Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Chapter 36


__ADS_3

Kenapa Derrick bisa menjadi wadah iblis? padahal iblis sendiri memiliki pelayan manusia yang siap mendukungnya, bukankah mudah bagi iblis untuk mendapatkan wadah mereka dengan memanfaatkan para pengikutnya tersebut, bahkan wadahnya bisa dilindungi dari awal hingga menjadi wadah yang siap menampung semua kekuatan iblisnya.


Contohnya Zilong ketua sekte Pedang langit yang bisa saja melindungi Derrick di sektenya.


Hal itu terjadi karena tiga alasan, yaitu:




Hanya beberapa manusia yang mampu menjadi wadah iblis, dan kebetulan Faisal adalah salah satu dari manusia yang bisa menjadi wadah iblis tersebut.




Jika wadah iblis diurus oleh pelayan iblis maka akan cepat ketahuan, karena pelayan iblis terutama yang fanatik pasti menyembah sang wadah, dan hal itu berbahaya karena akan cepat ketahuan dan akan langsung diburu sebelum siap oleh sekte-sekte beraliran putih seperti sekte Naga langit atau sekte lima samudra yang sama kuatnya dengan sekte Naga langit.




Jika Derrick dilindungi oleh pelayan iblis, maka kesempatannya untuk menjadi kuat akan sulit tergapai, karena terkurung dalam perlindungan para pengikut iblis.




Maka tak heran wadah iblis dari awal memang tidak diawasi oleh pelayan iblis, dan hanya diawasi oleh beberapa pelayan iblis yang kuat dan terpercaya, dimana salah satunya adalah wanita misterius yang memberi Derrick telur Naga Western.


Ok, lanjut.


Perbatasan kota Daun dan kota Sungai.


"Kenapa kamu mengikuti?" Tanya Derrick kesal kepada Eira yang mengikutinya dari sekte hingga sampai di perbatasan.


"Siapa juga yang mengikuti kamu, aku ada disini untuk mengikuti pelelangan." Balas Eira.


"Kalau begitu pergilah, jangan mengikutiku." Pekik Derrick mengusir.


"Itu tidak bisa, kita satu sekte dan kita harus saling mendukung, Derrick." Balas Eira menolak pergi.


"Kamu tahu Derrick, guru mengatakan bahwa pelelangan ini sangat berbahaya bagi pemula seperti kita, jadi guru menyuruhku agar berhati-hati dan bergabung dengan murid lain jika bertemu, dan kebetulan kamu dan aku satu sekte jadi aku mengikutimu." Jelas Eira beralasan.

__ADS_1


Eira sebenarnya hanya ingin bersama dengan Derrick, karena entah sejak kapan Eira begitu merindukan Derrick, seorang pria yang tak sengaja bertemu dengannya ketika tersegel di kotak empat penjuru elemen.


"Benarkah seperti itu?" Tanga Derrick menatap wajah Eira lekat-lekat, hal itu membuat Eira malu dengan wajah memerah.


"T-tentu saja benar, guruku tidak mungkin berbohong, kan?" Balas Eira malu-malu karena Derrick menatapnya lekat.


"Baiklah, tapi aku tidak ingin kamu menggodaku nantinya." Derrick akhirnya setuju.


"Cih.., siapa juga yang mau menggoda orang lemah sepertimu, bahkan jika hanya kamu pria Haag tersisa di dunia ini aku tetap tidak akan menggoda kau." Pekik Eira berdecak lidah mengikuti Derrick.


##


Derrick membayar sebanyak 10 kertas emas untuk menginap selama 5 malam untuk dua orang, karena satu malam seharga 1 kertas emas. Keesokan harinya Derrick sedang jalan-jalan di pasar hanya sekedar mengisi waktu luang dan jika beruntung mendapatkan sesuatu yang menarik, tentunya Eira juga mengikuti Derrick jalan-jalan di pasar.


"Hei wanita kasar, kenapa kamu tidak pergi dan melihat-lihat." Ucap Derrick sambil melihat sebuah gelang yang terbuat dari tulang binatang ajaib.


"Apa maksudmu dengan wanita kasar, Si4lan!" Tegur Eira meninju Derrick yang langsung dihindari dengan mudah.


"Kamu," Pekik Eira marah menyerang Derrick.


"Jangan membuat keributan disini nona." Tegur pelayan takut-takut, Eira langsung diam menyadari semua orang menatapnya.


"Hehe, maaf aku sedang bercanda dengan suamiku." Ujar Eira, disisi Derrick tercengang beberapa saat, namun dia memaklumi dan kembali jalan untuk melihat toko atau kios lainnya.


##


"Tolong!!!" Teriak anak kecil itu meminta tolong, namun semua orang hanya melihat pria itu berlari pergi membawa anak kecil itu dan tidak ada yang berniat menolong anak kecil tersebut.


"Tolong, ayah tolong!!!" Teriak anak itu meminta tolong sembari memberontak agar dapat melepaskan diri.


Pria itu berlari di kerumunan orang yang berlalu lalang di pasar dan anehnya tidak ada yang berniat membantu anak kecil yang diculik itu, mereka hanya bengong dan melanjutkan aktivitas mereka setelah pria itu pergi cukup jauh.


"Serang saja menggunakan kekuatan terkuat yang kamu punya, brengsek!" Pekik seorang pria bangsawan kepada bawahannya dengan geram dan marah, dia adalah ayah anak yang diculik tersebut.


