
Arya terlihat selamat dari serangan tombak Derrick, dia terlihat sudah berada di samping kiri arena jauh dari posisi awalnya dan ada seekor kucing berwarna hitam abu-abu dengan aura kegelapan di hadapannya.
"Adududu, sakit sekali, haha." Arya tertawa kecil sambil memegang pantatnya seolah dia benar-benar sakit.
"Terimakasih Siren, kamu menyelamatkanku kembali." ucapnya kepada kucing tersebut dengan senyum.
"Meaw." kucing itu mengeong dan berubah menjadi asap hitam dan masuk kedalam buku sihir milik Arya.
"Kamu masih hidup rupanya." ucap Derrick dingin menoleh melihat Arya, lalu menuju Arya dengan langkah pelan dan niat membunuh.
Tiba-tiba sebuah pedang berada dihadapan Derrick, hal itu membuat langkah Derrick terhenti.
"Dia sudah kalah, kembalilah ke barisan." ucap Xiao yang menghadang Derrick tersebut dengan pedangnya.
"Dan kamu juga boleh pergi dari arena dan menunggu." ucap Xiao kemudian kepada Arya setelah Derrick pergi menyingkir dari arena.
Setelah insiden itu seleksi Kesatria sihir berlanjut walaupun setengah arena terlihat hancur total dan hanya ditutupi oleh dinding tanah saja, ujian seleksi Kesatria sihir itu berakhir setelah matahari tenggelam dan bersembunyi.
"Peserta nomor 1 ditolak, selanjutnya peserta nomor 2 maju kedepan." teriak juru bicara ujian seleksi Kesatria sihir mengumumkan dan memanggil para peserta.
"Selanjutnya peserta nomor 8 maju kedepan." teriak juru bicara memanggil peserta nomor 8 untuk maju.
Fan maju dengan sombongnya, dia terlihat yakin akan dipilih oleh komandan Semat pitak, karena bagaimanapun dia adalah murid pribadi kepala keluarga Pitak yang tidak lain ayah dari Semat pitak.
Benar saja Fan diminati oleh dua orang komandan, yaitu Semat Pitak komandan pasukan Hantu tanah dan juga Yaga Light komandan pasukan elang cahaya.
"Izinkan aku bergabung dalam pasukan Hantu tanah, komandan Pitak." ujar Fan memilih pasukan Hantu tanah, Semat pitak mengangguk dan tersenyum senang atas pilihan Fan.
"Sudah kuduga dia pasti memilihmu." ujar Yaga Light dengan tersenyum kecut.
"Bukankah itu sudah jelas, bagaimanapun pemuda itu adalah murid pribadi kepala keluarga Pitak." tanggap Christine sambil menggeleng kepala tidak habis pikir dengan Yaga Light.
Ok... skip.
"Selanjutnya peserta nomor 400 maju kedepan." teriak juru bicara memanggil peserta nomor 400 yang kebetulan Aryaduta dan juga peserta terakhir seleksi Kesatria sihir.
Aryaduta maju kedepan dengan sangat percaya diri, benar saja 7 komandan mengangkat tangannya dan menunjukkan ketertarikan mereka untuk merekrut Aryaduta sebagai bagian dari pasukan mereka.
"Dia orang kedua yang membuat semua kapten mengangkat tangan untuk merekrutnya." ucap seseorang berbisik kepada temannya.
"Sebelumnya lawannya yang dipilih semua kapten dan masuk ke pasukan kegelapan yang merupakan pasukan baru, apakah dia melakukan hal yang sama." bisik yang lainnya.
Sebelumnya Derrick juga membuat semua kapten mengangkat tangan untuk merekrutnya, Derrick tentu saja memilih pasukan kegelapan yang dikomandoi oleh sang guru (Xiao).
__ADS_1
"Maaf pangeran kedua, kami juga berminat merekrutnya." ujar Yaga Light dengan melempar senyum kepada Xiao yang hanya membalas dengan wajah biasa-biasa saja.
"Tidak masalah, semua orang berhak bersaing terlepas status yang dia miliki." balas Xiao dengan acuh seakan tidak peduli.
"Izinkan aku bergabung dengan pasukan kegelapan, komandan Xiao." ucap Aryaduta memilih pasukan kegelapan, yaitu pasukan yang sama yang Derrick pilih.
Sontak saja keputusan itu membuat semua orang bertanya-tanya, karena sebelumnya Derrick berniat membunuh Arya di pertandingan, bahkan semua orang merasakan ada permusuhan dan dendam diantara mereka berdua.
