
Bagaimana Derrick tidak terkejut, hal itu terjadi karena status benua Eghed sendiri adalah benua terkuat dan memiliki orang-orang kuat di dalamnya, bahkan rumornya dewa pedang yang agung dari sekte Naga langit dikalahkan dengan mudah oleh salah satu jenderal kerajaan yang berdiri di benua Eghed.
"Kamu tidak berbohong?" Derrick tak percaya.
"Haha, meskipun kamu menyangkalnya tetap saja itu kenyataannya." Tertawa. Ucap Raki apa adanya.
"Selain itu, menurut guru melatih tenaga dalam adalah salah satu metode latihan untuk menambah kapasitas mana, bukan menjadi tolak ukur kekuatan."
"Bisa dikatakan melatih tenaga dalam adalah salah satu teknik sihir peningkatan kekuatan secara permanen, jadi hanya orang yang tahu yang akan melatih tenaga dalam."
"Sementara orang benua Eghed tidak tahu metode latihan itu, yang mereka tahu adalah terus berlatih selama hidupnya." Tukas Raki menjelaskan, Derrick hanya mendengar.
##
Beberapa menit dalam diam memerhatikan prajurit yang berjaga di benteng, mereka berdua berniat kembali ke pasukan kerajaan Roban, namun siapa sangka tiba-tiba terdengar seseorang yang digiring ke pinggir tembok, orang itu terus mengumpat.
"Kalian tidak bisa memperlakukan aku seperti ini, aku adalah salah satu kesatria sihir kerajaan Roban, bajingan! keparat!"
Sayup-sayup Derrick dan Raki mendengar orang yang digiring tersebut mengumpat, sebelum di dorong jatuh dengan posisi leher diikat tali. Orang itu seketika mati tergantung diatas benteng.
Melihat itu tentu saja Derrick dan Raki marah atas, terlebih orang yang digantung itu memakai jubah khas Pasukan kesatria sihir Opoi Mileak, Derrick bahkan berniat membunuh mereka semua sebelum ditarik Raki agar menjauhi benteng.
"Lepaskan aku, aku akan membunuh mereka semua." Berteriak marah. Derrick melepaskan tangan Raki yang menariknya, namun Raki menahan dan mendorong Derrick hingga jatuh tersungkur.
"Kontrol dirimu!" Raki membentak.
"Bukan hanya kamu yang kesal dan marah, aku juga merasakan hal yang sama." Berlalu pergi. Ucap Raki dan pergi dari hadapan Derrick.
##
Jenderal Wang tidak pernah mengira utusan yang dikirim kaisar sihir untuk menanyakan alasan penyerangan di benteng perbatasan utara malah dieksekusi dengan cara digantung di benteng perbatasan utara.
"Kirim berita ini kepada raja." Melepas teropong. Jenderal Wang memberikan perintah setelah memastikan bahwa orang yang digantung adalah Kesatria sihir dari pasukan Opoi Mileak.
"Sepertinya mereka memang diutus oleh raja Samla untuk menyerang kita." Ujar Xiao dan berdiri disamping jenderal Wang yang terlihat marah dan geram terhadap kerajaan Samla.
"Pangeran kedua." Menangkupkan kedua tangan. Jenderal Wang memberi hormat kepada Xiao, Xiao membalas hormat itu dengan tersenyum.
Dua hari kemudian Jenderal Wang mendapatkan surat perintah dari jenderal besar agar melakukan serangan dan merebut kembali benteng perbatasan utara dari kerajaan Samla, serangan itu didukung langsung oleh raja Hans dan juga kaisar sihir.
"Kalian semua berbaris dan dengarkan perintahku!" Berteriak. Jenderal Wang meminta agar para prajurit berbaris.
Ribuan prajurit yang berserakan itu seketika berbaris mengikuti perintah jenderal Wang, dalam sekejap mereka semua berbaris dengan rapi.
"Kita hanya memiliki 50 ribu pasukan, kamu yakin bisa menaklukkan benteng tersebut?" Tanya Xiao.
"Pangeran kedua tenang saja, perbatasan utara akan kami rebut." Ujar jenderal Wang dengan percaya diri.
"Hou begitu...," Xiao tersenyum.
"Lakukan saja sesukamu, yang pasti kami kesatria sihir akan menyerang secara berkelompok kecil dan tidak bertanggung jawab untuk melindungi para prajurit atau mengikuti perintah." Ucap Xiao apa adanya, jenderal Wang mengerti.
__ADS_1
##
Malam hari sesuai dengan rencana jenderal Wang memulai perang dengan menyerang benteng bagian kanan yang memang minim penjagaan.
Perang akhirnya pecah.
"Panah!" Perintah Jenderal Wang.
Ribuan pemanah segera melepaskan panah mereka yang dilapisi mana, pihak musuh juga melakukan hal yang sama, namun disaat yang bersamaan mereka menciptakan dinding tanah.
"Perisai!" Perintah Jenderal Wang, ribuan prajurit segera merapatkan perisai mereka untuk berlindung, ada sebagian dari mereka yang memiliki elemen tanah menciptakan perisai tanah.
Boom!
Ledakan terjadi dimana-mana, pihak musuh sepertinya sangat mengandalkan meriam atau sihir penghancur seperti bola api, pusaran angin, dan lain sebagainya dibalik benteng.
"Lepaskan mereka." Perintah Jenderal Riskoq yang merupakan salah satu jenderal kerajaan Samla, sekaligus Jenderal yang memimpin pasukan kerajaan Samla dalam perang tersebut.
