
Pelelangan selanjutnya adalah sebuah pedang yang sangat misterius dan tidak diketahui, namun orang-orang pelelangan menamainya pedang terkutuk, karena siapapun yang menyentuh pedang itu akan secara paksa mengalirkan energi tenaga dalamnya secara gila-gilaan ke pedang tersebut, atau dengan kata lain pedang itu sulit dikontrol.
"Sebelumnya dua master tenaga dalam level 80 dari pihak kami mencoba mengontrol pedang ini, namun hasilnya mereka kehabisan energi dan kini terbaring di rumah sakit dengan kondisi kurus kering." Jelas pembawa acara menceritakan dua orang master level 80 dari pelelangan yang harus menderita karena mencoba mengontrol pedang tersebut.
"Jadi siapapun yang ingin memiliki pedang ini dan mengalami hal yang sama, maka kami dari pihak pelelangan tidak bertanggung jawab akan hal tersebut." Kata pembawa acara lelang menegaskan.
"Baiklah harga awal pedang ini adalah 10 kertas emas dan setiap kenaikan tidak kurang dari 100 kertas perak." Kata pembawa acara lelang membuka harga.
Setelah harga dibuka tidak ada satupun yang menawar harga pedang tersebut, hal itu tentunya dimaklumi mengingat bahaya memegang pedang tersebut apalagi memakainya.
"Tidak ada yang ingin menawar?" Tanya pembawa acara lelang dengan berkeringat dingin dan cemas, pasalnya dia akan mendapatkan masalah jika kembali gagal melelang pedang tersebut.
"Kenapa pihak lelang memberitahu bahaya memakai pedang ini, seandainya semua orang tidak tahu bahaya memakai pedang ini kurasa pedang ini akan laku keras." Batin kesal pembawa acara lelang yang memang menentang kebijakan rumah lelang yang jujur akan pedang yang berbahaya tersebut, karena dia menyarankan agar rumah lelang menyembunyikan fakta mengerikan pedang tersebut supaya laku di pelelangan.
"Tidak ada yang ingin menawar?" Tanya pembawa acara lelang kepada semua peserta yang hanya diam.
"Sudahlah lewatkan saja pedang itu, tidak ada satupun dari kami yang ingin mati karena pedang terkutuk itu." Pekik salah satu peserta di kursi biasa mendesak agar pedang itu dilewatkan saja.
"Ini..," Pembawa acara tak bisa berkata-kata lagi.
"Ayolah siapapun bantu aku,kumohon." Batin pembawa acara lelang melirik kesamping panggung dimana pengelola lelang menatapnya tajam.
Gerak-gerik pembawa acara lelang itu sudah diawasi oleh Derrick yang memang tertarik dengan pedang tersebut, Derrick menyadari bahwa pembawa acara lelang sedang cemas dan ketakutan.
"2 kertas emas." Pekik Derrick mengangkat nomornya yang berangka 7 dan menyebut penawarannya, yaitu 2 kertas emas.
Pembawa acara lelang menghela nafas dan menampakkan senyum lega karena ada yang berminat dengan pedang terkutuk tersebut.
"2 kertas emas dari kursi biasa no 7, apakah ada yang lain?" Pekik pembawa acara lelang mengumumkan penawaran Derrick.
"2 kertas emas kali pertama..," Pembawa acara lelang mulai menghitung karena tidak ada yang berminat bersaing dengan Derrick untuk mendapatkan pedang terkutuk tersebut.
"Kamu yakin membeli pedang tersebut?" Tanya Eira penasaran dengan tindakan Derrick yang menawar pedang terkutuk tersebut.
"Tentu, hitung-hitung membantu pembawa acara lelang tersebut." balas Derrick dengan tersenyum ramah.
__ADS_1
Eira juga menyadari itu, mendengar alasan Derrick Eira semakin suka kepada Derrick namun tidak dia tunjukkan dan bahkan mencemooh Derrick.
"Dasar sok baik." Ucap Eira mencemooh.
Pedang terkutuk itu resmi didapatkan oleh Derrick dengan harga 2 kertas emas karena tidak ada yang mau bersaing dengan Derrick untuk memperebutkan pedang terkutuk tersebut.
"Apakah boleh diambil sekarang?" Tanya Derrick sebelum pedang itu dibawa pergi staff pelelangan.
Pembawa acara menoleh ke bos pengelola rumah lelang tersebut, si bos mengangguk menyetujui. "Tentu saja boleh, jika tuan menginginkannya." Ucap pembawa acara lelang melalui mic yang berbentuk bulat terbang mengikuti sang pembawa acara lelang.
Derrick langsung naik keatas panggung dan membuka kaca penutup pedang tersebut, aura haus darah yang mengintimidasi langsung keluar dari pedang tersebut membuat semua orang biasa atau pendekar yang memiliki tenaga dalam rendah langsung sesak nafas dan merasa tidak nyaman.
"Benar-benar pedang yang mengerikan, bahkan tekanannya sampai kesini." Gumam Rensan bergidik ngeri.
"Anak itu mencari mati jika nekat menyentuh pedang tersebut, tapi aku penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya." Kata VIP no 2 dengan pesimis dan penasaran disaat yang bersamaan.
Bush!
Aura mengintimidasi dan haus darah langsung meledak menyerang Derrick yang mencoba mengangkatnya.