"Akan aku buktikan bahwa aku yang terbaik darimu, sialan!" gumam Arya dengan senyum kecil.
Seleksi itu berakhir dengan catatan 79 orang lolos, sementara sisanya dinyatakan gagal karena tidak dipilih oleh salah satu komandan, meskipun begitu mereka memiliki kesempatan besar untuk menjadi prajurit dalam militer kerajaan.
Markas kesatria sihir kegelapan.
Derrick dan Arya mengikuti komandan Xiao menuju ke markas pasukan kegelapan dengan aura penuh persaingan, mereka berdua bahkan saling membuang muka.
"Kenapa kamu bergabung dengan pasukan kegelapan?" tanya Derrick akhirnya setelah cukup lama menahan rasa penasarannya.
"Itu bukan urusanmu." balas Arya balik menatap Derrick yang menatapnya tajam.
Mendengar jawaban itu tentu saja Derrick geram dan bahkan ingin memukul wajah sombong Arya.
"Kita sudah sampai." ucap Komandan Xiao mengakhiri aura permusuhan antara Derrick dan Arya yang hampir saja baku hantam kembali.
Mereka bertiga berdiri di depan sebuah bangunan yang setengah jadi, bangunan itu tampaknya masih dalam proses pembangunan, itu dapat dilihat dengan beberapa pekerja yang sibuk mengaduk semen dan juga memasang kerangka (tentunya memanfaatkan kekuatan sihir dalam melakukan pekerjaan tersebut).
"Buka matamu, dasar bodoh!" dengus Derrick meremehkan, bahkan merendahkan Arya yang tidak dapat melihat ilusi.
"Apa?" tanya Arya marah sambil melotot kepada Derrick yang tersenyum mengejek.
"Guru, aku yakin kamu menerimanya sebagai anggota pasukan kegelapan hanya untuk di jadikan pembantu atau setidaknya sebagai tukang kebun." ujar Derrick kepada komandan Xiao, tentu saja Arya terkejut mendengar Derrick memanggil komandan Xiao sebagai guru.
"Haha, kamu tidak boleh meremehkan penilaian gurumu ini, aku menerimanya bergabung dalam pasukan karena dia juga berbakat seperti kalian berdua." balas komandan Xiao dengan tertawa dan masuk kedalam bangunan dan diikuti oleh Derrick dan Arya yang terkejut mendengar fakta bahwa Komandan Xiao tidak menyangkal bahwa Derrick sebagai muridnya.
"Kalian benar-benar guru dan murid?" tanya Arya memastikan.
"Kenapa? takut?" tanya komandan Xiao dengan lirikan tajam, Arya membalas lirikan itu dengan lirikan yang sama, melihat itu Xiao tersenyum senang.
Ketika mereka masuk kedalam markas, Arya dibuat terkejut karena dalam markas yang begitu berbanding terbalik dari luar markas, bahkan dalam markas layaknya sebuah istana bukan bangunan setengah jadi.
Diruang utama markas terdapat tiga orang yang sedang duduk di sofa dan sibuk dengan kegiatan masing-masing, Raki sibuk bermeditasi, seorang pria sibuk melukis, dan seorang wanita yang sibuk meracik beberapa ramuan obat.
"Selamat datang komandan." sapa mereka bertiga dimana dua orang menyapa dengan dingin, hanya sang wanita yang menyambut dengan sapaan hangat.
__ADS_1
Perlu diketahui bahwa hanya para petinggi yang mengetahui identitas asli Xiao yang merupakan pangeran kedua kerajaan, selain para petinggi tidak ada yang tahu identitas asli Xiao termasuk Raki sendiri.
"Apakah mereka berdua anggota baru pasukan kegelapan?" tanya sang wanita yang bernama Resi Kalina, yang sering dipanggil Resi atau dokter cantik.
"Mereka anggota baru?" gumam sang pria yang bernama Varg dan melihat kearah Derrick dan Arya yang menunjukkan raut datar.
"Inikah cara kalian menghormati senior kalian?" tanya Varg dingin kepada Derrick dan Arya yang berbalik melihatnya dengan tatapan datar.
"Sombong!" teriak Varg dengan mengayunkan kuas lukisnya.
Sebuah gelombang kejut tajam yang berbentuk sabit menghampiri Derrick dan Arya, mereka berdua hanya menunduk sedikit agar terhindar, melihat itu Varg berdiri dan siap menyerang kembali.
