
Lao Aidan sedang duduk di sebuah rumah kosong di sekitar wilayah keluarga Lao, sebuah rumah yang tidak terdampak perang antara keluarga Lao dan keluarga Dan di masa lalu, setelah lama menunggu orang yang ditunggu Lao Aidan akhirnya datang dengan membawa dua orang.
"Kamu terlambat.., Zilong!" ucap Lao Aidan dengan dingin menatap Zilong yang merupakan ketua sekte pedang langit dan dua orang lainnya yang tidak dikenal.
"Haha, maaf, maaf atas keterlambatanku." dewa pedang Zilong tertawa kecil, lalu memperkenalkan dua orang di belakangnya.
"Dia adalah ketua organisasi Bakacauan, master Douzi." ucap dewa pedang Zilong memperkenalkan seseorang di samping kirinya yang memakai setelan baju berwarna merah dengan wajah sangar.
"Dan dia adalah master Hendra dari sekte Langit biru." ucap dewa pedang Zilong memperkenalkan orang di samping kanannya yang memakai baju berwarna biru laut dengan sebelah mata yang terluka tebasan hingga buta.
"Organisasi Bakacauan adalah organisasi yang suka membuat onar dimana-mana, lalu sekte Langit biru adalah sekte aliran hitam yang sangat terkenal menyerang wilayah-wilayah lain untuk memperluas pengaruh dan membuat orang takut ketika mendengar nama mereka." batin Lao Aidan sambil memerhatikan tiga orang yang bertemu dengannya itu.
"Lalu apa yang kamu inginkan dariku?" tanya Lao Aidan yang memang diundang oleh Zilong untuk bertemu di wilayah keluarga Lao yang sudah menjadi puing-puing.
"Aku ingin bekerjasama denganmu untuk menghancurkan sekte Naga langit." jawab dewa pedang Zilong sambil menampakkan senyum kecil.
"Aku tidak tertarik berkerjasama dengan kalian, permisi." balas Lao Aidan langsung menolak dan beranjak pergi dari tempat itu.
"Apa menurutmu kami akan membiarkanmu pergi?" tanya Zilong dengan acuh.
"Kalian bisa mencobanya." ucap Lao Aidan menoleh dan menatap tiga orang itu dengan dingin.
Booom!
Ledakan terjadi di rumah kosong tersebut, terlihat Zilong terpental membentur pohon dan disusul dua orang lainnya.
"Haha, memang murid Sekte Naga langit, sangat kuat!!!" ucap Zilong menangkis tebasan energi, lalu menyerang balik dengan tebasan energi juga.
Douzi dan Hendra berlari mendekat kepada Lao Aidan, "Jangan sombong bocah!" teriak Douzi melancarkan tinju yang berselimut besi.
Bang! Tinju besi itu ditangkis oleh Lao Aidan dengan pedangnya, Hendra melancarkan tinju petir di samping kiri.
"Pindah!" ucap Lao Aidan menatap Zilong yang berlari menujunya dengan pedang terhunus.
Bang!
__ADS_1
Posisi Lao Aidan dan Zilong berganti, tinju petir Hendra langsung menghantam Zilong dengan sangat keras hingga terhempas memuntahkan seteguk darah.
"Kurang ajar, uhuk, uhuk." geram Zilong dan melancarkan serangannya kepada Lao Aidan yang disibukkan melawan Douzi dengan tinju besinya.
"Tinju besi: penghancur gunung!" teriak Douzi melancarkan tinju, namun ditangkis oleh pedang Lao Aidan dengan mudahnya, hal itu membuat Douzi terkejut.
"Naga petir: naga langit penghakiman!" serang Hendra menyerang Lao Aidan yang menahan tinju Douzi.
"Naga petir gila!" balas Lao Aidan dengan dingin.
Dua naga petir itu beradu dilangit, sementara Lao Aidan menghadapi tiga orang tersebut dengan kekuatan penuhnya.
Pertarungan mereka berempat sangat sengit dan menghancurkan apapun, sampai-sampai membuat kota Daun bergetar hebat dan terkejut bahwa ada pertarungan antar master di kota mereka.
"Master mana yang bertarung di wilayah keluarga Lao?" tanya Garbus kepada dirinya sendiri.
Lao Aidan terpojok dan sudah sekarat dengan berbagai luka ditubuhnya, baik luka lebam, tebasan pedang, luka bakar, hingga luka beracun yang berasal dari salah satu teknik yang dimiliki Hendra sang ketua sekte Langit biru.
"Pedang kesepuluh: pedang pembantai dewa!" ucap Lao Aidan memanggil pedang kesepuluhnya yang berkekuatan meningkatkan energi berkali-kali dari energi yang dialirkan kepadanya.
