
Markas kesatria sihir kegelapan.
"Apa maksudmu menuduhku sebagai penjahat?" tanya Arya tidak senang dengan tuduhan Varg kepada dirinya.
"Aku sangat yakin kamu adalah si topeng emas itu, salah satu anggota VAR, aku sangat yakin." ujar Varg.
"Apa buktinya? tak ada bukti sama dengan fitnah." ucap Arya meminta bukti, Varg terdiam karena dia tidak memiliki bukti sama sekali tentang Arya yang terlibat dalam VAR.
"Buktinya adalah kekuatanmu, yaitu memanggil dua serigala putih dan hitam, iya itu buktinya..., benarkah Resi?" ujar Varg mengingat kekuatan no 3 yang memanggil dua serigala.
"Iya, kekuatan orang itu sama dengan kekuatanmu." jawab Resi ragu-ragu.
Arya tertawa terbahak-bahak mendengar bukti yang Varg katakan, "Dasar bodoh! kekuatan seseorang bisa saja sama, kebetulan penjahat itu memiliki kekuatan yang sama denganku, itu tidak bisa menjadi bukti."
"Kamu jangan menyangkal lagi, bajingan!" teriak Varg berniat menyerang, namun Raki tiba-tiba datang bersama dengan Xiao dan menghentikan Varg yang berniat menyerang Arya.
"Ada apa ini?" tanya Xiao kebingungan dengan keributan yang terjadi antara Varg dan Arya.
"Komandan, jadi begini Arya...,"
Varg segera memberitahu permasalahan yang terjadi kepada Xiao dari awal hingga alasan dia menuduh Arya sebagai anggota VAR.
Mendengar permasalahan itu Xiao hanya tersenyum dan berpendapat bahwa Arya belum tentu anggota VAR jika tidak ada bukti yang valid dan kuat.
"Jika buktinya hanya masalah kekuatan yang sama, maka seharusnya kamu juga bagian dari VAR karena ada seseorang dari VAR yang memiliki kekuatan yang sama sepertimu." ujar Xiao dengan santai.
"Lalu apakah kamu anggota VAR?" tanya Xiao dengan wajah suram kepada Varg dengan aura mengintimidasi.
"Tentu saja tidak, aku tidak mungkin anggota VAR." sangkal Varg.
Pada akhirnya permasalahan itu berakhir dengan kesimpulan bahwa Arya bukan no 3 karena kurangnya bukti, meskipun begitu Varg tetap dengan pendiriannya yang menuduh Arya adalah anggota VAR atau no 3.
"Apakah benar ada anggota VAR yang memiliki kekuatan yang sama dengan Varg?" tanya Resi kepada Xiao.
"Itu benar, aku melawannya beberapa jam lalu, dia memperkenalkan dirinya sebagai no 2 dari VAR." jawab Xiao apa adanya.
Mendengar jawaban itu Resi menoleh melihat Varg yang terus cekcok dengan Arya, dia sedikit ketakutan kepada dua orang rekannya tersebut, "Tidak mungkin mereka berdua anggota VAR, kan?" tanya Resi dalam hati mulai curiga dengan identitas dua rekannya tersebut.
"Lalu dimana bocah Derrick?" tanya Xiao yang tidak melihat Derrick.
"Derrick masih berada di desa untuk melakukan sesuatu yang tidak kami ketahui." balas Resi.
Desa Eto.
__ADS_1
10 orang misterius berkumpul di kediaman kepala desa yang sudah hancur akibat ulah dari kelompok Derrick, mereka adalah 10 orang yang sama yang mengaku saudara kepala desa, mereka dikenal sebagai 10 penjaga VAR.
"Bagaimana hasilnya?" tanya penjaga 1 kepada penjaga 3 dan 4 yang ditugaskan untuk melakukan sesuatu.
"Mereka adalah kesatria sihir, anggota pasukan kegelapan yang baru dibentuk dan dipimpin pangeran kedua." jawab penjaga 3 yang ditugaskan menyelidiki penyerang kepala desa.
