Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Dua vs Empat


__ADS_3

Derrick dan Eira tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang menggunakan elemen petir, mereka berdua langsung bersembunyi di balik pohon untuk berlindung.


"Elemen petir: naga petir melingkar!" ucap penyerang menciptakan naga petir yang langsung menyerang Derrick dan Eira yang bersembunyi di belakang pohon.


Trisssh!


Eira menghindar menjauh, sementara Derrick menangkis naga itu dengan kerisnya, lalu tiba-tiba seseorang sudah ada disampingnya dan menebas.


Ting!


Derrick menangkis tebasan itu dengan membiarkan naga petir itu lolos dan menghantam pohon dibelakangnya hingga hancur berkeping-keping, Derrick melancarkan tendangan lurus ke dagu.


Bang! Orang itu terlempar akibat tendangan itu, lalu terhempas akibat hempasan angin Derrick.


Ting!


Ting!


Ting!


Derrick melawan penyerang lainnya yang juga ahli pedang, Derrick bahkan tertusuk di bagian bahu kanan akibat penyerang itu.


Sementara Eira dengan susah payah menahan penyerang lainnya, lalu menciptakan bola air yang menghantam penyerang hingga terhempas beberapa meter jauhnya.


"Kamu baik-baik saja Derrick?" tanya Eira sambil terus memperhatikan penyerang mereka yang berjumlah 4 orang.


"Ternyata kamu memang murid dewa pedang, aku benar-benar terkejut." ujar seorang pemuda yang diperkirakan bos mereka.


"Kenapa kamu menyerang kami?" tanya Eira dengan dingin.


"Bukankah itu sudah jelas, kami menginginkan apa yang kalian miliki dan kalian rampas dari Rensan." ujarnya dengan tersenyum.


Orang ini adalah peserta VIP no 1 yang bernama Deska tuan muda Paviliun bintang jatuh.


Pertarungan mereka tak bisa dihindarkan, dimana Eira melawan Deska dan juga salah satu pengawalnya yang merupakan pendekar pedang, sementara Derrick melawan seseorang yang mahir sihir dan seseorang yang mahir pertarungan jarak dekat.


"Elemen petir: tikus petir penggali tanah." Deska menyerang dengan teknik elemen petir tikus penggali tanah.


Eira yang bertarung dengan pendekar pedang merasa ada sesuatu yang berbahaya dari arah bawah, cepat-cepat dia menghindar dan benar saja tikus petir menghujamnya dari bawah tanah.


Ting!


Eira yang menghindar langsung menangkis tebasan pendekar pedang itu, lalu melancarkan tebasan energi silang, lalu menciptakan perisai air agar terlindungi dari tikus petir yang menghantamnya.


"Hehe." pendekar pedang itu menangkis tebasan itu, namun karena air tebasan itu lewat dan melukai tubuhnya.


Bush!


Eira berniat menyerang, namun dia harus menciptakan perisai air untuk menahan tembakan petir Deska yang sangat kuat sampai-sampai perisai airnya bolong.

__ADS_1


"Maafkan aku tuan muda karena ceroboh!" ujar pendekar pedang itu menfokuskan energi kepedang.


Pendekar pedang itu kembali menyerang dengan pedang yang diselimuti petir yang merupakan elemen alami untuk mengcounter Eira yang memiliki kekuatan dewa air, Eira menangkis semua serangan pendekar pedang itu dan sesekali menyerang balik.


Ting!


Ting!


Ting!


Eira menghilang dalam pepohonan ketika berhasil mengecoh pendekar pedang agar terus mengikutinya menjauh dari Deska, lalu menyerang pendekar pedang itu dengan elemen air berbentuk naga.


"Elemen air: naga penebas!" teriak Eira menyerang dengan mengayunkan pedangnya, naga itu segera meluncur menuju pendekar pedang.


"Teknik tebasan petir pembelah langit!" balas pendekar pedang dengan menciptakan tebasan energi petir yang langsung membelah naga air itu.


Ting! Eira menyerang disisi kiri, namun ditangkis dan menyerang balik hingga menebas Eira, namun karena tidak dialiri listrik tebasan itu seperti tidak ada artinya sama sekali.


Slash!


"Tebasan permukaan air!" ucap Eira memenggal kepala pendekar pedang itu yang berada dibelakangnya karena menebas Eira sebelumnya.


Sementara Derrick sendiri dibuat repot oleh petarung jarak dekat dan penyihir yang terus menyerangnya dari jauh, dan ketika didekati malah kabur menjauh.


Bang!


Bang!


Bang!


"Perisai angin!" teriak Derrick menangkis serangan brutal petarung itu dengan perisai angin dan melancarkan serangan tebasan api, namun dihindari dengan mudah.


"Banteng api!" teriak Derrick menyerang balik dengan api yang berbentuk banteng dan menyeruduk petarung itu hingga terdorong beberapa meter.


Bang!