Derrick yang terus berusaha mengangkat dan membuka pedang tersebut dari sarungnya dibuat terhempas membentur dinding, kejadian itu mengundang penghinaan dari orang-orang dalam pelelangan.
"Setidaknya dia lebih baik daripada kalian yang hanya bisa mencemooh dan menghina, namun belum tentu berani melakukan hal yang sama." Pekik Eira membela Derrick dan membuat bungkam semua orang.
"Apa maksudmu nona?" Tanya salah satu tamu tidak terima.
"Maksudku kalian semua lebih pengecut daripada Derrick, karena tidak berani mengambil pedang itu seperti yang Derrick lakukan, apakah jelas pengecut?" Kata Eira memperjelas.
"Kamu jangan kelewatan nona, kami tidak mengambil pedang itu karena kami tidak bodoh sepertinya." Balas peserta lelang itu dengan menyebalkan.
"Berisik!" Pekik Derrick.
Derrick kembali jalan menuju pedang tersebut, lalu memegangnya kembali dan mengubah pedang itu menjadi seonggok batu kerikil dan mengubahnya kembali menjadi pedang berharap pedang itu dapat dia kendalikan, namun hasilnya tetap sama saja.
"Kalau begitu bagaimana dengan ini?" Pekik Derrick menggunakan teknik penyegel sihir yang ternyata berhasil menekan pedang tersebut, Derrick seperti memegang pedang biasa dan mengejutkan semua orang.
__ADS_1
"Baguslah, haha." Derrick tertawa terbahak-bahak karena dapat mengontrol pedang tersebut layaknya mengontrol pedang biasa.
'Ting'
"Misi mengambil pedang tingkat dewa selesai, karena tuan masih dalam masa hukuman tuan tidak mendapatkan apapun dari misi ini, terima kasih dan sampai jumpa 3 tahun kemudian." Notif sistem bergema dalam otak Derrick mengkonfirmasi bahwa misi mengambil pedang tingkat dewa telah selesai, namun Derrick tetap harus menjalani hukuman.
"Ternyata ini pedang tingkat dewa, artinya pedang ini sebelumnya dimiliki oleh seseorang yang kuat dan mendapatkan gelar dewa? hmm menarik." Gumam Derrick senang karena mendapatkan harta Karun di pelelangan KibaSanqi yang dia hadiri tersebut.
"Karena kamu disebut pedang terkutuk, maka aku akan memberimu nama yang cocok, yaitu Pedang dewa terkutuk." Ucap Derrick memandang pedang dewa terkutuk, lalu kembali duduk di kursinya sembari ditatap semua orang peserta lelang dengan heran dan kebingungan.
"Aku tidak sabar memakai dan melihat apa yang bisa kamu lakukan untukku." Gumam Derrick sembari menyimpan pedang dewa terkutuk kedalam cincin penyimpanannya.
"Kamu baik-baik saja?" Tanya Eira sembari duduk disamping Derrick yang menunjukkan senyum senang.
"Aku baik-baik saja, terimakasih karena membelaku tadi, Eira." Derrick berterimakasih sembari tersenyum kepada Eira yang langsung malu dengan wajah merah merona karena ditatap langsung oleh Derrick.
"Haha, sama-sama lagipula sudah tugasku membantu rekan seperguruan." Kata Eira salah tingkah.
Pelelangan kembali dilanjutkan, setelah melewati dua pelelangan akhirnya sampailah ke pelelangan ke 11 dimana barang yang dilelang adalah rumput jiwa berusia 1000 tahun yang sudah ditunggu-tunggu oleh semua peserta lelang.
"Rumput ini sangat cocok untuk kalian yang sedang melatih kekuatan jiwa atau jiwanya yang sedang terluka, dan jika beruntung kalian akan dapat naik level jika mengolah rumput jiwa ini menjadi pil energi." Jelas pembawa acara lelang menjelaskan kegunaan rumput jiwa.
"Akhirnya rumput jiwa muncul di pelelangan ini setelah sekian lama menunggu." Gumam Derrick semangat, hal itu juga berlaku bagi beberapa peserta lelang lainnya yang memang mengincar rumput jiwa.
"Dengan rumput ini kekuatan jiwaku akan semakin kuat." Gumam Rensan yang memang melatih kekuatan jiwa.
Kekuatan jiwa mungkin tidak berguna sama sekali, namun kekuatan ini akan sangat berbahaya jika menyerang seseorang yang memiliki kekuatan jiwa rendah karena dapat mengakibatkan kegilaan, serangan mental, atau terintimidasi yang memang menjadi spesialis kekuatan jiwa.
"Harga awal rumput jiwa ini adalah 100 kertas emas dan setiap kenaikan tidak kurang 500 kertas perak." Pekik pembawa acara lelang membuka harga.
Setelah harga dibuka semua orang langsung menaikkan harga lelang dari waktu ke waktu, sepertinya rumput jiwa memang menarik banyak orang, terlebih rumput jiwa adalah barang lelang terakhir nomor dua di pelelangan KibaSanqi tersebut.
"Ternyata sainganmu banyak juga ya, jika kamu butuh bantuan dana bilang saja." Ucap Eira menggoda Derrick yang tercengang melihat begitu banyak pesaingnya dalam mendapatkan rumput jiwa untuk Raki.
Derrick hanya bisa menghela nafas dan mengikuti aturan mainnya.
__ADS_1
Bersambung.