
Derrick menemui sang anak yang sedang berlatih pedang sendirian di tempat latihan yang biasanya mereka gunakan, Derrick tersenyum melihat anaknya tersebut sepertinya sangat tertarik dan memiliki bakat pada ilmu pedang.
"Derrick." Panggil Derrick dan mengejutkan Derrick kecil yang terus mengayunkan pedang menebas boneka manusia yang terbuat dari kayu tersebut.
"Ayah!" Derrick terlihat senang, namun tiba-tiba dia cemberut.
"Kenapa ayah kesini? Sudah kukatakan aku hanya ingin berlatih pedang." Ucap Derrick dengan cemberut.
"Haha, baiklah ayah tidak akan memaksamu lagi untuk berlatih senjata tulang, lagipula senjata tulang awalnya ayah buat dan berikan kepadamu untuk mengganti tulang kakimu yang hancur." Derrick akhirnya mengalah kepada sang anak, dia melupakan janji yang dia ucapkan kepada Suanyi yaitu janji akan membuat Derrick kecil mau berlatih senjata tulang kaki kanan dan kirinya.
"Tenaga dalammu sudah level 20, kamu benar-benar berbakat rupanya." Ujar Derrick memuji ketika selesai memeriksa level tenaga dalam Derrick kecil.
"Ayah kenapa aku harus berlatih tenaga dalam dan meningkatkan levelku? Bukankah kata ayah tenaga dalam akan meningkat dengan sendirinya?" Tanya Derrick kecil.
"Pertanyaan bagus." Puji Derrick mendengar pertanyaan yang bagus dari Derrick kecil.
"Bukankah ayah juga mengatakan bahwa tenaga dalam dapat ditingkatkan dengan berbagai cara lainnya, yaitu memiliki bakat, menyerap inti binatang ajaib, menyerap batu yang memiliki energi alam yang berlimpah, berlatih tenaga dalam, dan yang terakhir adalah menggunakan item sihir."
"Kamu ingat?" Jelas Derrick, lalu bertanya sambil mencolek hidung Derrick kecil dengan kasih sayang.
"Berlatih tenaga dalam adalah salah satu metodenya, namun metode ini cukup lengkap karena jika mencapai level 50 kekuatan tenaga dalammu akan semakin kuat setiap kali kamu bertarung, kata mudahnya seperti pedangmu akan semakin tajam di setiap pertarungan yang kamu jalani." Jelas Derrick.
"Lalu ketika mencapai level 80 kamu dapat memanipulasi udara, contohnya seperti ini." Tambah Derrick sambil menciptakan pedang dari udara kosong, pedang itu terbuat dari pemadatan udara, lalu Derrick menciptakan tombak.
"Lalu apa kegunaan menciptakan hal-hal tersebut, bukankah kita bisa membeli yang asli di toko?" Tanya Derrick kecil heran.
"Bedanya adalah kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk mendapatkan senjata, terlebih senjata dari pemadatan udara ini sama kuat dan bahkan lebih kuat dari senjata asli." Jawab Derrick lalu melempar tombaknya ke perisai yang memang sudah ada sejak awal.
Tombak dari udara itu langsung melubangi perisai tersebut, lalu menghilang menjadi udara kembali.
"Hebat!" Derrick kecil kagum dengan kekuatan tombak udara tersebut.
"Baiklah jika kamu mencapai tenaga dalam level 90 maka kamu bisa terbang sesuka hati." Jelas Derrick kembali dan membawa Derrick kecil melayang di udara, lalu terbang kesana-kemari dengan bebas.
Derrick kecil sangat senang dibawa terbang oleh sang ayah, itu dapat terlihat dari raut wajahnya yang sangat bahagia dengan tawa khas anak kecil.
__ADS_1
"Lalu ketika sampai tenaga dalam ranah surgawi, maka kamu akan memiliki tenaga dalam tanpa batas, artinya selama kamu memiliki kemampuan maka kamu bisa mengeluarkan serangan-serangan kuat berulang kali tanpa khawatir kehabisan tenaga dalam, satu-satunya yang menjadi penghalangmu adalah stamina saja." Ucap Derrick disela-sela terbang mengelilingi hutan.
"Jadi apakah kamu mau lanjut latihan tenaga dalam atau tidak setelah mendengar keistimewaan melatih tenaga dalam?" Tanya Derrick sambil turun setelah puas mengajak Derrick kecil terbang.
"Ayah, aku ingin berlatih tanaga dalam, tolong latih aku ayah." Ucap Derrick kecil bersemangat.
"Baiklah, kalau begitu mari kita latih tanding." Ucap Derrick dengan senyum senang, lalu menciptakan pedang dari udara.
Mereka berdua akhirnya aduh tanding, terlihat Derrick kecil sangat kesulitan melawan ayahnya yang terlihat santai menanggapi setiap tebasan Derrick kecil.
"Pedang pertama: Tebasan menyilang!" Teriak Derrick kecil melancarkan tebasan energi menyilang.
"Kamu sudah memberi seranganmu nama?" Tanya Derrick terkejut, lalu menangkis tebasan energi silang tersebut.
Trang!
Derrick menangkis tebasan Derrick kecil dengan santai, lalu menangkis tebasan susulan Derrick kecil dengan santainya.
"Pedang kedua: Tebasan pusaran air!" Derrick kecil berputar ketika pedangnya ditangkis sang ayah, putaran itu menciptakan air layaknya pusaran air di sungai.
