Kata Derrick kepada dirinya sendiri, saat itu juga tangan kirinya beregenerasi hingga seperti tidak pernah terpotong.
"Kamu benar-benar merepotkan yang mulia ini." Kata Derrick dengan nada acuh kepada dirinya sendiri.
Derrick saat ini terlihat berbeda dari sebelumnya, dia terlihat seperti orang lain yang menguasai Derrick. Penampilan Derrick yang biasa-biasa saja sebelumnya, kini dihiasi dengan jubah yang terbuat dari angin dan pedang ditangan kiri, dan 4 belati terbang dibelakangnya.
"Siapa kamu?" Tanya Lao Aidan datar.
"Aku? haha." Derrick tertawa.
"Aku iblis!" Jawab Derrick dan menghilang lalu muncul diatas kepala Lao Aidan yang langsung menangkis tinju Derrick dengan pedangnya, lalu menyerang balik.
Bang!
Tebasan itu ditangani oleh Derrick dengan kaki kanannya yang diselimuti api.
"Hm, berguna juga senjata di kaki ini." Ujar Derrick yang mengingat betul senjata yang Derrick tanam di kaki kanannya.
Bang!
Bang!
Bang!
"Semenjak kamu kesurupan kamu sangat mengandalkan elemen angin dan tidak lagi menggunakan belati." Kata Lao Aidan sembari menangkis setiap tinju dan tendangan yang dilancarkan Derrick kepadanya.
"Aku tidak bodoh seperti bocah ini yang maruk teknik hingga kebingungan mau menggunakan teknik apa ketika bertarung." Balas Derrick atau orang yang mengendalikan tubuhnya.
Bang!
Lao Aidan terhempas akibat tinju Derrick, namun itu tidak membuat Lao Aidan dirugikan sama sekali.
Derrick melompat keatas dan melancarkan tendangan dengan posisi punggung kaki belakang sebagai penyerang, namun dia dibuat terlempar akibat pelindung Lao Aidan.
"Apa itu?" Tanya Derrick bingung, namun Lao Aidan sudah ada dibelakangnya dan menusuk.
Clep!
Tusukan itu membuat Derrick termuntah darah, beruntung dia berhasil kabur sebelum Lao Aidan membelahnya.
"Dia sangat kuat, uhuk!" Kata Derrick sembari menutupi luka tusukannya yang terlihat mulai regenerasi.
"Itu... elang jiwa penolak." Kata Derrick terkejut melihat sesuatu yang membuatnya terlempar ketika melancarkan tendangan dari atas kepada Lao Aidan.
__ADS_1
"Pengguna regenerasi memang merepotkan." Kata Lao Aidan datar sembari berdiri diatas punggung elang jiwa miliknya tersebut.
"Kalau begitu... pedang keempat: pedang anti regenerasi." Kata Lao Aidan pelan, seketika itu elemen kegelapan menyatu di depan Lao Aidan dan membentuk pedang yang berwarna putih dengan aura kegelapan.
Selain itu terlihat dewa pedang, master Gumay, Yuanyi, dan semua pemimpin skuad selain Xiao sudah tiba dan terkejut dengan Derrick.
"Iblis, ini aura iblis.. bocah itu dirasuki iblis." Kata master Gumay yang mengejutkan Lao Aidan yang bersiap menyerang.
"Iblis?" Lao Aidan akhirnya sadar siapa yang menguasai Derrick.
"Semuanya bunuh bocah itu!" Teriak master Gumay memerintahkan, semua orang kecuali dewa pedang langsung melancarkan serangannya terbaiknya untuk mengakhiri hidup Derrick.
"Tidak!!!" Teriak Lao Aidan menghentikan mereka, namun semua orang sudah melancarkan serangan terbaiknya, bahkan Yuanyi sebagai guru pribadi Lao Aidan melempar kedua kapaknya untuk membunuh Derrick.
"Aku tidak pernah menduga akan menghadapi bocah ingusan yang sekuat ini, dan sekarang diambang kematian." Pikir Derrick dalam hati dan berniat pergi dari tubuh Derrick karena sudah mati langkah.
"Sebagai seorang iblis, aku malu jika lari dari manusia, tapi mau apalagi, aku bukan iblis bodoh yang mengedepankan ego daripada kehidupan." Ujar sang iblis dan langsung pergi dari tubuh Derrick sesaat sebelum semua serangan itu mengenai tubuh Derrick.
Derrick langsung jatuh pingsan akibat iblis yang ingin menjadikannya wadah memilih pergi daripada mati bersama dengan terbunuhnya Derrick, semua serangan dari master Gumay, Yuanyi, dan semua pemimpin skuad kecuali Xiao langsung menghantam Derrick yang rapuh dan tak sadarkan diri.
"Siapa yang ingin membunuh muridku akan menghadapi kemarahan ku, br3ngsek!!!" Teriak Xiao menggelegar diatas langit membuat semua orang terkejut.
Bush!
Disaat yang sama semua serangan itu sudah menghantam tubuh Derrick dan menciptakan ledakan energi yang begitu dahsyat dan mengerikan, sampai-sampai menciptakan kawah besar.
"Huh.. mereka memancing kemarahan raja kegelapan!" Gumam dewa pedang menghela nafas sembari menggeleng-geleng kepala.
"Apa?" semua orang terkejut tubuh Derrick terlindung perisai energi yang berwarna kegelapan.
Kondisi tempat itu adalah kawah dengan ditengah-tengahnya terlihat tanah yang seperti pilar bertahan, dan diatas tanah yang seperti pilar itulah Derrick berada dan terlindungi dari serangan tersebut.
"Apa yang kamu lakukan, Xiao!" Teriak master Gumay yang menyadari itu kekuatan Xiao dan melihat Xiao terbang melayang diatas langit.
Semua orang menatap Xiao dengan marah, namun dewa pedang hanya menghela nafas berat beberapa kali, sementara Lao Aidan tersenyum senang entah karena apa.
"Siapa yang ingin membunuh muridku akan mati disini." Kata Xiao dengan nada dingin sembari mengeluarkan auranya yang sangat kuat dan mengintimidasi, sampai-sampai semua orang dibuat merinding ketakutan, tentunya kecuali dewa pedang yang memiliki level yang sama dengan Xiao.
"Tenaga dalam level 100, semenjak kapan kamu sekuat ini Xiao?" Tanya master Gumay dengan mengeluarkan auranya yang ternyata berlevel 99.
Benturan dua aura itu langsung membuat semua orang termuntah darah karena menahannya, dimana semua orang selain dewa pedang dan master Gumay hanya memiliki tenaga dalam level 90 kebawah.
"Sialan, uhuk!!!" Umpat beberapa pemimpin skuad yang hadir menahan aura mengintimidasi dua orang tersebut.
"Aura mengintimidasi tidak akan sekuat ini kecuali mereka benar-benar melatih auranya untuk mengintimidasi hingga level tertentu, teknik yang tidak berguna namun merepotkan bagi mereka yang berlevel jauh dibawah." Gumam Lao Aidan yang tetap stabil karena dilindungi elang jiwanya.
Dimana Lao Aidan terlihat bersembunyi di sayap elang jiwanya tersebut.
Bersambung.
__ADS_1