"Para warga desa bersedia menjual batu sihir kepada kita dengan harga 100 dolar untuk satu kg batu sihir." jawab penjaga 4 yang ditugaskan untuk bernegosiasi agar warga desa menjual batu sihir kepada mereka.
"Kakak pertama bukankah lebih mudah jika kita memaksa mereka seperti yang Mukidi lakukan untuk menghemat biaya?" tanya penjaga 10 dengan ketawa psikopat.
"Itu bukan pilihan yang bijak saudaraku." balas penjaga pertama dengan senyum misterius sambil melempar sebuah gulungan.
"Pergilah dan selesaikan misi dari orang itu, bukankah ini yang kamu suka?" ucap penjaga pertama.
Penjaga 10 membuka gulungan itu dan membacanya, penjaga 10 menunjukkan raut wajah senang dan psikopat karena gulungan itu berisi misi pembunuhan, dimana misi tersebut adalah membunuh anak pertama dari raja Hans yang akan melakukan upacara membuka sihir tepat 10 tahun umurnya, anak itu bernama Ranzi. Raja Hans sendiri merupakan raja kerajaan Roban saat ini dan kakak dari Xiao sang komandan pasukan kesatria sihir kegelapan.
"Haha, kakak pertama tenang saja, misi ini terlalu mudah untukku." ujar penjaga 10 dan pergi menjalankan misi.
Setelah kepergian penjaga 10 yang menjalankan misi membunuh pangeran Ranzi, sembilan penjaga lainnya juga pergi untuk menyambut kepala desa baru dan bernegosiasi untuk menjalin kerjasama mengenai penjualan batu sihir, kepala desa baru itu kebetulan adalah anggota VAR sama seperti mereka.
Ok.., lanjut.
"Aku sudah menduga mata uang ini tidak berlaku sama sekali, tapi bodohnya aku tetap mencobanya." batin Derrick sambil melihat kertas emas yang berangka 100 yang berarti 100 kertas emas.
Derrick yang sedang jalan di pasar itu kebetulan bertemu Resi yang sedang mencari bahan herbal untuk membuat ramuan obat yang sangat berguna bagi para kesatria sihir dalam menjalankan misi.
"Aku mau ke tempat makan, aku sangat lapar." balas Derrick apa adanya dan berharap ditraktir oleh Resi.
"Kebetulan sekali aku juga lapar, bagaimana kita makan di kedai Serba ada?" ajak Resi dengan penuh harap.
"Kedai Serba ada?" Derrick bingung.
"Kamu akan tahu dengan sendirinya nanti, sekarang ayo ikuti aku." ujar Resi menarik tangan Derrick pergi ke kedai Serba ada.
"Kenapa aku sangat senang dekat dengannya? apakah ini yang namanya..., eheh itu tidak mungkin, kan?" Resi tersipu malu dengan pemikirannya.
"Bukan berarti aku mentraktirmu, kamu harus membayar sendiri." ucap Resi mencoba bersikap tidak peduli.
"Iya, terserah." balas Derrick acuh dan tidak peduli, Resi sedikit kesal dengan respons biasa dan acuh Derrick tersebut.
Ketika sampai di kedai, Derrick dan Resi terlihat begitu lahap memakan pesanan mereka dan tidak memperdulikan tatapan jijik orang lain mengenai cara makan mereka yang tergesa-gesa dan terkesan rakus.
"Pelan-pelan makannya, wajahmu jadi penuh dengan minyak dan kuah." ujar Derrick mengelap bibir Resi dengan sapu tangan.
__ADS_1
"Terimakasih." Resi tersipu malu.
"Tapi bukan berarti pendapatku mengenaimu akan berubah begitu saja, bagiku kamu tetap orang jahat yang tidak peduli terhadap rekan satu tim." ujar Resi kemudian.