"Tapi tuan.. banyak warga di sini." Ucap pengawal tersebut.


"Lakukan saja, mereka saja tidak peduli dengan putraku, kenapa aku harus peduli dengan mereka." Pekik pria bangsawan itu dingin dan memerintahkan agar pengawalnya menyerang saja.


"B-baik yang mulia." Ujar pengawal itu dengan memfokuskan energi tenaga dalam dan energi alam di jarinya, energi tenaga dalam yang berwarna putih dan energi alam yang berwarna hijau menyatu dan menciptakan bola energi yang sangat indah, namun mengerikan.


"Tembakan netral!" Gumam pengawal menembak penculik yang semakin menjauh.


Bush!

__ADS_1


Energi itu menghancurkan apapun yang dilaluinya dan menghantam sang penculik hingga terjatuh dengan dada kiri bolong.


"Apa yang terjadi?" Tanya Derrick melihat penculik itu yang jatuh dan dibelakangnya tercipta lintasan seperti serangan energi dan beberapa warga yang terluka dan terbunuh, lalu ada teriakan kesakitan dan ketakutan orang-orang.


Anak kecil itu segera berlari menjauh dari penculik yang berusaha berdiri dan mengejarnya, dia berlari sejauh mungkin agar tidak dekat-dekat dengan penculik itu.


Booom!!!


Ledakan besar yang berasal dari penculik itu menghancurkan apapun hingga tak berbekas dan menciptakan kawah besar, ledakan itu sebenarnya efek kekuatan tembakan netral yang dilancarkan sang pengawal.


"Kamu baik-baik saja, Derrick?" Tanya Eira yang menciptakan pelindung dari air agar tidak terkena efek ledakan dahsyat yang berasal dari tubuh penculik, namun tetap saja mereka terluka parah akibat kalah cepat dengan ledakan energi tersebut.


Anak kecil itu dilindungi oleh pelindung energi tenaga dalam yang berwarna coklat, begitu juga para pendekar yang lainnya. Kini yang tersisa hanya beberapa saja yang sempat menciptakan pelindung agar tidak terkena efek serangan atau meminimalisir dampak serangan tersebut.


"Kamu baik-baik saja tuan muda?" Tanya pengawal itu kepada anak kecil itu, anak kecil itu tersenyum dan berkata dia baik-baik saja.


"Baguslah." Respons pengawal senang.


Ayah dari anak itu datang dan segera memarahi anaknya yang selalu pergi sendirian dan hampir saja diculik, seandainya master Uika tidak menyerang penculik itu dia tidak tahu apa yang akan terjadi kepada putranya tersebut.


"Maaf ayah." anak itu meminta maaf dengan wajah memelas.


"Ouh jadi kamu yang membuat pasar ini hancur dan menewaskan begitu banyak orang, apakah kamu punya hati?" Tanya salah satu pendekar yang selamat karena salah satu temannya dengan sigap menciptakan pelindung, meskipun pelindungnya tetap dapat ditembus oleh energi tersebut.


Pendekar itu terlihat terluka parah dan 4 orang temannya itu juga terluka parah akibat ledakan energi tersebut, namun yang memprihatinkan adalah keadaan pasar yang tadinya ramai kini sunyi dengan mayat dimana-mana dan teriakan ketakutan orang-orang yang tidak tergapai ledakan energi tersebut.


"Apakah kamu masih manusia?" Tanya Eira dingin kepada bangsawan tersebut, dia tidak pernah menyangka ledakan energi itu berasal dari serangan pengawal bangsawan tersebut.


"Haha, aku memberikan waktu kepada kalian para pendekar agar menyelamatkan putraku yang diculik, tapi kalian hanya acuh dan seakan tidak mendengar teriakan minta tolong dari putraku." Bangsawan itu tertawa kecil.


"Lalu apa salah jika aku menggunakan caraku sendiri untuk menyelamatkan putraku, meskipun itu membunuh banyak orang?" Tanya bangsawan itu kepada semua orang yang selamat.


Mendengar hal itu semua orang yang marah langsung tertunduk malu, namun mereka tetap menyalahkan tindakan bangsawan tersebut yang menewaskan banyak orang yang tidak bersalah, bahkan kebanyakan dari mereka adalah rakyat biasa.


"Tapi tetap saja tidak dibenarkan menggunakan kekuatan penghancur, kamu bisa menggunakan panah atau kekuatan yang daya ledaknya kecil, kenapa kamu menggunakan kekuatan yang daya ledaknya sebesar ini?" Sergah salah satu pendekar.


"Karena aku tidak peduli dengan nyawa rendahan kalian semua, bagiku kalian hanyalah orang lemah yang pantas mati, orang yang tidak punya empati dan saling tolong menolong seperti kalian hanyalah manusia rendahan yang pantas dimusnahkan." Ucap bangsawan itu dingin dan sangat kejam.


"Kau," Pekik pendekar itu marah.


Semua pendekar memutuskan untuk membunuh bangsawan sombong itu, namun sebelum mereka bergerak pasukan penjaga kota perbatasan datang dan memberikan bantuan kepada bangsawan tersebut yang ternyata raja kota perbatasan.


Pertempuran tidak dapat dihindari lagi, para pendekar bertekad membunuh bangsawan sombong tersebut untuk membalaskan dendam warga yang mati, rekan mereka, atau membalas rasa kesal mereka.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2