"Tebasan pembunuh dewa!" teriak Lao Aidan menyerang dengan kekuatan penuhnya.
"Tebasan: angin penghancur karang!" teriak dewa pedang juga melancarkan serangan penuhnya, sebuah tebasan energi angin yang terlihat seperti bulan sabit.
"Pukulan penghancur gunung!" teriak Douzi juga menyerang dengan tinju energi besinya yang sangat kuat, serangan itu seperti tinju energi namun diselimuti besi yang beraura kegelapan.
"Elemen petir: naga langit menghantam bumi!" teriak Hendra juga menyerang dengan kekuatan penuhnya, sebuah naga petir yang tiba-tiba muncul dari langit dan langsung menghantam serangan energi Lao Aidan yang terlihat mengerikan itu.
Booom!
Ledakan besar terjadi dan menghancurkan segalanya hingga radius 10 km dan menciptakan kawah besar yang menganga, terlihat tiga orang itu terluka parah akibat ledakan itu, mereka terbaring dengan nafas yang tersengal-sengal dan sekarat.
Sementara Lao Aidan sendiri berlindung di sayap elang jiwa penolaknya yang dia panggil disaat-saat terakhir ketika serangan mereka saling hantam.
Bush!
__ADS_1
Elang itu mengepakkan sayapnya agar tinju energi besi yang bertahan dan berhasil menyerang mereka tersingkir, elang jiwa itu melihat Lao Aidan yang terluka parah dan lemas.
Klik..., klik!!!!
Raung elang jiwa marah dan melempar segenggam tanah dari kedua kakinya untuk menghantam tiga orang tersebut, lalu dengan cepat terbang dan mencakar mereka bertiga dengan cakar kuatnya.
Treng!
Cakar elang jiwa ditahan oleh Derrick yang tiba-tiba muncul entah darimana, elang itu mundur kebelakang namun dia terkurung dengan kekuatan elemen angin Derrick.
"Kalian benar-benar merepotkan yang mulia ini, haha." ucap Derrick dengan suara yang bukan miliknya.
"Kau... iblis yang merasuki Faisal!" ucap Lao Aidan geram dan berniat menyerang Derrick, namun Derrick tiba-tiba ada disampingnya.
"Seharusnya aku membunuhmu seperti aku membunuh adikmu itu, tapi aku bukan pengecut yang membunuh orang yang tak berdaya sepertimu." ucap Derrick dingin, Lao Aidan menebas.
Derrick menghilang dan membuat Lao Aidan menebas udara kosong saja, disaat yang sama elang jiwa berhasil melepaskan diri dari penjara angin Derrick dan langsung melindungi Lao Aidan.
"Aku cukup terkejut kamu berhasil membuat tiga budak hebatku seperti ini, aku sangat menantikan pertarungan kita saat aku berhasil sepenuhnya menguasai tubuh anak ini, haha." Derrick menghilang dalam sekejap sambil membawa tiga orang tersebut, meskipun dia sudah pergi tertawa jahatnya masih dapat di dengar oleh Lao Aidan.
"Uhuk..., aku akan membunuhmu iblis sialan!" ucap Lao Aidan dengan marah sambil memegang dadanya yang sakit.
Lao Aidan segera meminta agar Elang jiwa membawanya pergi ketika merasakan ada beberapa orang yang datang mendekat, elang jiwa segera membawa Lao Aidan pergi sejauh-jauhnya dari area tersebut.
"Anak ini belum sepenuhnya siap, sial!" gumam Derrick dan segera berhenti di salah satu dahan pohon, lalu memanggil pelayan tua datang.
"Salam tuan muda!" pelayan tua muncul dari lubang spasial, lalu mengucapkan salam hormat kepada Derrick.
"Bawa mereka semua ke sekte pedang langit sekarang juga." perintah Derrick dingin.
Pelayan tua menyanggupi dan segera membuka portal menuju sekte pedang langit, lebih tepatnya ruang latihan pribadi dewa pedang Zilong yang merupakan ketua sekte.
"Ayo kembali, anak ini belum siap." ujar Derrick dengan nada berat, pelayan tua mengangguk dan Derrick jatuh kebawah karena pingsan akibat iblis itu pergi dari tubuh Derrick yang rapuh.
Sebelum kepala Derrick terbentur tanah, pelayan tua menangkapnya dan membaringkan tubuh Derrick di batang pohon besar.
__ADS_1
"Kalian jaga wadah yang mulia tuan muda." perintah pelayan tua kepada monster yang dia panggil.
Monster singa berusia 40 ribu tahun, 4 serigala api dan petir (dua atribut api dan dua atribut petir) 60 ribu tahun, dan singa es 90 ribu tahun yang dipanggil itu mengangguk menyanggupi perintah pelayan tua.