Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Chapter 14


__ADS_3

Derrick yang baru saja selesai meminta bantuan master senjata terkenal kota Daun untuk membuatkan senjata ajaibnya, kini berjalan pulang menuju penginapan barunya karena penginapan sebelumnya digunakan oleh Eira.


Slush!


Sebuah belati melesat menuju Derrick yang jalan santai.


Ting!


Derrick dengan reflek menangkis belati itu dengan kerisnya, lalu menembak pohon yang berada di arah belati itu datang.


Dor!


Sesosok bayangan hitam keluar dari balik pohon itu dan bersembunyi di pohon lain, Derrick melepaskan tembakan susulan untuk melumpuhkan bayangan hitam tersebut.


Dor! dor! dor!


Setiap bayangan itu lari dan sembunyi Derrick melepaskan tembakan yang memang mampu menembus pohon, hal itu terjadi lantaran Derrick memperkuat tembakan pistolnya dengan energi tenaga dalam.


Ting!


Derrick secara reflek menangkis bayangan hitam yang tiba-tiba sudah ada di belakangnya dan menebas, bayangan hitam itu menendang Derrick hingga membuat Derrick terhempas cukup jauh.


"Siapa kamu?" Tanya Derrick dengan nada tinggi.


Bayangan hitam itu akhirnya terlihat jelas dimata Derrick, ternyata bayangan hitam itu adalah seseorang wanita yang berusia sekitar 30-an tahun, dia terlihat cantik dan memakai pakaian ful hitam layaknya seorang ninja.


"Aku Suanyi kili, seorang wanita cantik dari organisasi Darah emas, salam kenal, Derrick." Wanita itu memperkenalkan dirinya dengan senyum ramah, namun terlihat begitu dingin dan kejam.


"Darah emas?" Derrick bertanya-tanya, sementara Suanyi sibuk mengelus pedang tajamnya dan tidak terburu-buru membunuh Derrick yang memang dia remehkan.


"Bukankah Darah emas adalah organisasi yang menaungi para pembunuh bayaran?" Derrick sadar lawannya ternyata berasal dari organisasi pembunuh bayaran, terlebih Darah emas menjadi salah satu dari tiga organisasi berbahaya di benua Naga hitam.


"Kenapa kamu menyerangku? apakah aku pernah menyinggungmu atau organisasi Darah emas di masa lalu?" Tanya Derrick dengan terus meningkatkan kewaspadaannya.


Mendapat pertanyaan itu Suanyi malah tertawa mengejek, lalu tiba-tiba menghilang meninggal debu dan muncul disamping Derrick.


"Pake nanya!" Ucapnya sembari melancarkan tebasan.


Derrick menghindar beberapa langkah, namun pedang Suanyi siap merobek perutnya, beruntung Derrick menciptakan perisai angin disaat-saat terakhir.


"Kami pembunuh bayaran bekerja demi uang." Ucap Suanyi sambil menebas kembali, lalu menendang Derrick.

__ADS_1


"Kamu paham sekarang!" Tanya Suanyi sambil berlari dengan pedang yang merobek tanah.


Tang!


Derrick menangkis serangan itu, lalu mundur dengan melepaskan bubuk mesiu dan langsung membakarnya dengan teknik api pembakaran.


Boom!


Ledakan besar tercipta akibat kombinasi yang Derrick gunakan, area ledakan meninggalkan kabut hitam yang begitu lambat memudar. Sebuah batang pohon menuju Derrick yang langsung berguling menghindar dan menciptakan tebasan angin ke arah datangnya batang pohon tersebut.


"Haha, kamu benar-benar membuatku bersemangat." Suara Suanyi bergema, namun posisi Suanyi tidak diketahui.


Sling! Sling! Sling!


Derrick melancarkan tebasan energi angin ke segala arah dan penjuru berharap mengenai persembunyian Suanyi atau bahkan melukainya walau sedikit.


Cr0t!


"Reflek yang bagus dan belati yang unik, ugh." Suanyi memuji keris Derrick yang mampu menusuknya, padahal dia sudah menyerang Derrick secara diam-diam dan penuh kehati-hatian.


"Luka belati itu benar-benar menyakitkan, uh!" Keluh Suanyi yang terus mundur sambil memegang dadanya yang terkena tusukan keris Derrick.


"Regenerasi? lagi-lagi regenerasi." Derrick bertanya-tanya kenapa belakangan ini dia selalu menemui musuh yang memiliki regenerasi, baik musuhnya berupa hewan atau manusia.


"Haha, kenapa dengan wajahmu, Derrick? apakah kamu putus asa?" Tanya Suanyi sombong kepada Derrick yang terpaku dan seperti sudah pasrah akan hidupnya, Suanyi menciptakan panah api di sekeliling Derrick seakan mengepung.


"Haha, Derrick terima ajalmu!" Teriak Suanyi menyerang Derrick dengan panah api yang sebelumnya mengelilingi dan mengepung Derrick.


Bush!