Trang! Trang! Trang!
"Pedang pertama: Tebasan menyilang!" Derrick kecil kembali melancarkan serangan tebasan energi, Derrick menghindar saja dan tertegun melihat Derrick kecil menyarungkan pedangnya.
"Pedang ketiga: Tusukan petir!" Derrick kecil tiba-tiba melakukan Dash, lalu berhasil melukai dada Derrick yang tertegun dan tidak siap mengantisipasi.
"Arg..., ini sakit dan rasanya lukanya juga seperti disambar petir." Teriak Derrick kesakitan.
"Ayah! Apakah ayah baik-baik saja, maafkan Derrick karena melukai ayah, hiks, hiks." Derrick kecil berlari dengan khawatir menuju Derrick, lalu menangis ketika melihat luka tebasan di dada sang ayah.
"Haha, tidak apa-apa Derrick, ini hanyalah luka kecil, ayah hanya terkejut." Ucap Derrick menenangkan sang anak.
"Lagipula seorang pendekar tidak boleh cengeng dan mengkhawatirkan musuh, jangan naif Derrick, ayah tidak suka." Ucap Derrick kemudian dengan nada serius, namun Derrick kecil masih menangis.
"Tapi..., t-tapi ayah bukan musuh Derrick." Ucap Derrick kecil dengan terbata-bata menahan tangisannya.
__ADS_1
"Haha, ayah memang bukan musuhmu, tapi tadi ayah menjadi musuhmu bukan?" Tanya Derrick sambil tertawa.
"Tadi hanya latihan, Derrick melukai ayah." Bantah Derrick kecil.
"Melukai lawan tanding diperlukan selama itu tidak membunuh, jadi wajar Derrick melukai ayah." Balas Derrick.
Pada akhirnya Derrick kecil mengerti dan tidak menangis lagi, ayah dan anak itu terus berlatih tanding, namun kali ini Derrick meningkatkan fokusnya agar tidak terluka lagi, karena menurutnya memalukan dilukai anak kecil berumur 4 tahunan apalagi itu adalah anaknya sendiri.
##
Derrick duduk di teras gubuk tempat dirinya dan keluarganya berlindung dari panas matahari dan hujan, gubuk yang menjadi tempat mereka bernaung dan tidur selama 6 bulan belakangan.
Sesekali dia menyesap kopi panasnya sambil menonton Derrick kecil yang terus berlatih pedang meskipun dihujani derasnya air hujan yang mengguyur desa mereka.
"Sayang, Derrick kecil sepertinya sangat keras berlatih, apakah itu tidak terlalu berlebihan bagi tubuh kecilnya?" Tanya Suanyi sambil mengambil duduk disamping Derrick, ucapan itu memiliki arti tersirat bahwa Suanyi meminta agar Derrick menasehati anak mereka agar tidak terlalu keras berlatih.
"Tidak apa, justru itu akan berguna baginya agar dapat menjadi pendekar hebat bukan pendekar lemah yang memiliki resiko kematian tinggi." Ucap Derrick menyesap kopinya dengan santai, Suanyi tertegun namun dia setuju.
"Sayang kulihat-lihat kamu tidak pernah mengajarinya teknikmu selain ilmu pedang, apakah kamu tidak mau membiarkan Derrick kecil memiliki teknik yang sama sepertimu?" Tanya Suanyi ketika ingat bahwa Derrick hanya melatih anak mereka teknik pedang, tidak lebih dari itu.
"Maksudmu seperti teknik api pembakaran dan teknik tombak dewa?" Derrick berpikir sesaat, lalu bertanya kepada Suanyi.
"Iya." Suanyi mengangguk membenarkan.
"Aku tidak akan mengajarinya teknik-teknik itu, karena aku tidak ingin Derrick kecil kebingungan menggunakan teknik yang mana ketika bertarung, sama sepertiku dulu." Ujar Derrick dan menjelaskan.
"Kebanyakan memiliki teknik itu tidak terlalu baik, itu hanya akan menyulitkan kita." Tukasnya dengan tegas ketika Suanyi baru membuka mulut untuk mengatakan sesuatu.
Derrick sudah merasakan bagaimana susahnya ketika bertarung karena terlalu banyak memilki teknik bertarung atau teknik sihir, bahkan Derrick beberapa kali hampir mati karena terlalu bingung ingin menggunakan teknik yang mana ketika bertarung melawan musuh.
Mengingat pengalaman itu Derrick tidak akan membiarkan anaknya mengalami hal yang sama, maka dari itu dia fokus untuk melatih ilmu pedang daripada teknik bertarung ataupun sihir.
"Tapi apakah kamu tidak memiliki teknik pendukung untuk dikuasai Derrick kecil, maksudku jangan mengajarinya teknik bertarung atau sihir tapi ajarinya teknik pendukung." Ucap Suanyi dan menyadarkan Derrick.
"Kamu benar juga, sayang." Derrick menyesap kopinya.
__ADS_1
"Baiklah aku akan mengajarinya teknik api pembakaran, kesadaran ilahi, formasi pembunuh dewa, dan teknik sama dengan, karena menurutku itu teknik pendukung." Ujar Derrick mengingat-ingat berbagai teknik yang dia kuasai dan menemukan empat teknik sihir yang menurutnya termasuk teknik pendukung.
Bersambung...