
7 hari kemudian setelah tragedi pangeran Ranzi.
Hutan terlarang.
Tiga topeng emas menemui topeng silver yang bermeditasi, mereka bertiga segera menceritakan kejadian yang terjadi di kerajaan termasuk penjaga 10 yang mampu membunuh dua orang komandan pasukan kesatria sihir dan membuat pangeran kedua sekarat, selain itu mereka juga mengatakan bahwa sudah mengetahui dua orang pemegang senjata pusaka lainnya.
"Mereka berdua adalah pangeran kedua Xiao yang memegang pusaka pedang ilusi, dan pangeran Ranzi yang baru saja diberikan kepercayaan untuk memegang senjata kalung waktu dari raja." tukas topeng emas no 1 menyelesaikan laporannya.
"Haha, tidak diduga ternyata dua pusaka lainnya dipegang oleh mereka berdua, benar-benar tak terduga." topeng silver tertawa terbahak-bahak.
"Lalu bagaimana dengan keadaan bocah Deka? apakah dia terluka parah karena melawan tiga komandan?" tanya topeng silver menanyakan kondisi Deka.
"Penjaga 10 masih dalam masa pemulihan karena terlalu berlebihan menggunakan mana hingga membuatnya mendapat serangan balik dari mananya sendiri." jawab no 1 apa adanya.
"Haha, itu wajar, bagaimanapun bocah itu menghadapi pemilik pedang ilusi, dia cukup beruntung masih hidup dan terluka hanya karena terlalu banyak menggunakan mana." respons topeng silver dengan acuh sambil mengambil sebuah botol di dimensi penyimpanan miliknya.
"Berikan ramuan ini kepadanya, ramuan ini sangat baik untuk memperbaiki sirkuit mana yang rusak karena terlalu berlebihan menggunakan mana, bahkan jika beruntung dia mungkin dapat meningkatkan kapasitas mananya sebanyak 3-5 ribu mana." ucap topeng silver sambil memberikan botol itu kepada no 1 yang menerimanya dan mengangguk mengerti.
"Dia mungkin gagal membunuh pangeran Ranzi, tapi setidaknya dia berkontribusi dalam melemahkan pihak kerajaan dengan membunuh dua komandan kesatria sihir, berikan dia hadiah." perintah topeng silver kembali, tiga orang itu mengangguk mengerti dan pergi dalam sekejap.
Note:
Terlalu berlebihan menggunakan mana adalah kondisi seseorang yang terus-menerus menggunakan mana hingga kering dan habis, itu seperti air panas yang terus dibiarkan mendidih hingga kering dan membuat panci semakin panas hingga bisa meledak kapan saja.
Sementara sirkuit mana adalah istilah untuk menyebut wadah mana di dalam tubuh seseorang.
Ok..., lanjut.
Derrick datang ke penjara kesatria sihir untuk menjenguk Aryaduta yang ditahan karena menghajar Varg hingga babak belur dan menghancurkan markas pasukan kegelapan, ditambah dia dicurigai sebagai no 3 oleh raja karena kekuatannya sama dengan kekuatan no 3 yang menyerang istana di hari upacara membuka sihir.
"Bagaimana keadaan bajingan itu, Derrick?" tanya Arya sesaat setelah Derrick duduk di hadapannya, mereka berdua saling tatap sesaat.
"Dia akhirnya sadar dari komanya, dan dimintai keterangan tentang alasan kenapa dia dihajar olehmu." jawab Derrick.
"Dihajar? aku berniat membunuhnya, dia beruntung karena komandan Christine menghentikanku." respons Arya.
"Menurut penjelasannya dan kesimpulan tim penyelidik, tenggang waktu antara serangan kelompok VAR dan pertarungan kalian berdua hampir bersamaan, selain itu Varg juga mengatakan bahwa dia melihat kedatangan komandan Christine sebelum pingsan, jadi karena itu tim penyelidik memutuskan kamu dan anggota VAR yang menyerang istana adalah dua orang yang berbeda, namun memiliki kekuatan sihir yang sama." jelas Derrick dengan menyilang tangan.