Petarung itu termuntah darah akibat serudukan banteng api itu, Derrick berlari dan menyerang penyihir dibelakangnya yang terus melancarkan serangan elemen dari jarak jauh dan terus menjaga jarak.


"Jangan lari sialan!" teriak Derrick melancarkan tebasan energi, namun tiba-tiba ditahan oleh petarung dengan tinju api.


Petarung itu menyerang Derrick kembali dengan membabi buta, namun Derrick menangkis serangan itu dan melempar 4 bendera sejauh 20 meter, dan menyelipkan keris dipinggang.


"Formasi pembunuh dewa, aktif!" Derrick membuat formasi pembunuh dewa dan mengurung mereka bertiga dan bahkan Deska ikut terkurung.


Penyihir tidak dapat lagi menggunakan sihir elemen anginnya, sementara petarung tidak dapat lagi menggunakan sihir apinya untuk melapisi tubuh, Deska sendiri harus kehilangan jejak pendekar pedang yang bertarung melawan Eira dan juga tidak dapat menggunakan sihir petirnya.


"Apa yang terjadi?" tanya petarung heran, lalu menangkis serangan demi serangan Derrick.


Bang!

__ADS_1


Derrick berhasil meninju perut petarung itu, lalu melancarkan tendangan yang berselimut api ke dagu dan membuat petarung itu pingsan.


Derrick dengan cepat menyerang penyihir yang tidak bisa melakukan apapun selain lari dan menangkis tinju Derrick.


Krak!


Tulang lengannya patah akibat menahan tinju Derrick yang sangat kuat, Derrick menendang kepala samping penyihir itu hingga terhempas dan mati.


"Apa yang kamu lakukan kenapa aku tidak bisa menggunakan tenaga dalam?" tanya Deska menangkis tinju Derrick dengan pedangnya, kali menebas balik.


"Formasi pembunuh dewa membuat teknik sihir ataupun yang berhubungan dengan sihir akan tidak berfungsi sama sekali selama terkurung dalam formasi ini." ujar Derrick menyerang Deska.


"Lalu kenapa kamu masih bisa menggunakan sihir api?" tanya Deska tidak percaya sambil melihat kaki kanan Derrick yang diselimuti api petir.


Deska menahan tinju Derrick dengan pedang, Derrick kemudian melancarkan tendangan ke lutut, namun dihindari dan Derrick malah dibuat tertebas oleh Deska.


Ting!


Ting!


Derrick menangkis serangan susulan pedang Deska dengan kerisnya, dalam beberapa gerakan Derrick menangkis tebasan kembali lalu menusuk ke leher, namun dihindari oleh Deska yang langsung menebas Derrick


Derrick berlindung di pohon, lalu menyerang balik dan membuat Deska melepaskan pedangnya, Deska yang kehilangan pedangnya tidak ambil pusing dan menahan keris Derrick menggunakan dua tangannya.


Cl3p!


Tiba-tiba sebuah pedang menusuk jantung Deska, Eira yang terluka parah itu menunjukkan senyum mengerikan kepada Deska yang menoleh melihat siapa penusuknya.


"Selamat jalan, hehe." ucap Eira dengan tertawa kecil, lalu menebas keatas pedangnya dan membuat setengah tubuh Deska (dari jantung keatas kepala) terbelah dua.


Derrick terjatuh kelelahan dan kehabisan stamina karena terlalu banyak bergerak dan mendapatkan luka, begitu juga Eira yang terlihat penuh luka tebasan disekujur tubuhnya.


Formasi pembunuh dewa juga selesai karena Derrick menariknya kembali.


"Pendekar pedang sialan itu benar-benar kuat dan membuat kekuatan dewa airku tidak berfungsi sama sekali." keluh Eira sambil menyembuhkan luka-lukanya dengan teknik penyembuhan.


Faktanya kekuatan dewa air Eira akan membuatnya tidak terluka layaknya air yang akan tetap sama jika ditusuk oleh pedang, ditinju, atau di serang dengan cara apapun, namun sekalinya di counter tubuh Eira tidak ubahnya seperti tubuh biasa yang mudah diserang atau dilukai.


Jadi wajar Eira terluka parah karena menghadapi lawan yang menguasai elemen petir yang menjadi counter alami air.


"Teknik sihir: kabut ilusi." ucap Derrick menciptakan kabut untuk menutupi mereka berdua.


Dimana siapapun yang terjebak dalam kabut akan tersesat karena disesatkan oleh ilusi yang kabut miliki, kabut ini mampu bertahan selama 3 jam, hal itu terjadi seiring bertambah kuatnya Derrick selama satu tahun latihan bersama gurunya Xiao.


"Kamu terlihat buruk." ujar Derrick membalut lukanya dengan perban yang berasal dari mengubah daun disekitarnya.


"Kamu tidak lebih baik dariku, dasar bodoh." balas Eira menggunakan teknik penyembuhan yang memang dia pelajari untuk Derrick.


"Terimakasih." Derrick mengucapkan terimakasih kepada Eira yang menggunakan teknik penyembuhan untuknya.

__ADS_1


__ADS_2