Sistem Misi Dan Hadiah

Sistem Misi Dan Hadiah
Benua Eghed bagian 9


__ADS_3

Derrick terbangun di sebuah kamar dengan atap daun Rumbia dan dinding kayu dengan lantai tanah, Derrick melihat sekelilingnya seperti mencari sesuatu.


"Aku dimana?" tanya Derrick kepada dirinya sendiri sambil beranjak turun dari kasur dan berniat keluar kamar.


Derrick merasakan sakit disekujur tubuhnya terutama bagian belakang, dia baru menyadari bahwa tubuhnya dibalut perban dan terlihat layaknya mumi. Derrick yang kebingungan itu seketika mengingat kembali apa yang terjadi kepadanya saat lari dari rumah kepala desa.


"Ternyata begitu, aku diserang secara tiba-tiba oleh pria bertopeng emas." gumam Derrick mengingat kejadian tersebut.


Dimana saat itu Derrick berhasil menjauhi wilayah rumah kepala desa, namun siapa sangka tepat di depannya berdiri no 3 yang langsung menyerangnya dengan cakar yang seperti cakar harimau yang terbuat dari energi dan beraura asap hitam.


"Crash!"


Derrick yang tidak siap hanya menangkis secara reflek, no 3 menyerang Derrick dari berbagai arah mengandalkan kecepatannya dan diakhiri dengan tendangan kuat di dada hingga terhempas jauh ke dalam hutan dan setelah itu Derrick tidak ingat lagi.


Seseorang tiba-tiba datang ke kamar tersebut dengan membawa nampan yang diisi sepiring makanan dan segelas air, orang tua itu terkejut sesaat.


"Kamu sudah sadar? bagaimana keadaanmu?" tanyanya dengan tersenyum ramah, Derrick mengenal orang tua tersebut yang ternyata orang tua yang memperingatinya agar hati-hati kepada kepala desa.


Ok, skip.


Derrick akhirnya mengetahui bahwa kepala desa adalah orang yang jahat, suka menyiksa warga desa, dan melakukan penculikan beberapa warga desa setelah diberitahu oleh orang tua tersebut.


"Kenapa kalian tidak melaporkan hal tersebut kepada kerajaan untuk meminta bantuan?" tanya Derrick.


"Kami sudah melapor beberapa kali, namun hasilnya nihil, bahkan kepala desa secara terang-terangan mengancam kami jika terus berusaha melapor, maka jadilah seperti ini kami hanya bisa pasrah." ujar orang tua tersebut menjawab sambil menyesap kopinya.


"Bahkan beberapa warga yang melapor itu hingga kini tidak diketahui keberadaannya, kami menduga mereka dibunuh oleh bajingan itu." tambahnya geram dengan suara berat dan bibir gemetar menahan amarah, Derrick dapat merasakan amarah orang tua tersebut hanya dengan sekilas.


"Sepertinya kepala desa memiliki bekingan yang cukup kuat di ibukota, menarik." gumam Derrick dalam hati.


"Anak muda sendiri kenapa ditugaskan oleh kerajaan mengunjungi desa kami?" tanya orang tua itu kemudian kepada Derrick.


"Kerajaan meminta kesatria sihir ke desa ini untuk melakukan sesuatu, mohon maaf aku tidak bisa memberitahu misi tersebut karena sangat rahasia." balas Derrick, orang tua itu mengerti.


Derrick diajak ke tempat dimana para warga yang diculik dijadikan pekerja paksa untuk menggali sebuah material berharga, yaitu batu sihir yang berguna untuk menambah kapasitas mana.


"Gali terus, jangan malas!" teriak seorang mandor sambil mencambuk beberapa warga yang kelelahan dan terduduk lemas.


Pack!


Pack!


Pack!


Mandor itu terus mencambuk para warga hingga membuat seorang kakek tua jatuh tumbang kesakitan akibat cambukan itu, melihat hal itu beberapa pekerja muda berniat menolong sang kakek namun dilarang sang mandor.


"Kakek tidak apa-apa?" tanya seorang pemuda prihatin.