Serangan itu menciptakan momentum yang sangat mengerikan, hasilnya Derrick terluka cukup parah dengan belasan panah api yang menancap di sekujur tubuhnya, beruntung Derrick mampu melindungi area vitalnya agar tetap bertahan.


Panah api itu menghilang dengan sendirinya beberapa saat kemudian, hanya menyisakan luka panah yang begitu dalam disekujur tubuh Derrick.


"Uh, aku harus... bertahan, uhuk, mantraku sedikit lagi selesai." Derrick beberapa kali termuntah darah.


Shus! Bang!


Suanyi dengan cepat berada dihadapan Derrick dan menendangnya hingga terlempar beberapa langkah walaupun Derrick sempat menangkis tendangan itu dengan menyilangkan tangannya.


"Keras kepala sekali!" Ucap Suanyi dingin ketika melihat Derrick yang masih bertahan walaupun terlihat sekarat dan tidak memiliki harapan hidup sama sekali.

__ADS_1


"Ini," Suanyi terhenti ketika merasakan aura tenaga dalam Derrick yang setara dengannya, hal itu tentu membuat Suanyi tertarik dengan Derrick.


"Keterampilan apa yang kamu gunakan hingga mampu mengimbangi kekuatanku?" Tanya Suanyi yang memang melihat Derrick sebelumnya melaparkan mantra sihir sama dengan (Salah satu 10 keterampilan Faisal yang sukses).


"Haha, kamu tidak perlu tahu, jhalang! uhuk." Derrick mengumpat dan mulai percaya diri untuk melawan Suanyi.


Kedua tangannya terlihat ada asap yang terus keluar dan sesekali setetes cairan bening jatuh ketanah, fenomena itu menandakan Derrick telah menguasai suatu keterampilan sihir yang sudah mencapai tahap tanpa laparan.


"Sihir tanpa laparan?" Suanyi bertanya-tanya dengan heran.


"Pertama kamu memiliki sihir angin yang sudah mencapai level tanpa laparan, sekarang ada sihir lain yang mencapai level tersebut padahal tenaga dalammu masih level 30-an, benar-benar jenius sejati." Puji Suanyi yang kagum dengan Derrick, karena umumnya seseorang mampu menguasai sihir tanpa laparan jika tenaga dalamnya sudah berlevel 50 keatas.


"Aku merasa memiliki kekuatan untuk menyegel sihir orang lain, ini artinya aku sudah menguasai sihir menyegel sihir lawan ke tahap tanpa laparan?" Tanya Derrick kepada dirinya sendiri yang merasa mampu menyegel sihir lawan.


"Tapi sayang perjuanganku akan berakhir disini." Derrick senyum kecut ketika menyadari ada pembunuh di hadapannya.


Sling!


Sebuah pedang tajam menempel dileher Derrick, pedang itu memang benar milik Suanyi yang dibayar untuk membunuhnya oleh seseorang yang masih misterius. Derrick mencoba melawan balik, namun dia urungkan karena Suanyi menekannya dengan pedang yang kapanpun bisa memenggal kepalanya.


"Kamu masih ingin hidup?" Tanya Suanyi dingin.


"Tentu saja, tapi sepertinya itu mustahil bukan?" balas Derrick dengan menatap tajam Suanyi yang dibalas dengan tatapan dingin menusuk tulang.


Suanyi tersenyum penuh arti, lalu pedangnya dia turunkan dan simpan. "Karena kamu jenius maka aku akan membiarkanmu pergi, asalkan kamu memenuhi dua syarat dariku." Ujar Suanyi dengan senyum penuh arti dan terlihat sedikit mesum.


"Apa itu?" Tanya Derrick tanpa ragu, dia akan melakukan apapun demi bertahan hidup, lalu akan membalas Suanyi suatu saat nanti jika sudah memiliki kekuatan.


"Syarat pertama kamu harus menghamiliku dan memberiku keturunan yang berkualitas, syarat kedua kamu harus bersumpah untuk tidak menemui anak itu (bisa dikatakan anak mereka) ketika dia dewasa nantinya." Ujar Suanyi tanpa ragu atau malu-malu.


"A-pa?" Derrick terkejut dengan syarat yang diminta oleh pembunuh cantik tersebut, dia tidak pernah menduga akan mendapatkan kejadian aneh seperti ini.


"Menolak berarti mati!" Ancam Suanyi dengan dingin.


"Baik-baik, sepakat!" Derrick langsung menyerah agar nyawanya selamat dari pedang tajam Suanyi.


"Tapi aku tidak berjanji akan menghamilimu dalam sekali percobaan, jika hamilpun aku tidak menjamin anak itu berkualitas." Ujar Derrick memberi peringatan dan pemahaman kepada pembunuh cantik tersebut.


"Kamu jangan kuatir, baik benih maupun keturunan dari orang jenius sepertimu sudah dipastikan berkualitas tinggi." Ucap Suanyi tanpa malu sedikitpun.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2