
Derrick mengikuti no 37 hingga mereka sampai disebuah tempat yang cukup ramai orang dengan berbagai senjata, mereka berdua berbaur di kerumunan orang-orang tersebut dan menunggu sesuatu.
"Apa yang kita lakukan disini?" tanya Derrick yang sejak tadi diam saja.
"Sebentar lagi taman herbal akan dibuka, kamu bisa mencari buah jiwa naga di dalam sana." balas no 37 acuh sambil melihat dua pohon yang berdampingan di depannya.
Tiba-tiba muncul portal di tengah-tengah dua pohon tersebut, semua orang langsung memasuki portal tersebut dan no 37 segera menarik Derrick agar masuk ke portal.
Tiba-tiba Derrick berada di sebuah lembah yang terlihat sangat banyak tanaman herbal dan juga ada beberapa monster yang berlalu lalang di depannya.
"Ini adalah taman herbal, kamu bisa mulai mencari buah jiwa naga yang mungkin berada di suatu tempat di taman herbal ini, semangat." ujar no 37 dan segera pergi ke arah yang berlawanan.
"Lalu apa yang harus kuberikan untuk informasi ini?" tanya Derrick yang merasa janggal dan menyadari bahwa no 37 tidak meminta bayaran atas informasi yang dia berikan.
"Haha, Mata Langit tidak selalu berbicara soal uang, anggap saja ini bantuan dariku." ujar no 37 dengan melambaikan tangan dan tertawa, dia terus jalan kedepan tanpa menoleh kepada Derrick.
Derrick merasa bingung dengan sikap no 37 yang membantunya secara gratis, tapi mau gimana lagi dia tidak mungkin bertanya kepada no 37 lebih rinci.
Derrick saat ini sedang berjalan-jalan di lembah tersebut sambil celingak-celinguk melihat kanan-kiri mencari buah jiwa naga untuk Raki padahal dia tidak tahu bentuk buah jiwa naga tersebut.
Boom!
Derrick mendengar ledakan di arah Utara dan dentingan senjata beradu, Derrick segera menuju kesana karena rasa penasaran, ketika sampai dia melihat seseorang yang berpakaian seperti seorang pendekar dan berwarna putih sedang bertarung dengan lima orang.
"Serahkan anggur api itu atau kami akan membunuhmu." ujar salah satu penyerang sambil menunjuk orang yang berpakaian putih tersebut dengan pedang.
"Tidak akan!" balas orang berpakaian putih keras kepala.
Lima orang itu menyerang orang itu kembali, namun orang itu menahan serangan mereka dengan elemen tanah dan menyerang balik dengan menciptakan tombak tanah.
"Lima pendekar pedang melawan pengendali tanah, menarik." gumam Derrick yang bersembunyi di balik pohon yang berada diatas 6 orang tersebut.
"Tebasan singa api!" teriak salah satu pendekar pedang menyerang.
Orang yang berpakaian putih menciptakan dinding tanah, lalu menyerang mereka dengan bola api yang berbentuk shiruken, "Cakram api!" ucapnya dingin sambil melempar shiruken api tersebut kepada 5 orang lawannya itu.
Lima orang itu menghindar dari shiruken api itu, namun mereka terluka bakar parah disekujur tubuhnya ketika shiruken itu memisah menjadi 10 shiruken kecil dan menyerang mereka berlima secara bersamaan.
__ADS_1
"Ouh dia menang rupanya." gumam Derrick memuji orang yang berpakaian putih tersebut, namun seseorang menusuk orang itu dari belakang.
"Kurang ajar!" teriak orang itu marah dan memukul perut penusuk itu dengan tangan yang berselimut api.
Bush!
Penusuk terpelanting jauh dan membentur pohon dengan perut yang bercap lima jari yang tercipta karena efek api yang dialirkan ke tangan, penusuk itu mati seketika itu juga, sementara orang yang berpakaian putih terjatuh karena jantungnya tertusuk.
Derrick yang menonton kini sudah berada di depan orang yang berpakaian putih tersebut, hal itu membuat orang yang berpakaian putih terkejut dan berusaha terus mengobati luka tusukan yang dia terima.
"Siapa kamu?" tanya Derrick acuh, orang itu tidak menjawab dan hanya menatap Derrick dengan kebingungan.
"Aku tidak akan membantu orang yang tidak kukenal, jadi perkenalkan siapa dirimu." ucap Derrick kembali karena orang itu tidak menjawabnya.
"Aku Ramdani murid master Gundo seorang dokter yang ahli pil." balas orang yang bernama Ramdani itu sembari menyembuhkan luka tusukan di jantungnya dengan teknik penyembuhan.
"Teman bantu aku, selama kamu membantuku maka kamu tidak akan kesulitan dalam mendapatkan pil di masa depan." ucap Ramdani meyakinkan Derrick.
"Pil tingkat berapa yang kamu bisa buat?" tanya Derrick.
"Ouh, makan ini untuk menyembuhkan lukamu." Derrick segera merecoki pil Iodine kepada Ramdani yang sekarat itu.
Ramdani akhirnya mulai baikan setelah beristirahat beberapa lama untuk memulihkan dirinya, Derrick yang berburu makanan kembali beberapa saat kemudian sambil membawa ayam hutan.