"Kenapa berhenti! cepat menggali atau hari ini kalian tidak diberi makan." ucap sang mandor marah kepada beberapa pemuda tersebut.


"Seperti inilah keadaannya anak muda, kakek mohon tolong selamatkan mereka." ujar pria tua kepada Derrick dengan memohon, namun Derrick hanya diam.

__ADS_1


"Aku akan menolong mereka, tapi aku butuh persiapan, jadi kumohon agar kakek segera pulang kerumah dan serahkan masalah ini kepadaku." ujar Derrick tenang dan meminta agar pria tua tersebut pulang kembali kerumahnya.


"Anak muda apalagi yang perlu disiapkan, tolong selamatkan mereka sekarang juga, bukankah kamu seorang kesatria sihir?" ujar pria tua sedikit marah karena Derrick begitu tenang dan seakan tidak berniat menolong.


"Haha, kakek semua orang memiliki kekuatan, kita tidak bisa bertindak gegabah, aku mungkin kesatria sihir, tapi bukan berarti aku bisa dengan mudah menangani para penjahat ini dengan mudah." ujar Derrick menjelaskan, pria tua ingin protes, namun Derrick sudah menghilang dalam sekejap.


"Kembalilah kek, serahkan masalah ini kepadaku." terdengar suara Derrick menggema ditelinga menyuruh pria tua itu agar kembali kerumahnya.


Di sebuah penjara.


Buk!


Buk!


Buk!


Varg di pukul beberapa kali hingga memuntahkan begitu banyak darah oleh beberapa orang yang merupakan bawahan kepala desa, sementara Resi sendiri hanya bisa menatap sedih penyiksaan tersebut dengan air mata yang tak terbendung lagi.


"Lepaskan kami! lepaskan kami atau kalian semua akan menerima akibatnya, sialan!" teriak Resi meminta agar dilepaskan.


"Berisik!" teriak salah satu penjaga penjara sambil memukul wajah Resi hingga memerah.


"Kalau bukan karena tuan no 3 menginginkanmu, kami sudah pasti...," belum sempat menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba dua orang penjaga penjara mati dengan luka sayat dileher.


"Siapa kamu?" tanya penjaga itu ketakutan sambil menodongkan pedang kearah penyerang yang tidak lain adalah Derrick, penjaga yang menyiksa Varg menghentikan siksaan mereka dan siaga dengan keberadaan Derrick.


"Derrick! kenapa kamu kesini?" tanya Varg dengan gemetaran.


Trang!


Seorang penjaga menyerang Derrick yang lengah, beruntung Derrick menangkis dan menyerang balik, empat penjaga lainnya ikut menyerang Derrick.


Tang!


Tang!


Bang!


Derrick menangkis tebasan dan tusukan lima penjaga itu dengan santai, lalu berhasil mendaratkan tendangan ke leher kepada tiga orang pengawal hingga jatuh, lalu melancarkan tusukan ke salah satu penjaga penjara.


Cr0t!


Derrick menusuk leher salah satu penjaga yang berniat menggunakan sihir hingga tewas, lalu menendang penjaga lainnya hingga terhempas.


"Untung penjaga hanya diisi para pendekar, bukan penyihir yang memiliki sihir mematikan dan serangan sihir yang memakan begitu banyak area." gumam Derrick bersyukur sambil menyarungkan kerisnya di sarung yang berada di belakang pinggang, lalu melepas Resi yang diborgol dalam penjara bawah tanah milik kepala desa tersebut.


"Terimakasih, uhuk, uhuk." ujar Resi yang lemas berterimakasih sambil batuk beberapa kali, Derrick hanya tersenyum.


"Ayo, pergi." ajak Derrick.


"Derrick, bagaimana dengan Varg?" tanya Resi heran dengan sikap Derrick yang tidak berniat menolong Varg sama sekali.

__ADS_1


"Jika kamu ingin menyelamatkan orang itu, maka selamatkanlah dan jangan mengajakku." balas Derrick dingin dan segera pergi keluar dari penjara meninggalkan Resi yang terdiam dan Varg yang setengah sadar dan sekarat.


Bang!