"Lepaskan mereka!" Teriak prajurit menyampaikan perintah kepada pasukannya.
Gerbang benteng perbatasan utara bagian kiri, kanan, tengah, dan belakang tiba-tiba dibuka dan membuat pasukan kerajaan Roban terdiam dan bingung.
"Serang!" Teriak salah satu kapten pasukan tanpa instruksi jenderal Wang.
"Apa yang bocah itu lakukan?" Berteriak marah. Jenderal Wang tidak pernah berpikir bahwa salah satu kapten pasukan memulai serangan langsung, padahal musuh jelas-jelas melakukan rencana.
"Serang!"
"Serang!"
"Serang!
"Mundur! jangan menyerang!" Perintah Jenderal Wang, namun tidak ada yang mendengar efek dari perang yang semakin kacau.
Saat para prajurit hampir sampai gerbang, tiba-tiba beruang api, singa angin, singa api, hingga beberapa binatang ajaib lainnya muncul dari gerbang dan langsung menyerang para pasukan, jumlah binatang ajaib itu sekitar 25 ekor.
"Bodoh!" Teriak Jenderal Wang frustrasi, namun dia harus tetap memimpin pasukan yang kocar-kacir, karena diserang dari atas benteng dan para binatang ajaib yang ganas, rata-rata mereka semua tingkat 8.
"Matilah!" Jenderal Riskoq memanah jenderal Wang dari jarak 10 meter.
Ting!
Panah itu dihentikan oleh pedang jenderal Wang yang langsung membalas dengan tebasan melintang dan membunuh beberapa prajurit yang mencoba menghentikan tebasan itu.
"Memang sesuai rumor, dia adalah pendekar pedang yang hebat." Tersenyum kecil. Jenderal Riskoq kembali duduk di kursinya dan menyaksikan perang yang terus berlanjut.
##
Raki, Xiao, dan Derrick langsung turun ketika pasukan musuh menggunakan binatang sihir dalam perang, mereka tidak bisa menunggu dan membiarkan binatang sihir itu membunuh banyak prajurit yang akan merugikan pihak mereka.
"Sialan!" Terkena tombak.
__ADS_1
Raki yang terus berlari dan menghindari setiap panah, bola meriam, dan sihir untuk menyerang salah satu binatang sihir tiba-tiba terkena tombak yang langsung menembus tubuhnya.
"Kamu baik-baik saja?" Tanya Derrick melindungi Raki dari serangan susulan.
"Aku baik-baik saja." Mengangguk. Jawab Raki sambil berdiri dan menatap tajam si pelempar tombak, jika dilihat dari pakaian perang orang itu dipastikan seorang kapten.
"Aku akan membunuhmu!" Teriak Raki dan menyerang orang tersebut.
Tebasannya ditangkis oleh perisai, lalu orang itu melancarkan tusukan ke bahu kanan, Derrick menghindar kesamping dan melancarkan tebasan energi sebanyak 5 kali secara beruntun.
Slash!
Dalam sekali gerakan orang itu tertebas dan terbunuh, Raki kembali melanjutkan untuk membunuh salah satu binatang sihir setelah menyelesaikan urusannya.
"Badai api!" Derrick menciptakan badai api yang langsung mengurung dua binatang sihir hingga terluka bakar dimana-mana, namun mereka masih hidup dan segera diserang pada prajurit.
"Tinju banteng api!" Derrick melompat dan melancarkan tinju banteng api kepada seekor gajah api.
Bang!
Bush!
Derrick terlempar karena kalah kuat, namun dia kembali menyerang dengan menyasar kepala kembali, dan kembali lagi terlempar.
"Cuih..., menarik!" Meludah darah. Derrick tersenyum, lalu menghindari semua panah yang tertuju kepadanya dan berlari menyerang sang gajah kembali.
Disisi lain Xiao berhasil membunuh empat binatang sihir dengan memenggal mereka semua, lalu memotong gerbang benteng dengan segenap kekuatannya.
"Keras...," Batin Xiao.
"Percuma saja kamu tidak akan mampu menerobos gerbang, haha!" ujar salah satu kapten musuh, lalu memerintahkan anak buahnya memanah Xiao.
"Benarkah?" Xiao menghindari dan menangkis semua panah yang mengarah kepadanya.
Sementara empat gerbang di dobrak oleh pasukan pendobrak setelah para binatang sihir ditahan sebagian pasukan yang lainnya.
"Jika aku terbang apakah baik-baik saja?" Batin Xiao yang berhasil menebas beberapa pemanah dengan tebasan energi.
"Coba sajalah!" Xiao memutuskan terbang, namun dalam sekejap dia disasar ribuan panah dan meriam, Xiao bisa menghindari semuanya dan menciptakan perisai kegelapan yang mampu menahan semua serangan.
Bang!
"Uwek!" Xiao termuntah darah ketika 4 orang kapten menyerang saat dia terlalu fokus bertahan, hasilnya Xiao terlempar jauh.
"Sudah kuduga, sangat sulit menyerang sendirian." Gumam Xiao dan berusaha berdiri, namun ribuan panah menyerangnya.
Xiao dengan santai menciptakan lubang hitam agar ribuan panah itu tidak mengenainya, namun sebuah panah menembus bahu kanannya, lalu tombak susulan yang dilempar jenderal Riskoq sudah ada di hadapannya.
Trang!
Jenderal Wang tiba-tiba sudah ada di depan Xiao dan menangkis tombak itu, lalu membelokkannya ke samping kanan.
__ADS_1