Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Benua Eghed 23


__ADS_3

Xiao terkejut mendapat kabar bahwa Derrick pergi ke perbatasan utara, dia ikut dalam perjalanan ribuan prajurit yang diperkirakan akan merebut kembali perbatasan utara dari pasukan kerajaan Samla, bahkan Derrick sempat membuat Resi dan Hara pingsan dan juga menipu Arya yang mengejar untuk mencegahnya.


"Maafkan aku komandan, karena tidak bisa menghentikan Derrick." menunduk. ujar Arya meminta maaf kepada Xiao karena membiarkan Derrick pergi.


Xiao hanya diam saja, lalu menghampiri Resi yang tergeletak di lantai karena dipukul Derrick hingga pingsan. "Hara, bawa Resi ke kamar untuk beristirahat." pinta Xiao kepada Hara yang juga jatuh pingsan dipukul Derrick, namun dia lebih cepat pulih dari pingsannya.


"Haaa, merepotkan sekali." rutuk Hara dan menggendong Resi ke kamarnya yang berada di lantai dua.


Raki yang baru datang setelah berkeliaran di luar terkejut mendapati markas yang berantakan, beberapa aksesoris hancur, dan Resi yang pingsan sedang dibawa Hara ke kamar untuk diistirahatkan.


"Kamu dari mana?" tanya Xiao tajam.


"Hm..., aku dari rumah sakit menemani Varg bersama Jeda." jawab Raki berbohong karena dia tahu Xiao sedang marah besar kepadanya, untungnya Raki memang menjenguk Varg bersama Jeda sebelum berkeliaran.


"Apa yang terjadi, dimana Derrick?" tanya Raki dengan senyum canggung karena tatapan Xiao semakin tajam kepadanya.


##


Derrick yang pergi menuju perbatasan dengan berlarian dari pohon ke pohon tiba-tiba diserang oleh ular sanca, Derrick berhasil menghindar dan bertengger di salah satu dahan pohon.


"Ular?" batin Derrick bertanya, namun tiba-tiba muncul seseorang dibelakang dan melakukan penguncian leher.


"Aku akan membunuhmu." ucapnya dingin dan mengencangkan kunciannya, namun Derrick berhasil lolos sebelum kuncian orang itu sempurna.


"Siapa kamu?" tanya Derrick dengan waspada, namun orang itu langsung menyerang dengan tendangan.


Bang!


"Argh...," Derrick menahan tendangan itu, namun dia terhempas membentur pohon, lalu memuntahkan seteguk darah segar karena tendangan itu terlalu kuat.


Sling!


Shush!


Sling!


Orang itu melakukan tendangan yang menciptakan gelombang kejut kepada Derrick yang terhempas, Derrick menghindari gelombang kejut itu dan bersembunyi di balik pohon, namun gelombang kejut susulan mematahkan pohon besar dan menghantam Derrick yang bersembunyi.


"Sial..., ugh!" Derrick termuntah darah kembali, orang itu tidak memberikan Derrick kesempatan istirahat dan melakukan tendangan langsung.


Bang!


Tendangan itu menciptakan kawah yang sangat besar, sementara Derrick berhasil selamat dengan pergi menjauh setelah menciptakan perisai angin untuk menahan orang tersebut beberapa saat.

__ADS_1


"Perisai anginku hancur? sekuat apa orang ini?" batin Derrick bertanya-tanya.


"Kamu cukup cepat dalam menghindar, yaampun bagaimana jeng Shelly bisa kalah darimu, yaampun, yaampun, tak habis pikir aqu." menoleh kepada Derrick. Ucap orang itu dengan nada banci dan gerakan tangan yang lentik melengkapi jenis apa orang tersebut.


"Banci? haha, orang sepertimu banci? haha, kamu lawak sekali, haha." Derrick menahan tawa mendengar orang itu berbicara, namun tetap saja dia tak sanggup bertahan lama dan akhirnya tertawa juga.


Banci yang bernama Hara itu menunduk marah, bahkan auranya terasa mengerikan dan sangat berbahaya, Derrick terdiam dan tidak berani lagi tertawa.


"Hara sangat marah, kamu membuat Hara sangat marah." ucap Hara, Derrick yang mendengar itu langsung membandingkan Hara ketua Naga Azure yang bar-bar dengan Hara si wanita jadi-jadian yang dia hadapi saat ini.


"Apa hubunganmu dengan Shelly penjaga 8 VAR tersebut?" tanya Derrick, namun Hara tidak menjawab dan menyerang dengan tendangan menyasar kepala, Derrick berhasil menghindar ke kanan, namun Hara melompat kedepan dengan lutut menuju perut.


Bang!


Derrick menahan lutut itu dengan kedua tangannya, "Sakit!" keluh Derrick, namun sebuah tinju hampir membunuhnya jika tidak menghindar sejauh mungkin.


"Dia kuat, aku tidak boleh menangkis serangan lagi." batin Derrick dengan menjaga jarak, lalu melancarkan semburan bola api yang diperkuat dan diperbesar oleh angin.


Bush!


Bola api itu terbelah dengan tangan yang membentuk pisau (seperti tangan karate), Hara melancarkan tebasan energi berkali-kali kepada Derrick yang membalas dengan menciptakan perisai angin.


"Aqu marah, karena kamu menghinaku dan membunuh jeng Shelly!" teriaknya dan menyerang dengan tinju ke wajah, Derrick menghindar dan memukul balik ke perut.