"Sudah kukatakan aku dan orang itu berbeda, tapi dia terlalu keras kepala dan membuatku kehabisan kesabaran." respons Arya santai dan terkesan percaya diri.
__ADS_1
"Lalu sekarang aku bisa bebas, kan?" tanya Arya sambil menatap mata Derrick yang juga menatapnya.
"Tidak, kamu akan dipenjara selama tiga bulan sebagai hukuman karena hampir membunuh rekanmu sendiri, kalian berdua benar-benar membuatku pusing." jawab Derrick sambil mengeluh.
"Haha..., hahaha..., huahaha, sudah kuduga hasil akhir begini, haha." Arya malah tertawa terbahak-bahak sampai-sampai air matanya sedikit menetes.
"Dan juga siapa juga yang ingin menjadi rekan pria keras kepala dan bodoh sepertinya, dia bukan rekanku, haha." ujar Arya menolak mengakui Varg sebagai rekan.
"Baiklah, aku permisi." Derrick pamit undur diri setelah menyampaikan apa yang harus dia sampaikan, Arya tidak membalas dan hanya tertawa, hingga Derrick keluar penjara kesatria sihir dia masih dapat mendengar suara tertawa Arya.
Rumah sakit Departemen kesatria sihir.
Derrick menjenguk Varg yang kini terlihat sudah mulai baikan, bahkan sudah bisa duduk meskipun masih belum dapat jalan seperti biasanya, Varg terlihat sangat mirip seperti mumi dengan perban yang membaluti tubuhnya.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Derrick sambil memberikan seikat bunga sebagai bentuk niat baik kunjungan.
"Aku mulai bisa merasakan lezatnya makanan setelah sekian lama." balas Varg dengan tersenyum.
"Baguslah, tapi sangat disayangkan Arya tidak dapat merasakan hal yang sama dua bulan ini karenamu." ujar Derrick dengan sarkas, benar saja hal itu sukses membuat senyum Varg menghilang dan berganti menjadi rasa bersalah meskipun dia yang paling dirugikan akibat pertarungan itu.
"Sudah, sudah, haha, yang berlalu biarlah berlalu, senior Varg sebaiknya istirahat dulu dan jangan banyak bergerak dulu." Resi berniat mencairkan suasana canggung tersebut.
"Senior Varg, aku pernah mendengar rumor bahwa pangeran Rema dibalik tragedi pangeran Ranzi, bagaimana pendapatmu?" tanya Derrick sebelum di dorong keluar oleh Resi.
"Sudahlah Derrick, pergilah jika kamu datang hanya untuk membuat keributan." tegur Resi mengusir Derrick.
"Ok, jangan lupa tanyakan pendapatnya mengenai rumor...,"
"Pergi!" potong Resi berteriak mengusir Derrick dan masuk ruang rawat dengan membanting pintu keras-keras hingga mengagetkan semua pasien yang ada dikamar lain yang berdekatan dengan kamar rawat Varg.
Ok..., lanjut.
Derrick saat ini mendapatkan misi untuk mengawal rombongan pangeran Ranzi yang sedang bepergian ke keluarga Lao yang berada di kota Suya yang merupakan kota terbesar keempat di kerajaan Roban, kota ini adalah kota bisnis dan juga kota pedagang yang terletak di bagian Utara kerajaan yang berbatasan langsung dengan kerajaan Mapaja.
Selain Derrick ada sekitar 20 kesatria sihir lain yang berasal dari 7 pasukan kesatria sihir yang ada, kebetulan Kiano juga ikut sebagai perwakilan pasukan elang cahaya yang belum memiliki komandan baru setelah kematian komandan Yaga Light.
"Hanya kalian berdua perwakilan pasukan kegelapan?" tanya Kiano kepada Derrick yang sibuk makan roti.
"Begitulah, hal ini terjadi karena dua anggota kami melakukan hal bodoh hingga membuat mereka dihukum oleh kaisar sihir atas perintah raja." balas Derrick apa adanya sambil mengunyah.
__ADS_1
"Bahkan raja secara pribadi menghukum mereka, aku penasaran apa yang mereka lakukan sampai segitunya." respons Kiano kaget dengan jawaban Derrick.