"Jadi kamu bisa membuat pil tingkat berapa?" tanya Derrick kembali sambil membakar ayam hutan.
"Aku bisa membuat pil tingkat spesial." balas Ramdani apa adanya.
Note:
Pil terbagi dalam empat tingkat, yaitu pemula, menengah, atas, dan spesial, dimana tingkat pemula hanya mampu membuat pil yang hanya membutuhkan satu bahan, tingkat menengah membutuhkan dua bahan, tingkat atas membutuhkan tiga bahan, dan tingkat spesial lebih dari tiga bahan sesuai dengan kemampuan ahli pil tersebut.
"Benarkah?" tanya Derrick tidak yakin, karena ahli pil yang menggabungkan tiga bahan saja (Ahli pil tingkat atas) sangat jarang, jikapun ada maka dia tidak akan sangat muda, jadi wajar Derrick ragu dengan Ramdani yang diperkirakan berumur 20-an tahun tersebut.
"Terserah mau percaya atau tidak, yang jelas aku memang tingkat spesial." ucap Ramdani tersinggung dengan sikap Derrick yang dinilai tidak mempercayainya.
"Lupakan saja..., selain itu apakah kamu ahli herbal?" tanya Derrick kemudian sambil memotong paha ayam bakarnya, lalu memberikan Ramdani paha ayam tersebut.
__ADS_1
"Tentu saja, jika aku bukan ahli tanaman herbal, maka aku tidak berani mengaku ahli pil kepadamu." balas Ramdani menggigit paha ayamnya sekuat tenaga, dia kesal dengan pertanyaan tak berbobot Derrick tersebut.
"Haha, yang penting nanya." balas Derrick dengan tertawa canggung.
Mereka berdua mengobrol hanya untuk mengisi waktu luang dan bercerita, hal itu menyebabkan mereka berdua semakin akrab satu sama lain.
"Jadi kamu tidak tahu bentuk buah jiwa naga, tapi kamu nekat mencarinya?" tanya Ramdani tidak habis pikir dengan cara pandang Derrick yang dinilai menyusahkan dirinya sendiri, Derrick sendiri hanya bisa tertawa dengan kebodohannya tersebut.
"Itulah kenapa aku ingin kamu membantuku mencari buah itu." balas Derrick meminta bantuan Ramdani.
"Hm, kamu tenang saja temanku, aku akan membantumu mencari buah itu sebagai bentuk rasa terimakasih." ucap Ramdani menyakinkan Derrick.
Keesokan harinya mereka kembali menjelajahi hutan taman herbal tersebut, lembah demi lembah sudah mereka lewati, namun mereka belum menemukan buah jiwa naga sama sekali, yang ada mereka menemukan tanaman herbal lainnya yang setara atau setidaknya sama langkanya dengan buah jiwa naga.
Bush!
Derrick yang bermeditasi akhirnya naik level dari tenaga dalam level 55 naik satu level menjadi 56, sementara Ramdani sudah selesai menumbuk beberapa tanaman herbal hingga menjadi bubuk.
Ramdani menggunakan kekuatan apinya untuk membakar bubuk herbal sisik naga berusia 1000 tahun, cairan anggur api berusia 700 tahun, dan bubuk rumput akar ginseng berusia 500 tahun, lalu menyatukan ketiga bahan itu menjadi satu dan terciptalah pil yang beraura api.
"Pil naga api akhirnya selesai dibuat, huh." ucap Ramdani dengan menghela nafas lega karena selesai membuat pil.
"Apa kegunaan pil itu?" tanya Derrick penasaran.
"Ya untuk obatlah, apalagi?" balas Ramdani heran dengan pertanyaan Derrick tersebut, karena setahunya pil dibuat untuk obat dan menyembuhkan penyakit.
"Apa? kukira untuk menaikkan level." Derrick terkejut sedikit.
"Haha, pil digunakan untuk obat, yaa ada juga pil yang digunakan untuk merangsang potensi diri, tapi itu hanya merangsang bukan meningkatkan, masalah berhasil naik tingkat atau tidak itu tergantung pengguna pil tersebut, apakah dia mampu atau tidak memanfaatkan rangsangan pil tersebut untuk naik tingkat." ucap Ramdani sambil menjelaskan apa yang dimaksud pil yang mampu menaikkan tingkat atau level tenaga dalam.
"Sayangnya banyak orang keliru mengenai pil yang merangsang potensi itu, mereka malah menganggap pil itu mampu membuat mereka naik tingkat, hal itu terjadi karena keberhasilannya yang memang cukup tinggi daripada kegagalan dalam menaikkan tingkat seseorang." tambah Ramdani.
"Ouh begitu rupanya, jadi apa kegunaan pil tersebut?" respons Derrick mengerti dan kembali bertanya kegunaan pil yang baru saja Ramdani buat tersebut.
"Pil ini akan sangat berguna untuk menetralkan tubuh yang terbakar atau membuat kita kebal api selama 1 jam." balas Ramdani.
Setelah cukup mengobrol dan beristirahat mereka berdua kembali menyelusuri taman herbal untuk mencari tanaman herbal yang mungkin berguna sembari mencari buah jiwa naga.
__ADS_1