Ditengah perjalanan Derrick diserang bola api hingga menciptakan ledakan yang begitu besar dan menghancurkan penjara bawah tanah itu, hawa panas akibat ledakan itu bahkan menggapai Resi yang sibuk mengobati Varg.


"Apa yang... terjadi?" tanya Resi khawatir dengan Derrick.


Derrick selamat dari serangan bola api yang menimbulkan ledakan dahsyat itu karena disaat-saat terakhir berhasil menciptakan dinding penghalang dari angin dan hanya melindungi tubuhnya, meskipun begitu Derrick terluka cukup parah akibat ledakan bola api yang mampu menghancurkan penghalang anginnya tersebut.


"Kabut!" gumam Derrick menggunakan sihir kabut yang langsung membaur dengan asap ledakan bola api tersebut.


"Penjara bawah tanah ini mulai goyah akibat ledakan itu, benar-benar ceroboh!" gumam Derrick melihat sekelilingnya terutama langit-langit penjara bawah tanah tersebut yang bergetar aneh, Derrick dengan tertatih-tatih kembali ke penjara tempat Resi dan Varg berada.


"Haha, dia terlalu lemah untuk penyihir hebat sepertiku." si penyerang yang merupakan seorang penyihir tingkat empat itu tertawa kecil melihat serangannya yang begitu besar dan membunuh Derrick.


"Apakah kamu ingin merobohkan penjara bawah tanah milikku?" tanya kepala desa marah dengan kelakuan penyihir tersebut.


"Kenapa melakukan serangan sebesar itu untuk menangani kesatria sihir tingkat satu?" tanya kepala desa heran.


Penyihir itu hanya tertawa sambil melihat miniatur penjara bawah tanah di tangannya, lalu melihat 10 orang terbunuh akibat serangan yang dia lancarkan.


"Haha, mereka mungkin kesatria sihir tingkat satu, tapi kekuatan mereka tidak bisa diremehkan, terutama pendekar muda yang membunuh 7 bawahan (penjaga penjara) bodohmu itu." balas sang penyihir dengan tertawa.


"Selain itu meskipun terlihat sangat muda penyihir tipe penyembuh yang bernama Resi itu adalah penyihir tingkat 4 sama sepertiku, namun bedanya dia fokus dalam penyembuhan." tambahnya kemudian.


"Resi? apakah wanita itu masih hidup?" tanya kepala desa yang tiba-tiba mengingat pesan no 3 agar tidak melakukan sesuatu kepada Resi.


"Tentu saja dia sudah mati, sihirku sangatlah kuat...,"


"Apa!!!! dia mati?" kepala desa langsung mencengkram kerah baju penyihir tersebut dan berteriak.


Disisi lain.


Derrick saat ini sedang diobati Resi setelah menipu penyihir milik kepala desa dengan sihir kabut yang mengandung ilusi, hal itu Derrick lakukan agar penyerang mengira mereka semua sudah mati.


"Sudah selesai." ucap Resi ketus setelah menyembuhkan Derrick, dia terlihat masih marah dan kesal dengan sikap Derrick yang tidak peduli dengan Varg.


"Selesai? secepat ini?" Derrick terkejut dengan kemampuan Resi yang menyembuhkan luka bakarnya akibat serang bola api dengan begitu cepat, bahkan sembuh tanpa bekas.


"Tentu saja, karena bagaimanapun aku seorang penyihir tipe penyembuh tingkat 4, bukan sombong tapi itulah kenyataannya." balas Resi dengan bangga.


"Tingkat empat? bukankah kita semua tingkat satu?" Derrick terkejut dan bertanya.


"Itu versi pasukan kesatria sihir, tapi versi akademi aku diakui sebagai penyihir tingkat empat karena kemampuan hebatku dalam menyembuhkan, tentu saja berbeda dasar bodoh!" balas Resi dengan sombong.


"Oh, begitu." respon Derrick datar dan segera bersiap untuk melakukan serangan balik.


Resi kesal dengan respon datar Derrick tersebut, dia lebih memilih fokus menyembuhkan Varg yang sekarat dan tidak peduli dengan Derrick lagi.


Sekian terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2