"Sebenarnya kenapa raja meminta begitu banyak kesatria sihir untuk mengawal pangeran Ranzi, bukankah ini terlalu mencolok dan lebih berbahaya?" tanya Raki tiba-tiba.
"Ini akan menarik perhatian musuh, bahkan kerajaan tetangga." tambah Raki sambil menghembuskan asap rokoknya.
Btw Raki saat ini sudah sembuh total dari cedera yang dia dapatkan akibat Deka, bahkan dia terlihat begitu sehat dan baik-baik saja seakan tidak pernah mengalami tulang retak atau tangan hancur.
Rombongan pangeran Ranzi berisi hampir 2 ribu prajurit kerajaan dengan kereta kuda sebanyak 20 kereta dan penunggang kuda sebanyak 50 penunggang kuda, dengan membawa 21 kesatria sihir yang dipimpin tiga orang jendral, jadi wajar saja Raki merasa itu sangat mencolok dan sangat berbahaya karena memancing musuh atau kerajaan tetangga mereka yang semuanya musuh dalam balutan kedamaian semu.
"Mungkin yang mulia raja terlalu khawatir dengan keselamatan pangeran semenjak tragedi itu, jadi maklumi saja." ujar Kiano dengan tersenyum.
Mereka terus jalan melewati hutan demi hutan, desa demi desa, hingga akhirnya beristirahat di sebuah bukit yang berada dipertengahan jalan karena hari sudah mulai gelap.
"Aku tidak pernah melihatmu menggunakan pedang lagi semenjak tragedi itu." ujar Raki memulai topik pembicaraan.
"Sekarang jika diamati kamu sejauh ini belum sekalipun terlihat menggunakan pistol yang sangat kamu banggakan itu." tambah Raki sambil menghisap rokok.
"Lalu kenapa, ada masalah dengan itu?" tanya Derrick yang juga menghisap rokok meskipun dia bukan perokok, bahkan rokoknya itu berasal dari mengubah daun kering yang ada disekitar.
"Tidak, ada." balas Raki santai sambil menghembuskan asap rokok.
Derrick melihat Raki dengan tatapan heran, beberapa saat berlalu mereka berdua secara tiba-tiba tertawa terbahak-bahak karena situasi yang canggung tersebut. Mereka berdua mengisi malam itu dengan mengobrol ria tentang sesuatu yang mungkin bisa mereka obrolkan.
"Apa yang terjadi dengan sekte semenjak kami pergi?" tanya Raki secara tiba-tiba kepada Derrick sambil menghidupkan rokok baru.
"Sekte, kah?" Derrick mematikan puntung rokoknya dan menyesap kopi untuk rileks kembali, lalu menciptakan rokok baru dari ranting kayu.
"Semenjak kalian pergi, para tetua dan guru menatapku dengan sinis dan pandangan sebelah mata, mereka seperti berharap aku mati setiap kali berpas-pasan." ucap Derrick mengingat suasana sekte setelah Xiao dan Raki pergi dari sekte.
"Mereka seperti...," Derrick menghidupkan rokoknya dan mulai menceritakan hari-hari yang dia lalui di sekte semenjak Xiao dan Raki pergi dengan alasan latihan.
Derrick juga menceritakan bagaimana dia merasa tidak dipedulikan oleh orang-orang sekte ketika dalam masalah, hanya beberapa saja yang peduli itupun hanya demi martabat sekte atau terpaksa, satu-satunya yang membuat Derrick bertahan hanyalah keberadaan Eira yang sangat dia cintai.
"Karena suatu hal aku memutuskan untuk pergi dari sekte dan mengikuti jejak kalian berdua, jadilah aku berakhir disini." tukas Derrick mengakhiri ceritanya.
"Haha, karena suatu hal? bukan karena kamu terlalu merindukanku?" tanya Raki dengan tawa candaan.
"Idih najis, haha." Derrick tertawa lepas mendengar candaan tersebut, mereka berdua terlihat seperti sahabat karib yang saling bercanda.
__ADS_1
"Kelihatannya seru sekali, boleh bergabung?" tanya Kiano yang tiba-tiba sudah berada dibelakang Derrick dan Raki, lalu bergabung dalam obrolan mengisi waktu malam.