"Hentikan! sudah kukatakan jangan bertarung di dalam markas!" ucap Xiao dengan dingin sambil memamerkan aura mengintimidasi, semua orang kecuali Derrick dan Raki terjatuh dan bertekuk lutut karena tidak dapat menahan tekanan aura mengintimidasi Xiao yang begitu kuat.
"Dasar lemah!" dengus Derrick sambil jalan santai menuju Raki yang masih sibuk bermeditasi.
"Apa? dia tidak terpengaruh?" tanya Arya, Varg, dan Resi yang terkejut dengan Derrick yang begitu santai seakan tidak terpengaruh aura mengintimidasi yang Xiao keluarkan, begitu juga Raki yang bermeditasi.
Setelah cukup lama mengintimidasi Xiao akhirnya menarik kembali aura intimidasinya dan memerintahkan agar semua anggota pasukan kesatria sihir kegelapan untuk memperkenalkan diri, hal itu dilakukan agar mereka saling mengenal.
"Perkenalkan namaku Raki, hm... aku lupa berapa usiaku, tapi sepertinya aku berumur 21 tahun." ujar Raki memperkenalkan dirinya sendiri, faktanya Raki memang lupa berapa umurnya.
"Namaku Varg Vattingan, aku sebelumnya anggota prajurit kerajaan selama 5 tahun dan baru dipromosikan menjadi kesatria sihir setelah komandan Xiao merekrutku, saat ini usiaku 27 tahun." Varg memperkenalkan dirinya dengan jujur apa adanya kepada semua orang.
"Hanya seseorang yang gagal menjadi kesatria sihir dan kebetulan disukai komandan Xiao, kenapa begitu belagu?" tanggap Arya dengan mencemooh.
"Seandainya komandan Xiao tidak menyukaimu dan merekrutmu menjadi anggota pasukan kesatria sihir kegelapan, aku yakin kamu akan menghabiskan seumur hidupmu menjadi prajurit kerajaan yang berfungsi sebagai umpan meriam saja, haha." ujar Arya dengan sombong dan tertawa menghina, Varg hanya bisa menunduk marah dengan tangan terkepal erat.
"Jangan terlalu sombong hanya karena terpilih menjadi kesatria sihir melalui jalur seleksi, atau nyawamu akan hilang ketika menjalankan misi." ujar Varg dengan dingin dan pergi dari ruangan utama.
"Varg...," Resi memanggil Varg dengan suara kecil, bahkan tidak terdengar sama sekali.
"Siapa yang menyuruhmu pergi?" tanya Raki yang sudah berada dihadapan Varg dalam sekejap.
"Kamu ingin dihormati, tapi tidak ingin menghormati orang lain? jangan bercanda, dasar bodoh!" ujar Raki sambil melancarkan tinju di pipi kanan Varg, hingga Varg terhempas membentur dinding hingga retak.
"Jangan pernah berharap orang mengakui dan menghormatimu, jika kamu tidak dapat menghadapi dan menerima kenyataan." ujar Raki sambil duduk kembali, Varg hanya mengelap darah diwajahnya dengan tatapan tajam kepada Raki.
"Perkenalkan namaku Resi Karlina dari akademi awan merah, saat ini aku berusia 17 tahun, aku seorang dokter atau dalam dunia kesatria sihir aku adalah penyihir tipe penyembuh." ujar Resi memperkenalkan dirinya.
"Akademi awan merah? akademi macam apa itu?" tanya Derrick yang memang sangat senang mencari informasi berbagai hal, terutama informasi sebuah organisasi besar, sekte, atau kerajaan.
"Akademi awan merah adalah sebuah pusat pendidikan ilmu kedokteran satu-satunya yang ada dalam kerajaan, semua murid akademi awan merah secara otomatis direkrut dalam pasukan kesatria sihir atau prajurit kerajaan, karena kemampuan mereka yang memang sangat dibutuhkan sebuah pasukan, selain itu akademi awan merah sendiri adalah akademi yang memang didirikan untuk memberikan dokter-dokter terbaik untuk kerajaan." jelas Resi dengan bangga, bahkan terkesan sombong.
__ADS_1
Resi memperkenalkan diri dengan memakan waktu yang cukup banyak, karena Derrick yang penasaran begitu banyak tanya, selain itu Resi sendiri sangat bersemangat menjawab setiap pertanyaan yang Derrick lontarkan.
Acara perkenalan itu ditutup dengan pemberian jubah pasukan kesatria sihir kegelapan kepada Derrick dan Arya, jubah itu secara langsung diberikan oleh Xiao dan membuat Varg dan Resi iri, karena mereka mendapatkan jubah melalui perantara Raki bukan langsung diberikan Xiao.