"Terserah kamu saja, yang jelas bagiku orang itu tidak layak disebut teman apalagi rekan seperjuangan." ujar Derrick dengan tertawa kecil, lalu lanjut makan.
Ok..., lanjut.
"Raki, Derrick, dan kamu Resi ikut aku." ajak Xiao kepada tiga orang anggota pasukan kegelapan.
"Sementara kamu jaga markas selama kami pergi." ucap Xiao kepada Varg yang sibuk menggambar sesuatu yang tidak jelas di buku gambarnya.
"Laksanakan!" ujar Varg membuka buku sihirnya yang kini bergambar markas pasukan kegelapan.
Varg menggambar dinding besi berkawat duri dan berkubah kaca yang dialiri listrik bertegangan tinggi untuk melindungi markas, karena menurutnya ilusi saja tidak cukup dalam mempertahankan markas selama ditinggal empat orang anggotanya.
"Kami belum keluar markas, dan lagipula ini terlalu berlebihan Varg!" teriak Xiao marah dengan tindakan Varg yang sudah kelewatan.
"Komandan tenang saja, dinding itu bisa ditembus selama kamu memiliki izin akses memasuki dan keluar markas dariku." ucap Varg menjelaskan.
"Oh iya komandan, aku minta 100 batu sihir tambahan untuk mempertahankan listrik dan penerangan di dalam markas." tambah Varg meminta 100 batu sihir tambahan.
Faktanya meskipun dunia ini penuh dengan sihir, namun tetap saja ada beberapa hal yang menggunakan teknologi, namun bedanya teknologi tersebut tidak lepas dari keberadaan mana atau sihir, salah satunya adalah penerangan yang menggunakan listrik dengan batu sihir sebagai sumber energinya atau pesawat terbang yang digerakkan oleh mana atau batu sihir yang berjumlah cukup banyak, dan lain sebagainya.
Xiao, Derrick, Raki, dan Resi sedang menuju ke kediaman raja Hans menggunakan pesawat turtle yang berbentuk kura-kura yang digerakkan oleh mana dan ditopang sekitar 400 batu sihir berukuran sedang, dan satu batu sihir berukuran besar yang terletak ditengah-tengah pesawat.
"Kita mau kemana komandan?" tanya Resi yang penasaran komandan mau mengajak mereka kemana.
"Besok pangeran Ranzi akan melakukan upacara membuka sihir, kita ditugaskan mengawal pangeran selama upacara berlangsung." ucap Raki membantu jawab.
"Benarkah? kenapa harus kita?" Resi terkejut dan bertanya-tanya.
"Tentu saja, mungkin ini ujian dari raja kepada kita, karena pasukan kegelapan baru saja dibentuk." balas Raki apa adanya, Resi terlihat lemas dan tidak bersemangat mendengar hal tersebut.
Ketika sampai di kediaman Raja mereka disambut tatapan sinis beberapa petinggi kerajaan, bahkan prajurit biasa dan pembantu ikut menatap mereka dengan sinis dan merendahkan mereka.
"Apa-apaan tatapan mereka...," Resi kesal melihat pandangan merendahkan kepada mereka.
"Fokus, jangan pedulikan mereka." ujar Xiao dan jalan menuju ke aula kediaman raja.
"Selamat datang saudaraku, selamat datang, haha." raja Hans menyambut mereka dengan tertawa senang sambil memeluk Xiao yang mengejutkan semua orang.
"Kakak jaga sikapmu." bisik Xiao.
__ADS_1
"Hm, Hem, maaf... selamat datang para kesatria sekalian, silahkan duduk." ujar Raja Hans setelah berdehem beberapa kali.
Kelompok Xiao duduk setelah raja Hans duduk, begitu juga para petinggi kerajaan yang kebetulan diundang dalam upacara membuka sihir pangeran Ranzi, mereka semua mulai mengobrol untuk mengisi waktu sebelum upacara dimulai.