Bang!


Derrick menahan tendangan itu dengan kaki kanannya yang sudah diisi senjata ajaib berelemen api, "Wah, wah, wah, kamu mampu bertahan dan beradu tendangan denganku, aqu terkejut tampan!" ucap Hara terkejut tendangannya diimbangi oleh Derrick, mereka berdua mundur dan menjaga jarak (lebih tepatnya Derrick mundur menjaga jarak).


"Sepertinya aqu harus serius melawanmu tampan." ucapnya kembali dengan dingin dan mengeluarkan auranya yang membuat Derrick terkejut setengah mati.


"Jumlah mana miliknya hanya seperempat mana milikku, benar-benar mengejutkan." batin Derrick, karena dapat melihat kapasitas mana orang benua Eghed untuk pertama kalinya, itupun jumlahnya sangatlah sedikit.


"Elemen api: 1000 bola api!" Derrick menyerang dengan melancarkan ribuan bola api dalam sekali lambaian tangannya.


"Haha, kamu semakin tampan jika serius, haha." Hara tertawa sambil menghindari semua serangan Derrick, lalu mendaratkan pukulan telak di leher hingga Derrick termuntah darah, lalu terhempas akibat tendangan Hara.


"Matilah! tampan." teriak Hara melakukan tendangan dari atas kebawah dimana Derrick tergeletak kesakitan.


"Seribu perisai angin penakluk!" Derrick menciptakan perisai berlapis untuk melindunginya.


Bang!


"Tendangan penghancur leher!" teriak Hara dengan sekeras mungkin, perisai berlapis-lapis yang Derrick buat hancur begitu saja dan diperkirakan Derrick pasti terkena tendangan telak di lehernya.

__ADS_1


##


"Kemana banci bodoh itu?" tanya penjaga pertama menanyakan kemana perginya Kyembee (Hara si banci).


"Tidak tahu, dia tiba-tiba bersemangat ketika melihat salah satu pengawal pangeran Ranzi yang menuju perbatasan utara seorang diri dengan terburu-buru." jawab penjaga 7 yang datang ke markas bersama dengan Hara, namun ditengah perjalanan mereka berpas-pasan dengan Derrick yang terburu-buru ke perbatasan utara.


"Mungkin saja dia ingin balas dendam atas kematian pasangannya." tambahnya dengan nada jijik.


Semua penjaga VAR sebenarnya juga merasakan hal yang sama, namun mereka harus menahannya karena kekuatan dua banci itu (Hara dan Shelly) sangat dibutuhkan organisasi.


"Kuharap dia mati sama seperti pasangannya." ujar penjaga 3 berharap Hara terbunuh.


"Haha, padahal aku sangat ingin membunuhnya setelah tujuan kita terpenuhi, tapi tidak apa lebih cepat dia mati maka sampah sepertinya juga berkurang satu." respons penjaga 2 yang memang sangat ingin membunuh Hara maupun Shelly, namun terhalang organisasi yang membutuhkan kekuatan mereka berdua.


"Bernafas dengan mereka saja membuatku jijik, apalagi bekerja sama dengan mereka, aku juga berharap dia terbunuh sama seperti pasangannya yang hina itu." ujar penjaga 4 juga menanggapi.


"Apakah kalian tidak takut dengan kaum mereka yang merasa paling open minded?" tanya penjaga 10 dengan tertawa renyah, namun tidak ada yang peduli apalagi menanggapi pertanyaannya.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki memasuki ruangan, diperkirakan ada sekitar 7 orang yang datang jika mendengar seberapa banyak langkah kaki tersebut, beberapa saat kemudian muncul 7 orang di depan pintu masuk bagian kanan ruangan.


"Selamat datang tuan Angga." sambut 9 orang penjaga dengan tangan kanan menyentuh dada, kepala tertunduk, dan nada sambutan yang sopan dan formal.


"Heee...," orang yang paling depan dan berposisi paling tengah menunjukkan senyum kecil.


Orang itu tidak lain adalah Angga, sementara sisi kanannya adalah Rakuti (si topeng silver) dan sisi kirinya adalah Vasya, mereka bertiga adalah pendiri asli VAR, itu dapat dilihat dengan nama VAR yang diambil dari inisial nama mereka bertiga, yaitu V untuk Vasya, A untuk Angga, dan R untuk Rakuti.


Mereka bertiga menuju tiga kursi besar yang memang selalu kosong dan tidak ada yang berani menduduki kursi tersebut, karena kursi itu khusus untuk mereka bertiga sebagai pendiri VAR.


"Mari mulai rapat strategi merebut kembali hak pangeran kedua." ucap Angga membuka rapat VAR.


##


Sementara dirumah sakit Varg yang baru sadar berusaha mengatakan sesuatu kepada Jeda yang menjaganya, namun suaranya sulit keluar.


"Ada apa kak Varg?" tanya Jeda bingung sambil menyentuh tangan Varg yang ingin mengatakan sesuatu.


"Argya... mu...," ucap Varg tak jelas, namun masih dapat di dengar Jeda.


"Argya mu?" Jeda mengeja ucapan Varg, namun dia bingung sendiri.


"Arya... mu.. suh!" ucap Varg memaksakan diri memberitahu Jeda yang kebingungan, tangan kanannya menunjuk ke luar jendela.


Jeda tidak menyadari hal itu, dia malah sibuk mengartikan apa maksud Varg.

__ADS_1


__ADS_2